Agama Tanpa Kepercayaan Tumbuh di Belanda

Sebuah trend religius baru tanpa disadari tengah bertumbuh di negeri kincir angina Belanda. Trend religius dapat disebut Agama tanpa kepercayaan. Trend ini diyakini sebagi dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebabkan beberapa pribadi di sana merasa dirinya dapat melakukan segala hal tanpa adanya campur tangan dari kepercayaan lain yang mengikat.

Hal inilah yang diteliti oleh pakar agama sekaligus wartawan kerohanian pada harian Trouw Koert van der Velde dalam disertasi yang dibuat. Velde selama kurang lebih lima tahun mewawancarai orang tentang pengalaman religiusnya. Ada yang melihat UFO, punya pengalaman hampir mati, melihat roh, atau merasa satu dengan alam ketika matahari terbenam. Wawancara-wawancara itu menghasilkan banyak bahan. Velde makin yakin ini suatu fenomena baru, yang belum ‘ditemukan’ oleh ilmu pengetahuan agama. "Banyak orang menilai ilmu pengetahuan telah membuka kedok religi tradisional,” jelas Velde.

Tapi dua abad belakangan, manusia religius menghadapi suatu masalah: Ia tetap mau, tapi tidak bisa lagi. Berkat kemajuan ilmiah, banyak orang tidak percaya lagi agama-agama tradisional. Orang punya keinginan kuat akan pengalaman religius. Akibat dilema ini, terbentuklah semacam religi baru, kata Van der Velde: Religi tanpa kepercayaan. “Banyak orang tidak percaya lagi adanya agama tradisional. Tapi kadangkala mereka menganggapnya benar-benar ada, guna mendapatkan pengalaman religius.”

Menurut Velde, saat ini Belanda adalah salah satu negara paling sekuler di dunia. Namun karenanya juga sebuah negara di mana orang merasa bebas bereksperimen: Tidak ada tempat lain di dunia di mana orang begitu terbuka bereksperimen dengan religi, seperti di Belanda.

Penelitian ini adalah salah satu dari sekian banyak penelitian yang memperlihatkan kebingungan banyak jiwa terhadap apa yang dipercayainya. Pengalaman dan pengharapan kepada Sang Juruselamatlah yang dapat menyelamatkan kita dari jerat iblis yang ingin membutakan mata kita melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang sebenarnya adalah karya agung dari Tuhan Yesus.

Source : Radio Nederland/DPT

sudah gelap mata mereka…mereka sudah megarah ke neraka…kok gak ada hamba Tuhan pelayanan kesana…atau mereka dah bebal yah??? buset dah…mereka santai aja kali yah karna gak percaya adanya neraka atau surga…ckckckck iblis berhasil banget tuh
Tuhan saya mau Kau pakai ke Belanda dah kalo begini

neraka dan surga sudah ga dipercaya…mereka percayanya teknologi…alias pikiran

Teknology dan Agama harusnya saling melengkapi :smiley:

teknologi dan agama adalah satu kesatuan bukan hal yang terpisah…namanya semua dari Tuhan.

GBU

hihihihihihi… tumben setuju ya :smiley:

Yup, Eropa adalah bangsa “tua” yang hampir kehilangan iman mereka
terutama belanda,
ada kesaksian dari pendeta saya saya di sana ke gereja aja bawa selingkuhan jemaatnya( salah satu jemaat bawa selingkuhan waktu retreat )
otomatis pendeta saya tidak mau melayani sebelum orang yang dengan selingkuhannya itu sadar dan tidak sekamar saat retreat dan melayani mereka agar bertobat
Eropa saya rasa paling parah

Semakin pintar,bukannya makin taat,malah makin sok tau…hahaha…dunia makin aneh.
Berbahagialah mereka yg bertahan hingga akhir…^^

manusia akan m akin mengandalkan logika, nah hal2 logika inilah yang sekarang “digoncang” oleh Bapa

hal itu karena negara memanjakan warganya…hehehe, enggak kerja aja di kasih biaya hidup…!!
gimana mau ada pergumulan hidup bagi masyarakatnya…?? Jadi akibatnya tidak peka lagi unt membedakan mana itu Kasih Tuhan dan mana iyu kasih dunia…Negara belanda tsb dijadikan Tuhan sbg parameter kejatuhan moral/akhlak manusia…Tuhan memang membiarkan orang yang sudah tabiatnya untuk berbuat dosa…(ayatnya sya lupa…mungkin bisa ada yng sudi membantu…?? )

belanda setahu saya saya adalah negara yang murni trader sejak masa renaisance , dan cinta akan uang yang saya rasa juga merusak moral masyarakatnya.

Setuju! :afro: