Ajaran Inkarnasi merupakan Dasar Utama Iman Kristen ( Yohanes 1 : 14 )

Saudara2 semua yang terkasih di Dalam Tuhan Yesus …

Pada kesempatan disini, saya mencoba untuk mengajak saudara2 semua untuk mengkaji tentang “Ajaran Inkarnasi” ini, sebab Ajaran Inkarnasi ini, adalah “Dasar Utama” dari Iman Kristen, untuk memahami Hakikat Allah yang benar dan untuk memahami Alkitab dengan benar, sebab permasalahan Ajaran Inkarnasi ini, telah dan dapat membawa manusia pada kesesatan., Karena itu saya meminta kita semua, dalam diskusi disini … mari kita melupakan sementara denom yang kita miliki dan melepaskan pemikiran2 manusia, baik pemikiran2 bapak Gereja dahulu, dengan bersandarkan pada “Kebenaran Kitab Suci” semata - mata., sebab manusia bisa salah dalam menafsirkan Alkitab, tetapi Firman Allah itu Ya dan Amin.

Nah … sebelum kita sampai pada Pembahasan Ajaran Inkarnasi, maka terlebih dahulu saya akan memaparkan, Apa dan Bagaimanakah Allah itu ?

Alkitab mengatakan, Allah itu Roh adanya ( Yohanes 4 : 24 ). Nah … karena Allah itu adalah Roh, maka Eksistensi Roh tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi, dimana yang dapat “Membatasi” ketidak terbatasan Eksistensi Roh itu, adalah Roh itu sendiri.

Atau dengan kata lain adalah, Karena Allah itu adalah Roh, maka Eksistensi Allah itu tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi oleh siapapun, kecuali oleh Allah itu sendiri.

Nah … Karena Allah adalah Roh yang tidak terbatas, maka pada saat Allah berfirman atau Allah berkata, “tidak ada sesuatu apapun yang keluar dari dalam diri Allah, sebab semuanya ada dalam diri Allah itu sendiri”.

Na, dalam permasalahan tersebut diatas ( Pada saat Allah berfirman atau berkata ), telah banyak manusia memahaminya dengan “KELIRU”, dimana banyak manusia memahami, bahwa pada saat Allah berfirman atau berkata tersebut, maka ada “Sesuatu” yang keluar dari diri Allah, pada hal seperti penjelasan diatas ( Allah adalah Roh yang tidak terbatas ), maka pada saat Allah berfirman, sesungguhnya, tidak ada satupun yang keluar dari dalam diri Allah. Sebab Allah itu adalah Roh yang tidak terbatas, sehingga sekalipun Allah berfirman ataupun berbicara, maka semuanya “Ada dalam diri Allah itu sendiri”.

Sebaliknya, jika kita memahami bahwa pada saat Allah berfirman atau berbicara, maka "ada sesuatu" yang keluar dari dalam diri Allah, maka hal ini memberikan pengertian, bahwa pada dasar nya Eksistensi Roh Allah itu “terbatas”, dimana akibat dari “keterbatasan” Roh Allah itu, maka “ada sesuatu” yang keluar melebihi “batas Roh Allah” itu sendiri. ==> Pemahaman ini, adalah suatu pemahaman yang benar2 keliru dan bertentangan dengan Eksistensi Roh Allah yang tidak terbatas itu.

Jadi, setelah kita memahami bahwa hakikat Allah itu adalah Roh yang tidak terbatas, maka sekarang sampailah kita pada pembahasan berikutnya, yaitu : “Apakah Hakikat Roh Allah itu lebih dari pada satu”?

Berdasarkan penjelasan diatas, bahwa Eksistensi Roh Allah itu adalah tidak terbatas, maka sudah pasti bahwa Hakikat dari Roh Allah itu adalah “Satu atau Esa atau Tunggal”. == M E N G A P A ==

Seperti pada penjelasan diatas, maka jika Hakikat dari Roh Allah itu lebih dari pada satu, maka hal ini berarti, bahwa Hakikat Roh Allah yang satu, telah dibatasi oleh Hakikat Roh Allah yang lain, sehingga dengan pemahaman ini, maka pada dasarnya, Eksistensi Roh Allah itu “terbatas”, sekalipun “keterbatasan Eksistensi Roh itu dibatasi oleh Roh Allah yang lainnya”. ==> Nah, jika kita memahami Hakikat Roh Allah seperti pada penjelasan ini, maka artinya adalah “Kita mengakui bahwa Hakikat Allah itu lebih dari pada satu” atau Politheisme.

Nah … Jika kita memahami bahwa Hakikat Roh Allah itu, lebih dari pada “satu” (pemahaman politheisme), maka pemahaman kita, bahwa ada “sesuatu” yang “keluar” dari dalam diri Allah, pada saat Allah berfirman atau berkata, “dapat dibenarkan”.

