Ajaran Kasih di mata mereka

[Aku bingung mau kasih judul apa…akhirnya yang kupilih judul di atas]

Cerita ini pengalaman ku ketika berbincang dengan penganut agama lain yang juga mengajarkan ajaran kasih.singkat kata
Kira kira 3 tahun yang lalu aku pulang ke kampung halaman dan kembali menggunakan jasa transportasi laut,sesampai di pelabuhan siang itu ternyata kapal yang akan ku tumpangi terlambat datang dan aku harus menunggu sampai esok hari,beruntung teman yang mengantar ku meminta tuk menginap di rumah kenalanya yang ternyata sekampung dengan saya karena jarak pelabuhan dengan rumah ku cukup jauh.
Malam itu ku duduk di beranda rumah yang merupakan mess karyawan perusahaan ikan cakalang
Tak lama kemudian seorang bapak etnis tionghoa datang menyapa ku…akhir nya qta terlibat dalam pembicaraan da lupa berawal dari mana pembicaraan kita menjurus ke ajaran kasih dia tauh aku Kristen dari lagu rohani di handphone yang ku putar kecil dia mulai menceritakan anggota keluarga nya yang pindah menjadi Kristen bahkan ada yang menjadi pendeta sementara dia sendiri tetap pada keyakinan nya…
Dia mulai bicara ajaran kasih Kristen yang di hubungkan dengan peristiwa perang di kitab perjanjian lama sampai peristiwa perang salib dan membedakan Kasih KRISTUS dengan agama tetangga [ C* ] sesekali dia bertanya pada ku tentang kasih dan peperangan yang tak bisa ku jawab sempurna karena kemampuan agamaku waktu itu yang suam suam kuku…
kalimat yang ku ingat betul katanya
‘saya senang dengan orang Kristen dan ajaran Kasih KRISTUS karena Ajaran nya sama dengan ajaran kami namun mengapa di kitab kalian ada peperangan’ sedangkan di kami membunuh sesekor semut pun tidak boleh,
Coba kamu lihat pakaian YESUS itu sama seperti Dalai lama (pemimpin spiritual Tibet) dan…

(ini yang buat saya kaget dia katakan )

apa yang Tuhan YESUS Lakukan di Kana merubah air menjadi anggur adalah hal yang biasa di lakukan anak anak di tibet,di sana mereka perna menemukan kain tua yang bergambar wajah YESUS tapi berita tersebut tidak di blow up, masih (penuturan nya) kami tidak di ajarkan mencari umat melainkan mencari pencerahan…tapi saya simpati dengan Kekristenan dengn ajaran kasih nya…

(cerita kontroversi tentang perjalananTuhan YESUS ke himalaya memang perna ku baca tapi saya tidak mengungkap itu pada nya)

Aku hanya mendengar sambil sedikit bertanya tentang ajaran mereka, mencari celah dari ritual mereka yang aku ketahui dan sesekali mengumpat dalam hati karena tidak banyak baca firman sehingga tidak bisa menjawab… maklum saat itu aku jauh dari Nya namun pertanyaan saya di jawab dengan gamblang versi nereka tanpa ku tauh bener gak seperti itu…
banyak yang kita bicarakan tanpa ada perdebatan dan akhir nya Pembicaraan kita malam itu berakhir dengan biasa…
Demikian cerita saya yang nyata ku alami
dan hanya sekedar berbagi.

Pengalaman yang menarik. Barangkali jika nanti Danlie ketemu dengan teman atau sahabat yang mempertanyakan hal-hal yang sama lagi, bisa menjawab dengan baik dan penuh kasih. Berikut bahan pelajaran yang baik menurut saya yang dapat dijadikan referensi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut…

Mengenai perang dalam Perjanjian Lama :

Mengenai Yesus Pernah ke Tibet? :

[li]Apakah Yesus pernah ke Tibet? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Semoga bermanfaat dan saya berharap supaya kita semua umat Tuhan tidak lagi suam-suam kuku melainkan boleh mantab dan yakin 100% akan kebenaran Firman Tuhan dan ajaran yang sehat dari gereja kita masing-masing.

Salam

Dari isi pembicaraan anda terungkap Fakta bahwa bapak itu adalah salah satu pemeluk ajaran :

  1. Haram memakan mahluk berjiwa (Vegetarian)
  2. Berpusat di Tibet dengan Sang Pemimpinnya adalah seorang Dalai Lama yg kita semua tahu adalah Penganut Ajaran Buddha
  3. Mereka mengajarkan Hukum Kasih Kedua sangat BAIK dan PRIMA, mengalahkan apa ygdipraktekkan oleh Umat Kristen sendiri, tetapi sayangnya Hukum Kasih Pertama yg berbunyi “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan sepenuh…, sepenuh…dan sepenuh Akal Budimu”…NOL BESAR . Karena mereka tidak mengakui adanya Sang Pencipta, Alam Semesta ini sudah ada dengan sendirinya kata ajaran mereka.
  4. Mereka mengejar PENCERAHAN DIRI yaitu mencapai Status Budha (status kesempurnaan diri manusia) agar bisa masuk ke Sorga Aneh mereka. Mereka diajarkan untuk menghilangkan KEHENDAK/KEINGINAN mereka untuk masuk ke Sorga yg mereka sebut Nirwana atau Nibbana…Sorga Aneh (istilah saya) tempat dimana tak ada Keinginan manusia sama sekali dan mungkin juga Sorganya KOSONG MELOMPONG karena toh Tempat yg tak ada lagi keinginan manusia.Berbeda dengan Keindahan Sorgawi yg ada Penciptanya berdiam disana . Baca Wahyu psl 21 dan 22 untuk keindahannya!
    5.Mereka diajarkan diberi kesempatan 7 X untuk ber Reinkarnasi mencapai Pencerahan itu agar bisa masuk Nirwana mereka. Ajaran yg sangat bertentangan dengan Firman Tuhan :“Manusia hanya hidup sekali saja setelah itu akan masuk dalam pengadilan Tahta Allah!”

Nah semoga anda diberi kesempatan lain untuk mengabarkan Injil Keselamatan yg BENAR yg dibenarkan oleh Allah yg adalah TUHAN dan Sang Pencipta Alam Semesta dan Sorga serta juga Neraka itu !
Beberapa kalimat merah diatas , dengan banyak belajar Pendalaman Alkitab semoga jauh berkurang, OK ?

Sejak manusia jatuh ke dlm dosa memang manusia menjadi egois, Kain membunuh Habel dst.
Dunia inipun menjadi sangat sulit menumbuhkan onak dan duri sesuai dgn kutukan Tuhan, ini juga yg menyebabkan manusia saling membenci, krn ada persaingan.

Mereka tdk boleh membunuh apapun karena mereka tdk paham tt penciptaan, dianggapnya manusia dan binatang mempunyai roh yg sama, padahal hanya manusia yg memiliki roh karena adanya hembusan nafas Allah. jadi adalah mustahil kalau roh manusia bisa pindah ke binatang.
Membunuh binatang utk dimakan adalah perintah Tuhan sendiri ketika Nuh keluar dari bahtera, karena bumi belum menumbuhkan sesuatu utk dpt dimakan, masa Tuhan salah memberikan perintah kpd Nuh? :slight_smile:

Apakah penganut spt yg anda ceritakan itu tdk pergi ke dokter kalau terkena radang tenggorokan? apa yg dokter berikan kpd penderita spt itu? bukankah antibiotik adalah obat yg biasanya diberikan oleh dokter? padahal obat itu akan membunuh sangat banyak kuman/bakteri, bukankah itu juga sama dgn membunuh, krn bakteri/kuman itu juga adalah juga mahkuk hidup?
hal yg sama pernah saya tanyakan kpd seorg penganut, dan dia hanya bisa tersenyum dan katakan dia tdk bisa lakukan itu (tdk pergi ke dokter utk mengobati penyakitnya).

Mereka pernah menulis buku : “Yesus Lives ** *****”, mereka memanfaatkan kekosongan data Alkitab yg tdk menceritakan kehidupan Yesus sejak usia 12 sampai 30 tahun. Padahal di yakini bahwa Yusuf ayah Yesus sbg tukang kayu meninggal pd usia muda, dgn demikian Tuhan Yesus menggantikan Yusuf menjadi kepala keluarga dan tukang kayu.
Kebiasaan yg berlaku pd saat itu bahwa seseorg baru bisa diakui menjadi pemimpin pada usia setidaknya 30 th membuat yesus baru muncul kembali pd usia 30 th.

Kerohanian kita tdk diukur dari pakaian atau atribut apapun yg kita kenakan, krn Tuhan melihat hati kita.

Jangan lupa bahwa Iblis itu adalah peniru/sang imitator, jadi dia bisa melakukan spt apa yg pernah dilakukan oleh Tuhan Yesus, tapi dia sendiri tdk pernah melakukan yg benar2 baru, namanya juga peniru & penipu.

Mudah2an ini dpt sedikit memberikan pencerahan, GBU

wew… atas saya langsung menuduh anak2 di Tibet sebagai jelmaan iblis. kalau anda jadi pendeta, pasti bakalan sering kena tuduhan pencemaran nama baik.

bisa jadi karena suatu alasan tertentu, Tuhan mengaruniakan kepada mereka suatu gift atau talenta atau kemampuan kepada mereka.

Banyak org yg tdk berani mengatakan bahwa kuasa spt itu adalah kuasa Iblis,
padahal Tuhan Yesus katakan: Matius 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. > artinya selain itu adalah kuasa Iblis yg meniru.
GBU

Oh… berarti orang yang kamu temui itu masih panjang sekali untuk mencapai pencerahan. Orang tersebut baru mencapai tahap membandingkan simbol-simbol keagungan “agama” dia dengan “agama” orang lain. Yang telah mencapai pencerahan, pasti telah menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Yesus sebenarnya telah meninggalkan petunjuk paling bijak untuk menghindari perang. Taurat mengajarkan “Jangan Membunuh”, tetapi di sisi lain juga pembunuhan tertentu, seperti perang terhadap penyembah berhala, tetap mendapat legitimasi sepanjang sejarah yang tertulis di Taurat. Yesus bilang tidak cukup sekedar tidak membunuh, tetapi juga tidak marah dengan saudara. Perang merupakan bentuk eskalasi konflik yang berawal dari kemarahan individu. Selama kita tidak dapat menyalurkan kemarahan ke arah yg positif, perang akan tetap ada.

Sebenarnya inti kesuksesan Kekristenan sebagai institusi agama bukanlah terletak pada hukum kasih, melainkan pada kemampuan inklusifisme (membawa setiap manusia tanpa pandang bulu sebagai saudara) yang melahirkan persaudaraan universal yang disebut kemanusiaan. Hukum kasihlah yang menjadi pendorong terkuat terwujudnya hal ini. Bandingkan dengan Islam yang mayoritasnya masih bergulat dengan ekslusifisme (yang saudara hanyalah yang seiman). Kalau yang seiman disakiti sama yang tidak seiman, maka yang tidak seiman legal untuk dimusnahkan.

Inklusifisme tidaklah mudah karena membuat kita vulnerable untuk terus disakiti. Menunjukkan kasih pada pembom bunuh diri bukanlah perbuatan rasional. Membawa teroris pada proses hukum jauh lebih sulit dibanding langsung menembak mati. Tetapi, sikap Yesus yang di saat sangat terhina malah memohon pengampunan untuk yang menghinanya itu menjadi teladan bahwa di saat paling tersakiti pun, kita sebenarnya masih punya pilihan untuk tetap mengasihi.

bukan tidak berani, karena memang belum mendapatkan faktanya.

coba dilihat kembali apa yang saya posting ‘BISA JADI YANG MEMBERIKAN TALENTA KEPADA ANAK2 TIBET ITU ADALAH TUHAN’ dan tentu saja bisa jadi yang memberikan talenta itu adalah iblis yang hanya meniru.
lalu apakah anda punya bukti kuat kalau itu benar2 diberikan oleh iblis dan bukan oleh Tuhan?

Itu krn anda tdk mengerti tt konsep kuasa yg Tuhan Yesus katakan:

Saya coba ikut sharing ya bro

Kalau secara jujur kita introspeksi, kita harus akui, bahwa pada setiap agama memang terdapat kebaikan, itu tidak bisa dibantah. Bahkan pada agama yang paling kita anggap barbar sekalipun, pasti ada kebaikan. Begitupun pada perilaku penganut penganutnya, selalu ada kebaikan yang bisa diapresiasi. Itu kalau kita mau jujur, dan tidak menutup mata kita.

Bahkan, pada agama agama yang masih ‘semi pagan’ bisa kita kagumi bagaimana mereka menjaga alam dan lingkungan hidup mereka dengan baik. Sedangkan pada agama kita, yang menganggap bahwa manusia adalah ‘penguasa’ bumi, justru banyak melakukan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.

Kadang, kita dalam bergaul dengan masyarakat, kita selalu bertemu dengan orang orang yang ingin tahu tentang agama kita, ada yang murni bertanya, ada yang ingin tahu lebih dalam, ada yang ingin berbagi dan ada yang ingin menjatuhkan. Walau pada umumnya, orang orang akan cenderung untuk mejaga sikap saling menghargai agama yang dianut teman bicaranya.

Dala hal seperti itu, adalah baik jika kita juga tidak memasang sikap bahwa agama kita yang paling benar. Karena jika sikap itu yang kita tampilkan, merekapun akan memasang sikap serupa, sehingga percakapan menjadi tidak nyaman dan tidak membawa buah buah kebaikan.

Hargai apa yang mereka hormati, beri apresiasi kepada apa yang mereka yakini. Tetapi, jangan sampai anda tidak memberi kesaksian tentang agama anda sendiri. Dalam contoh di atas, jika dikatakan bahwa orang Kristen berperang. Katakan betul, karena manusia masih dalam proses belajar, dan setelah ribuan tahun pun tetap dalam proses belajar, sudah lebih baik, tetapi belum cukup baik. Katakan juga bahwa karena itulah Tuhan mengutus PuteraNya sendiri untuk menebus kesalahan yang kita perbuat. Itu, karena manusia pada dasarnya begitu sulit belajar. Sehingga kalau benar benar diadili, semua manusia pasti masuk neraka. Tetapi Tuhan begitu maha pengampun, begitu mengasihi kita, sehingga Dia justru mengorbankan PuteraNya agar kita selamat.

Kemudian tambahkan, bahwa kejahatan manusia, bukan dilakukan oleh orang Kristen saja. Bisa dilihat bahkan di agama penuh kasih seperti Buddha sekalipun, tetap terjadi pembunuhan, seperti di Kambodia, di China saat Tiananmen ataupun sejak jaman kekaisaran, juga Jepang mebunuh jutaan manusia saat perang pasifik. Jadi, pada intinya, setiap manusia melakukan kesalahan, tinggal apakah kita mau belajar dan memperbaiki kesalahan kita. Dan untuk itulah Jesus hadir di dunia ini.

apa yang Tuhan YESUS Lakukan di Kana ......................... dst....... .......... (cerita kontroversi tentang perjalananTuhan YESUS ke himalaya memang perna ku baca tapi saya tidak mengungkap itu pada nya)

Kisah Jesus di Tibet sebenarnya kisah fiktif saja, tetapi tentu jangan dibantah secara head-on, karena anda sebagai tamu, kedua tidak ada gunanya. Jadi katakan saja, bahwa Jesus sebagai Putera Allah, Ia juga mengasihi seluruh manusia, bahkan yang tinggal di pelosok pelosok dunia. Karena Jeus mau seluruh manusia mengikuti jalanNya, sehingga seluruh manusia akan mendapatkan keselamatan. Itulah Jesus, Ia yang datang kepada manusia, bukan manusia yang bersusah payah mencari tuhannya. (Ini sekaligus sedikit sentilan kepada agama mereka, tentunya) ;D

Aku hanya mendengar sambil sedikit bertanya tentang ajaran mereka, ................. dst .... ................... banyak yang kita bicarakan tanpa ada perdebatan dan akhir nya Pembicaraan kita malam itu berakhir dengan biasa... Demikian cerita saya yang nyata ku alami dan hanya sekedar berbagi.

Dengan mengetahui ajaran agama kita sendiri, dengan iman yang kuat, disertai pengetahuan yang luas, ditambah lagi dengan pengetahuan akan agama lain. Membuat kita semakin yakin, bahwa Kristen memang sungguh adalah ajaran Keselamatan, yang diberikan langsung olehNya, melalui pengorbanan PuteraNya.

Syalom

maaf dipotong ya.

ajaran hanyalah teori yg indah, penerapan justru menyempurnakan, kalau liat bukti, ga ada satu agamapun yg ga terlibat perang, mau langsung mau ga langsung, pernah berperang, atau baru dipersiapkan utk perang.

jadi kalau semut saja tidak boleh dibunuh, terus gimana dgn manusia (musuh politik) ?

ajaran yesus justru tidak boleh melakukan pembalasan kepada musuh, tp harus mengasihi musuh.

masalahnya, tidak ada agama yg melakukan itu (perintah yesus), jadi kalau boleh dibilang, ajaran kasih itu hanyalah sekedar simbol keindahan, tanpa bukti yg nyata.

cmiiw.

all…
aku juga sebenar nya sempat nanya tentang simbol simbol mereka…tentang dewi kwam in…cs cuma dia yang ku tauh di ajaran mereka jawaban nya: ‘sama seperti di ajaran kalian ada malaikat contoh gibrael begitu pula dewi kwam in di ajaran kita’
tapi dari pembicaraan kita itu saya rasa pembicaraan yang sehat walaupun ada perbandingan namun saya rasa masi dlm batas kewajaran dengan rasa saling menghormati