Agama Israel kuno, monoteistik atau politeistik?

Berkaitan dengan thesis Margaret Barker yang saya bahas disini,

saya juga mendapati buku beliau lainnya yang menarik, The Great Angel.

Sebagian reviewnya bisa dibaca disini,

Dari buku Margaret Barker tersebut, sepertinya dapat ditarik kesimpulan bahwa ada dua kubu dalam agama Israel kuno, yaitu mereka yang menyembah El-Elyon, yang mempunyai anak bernama Yahweh, dan kubu lainnya yang menyembah Yahweh sebagai satu-satunya Elohim.

Gnosticism is exactly what you’d expect to find if a group of Jews rejected the monotheistic reform and held onto the earlier beliefs.

Tersirat dari kalimat tersebut bahwa monoteisme dalam agama Yahudi baru muncul belakangan, jauh setelah politeisme.

Jadi jika ada yang mengatakan bahwa agama Yahudi itu bersifat monoteistik dari awalnya, sepertinya kurang mendapat dukungan dari thesis Margaret Barker ini.

Silakan…

Hehe…

Masih belom rela soal “SOLA SCRIPTURA” dari sumber sampah Madame Barker :ashamed0002:

Adan, rupanya masih suka berpolemik tentang Teologi Baru ciptaan “Madame Barker”.

Teologi baru buatan Madame Barker tentu sangat tidak cocok dengan kemurnian ajaran Katolik Roma.

Benar bahwa Israel tinggal diantara para penyembah-penyembah berhala (politeisme), benar bahwa nama YHVH-pun pernah di-“plesetkan” sebagai patung anak lembu emas (Keluaran 32:1-6)

Nama “YHVH” juga digunakan di luar Alkitab, jadi bukan hanya oleh bangsa Israel saja, misalnya Dewi Asyera atau sejenisnya pernah dipuja pada zaman kerajaan di Israel dan dipanggil dengan “YHVH”. Diperkirakan Dewi Asyerata dipuja di kota Samaria dan daerah-daerah Yehuda Selatan dan Sinai Utara.
Reff: http://www.sarapanpagi.org/pemakaian-nama-yhvh-sebagai-nama-berhala-vt569.html#p1166

Madame Barker beropini saja, dan opininya tidak dilengkapi dengan data yang berimbang.

Madame Barker seharusnya memandang monoteistik itu dari awalnya, bukan setelah Bangsa Israel ini jatuh dalam dosa perzinahan menyembah ilah-ilah lain. Israel tinggal di tengah-tengah bangsa yang politeis. Memang ada terjadi berkali-kali dimana Israel jatuh ke dalam penyembahan berhala, tetapi Bapa-bapa leluhur Israel bukan penyembah berhala (politeis)

Theologi baru Madame Barker mengesampingkan sosok yang seharusnya dipandang sebagai tokoh penting, yaitu Abraham.

Abram (sebelum berubah menjadi Abraham) hidup dan tinggal di tengah-tengah komunitas penyembah berhala, politeisme. Allah memiliki rencana yang khusus kepadanya. Abraham secara khusus dipilih (dikuduskan) untuk menjadi orang pilihan Allah yang akan menurunkan bangsa-bangsa penyembah Allah yang Esa. Abraham secara khusus “dipisahkan” dari antara orang-orang lain yang politeisme.Kita mengenal kata Ibrani: קָדוֹשׁ - QADOSY dan קֹדֶשׁ - QODESY (Ibrani) dan ἅγιος - HAGIOS (Yunani), makna dasarnya adalah “pemisahan”. Tindakan pemisahan kepada Abraham ini merupakan “pengudusan” berarti memisahkan dia dari sifat dan sikap politeisme dan mengkhususkan dirinya bagi Allah.

QADOSY dapat berarti ‘terpisah’ (dikhususkan) atau ‘terpotong dari’, digunakan terhadap keadaan terlepasnya seseorang atau suatu benda (supaya Allah dapat memakainya, dan dgn demikian terhadap keadaan orang atau obyek yg dilepas itu). Dan jadilah Abraham menjadi seorang penyembah Allah yang Esa (monoteis), dan dikenalah satu istilah “MONOTEISME ABRAHAM.”