Tetapi karena Alkitab berkata sbb :

  1. Keluaran 3 : 14 … Aku adalah Aku …
  2. Yesaya 43 : 10 … Bahwa Aku tetap Dia, sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak ada lagi…
  3. Yesaya 44 : 6 … Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian, tidak ada Allah lain selain dari pada Ku…
  4. 1 Tim 2 : 5 …Karena Allah itu Esa …
  5. Wahyu 1 : 8 … Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa.
  6. Dan lain sebagainya.

===Bagian Pertama=== Mohon untuk tidak ditanggabi dahulu, sampi semua paparan selesai ===

sinchan setuju ama kakak Jesuit_DM :afro:

Sebab mengasumsikan ‘keluar dari Allah’ berarti memenjarakan Allah dalam suatu boundary (=keterbatasan), sehingga ada ruang di luar boundary eksistensi Allah.

Setuju kak hihihi…

==BAGIAN KEDUA==

Sehingga berdasarkan Fakta2 Alkitab diatas, maka kita sebagai orang percaya, kita “dituntut” untuk “mempercayai dan mengimani”, bahwa Roh Allah yang tidak terbatas itu adalah “Esa atau satu atau Tunggal”. (seperti apa yang dipaparkan pada fakta2 Alkitab diatas tersebut).

Tetapi setelah lahirnya Yesus Kristus kedalam dunia ini ( Perjanjian Baru ), timbul permasalahan2 tentang Hakikat Ke-Allahan yang kita bicarakan diatas, sebab Kitab Perjanjian Baru, banyak berbicara tentang Eksistensi Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Saudara2 semua, Permasalahan yang timbul terhadap Hakikat Allah (setelah kelahiran Yesus), adalah sebagai akibat dari kekeliruan dalam memahami “Ajaran Inkarnasi”, seperti yang kita bahas dalam Judul Topik disini.

Apakah Inkarnasi itu ???

Secara umum, Inkarnasi memiliki pengertian "dilahirkan kembali", artinya : Sesuatu yang telah ada, kemudian dilahirkan kembali ( terlepas sesuatu yang telah ada itu, mati atau tidak ), dalam suatu “Wujut” yang baru dan berbeda dengan wujut asalnya.

Contoh yang sederhana untuk memahami Inkarnasi ini adalah : Dalam salah satu kepercayaan yang ada di bumi ini, jika seseorang itu mati (atau ali), maka dipercayai bahwa ali tersebut akan dilahirkan kembali (Inkarnasi) menjadi sesuatu yang baru berdasarkan apa yang telah diperbuatnya, selama ia hidup, seperti dilahirkan kembali ( inkarnasi ) dalam wujut Kerbau, Domba, Anjing, dan lain sebagainya, dimana walaupun diyakini, bahwa Roh ataupun jiwa dari pada Inkarnasi tersebut, berasal dari Roh ataupun Jiwa Ali, namun hasil Inkarnasi tersebut ( Kerbau, Domba, Anjing dan lain sebagainya ), “TIDAK DAPAT LAGI DISEBUTKAN SEBAGAI ALI”., Sebab Roh Ali tersebut, telah dilahirkan kembali dalam wujut “Binatang”.

Nah … dalam pemahaman kepercayaan tentang Inkarnasi tersebut diatas, maka sekarang timbul pertanyaan kepada kita, yaitu : “Apakah dengan Inkarnasinya Roh Ali menjadi binatang, maka Roh Ali itu akan Hilang atau Musnah”?
Maka jawabannya adalah :“TIDAK”, dimana Roh Ali itu tidak pernah Hilang atau Musnah, tetapi Roh Ali itu “Tetap ada”, hanya setelah dilahirkan kembali menjadi Roh dari se-ekor binatang, maka Roh Ali itu “tidak dapat disebutkan lagi sebagai Ali”., sebab ia telah menjadi Roh se-ekor binatang.

Saudara2 semua … demikian juga halnya terhadap “Yesus Kristus”, dimana Yesus Kristus adalah “Firman” yang dilahirkan kembali ( Inkarnasi ), menjadi seorang manusia, tetapi karena manusia yang merupakan “Inkarnasi” yang berasal dari “Firman”, maka manusia itu tidak dapat lagi disebutkan sebagai Sang Firman, melainkan Anak Allah.

Nah … dalam pembahasan diatas tersebut, muncul 2 ( dua ) hal baru, yaitu : “Firman dan Anak Allah”. Siapakah Firman dan Anak Allah ini ???

Yohanes 1 : 1, mengatakan bahwa … Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.

Nah, jika kita ingin mengupas tentang Firman dan Anak Allah yang dipaparkan tersebut diatas, berdasarkan Yohanes 1:1 tersebut diatas, muncul lagi permasalahan yang semakin membingungkan, sebab pada ayat tersebut di bedakan, antara Firman dan Allah.

Kini timbul pertanyaan besar kepada kita, yaitu : “Apakah Firman, Anak Allah dan Allah”, seperti uraian diatas, adalah suatu “sosok yang berbeda”?

Saudara-saudara semua …

Seperti pada penjelasan saya terdahulu ( pada bagian pertama ), saya telah menjelaskan bahwa Allah itu adalah Roh dan Roh Allah itu “tidak terbatas”, Sehingga pada saat Allah itu “BERFIRMAN”,, maka tidak ada sesuatu apapun yang keluar dari dalam diri Allah, artinya:“Sekalipun Allah itu ber-Firman, namun Firman itu tetap dalam diri Allah”, sebab Allah itu adalah Roh yang tidak terbatas.

Sehingga, karena semua Firman Allah itu ada dalam diri Allah itu sendiri, maka sekarang dapatlah kita pahami, bahwa Firman Allah itu, tidak dapat dilepaskan dari Allah, atau dengan kata lain, “Firman Allah itu tidak dapat terpisahkan dari Allah itu sendiri”.

Nah … Karena Firman itu ada dalam diri Allah itu sendiri dan Firman itu tidak dapat dipisahkan dari Allah itu sendiri, maka apa yang dikatakan dalam Yohanes 1 : 1 adalah “BENAR”, yaitu … pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah ( Firman itu ada dalam diri Allah ) dan Firman itu adalah Allah.

==BAGIAN KEDUA=== Mohon Jangan ditanggabi dahulu, sebelum semua paparan selesai==

==BAGIAN KE-TIGA==

Nah, dari apa yang kita lihat pada Yohanes 1 : 1 tersebut diatas (pada penjelasan di Bagian ke-Dua sebelumnya), maka Penulis kitab Yohanes, ingin “menegaskan” kepada kitab, bahwa “pada dasarnya”, Firman itu adalah Allah itu sendiri.

Jadi, jika Firman adalah Allah itu sendiri, maka pada saat Sang Firman Inkarnasi menjadi manusia, maka artinya adalah : “Allah itu sendiri yang inkarnasi menjadi manusia”, karena seperti penjelasan saya sebelumnya, bahwa Firman dan Allah itu, tidak dapat dipisahkan, sebab Firman itu ada dalam diri Allah itu sendiri.

Nah … Karena Allah itu telah “Inkarnasi menjadi manusia” ( seperti pemahaman makna inkarnasi pada penjelasan saya sebelumnya ), maka dalam Inkarnasinya sebagai manusia, Allah itu “tidak dapat lagi disebutkan sebagai Allah”, sebab Ia telah “menjadi manusia”.

Namun, karena Allah yang Inkarnasi menjadi manusia, dan manusia hasil dari Inkarnasi Allah tersebut, tidak dapat lagi disebutkan sebagai Allah, sebab Ia telah menjadi manusia, maka manusia yang merupakan hasil dari Inkarnasi Allah itu, disebutlah sebagai Anak Allah.(Yohanes 1 : 14 )

Lalu timbul pertanyaan kepada kita, yaitu : Jika Allah itu telah Inkarnasi menjadi manusia, dan Allah itu tidak dapat disebutkan lagi sebagai Allah, Apakah Allah menjadi TIADA ???

Jawabnya adalah “TIDAK”, sebab Sekalipun Allah itu telah Inkarnasi menjadi manusia, maka tidak berarti Allah itu menjadi "Hilang ataupun Musnah", Allah itu tetap ada, tetapi Allah itu telah dibungkus oleh daging ??? Kalau demikian adanya, maka lahir pertanyaan baru, yaitu : Jika Allah itu tetap ada, maka dimana Allah itu ? jawabnya adalah sederhana, Allah yang telah Inkarnasi menjadi manusia itu, telah “menjadi Roh manusia yang bernama Yesus”. Hal ini, sesuai dengan apa yang tertulis pada Filipi 2 : 6 - 8.

Kemudian, dari penjelasan diatas, timbul pertanyaan besar, yaitu :“Jika Allah telah Inkarnasi menjadi manusia dan tidak dapat disebutkan lagi sebagai Allah, sebab Alla itu telah dibungkus oleh keterbatasan daging, lalau siapa yang akan mengatur alam semesta ini, serta siapa pula yang akan mendengarkan doa-doa manusia”.

Saudara - saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus …

Untuk menjawab pertanyaan besar tersebut diatas, maka adalah sangat sederhana, yaitu :“Tidak dibutuhkan Kehadiran Allah untuk mengatur alam semesta ini dan untuk mendengarkan doa-doa manusia”. Mengapa ???

Sebab Allah itu Maha Kuasa dan apa-apa yang telah direncanakan oleh Allah, sebelum dunia ada, maka semua Rencana Allah itu “Harus” terjadi, sekalipun Allah tidak hadir dalam realisasi semua rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh Allah tersebut., itulah sebabnya dikatakan bahwa “Allah itu tidak pernah gagal”.

Demikian juga untuk doa-doa manusia, maka Tidak diperlukan kehadiran Allah, untuk mendengarkan dan menjawab semua doa-doa manusia, sebab Allah tahu … apa2 yang dibutuhkan oleh setiap manusia, jauh sebelum manusia itu meminta pada Allah, dan Allah telah mempersiapkan semuanya.

Jadi saudara - saudara ku …

Setelah seluruh proses penciptaan alam semesta ini selesai, maka pada dasarnya "Tidak diperlukan lagi Kehadiran Allah", untuk menjaga ataupun mengatur alam semesta ini, ataupun “tidak diperlukan lagi kehadiran Allah dalam setiap merealisasikan semua rencana-rencana Allah”.

MENGAPA TIDAK DIPERLUKAN KEHADIRAN ALLAH DISANA ( Penjelasan diatas tersebut) ???

Saudara - saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus …

Jika diperlukan Kehadiran Allah, dalam setiap merealisasikan semua rencana Allah, atau jika diperlukan Kehadiran Allah, untuk mendengarkan doa-doa setiap manusia, maka artinya :“Allah itu bukanlah Allah Yang Maha Tahu dan Bukan pula Allah yang memegang masa depan”, sebab dibutuhkan Kehadiran-Nya, untuk mengawasi setiap realisasi dari semua rencan-rencana-Nya, agar tidak terjadi kegagalan.

==BAGIAN KETIGA=== Mohon jangan ditanggabi dahulu, sebelum selesai==

==BAGIAN KE-EMPAT==

Mengapa Allah Harus Inkarnasi menjadi Manusia ???

Saudara - saudara ku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus …

Setelah manusia jatuh kedalam dosa, maka pada akhirnya manusia itu terbuang dari hadapan Allah, dimana dengan berjalannya waktu dan berkembangnya peradaban manusia, manusia itu selalu berusaha untuk membawa “Korban Penebusan Dosa” kepada Allah, namun karena seluruh manusia keturunan Adam, telah menjadi pendosa, maka semua “Korban Penebusan Dosa” yang dibawa manusia itu, tidak berkenan dihadapan Allah, sebab Allah menginginkan suatu “Korban Penebusan Dosa yang Sempurna dan tidak bercacat”.

Nah, mengapa Allah menginginkan korban penebusan dosa itu dari Manusia ???

Saudara - saudara semua …

Allah itu adalah Allah yang Maha Adil, maka Keadilan Allah “Menuntut” supaya korban penebusan dosa itu, berasal dari pihak manusia, sebab manusialah yang telah jatuh kedalam dosa, sebagai akibat Melanggar Perintah Allah.

Nah, karena Allah melihat … bahwa tidak ada satupun manusia yang dapat membawa “Korban Penebusan Dosa” itu dengan tidak bercacat ataupun dengan sempurna, maka karena Kasih Allah terhadap manusia, “Allah harus mencari cara”, untuk selamatkan manusia, dengan tidak melanggar semua sifat2 yang Allah miliki.

Cara yang ditempuh Allah untuk menyelamatkan manusia, agar manusia dapat membawa korban penebusan dosa yang sempurna kepada Allah, adalah dengan cara “Allah harus menjadi manusia”.

Sekarang timbul pertanyaan baru, yaitu :“Apakah dengan Allah menjadi manusia, maka ada sifat2 yang dimiliki oleh Allah itu akan dilanggar oleh Allah”?

Makanya jawabnya adalah “TIDAK”, sebab dengan Allah menjadi manusia, maka tidak ada satupun dari Sifat yang dimiliki oleh Allah dilanggar Allah, tetapi bahkan memperlihat betapa Allah itu Maha Kasih, sehingga karena Kasih Allah yang sangat besar pada manusia ini, sampai - sampai Allah itu rela menjadi manusia ( seorang hamba ).

Apakah pada saat Inkarnasi menjadi manusia, Allah itu benar2 harus menajdi manusia ???

Saudara2 semua, sebagai mana penjelasan diatas, bahwa korban penebusan dosa itu, “HARUS” berasal dari pihak manusia, maka pada saat Allah itu Inkarnasi menjadi manusia, seperti pada penjelasan2 sebelumnya, Allah itu harus "BENAR2 INKARNASI MENJADI MANUSIA", dan bukan bohong2 an dan bukan pula setengah2, sebab “Jika Allah tidak benar2 Inkarnasi menjadi manusia”, maka artinya :“Allah itu melanggar Keadilan-Nya” sendiri, dalam menuntut Korban penebusan dosa yang sempurna dari “PIHAK MANUSIA”.

Mengapa dikatakan melanggar Keadilan Allah itu sendiri ???

Sebab jika pada saat Inkarnasi menjadi manusia, manusia yang merupakan Inkarnasi dari Allah itu, masih dapat disebutkan sebagai Allah, maka adalah sama artinya, bahwa Korban Penebusan Dosa yang diabawa kepada Allah itu, berasal dari Pihak “Manusia dan Allah”.

Nah … jika Korban penebusan dosa itu berasal dari “Pihak Manusia”, maka adalah suatu “Keharusan”, tetapi jika korban penebusan dosa itu berasal dari “Pihak Allah”, maka hal ini adalah suatu yang tidak mungkin, sebab jika Allah membawa korban penebusan dosa bagi diri-Nya sendiri, maka artinya:“Allah itu telah jatuh kedalam dosa”.

Jadi, agar Allah tidak terlibat dalam membawa “Korban Penebusan Dosa” untuk manusia kepada Allah, maka Allah itu “Harus benar - benar Inkarnasi Menjadi Manusia seutuhnya”. dimana dengan Inkarnasi menjadi manusia seutuhnya, seperti saya dan saudara, maka manusia yang merupakan Inkarnasi dari Allah itu, telah layak untuk membawa “Korban Penebusan Dosa yang sempurna” bagi Allah, dengan “TIDAK MELIBATKAN KEHADIRAN ALLAH” disana.

Jadi, setelah kita memahami semua penjelasan panjang lebar diatas, maka berdasarkan penjelasan diatas tersebut, kini sampailah kita pada pemahaman tentang Eksistensi Maria, yaitu : “Apakah Maria itu Bunda Allah ataukah Maria itu Bunda Kristus”.

Ternyata dari penjelasan diatas terungkap, bahwa Allah itu benar2 telah “Inkarnasi menjadi manusia”, dimana dengan benar2 inkarnasi menjadi manusia ini, artinya : “Maria itu Bukan melahirkan Allah pada diri Yesus, melainkan melahirkan manusia Yesus”., sehingga dengan kenyataan ini, maka Maria itu tidak dapat disebutkan sebagai “Bunda Allah”, melainkan “Bunda Kristus”, sebab Maria “HANYA” melahirkan “Manusia Yesus”.

Salam Kasih dalam Damai, dan marilah kita berdiskusi dengan damai (maaf, dlm paparan banyak tidak mencantumkan ayat2 Alkitab, karena puyeng juga menulis demikian banyak, hehehehe…)

Simplenya:

Menurut kamu, KRISTUS =/= ALLAH?

Silahkan!

krn anda penganut Oneness, maka anda mengarahkan Allah Bapa adalah Anak Allah adalah Roh Kudus… :smiley:

saya hargai usaha anda, dalam memberikan penjelasan yg rapi dan teratur… tapi penjelasan anda banyak minusnya tuh fren… :char11:

Saudara ku, dalam hal permasalajan Jati diri Yesus, maka jika muncul pertanyaan, seperti pertanyaan anda diatas, atau dengan kata lain : “Siapakah Yesus”?, maka kita “Harus” menjawab pertanyaan tersebut, dalam 3 ( tiga ) sudut pandang, yaitu :

  1. Yesus, sebagai Sang Firman sebelum menjadi manusia.
  2. Yesus, sebagai Sang Firman selama menjadi manusia.
  3. Yesus, sebagai Sang Firman, setelah Kebangkitan-Nya dari Kematian.

Nah, jika kita mempelajari dan menjawab pertanyaan, “Siapakah Yesus”, dengan 1 (satu) sudut pandang jawaban saja, maka “sudah pasti”, kita akan dibawa pada pemahaman dan jawaban yang keliru terhadap “Jati Diri” Yesus tersebut. Sebaliknya … memahami dan menjawab pertanyaan diatas, dengan 3 ( tiga ) sudut pandang, seperti uraian diatas, akan membawa kita pada pemahaman dan jawaban yang benar, terhadap Siapakah Yesus itu.

Salam …

Saudara ku, saya memaparkan “Fakta Alkitab” diatas, untuk mengajak berdiskusi “Hanya berdasarkan Fakta Alkitab”, jadi saya pikir … sebaiknya anda memberikan argumen dan bukan hanya mengkritik, selanjutnya anda katakan bahwa saya pengikut Aliran Oneness, sekali lagi saya nyatakan, Saya “Menolak”, semua Aliran dibawah ini, sebab “bertentangan dengan Fakta Alkitab”, yaitu :

  1. Ajaran Monofisit dan turunannya.
  2. Ajaran Nestorian dan turunannya.
  3. Ajaran Oneness dan turunannya.
  4. Ajaran SSY dan turunannya.
  5. Ajaran Adventis dan turunannya.
  6. Ajaran Unitarian dan turunannya.
  7. Ajaran Humanis dan turunannya.

Tetapi berdasarkan “Fakta Alkitab”, kami hanya “Mengakui” suatu Ajaran yang disebut “Mia Fisit”. Artinya :" Dua Kodrat, yaitu: Kodrat Ilahi dan Kodrat Manusia", yang “membaur” menjadi Satu dalam diri “Yesus”, dimana Kodrat yang satu tidak mengalahkan Kodrat lainnya, tetapi Ke-Dua Kodrat itu “berbaur” menjadi “Satu”, melalui “Jalan Inkarnasi”. Seperti apa yang dinyatakan pada Yohanes 1 : 14 ==> Firman yang menjadi manusia.

Nah saudara ku, perlu anda ketahui … Bahwa dari semua “Denom” Kristen yang ada di bumi ini, maka saat ini “Hanya tinggal dua dari sekian banyak denom Kristen yang ada” yang masih “tersisa”, dengan setia mewarisi dan meneruskan Ajaran2 yang telah ditetapkan Oleh Alkitab dan Para Rasul, yaitu : “Kami dan Kristen Koptik”, dimana Ke-Dua Ajaran inilah, yang dimaksutkan dalam Wahyu yang diterima oleh Yohanes, sebagai 2 ( dua ) Saksi Allah.

Salam …

oh gitu ya… :ashamed0004:

saya tanya anda ya fren… :happy0062:
apakah Allah Bapa adalah Yesus Kristus.. :coolsmiley:

penjelasan anda yg panjang lebar mengatakan bahwa
kehadiran Allah tidak diperlukan, kok Yesus ada didunia fren… :mad0261:
Allah tidak terbatas, kok ketika menjadi manusia jadi terbatas fren… :mad0261:
tidak ada yg keluar dari diri Allah, kok firman dan Roh Kudus keluar dari Allah… :mad0261:

tiga dulu aja deh, silahkan anda jelaskan kontradiksi tsb fren… :happy0062:

Saudara ku, perlu anda ketahui … bahwa Gereja Antiokhia dahulu, setelah Konsili Khalsedon itu, terpecah dua, sebagai akibat dari (tekanan politik) pada masa itu, yang telah membawa “Kemurtatan” sampai saat ini, dimana Gereja Antiokhia, terpecah menjadi 2 ( dua ) bagian besar, yaitu :

  1. Gereja yang menolak mengakui Konsili Khalsedon dst, “TETAPI HANYA MENGAKUI KONSILI NICEA”., karena Konsili Khalsedon, telah membawa manusia pada “Kemurtatan” dan menjadikan manusia menjadi “Anti Kristus”. Firman Allah berkata :"Anti Kristus adalah setiap orang yang TIDAK MENGAKUI, bahwa Kristus telah datang SEBAGAI MANUSIA". ==> Nah, dari semua Denom Kristen yang ada, maka Denom yang tinggal saat ini, yang sesuai dengan Ajaran yang dinyatakan dalam Alkitab dan yang dengan setia mewarisi dan meneruskan Ajaran yang telah ditetapkan oleh Para Rasul, adalaha "Gereja Orthodox Oriental Suryani Anthiokhia (non khalsedon) dan Gereja Koptik". ==> Inilah yang dimaksut dalam Kitab Wahyu, perihal 2 (dua) saksi Allah.

  2. Gereja yang menerima Konsili Khalsedon, sebagai akibat dari tekanan politik pada masa itu, yang pada saat ini banyak berkembang ke - seluruh dunia, dimana Gereja Asiria yang menerima Konsili Khalsedon ini, Telah “Mengingkari dan Murtat” dari kepercayaan “Mia Fisit”, menjadi pengikut Nestorian yang melahirkan Ajaran “Tritunggal”.

Saudara ku, mari kembali kepada “Kebenaran Kitab Suci semata-semata”, bahwa “Hakikat atau Substansi” Allah itu adalah “Satu atau Esa” dan Bukan 3 (tiga) yang menjadi satu dan bukan pula 3 Tapi Satu., Tetapi Hakikat atau Substansi Allah itu adalah Satu atau Esa … Sembahlah Tuhan Allah mu yang Esa…

Jadi, Ajaran Tritunggal dapat kita terima berdasarkan Alkitab, Jika, Ajaran Tritunggal mengajarkan kepada kita, bahwa : “Hakikat Atau Substansi” Allah itu adalah Satu atau Esa, yaitu : “Sang Firman atau Roh Kudus”, diman Hakikat atau Substansi itu “HADIR” dalam 3 ( tiga ) Eksistensi, yaitu : Eksistensi Bapa, Eksistensi Anak dan Esksistensi Roh Kudus itu sendiri.

Salam …

Shalom

Penjelasan sodara jesuit terlalu banyak "kekurangannya/banyak yang tidak sinkron "

Terutama sewaktu dia mengatakan bahwa alam semesta ini tidak butuh Allah sewaktu Tuhan YESUS menjadi manusia(asumsi pribadi)

Semua penjelasan sodara ini sudah dibantah oleh Tuhan YESUS sendiri
Silahkan sodara jawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh ahli-ahli taurat selama 2000 tahun

Matius 22 : 42- 45

22:42 “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.”
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 ]Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"

Saya bertanya kepada anda berdasarkan ayat di atas
"Siapakah Tuanku dalam ayat di atas ? Siapa Tuan tersebut sehingga Tuhan menyuruhnya duduk di sebelah kanan Nya? "

Salam :slight_smile:

Jawab: : Kehadiran Allah didunia ini, sebagai Anak adalah Untuk menyelamatkan manusia dari dosa, dimana Allah yang menjadi dan Hadir Sebagai Manusia, untuk membawa diri-Nya, sebagai Korban Penebusan Dosa Sempurna yang tidak bercacat di hadapan Allah.

[Quote]Allah tidak terbatas, kok ketika menjadi manusia jadi terbatas fren… :mad0261:
[/quote]
Jawab : Silahkan baca ulang dan pahami penjelasan saya diatas tersebut, sebab pertanyaan anda disini, telah saya uraikan dengan detail pada penjelasan diatas. “Ketidak terbatasan Allah itu, Hanya dapat dibatasi oleh Allah itu sendiri”.

[Quote]tidak ada yg keluar dari diri Allah, kok firman dan ROH KUDUS keluar dari Allah… :mad0261:
[/quote]
Jawab : Untuk menjawab pertanyaan anda disini, silahkan baca kembali paparan saya diatas tersebut, sebab saya telah menjelaskan dengan detail, untuk pertanyaan anda disini. ==> Sekalipun dikatakan Allah itu Berfirman, atau Bersabda atau Berkata atau sekalipun dikatakan Roh Kudus itu “Keluar atau datang atau pergi” dari Allah, maka pada dasarnya “TIDAK ADA SATUPUN YANG KELUAR DARI DALAM DIRI ALLAH”, Sebab Allah itu tidak terbatas. ==> Silahkan baca paparan saya tentang Hakikat dan Substansi Allah, pada uraian saya di Bagian Pertama.

[Quote]tiga dulu aja deh, silahkan anda jelaskan kontradiksi tsb fren… :happy0062:
[/quote]
Saudara ku, jika anda baca dengan seksama, semua uraian saya diatas, maka tidak ada satu pun yang kontradiksi disana, tetapi kembali saya tegaskan kepada anda, yaitu :“Kita tidak boleh terjebak pada pemahaman yang keliru”, dimana pada saat dikatakan" Allah Berfirman atau Allah Bersabda atau Allah berkata, ata Roh Kudus Keluar dan datang Dari Allah", maka kemudian kita “Memahami” bahwa "ada sesuatu yang benar-benar Keluar dari dalam diri Allah". ==> Pemahaman ini benar2 Sangat Keliru dan menyesatkan, sebab dengan memahami dengan cara demikian, maka artinya: “Anda telah membatasi ketidak terbatasan Allah tersebut”.

Salam …

Maaf, sementara saya tidak memberikan jawaban pada anda, untuk pertanyaan tersebut diatas, sebelum anda “benar-benar” dapat memahami “Hakikat dan Substansi” Allah dengan benar, sebab apapun jawaban saya pada anda, terhadap pertanyaan anda diatas, akan berujung pada “Debat Kusir”, Karena itu … setelah anda dapat memahami “Hakikat dan Substansi” Allah dengan benar, maka jawaban yang akan saya berikan pada pertanyaan diatas, tidak akan berujung pada debat kusir.

Jadi, “Pahami dahulu dengan benar” Fakta2 Alkitab dibawah ini, yaitu :

  1. Yohanes 1 : 1 … Pada MULANYA adalah Firman Firman itu adalah Allah… ( lihat penjelasan saya diatas )
  2. Yohanes 1 : 14 … Firman itu telah MENJADI MANUSIA … Karena Firman itu telah MENJADI MANUSIA, maka Firman yang telah MENJADI MANUSIA itu, diberikan “Gelar” atau “DISEBUT” sebagai : “Anak Allah”.

Salam …

pertama… pertanyaan saya ttg apakah Allah Bapa adalah Yesus Kristus… belum anda jawab fren… :char11:
kedua… kalo kehadiran Allah didunia ini utk menyelamatkan manusia, maka kehadiran Allah sangat… sangat… diperlukan fren… setuju… :coolsmiley:

Allah yg bisa membatasi diri Nya, adalah Allah yg terbatas fren… :char11:

apakah Roh Kudus yg turun atas Yesus spt burung merpati saat Yesus dibaptis, adalah tidak ada… :mad0261:

Shalom

Sudah saya duga sodara tidak akan bisa menjawabnya sama seperti ahli-ahli taurat selama 2000 tahun tidak bisa menjawab pertanyaan yang di atas

Hal yang membuat sodara dengan para ahli taurat tidak bisa menjawab pertanyaan di atas adalah “sodara terjebak dengan pemahaman bahwa Allah hanya satu pribadi . Sehingga sodara dan para ahli taurat diam seribu bahasa sewaktu menghadapi pertanyaan di atas”

Baiklah jika pertanyaan di atas tidak mampu sodara jawab
Saya akan berikan pertanyaan lainnya

"Kepada siapakah Tuhan YESUS berdoa di taman getsemani ? Sodara mengatakan sorga sudah kosong . Jika betul sorga sudah kosong kepada siapakah Tuhan YESUS berdoa ? "

Salam :slight_smile:

Lha, bingungnya dimana Saudara ku, apa yang saya paparkan diatas adalah “Dasar Iman” yang dimiliki oleh Gereja Orthodox Oriental Suryani Anthiokhia ( Non Khalsedon ), dari saat Gereja itu didirikan oleh Rasul Petrus dan Yohanes, sampai saat ini., dimana Dasar Imannya adalah :“Mengakui bahwa Hakikat ataupun Substansi Allah itu adalah Satu atau Esa, yang hadir dalam 3 ( tiga ) Eksistensi, yaitu : Eksistensi Bapa, Eksistensi Anak dan Eksistensi Roh Kudus itu sendiri”.==> Sesuai dengan Konsili Nicea, yaitu : Una Substantia Tress Personae ( Satu Substansi dalam 3 Eksistensi ).

Gereja Asiria yang menerima Konsili Khalsedon (dimana umumnya tunduk pada Vatikan Roma), adalah Gereja-gereja yang mengakui Ajaran Tritunggal, dimana Hakikat atau Substansi Allah itu adalah Tiga yang menjadi Satu atau Tiga Tapi Satu. ==> 3 (Tiga) Hakikat atau substansi Allah, yaitu : Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam Satu - Kesatuan Tunggal Ilahi. ==> Bertentangan dengan Ajaran Konsili Nicea diatas.==> Sebab Hakikat ataupun Substansi Allah itu, pada Konsili Nicea dinyatakan dengan TEGAS, Sebagai “UNA atau Satu Atau Tunggal atau Esa”.

Salam …

Shalom

Saya bacakan dengan lengkap bunyi ayat yohanes 1 : 1
Tampaknya anda “Pura-pura buta” sehingga lupa mencatat bagian tengahnya

Yohanes 1: 1

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Saya mengharapkan sodara tidak "merampok " bunyi ayat tersebut secara keseluruhan
Bunyi ayat itu harus secara utuh tidak boleh "Dirampok "

Salam :slight_smile:

Ikut belajar yah …

Untuk sementara pertanyaan2 saya untuk bro Jesuit_DM sudah ditanyakan oleh bro UD :smiley:

hahahaha … saudara ku, dari pertanyaan dan pemahaman anda diatas, saya menyadari dan memahami, bahwa anda telah benar2 keliru dalam memahami “Hakikat dan Subsansi” Allah tersebut. maka sekali lagi saya katakan kepada anda, agar anda tidak semakin jauh keliru, silahkan pelajari dan renungkan dalam2 apa yang telah saya paparkan diatas.

Nah … Apakah Surga itu lebih besar di mata Allah dari pada manusia ini ??? Apakah Malaikat lebih berharga dimata Allah dari pada Keturunan Isak ??? Apakah Allah takut, jika Ia meninggalkan Surga dan menjadi seorang Hamba, lalu akan ada kudeta di surga ???

Saudara ku … Jangan kan Meninggalkan Surga ( sebab seperti apa yang dikatakan Alkitab, memang Ia meninggalkan Surga ), MENJADI MANUSIA ( Hamba ) saja, Allah itu Rela. ==> Nah … mengapa Alkitab mengatakan, bahwa Anti Kristus adalah mereka yang tidak MENGAKUI, bahwa Kristus telah datang SEBAGAI MANUSIA ?==. SEBAB dengan Tidak mengakui, bahwa Kristus telah datang SEBAGAI MANUSIA, adalah sama artinya : “Dengan Mengingkari Pengorbanan yang telah Allah lakukan, dengan meninggalkan surga dan menjadi manusia”.==> Artinya : "Mengingkari Kasih Allah yang begitu besar tersebut, atau Mengingkari Yohanes 3 : 16".

Lalu, seperti penjelasan saya ( 4 bagian ) diatas tersebut, maka “TIDAK DIBUTUHKAN” Kehadiran Allah, untuk menjawab setiap doa manusia, termasuk untuk menjawab doa Yesus sendiri, sebab sebelum manusia meminta kepada Allah melalui doa, atau sebelum Yesus pada saat menjadi manusia berdoa kepada Allah, maka sebelum dunia ini dijadikan, Allah telah menetapkan semua rencana-rencananya, termasuk rencana Allah pada setiap manusia yang sudah dilahirkan ataupun yang belum dilahirkan, dimana sebelum manusia itu berdoa, maka Allah terlebih dahulu telah mempersiapkan apa2 yang dibutuhkan oleh manusia itu semua. ==. Jadi dengan Fakta ini, Tidak dibutuhkan Kejadiran Allah, untuk mendengarkan dan untuk menjawab setiap doa manusia. ==M E N G A P A ==?

Sebab Jika Allah “Harus” Hadir dalam setiap doa yang dilakukan oleh manusia, maka artinya : Allah itu tidak memiliki Rencana terhadap setiap manusia, dimana Rencana - Rencana Allah itu, akan ditetapkan berdasarkan doa manusia pada saat doa itu dinaikan kehadirat Allah.==> Nah, jika hal ini terjadi, maka Allah itu artinya tidak mengetahui masa depan, sehingga dibuthkan kehadiran Allah, untuk mendengarkan doa setiap manusia, supaya dapat menentukan masa depan manusia itu.

Silahkan baca dan pahami penjelasan saya, yang telah saya uraikan pada 4 Bagian diatas sebelumnya tersebut.

Salam…