Bersambung --------------

Abraham menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, yang kekal, yang mahatinggi, yang empunya (TUHAN) langit dan bumi, dan Hakim yang adil atas segala bangsa dan segenap umat manusia. Baginya Tuhan adalah adil, bijaksana, benar dan adil, murah hati, dan pengampun. Abraham menerima hukuman Tuhan yang dijatuhkan atas dosa namun bicara dengan Tuhan demi kepentingan Ismael dan Lot yang berdosa. Abraham berhubungan dengan Allah dalam persekutuan yang akrab, dan dianugerahi Allah suatu wahyu yang khusus dalam bentuk penglihatan dan Tuhan berkenan mengunjunginya dalam ujud media manusiawi atau malaikat. Penampakan ini dikenal dalam istilah teologis “Theofani”. Abraham beribadah kepada TUHAN Allah, dan memanggil Allah dengan Nama TUHAN dan mendirikan mezbah untuk tujuan ini. Monoteisme Abraham ini jelas bertentangan dengan politeisme nenek moyangnya.

Israel adalah “benih dari Abraham”, dan tindakan Allah memperbanyak manusia dari satu orang dilihat sebagai penggenapan firman-Nya secara khusus. “Allah Abraham” mengacu kepada TUHAN Allah di seluruh Alkitab, dan dengan nama itu Ia menampakkan diri-Nya kepada Musa. Monoteisme Abraham di tengah-tengah pemujaan berhala, cara Allah menampakkan diri kepadanya, memilih, membebaskan, dan memberkatinya, dan iman Abraham merupakan tema yang mantap untuk nasihat, diskusi dan pandangan hidup (keimanan).

Iman Abraham adalah teladan yang paling mencolok dalam hal ketaatan dan kesiapannya melakukan apa pun perintah Tuhan. Karena iman ia meninggalkan Ur-Kasdim. Pencobaan paling berat atas imannya, yakni ia diminta mengorbankan Ishak, putra kandungnya yang secara manusiawi Ishak-lah satu-satunya jalan untuk perjanjian Tuhan dapat digenapi tepat seutuhnya.

Kepercayaan Abraham kepada Allah yang monotheis juga diikuti oleh keseluruhan keluarga dan juga hamba-hambanya, Abraham menciptakan komunitas “monoteis” di lingkungannya secara turun temurun:

Keturunan Abraham, dan Lingkungan Abraham, mengenal Allah-nya Abraham:

Ishak mengenal Allah-nya Abraham, Ishak memberkati Yakub dengan berkat Allah Abraham:

* Kejadian 28:3-4
28:3 LAI TB, Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak,
Hebrew,
וְאֵל שַׁדַּי יְבָרֵךְ אֹתְךָ וְיַפְרְךָ וְיַרְבֶּךָ וְהָיִיתָ לִקְהַל עַמִּים׃
Translit, VE’EL SYADAY YEVAREKH OTKHA VEYAFREKHA VEYARBEKHA VEHAYITA LIQHAL 'AMIM

28:4 LAI TB, Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham."
Hebrew,
וְיִתֶּן־לְךָ אֶת־בִּרְכַּת אַבְרָהָם לְךָ וּלְזַרְעֲךָ אִתָּךְ לְרִשְׁתְּךָ אֶת־אֶרֶץ מְגֻרֶיךָ אֲשֶׁר־נָתַן אֱלֹהִים לְאַבְרָהָם׃
Translit, VEYITEN-LEKHA 'ET-BIRKAT 'AVRAHAM LEKHA ULEZARAKHA 'ITAKH LERISYTEKHA 'ET-'ERETS MEGUREIKHA 'ASYER-NATAN 'ELOHIM LE’AVRAHAM

Yakub (Israel) mengenal Allah-nya Abraham:

* Kejadian 28:13
LAI TB, Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
Hebrew,
וְהִנֵּה יְהוָה נִצָּב עָלָיו וַיֹּאמַר אֲנִי יְהוָה אֱלֹהֵי אַבְרָהָם אָבִיךָ וֵאלֹהֵי יִצְחָק הָאָרֶץ אֲשֶׁר אַתָּה שֹׁכֵב עָלֶיהָ לְךָ אֶתְּנֶנָּה וּלְזַרְעֶךָ׃
Translit, VEHINEH YEHOVAH (baca:'Adonay) NITSAV 'ALAV VAYOMAR 'ANI YEHOVAH (baca:'Adonay) 'ELOHEY 'AVRAHAM 'AVIKHA VELOHEY YITSKHAQ HA’ARETS 'ASYER 'ATAH SYOKHEV 'ALEIHA LEKHA 'ETNENA ULEZAREKHA

Keturunan Israel, mengenal Allah-nya Abraham, Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Musa pemimpin bangsa Israel:

* Keluaran 3:6
LAI TB, Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
[/color]Hebrew,
וַיֹּאמֶר אָנֹכִי אֱלֹהֵי אָבִיךָ אֱלֹהֵי אַבְרָהָם אֱלֹהֵי יִצְחָק וֵאלֹהֵי יַעֲקֹב וַיַּסְתֵּר מֹשֶׁה פָּנָיו כִּי יָרֵא מֵהַבִּיט אֶל־הָאֱלֹהִים׃
Translit, VAYOMER 'ANOKHI ELOHEY 'AVIKHA 'ELOHEY AVRAHAM ‘ELOHEY YITSKHAQ VELOHEY YA’AQOV VAYASTER MOSYEH PANAV KI’ YARE MEHABIT 'EL-HA’ELOHIM

bersambung…

Di masa ribuan tahun setelah Abraham, Ishak dan Yakub (Israel), keturunannya tetap mengenal Allah-nya Abraham, bangsa Israel di masa Perjanjian Baru tetap mengenal Allah-nya Abraham, sampai sekarang:

* Kisah 7:32
LAI TB, Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Maka gemetarlah Musa, dan ia tidak berani lagi melihatnya.
TR, εγω ο θεος των πατερων σου ο θεος αβρααμ και ο θεος ισαακ και ο θεος ιακωβ εντρομος δε γενομενος μωσης ουκ ετολμα κατανοησαι
Translit, egô ho theos tôn paterôn sou ho theos abraam kai ho theos isaak kai ho theos iakôb entromos de genomenos môsês ouk etolma katanoêsai

Bahkan keturunan-keturunan-nya yang lain, yang menjadi bangsa-bangsa lain pun masih mengenal Allah-nya Abraham, Yitro, seorang bangsa Midian, Yitro mewarisi kepercayaan dari Abraham, ia menyembah Allahnya Abraham. Yitro memiliki peran besar kepada Musa, ia menasihati Musa supaya mendelegasikan urusan peradilan, yaitu dengan menunjuk pemimpin-pemimpin yang dapat meringankan tugas Musa dalam menjadi hakim perkara-perkara yang kecil di antara orang Israel. Ini dicatat dalam bagian bacaan Taurat yang diberi “Yitro” (Keluaran 18:1-20:23).

Selain bukti bangsa Midian mengenal Allah Abraham, bangsa Arab juga mengenal Allah Abraham, sumber Islam menulis sosok Ibrahim, Ishak, Yakub dalam Qs 29:27. Abraham mempunyai arti yang sangat penting bagi semua agama samawi yaitu Yahudi, Kristen dan Islam.

ISRAEL PERNAH JATUH KE DALAM PENYEMBAHAN POLITEISME

Ya, itu memang diakui PERNAH! dan bahkan, SERING.
Para raja Israel termasuk Salomo-pun pernah kepleset kepada penyembahan berhala.

Tetapi bukan berarti bahwa agama Yahudi itu bukan bersifat monoteistik dari awalnya. Awalnya justru dimulai dari Iman Abraham. Melalui Ishak kepada Yakub (Israel), kemudian melalui Musa, dan selanjutnya melalui para nabi-nabi yang lain “Monoteisme Abraham” dipertahankan.

Kalau Anda membaca, tulisan2 Madame Barker dalam teologi ciptaannya di:

Tulisannya hanya sarat opini pribadi saja.

Opininya tetang “Great Angel”, tentang “Second God”, adanya “cherubim” yang male dan female, dll… bertentangan dengan yang diimani oleh Gereja Katolik Roma.
Selain Teologi baru-nya itu bertentangan dengan Alkitab.
Juga bertentangan dengan Tradisi Suci Gereja Katolik Roma.

Atau barangkali Anda mau beralih iman kepada Madame Barker?

:slight_smile: