Ajaran Kristus/Hukum Kristus VS Hukum Negara Indonesia tidak bertentangan

Ajaran Kristus (Hukum Kristus) adalah:

[i]Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Mark 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
ini juga yang kadang disimpulkan sebagai Hukum Kristus…

[/i]
Ajaran Kasihlah yang paling utama yang bersumber dari ayat diatas, dimana pengetahuan tentang dosa, dan dosa itu mulai hidup dan diberikan konsekuensi melalui Hukum Taurat, dan pengenalan Akan Hukum Taurat. Disamping Iman dan Pengharapan sebagai 3 hal yang paling utama: Yaitu Iman, pengharapan Dan Kasih.

HUKUM NEGARA
Hukum dapat dibagi dalam berbagai bidang, antara lain hukum pidana/hukum publik, hukum perdata/hukum pribadi, hukum acara, hukum tata negara, hukum administrasi negara/hukum tata usaha negara, hukum internasional, hukum adat, hukum islam, hukum agraria, hukum bisnis, dan hukum lingkungan.
Hukum pidana

Hukum pidana termasuk pada ranah hukum publik. Hukum pidana adalah hukum yang mengatur hubungan antar subjek hukum dalam hal perbuatan - perbuatan yang diharuskan dan dilarang oleh peraturan perundang - undangan dan berakibat diterapkannya sanksi berupa pemidanaan dan/atau denda bagi para pelanggarnya.

Dalam hukum pidana dikenal 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran.

Kejahatan ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan peraturan perundang - undangan tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan masyarakat. Pelaku pelanggaran berupa kejahatan mendapatkan sanksi berupa pemidanaan, contohnya mencuri, membunuh, berzina, memperkosa dan sebagainya.
Sedangkan pelanggaran ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh peraturan perundangan namun tidak memberikan efek yang tidak berpengaruh secara langsung kepada orang lain, seperti tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendaraan, dan sebagainya.

Di Indonesia, hukum pidana diatur secara umum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yang merupakan peninggalan dari zaman penjajahan Belanda, sebelumnya bernama Wetboek van Straafrecht (WvS). KUHP merupakan lex generalis bagi pengaturan hukum pidana di Indonesia dimana asas-asas umum termuat dan menjadi dasar bagi semua ketentuan pidana yang diatur di luar KUHP (lex specialis)
Hukum perdata

Salah satu bidang hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara individu-individu dalam masyarakat dengan saluran tertentu. Hukum perdata disebut juga hukum privat atau hukum sipil. Salah satu contoh hukum perdata dalam masyarakat adalah jual beli rumah atau kendaraan .

Hukum perdata dapat digolongkan antara lain menjadi:

Hukum keluarga
Hukum harta kekayaan
Hukum benda
Hukum Perikatan
Hukum Waris

Hukum acara

Untuk tegaknya hukum materiil diperlukan hukum acara atau sering juga disebut hukum formil. Hukum acara merupakan ketentuan yang mengatur bagaimana cara dan siapa yang berwenang menegakkan hukum materiil dalam hal terjadi pelanggaran terhadap hukum materiil. Tanpa hukum acara yang jelas dan memadai, maka pihak yang berwenang menegakkan hukum materiil akan mengalami kesulitan menegakkan hukum materiil. Untuk menegakkan ketentuan hukum materiil pidana diperlukan hukum acara pidana, untuk hukum materiil perdata, maka ada hukum acara perdata. Sedangkan, untuk hukum materiil tata usaha negara, diperlukan hukum acara tata usaha negara. Hukum acara pidana harus dikuasai terutama oleh para polisi, jaksa, advokat, hakim, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan.

Hukum acara pidana yang harus dikuasai oleh polisi terutama hukum acara pidana yang mengatur soal penyelidikan dan penyidikan, oleh karena tugas pokok polisi menrut hukum acara pidana (KUHAP) adalah terutama melaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. Yang menjadi tugas jaksa adalah penuntutan dan pelaksanaan putusan hakim pidana. Oleh karena itu, jaksa wajib menguasai terutama hukum acara yang terkait dengan tugasnya tersebut. Sedangkan yang harus menguasai hukum acara perdata. termasuk hukum acara tata usaha negara terutama adalah advokat dan hakim. Hal ini disebabkan di dalam hukum acara perdata dan juga hukum acara tata usaha negara, baik polisi maupun jaksa (penuntut umum) tidak diberi peran seperti halnya dalam hukum acara pidana. Advokatlah yang mewakili seseorang untuk memajukan gugatan, baik gugatan perdata maupun gugatan tata usaha negara, terhadap suatu pihak yang dipandang merugikan kliennya. Gugatan itu akan diperiksa dan diputus oleh hakim. Pihak yang digugat dapat pula menunjuk seorang advokat mewakilinya untuk menangkis gugatan tersebut.

Tegaknya supremasi hukum itu sangat tergantung pada kejujuran para penegak hukum itu sendiri yang dalam menegakkan hukum diharapkan benar-benar dapat menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Para penegak hukum itu adalah hakim, jaksa, polisi, advokat, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan. Jika kelima pilar penegak hukum ini benar-benar menegakkan hukum itu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah disebutkan di atas, maka masyarakat akan menaruh respek yang tinggi terhadap para penegak hukum. Dengan semakin tingginya respek itu, maka masyarakat akan terpacu untuk menaati hukum.

Jadi betulkah, ungkapan Rasul Paulus dibawah ini, bahwa tak satupun hukum Kristus (Ajaran Kristus) yang akan menentang atau bertentangan dengan kaidah2 hukum yang telah terjadi di muka bumi ini…??

Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

[email protected]

wADUH…lengkap sekali uraian / paparan hukum secara kenegarran yng anda sampaikan…mantabs…

JARGON menarik yang di ajarkan oleh Alkitab , jika kita berpihak kepada dunia, yang nota bene jika kita melanggar hukum kenegaraan tsb, adalah

  • Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
    *Lukas 9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Dengan melanggar hukum negara, walupun KITA DAPAT menguasai dunia, Namun berarti kita tidak dapat menerapkan cara hidup kita yang berkwalitas hidup Kekristenan kita , sebagaiman seperti yang di harapkan pada ayat GAL 5 : 22=23.

Salam GBU…

Hukum Negara bisa menjadi ILAH dihadapan Allah bila mengalahkan Hukum Kasih dari-Nya ! :coolsmiley: :happy0062: :mad0261:

akh elu mah doyan oot, jangan belagak pintarlah, bahas coba…

Kata rasul Paulus, Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

tidak ada hukum yang menentang itu…

gitu loh, coba anda tambahkan, mengapa tidak bertentangan, gitu… jadi juga bisa jadi berkat orang lain, saya mah kadang kerja, kadang bisa posting,… bahasa simplenya, gak punya waktu banyak untuk mengulas semua agar menjadi berkat bagi orang lain…

gono, hayoo atuh, tunjukkan sifat Kristus didalam diri kamu walau yang kecil… gak apa2 koq…
jangan ego mulu, biar kelihatan lebih pintar, bikin pernyataan yang malah bikin terlihat bodoh…

yup , terimakasih untuk tambahan ayatnya Bro Purba…

salam…

Mungkin pro dan kontranya nanti tergantung pov dari ayat ini :

Mat 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung “seluruh hukum Taurat” dan kitab para nabi."

Terus debatnya kemungkinan besar mengarah kepada eksistensi hukum taurat dalam PB.

Nyimak dulu yach.

Hukum negara sama saja dengan hukum taurat yang mengatur hal2 duniawi, mengatur hubungan antar masyarakat agar terjadi keteraturan hidup bermasyarakat.
HT = Jangan mencuri, jangan membunuh
KUHPidana = ada delik pencurian, delik pembunuhan
Melanggar Hukum kasih dosa…
Melanggar hukum negara sanksinya penjara, mati, denda; karena hukum negara adalah aturan pemaksa.
Tidak melanggar hukum negara bisa berarti menerapkan hukum kasih, contohnya tidak melakukan pencurian, pembunuhan…
Tapi bisa saja orang menerapkan hukum kasih tidak melakukan pembunuhan, tapi suatu saat tanpa sengaja menabrak orang hingga korban mati, padahal sudah hati2 dan memenuhi persyaratan mengemudi.
Maka demi keteraturan hidup bermasyarakat orang tersebut dihadapkan hukum negara, sedang urusannya dengan Tuhan tergantung orang itu…minta ampun atau malah menyalahkan korban yang mati…
Jadi rasanya nggak bertentangan hukum negara dan hukum kasih.
Dengan mengerti hukum negara kita diingatkan hukum kasih. Dengan mengerti hukum kasih, kita bisa menerapkannya dengan mentaati hukum negara…
Untuk negara dengan hukum syariah islam nggak tahu ada unsur kasih nggak dalam aturan2nya…

CMIIW.

Contohnya apa ya bro…bisa diperjelas?
.

saya bahas yang simple nya aja…

Hukum di Indonesia dituntut mampu memberi keadilan kepada setiap warga negara Indonesia yang datang dan meminta keadilan kepadanya, jadi tergantung kemampuan dari setiap penyidiknya juga, apakah ia juga mampu memberikan nilai atau point2 yang adil bagi orang2 yang menuntutnya?

sama sekali tidak bertentangan dengan Hukum Kristus…

sebab: setiap persoalan, permasalahan, sengketa yang hendak terjadi, bisa tidak terjadi, dan pihak2 yang dirugikanpun tidak eksis…

sebab awal sekali Yesus berkata: perlakukanlah orang lain, sama sperti dirimu sendiri bagaimana hendak diperlakukan…

jadi pada kasus, orang hendak membunuh, sebelum ia membunuh ia dihadapkan: maukah ia juga dibunuh orang lain?
tentu jawabnya: tidak…
kalau memang ada, berarti tuh orang telah berpenyakit neurosis alias gila…
kalau jawabnya tidak, berarti Hukum Kristus jauh sekali telah mengantisipasi akan terjadi peristiwa tersebut…

Yap bisa dikatakan DEMIKIAN pada suatu Negara dimana rakyatnya PERCAYA pada Allah YHWH dan mengenal Nabi Musa !
Kalau seperti di Masyarakat Hindu, Budha tentunya TIDAK sama saja, bukan ?!

Melanggar [b]Hukum kasih[/b] ----->> [b]dosa[/b]....
Yap yg disebut DOSA bila berurusan dengan[b] Perintah dan Larangan dari Tuhan Allah ![/b]
Melanggar hukum negara sanksinya [b]penjara, mati, denda[/b]; karena hukum negara adalah [b]aturan pemaksa.[/b]
Aturan ---> YA, BENAR ! Pemaksa --->> ? :mad0261: itu hanya berdasarkan [b]PILIHAN dan Sebab Akibat[/b] bagaikan [b]Bermain Air --->> BASAH & Bermain Api ----> HANGUS[/b]
Tidak melanggar hukum negara bisa berarti menerapkan [b]hukum kasih[/b], contohnya tidak melakukan pencurian, pembunuhan...
Belum Tentu ?!?? Dia tidak membunuh dan tidak mencuri tetapi dia juga tidak suka menolong/membantu -----suatu [b]sikap Ego Sentris[/b] --->> Apakah ityu bermakna menerapkan [b]hukum kasih[/b] ? :mad0261:
Tapi bisa saja orang menerapkan hukum kasih tidak melakukan pembunuhan, tapi suatu saat tanpa sengaja [u][b]menabrak[/b][/u] orang hingga korban mati, padahal sudah hati2 dan memenuhi persyaratan mengemudi.
Itu artinya orang tsb digunakan Allah untuk menutup [b]Buku Kehidupannya si Korban [/b]! Allah mengasihi si Korban karena bila ditambah waktu hidupnya ------ orang tsb makin menderita !Itu [b]Misteri Illahi [/b] Apakah bila disebut [b]sudah hati2[/b] dan [b]memenuhi persyaratan mengemudi[/b] Plus [b]tanpa sengaja lagi[/b] baginya masih PANTAS dikenakan[b] Hukum Negara[/b] ? Lha wong lagi nyetir mobil lalu di SERUDUK Truk yg Sopirnya Ngantuk sehingga terdorong melindas Penyeberang Jalan di Zebra Cross padahal dia SUDAH BERHENTI kok ?
Maka demi keteraturan hidup bermasyarakat orang tersebut dihadapkan [b]hukum negara[/b], sedang urusannya dengan Tuhan tergantung orang itu...minta ampun atau malah menyalahkan korban yang mati....
Yg PASTI Tuhan TAHU kok, yg repot kalau terjadi Rekayasa Hukum bukan Supir Truk yg dihukum malah [b]si Tanpa Sengaja & Hati2[/b] yg dihukum ?! :mad0261:
Jadi rasanya nggak bertentangan hukum negara dan hukum kasih.
Di Negara yg tidak mengakui adanya TUHAN apakah nggak bertentangan hukum negara dan hukum kasih. Misalnya : "DILARANG BERIBADAH kepada TUhan, kata Hukum Negara !" Masih ingat kisah dalam Kitab Daniel dimana ke 3 sahabatnya dimasukkan ke Kandang Singa gara2 ketahuan BERIBADAH !Juga kisah2 MIRIS di RRC betapa para Domba harus sembunyi2 beribadah ! :'( :cheesy:
Dengan mengerti hukum negara kita diingatkan hukum kasih. Dengan mengerti hukum kasih, kita bisa menerapkannya dengan mentaati hukum negara......
Secara UMUM, YA tetapi apakah mempersulit berdirinya Gereja juga sama dengan mengerti hukum kasih ??
Untuk negara dengan hukum syariah islam [u][b]nggak tahu[/b][/u] ada unsur kasih nggak dalam aturan2nya....
Kalimat anda yg TERACHIR sudah menjawab [b]Contoh2 Rkstrim[/b] yg saya kemukakan diatas, pak ! :afro: ;D CMIIW.
[b]Hukum Negara[/b] bisa menjadi [b]ILAH[/b] dihadapan Allah bila mengalahkan [b]Hukum Kasih dari-Nya ! [/b] Contohnya apa ya bro..bisa diperjelas?
Lihat [b]Pernyataan dan Pertanyaan terachir[/b] anda serta [b]Contoh2 Ekstrem[/b] diatas ! Hukum Negara dengan Syariah Islam .,,.... bila bertemu dengan orang Yahudi dan Nasrani [u][b]PENGGAL KEPALANYA[/b][/u] bila tidak mau masuk Islam atau membayar [b]Pajak Chusus Non Muslim[/b] !

Tidak tertulis dalam ayat diatas yg disebut Hukum Negara :coolsmiley: :happy0062:

Terus debatnya kemungkinan besar mengarah kepada [u][b]eksistensi[/b][/u] Hukum Taurat dalam PB.

Nyimak dulu yach.


Tuhan Yesus sudah menjawab soal Eksistensi Hukum Taurat setelah Kedatangan-Nya kebumi !
Matius 5 :
17 Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.(A)
Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya (B).
18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Kesimpulan A, B dan C :
SEmua Hukum Taurat yg BELUM SEMUANYA TERJADI ---->> Masih BERLAKU !
SEmua Hukum Taurat yg SEMUANYA SUDAH TERJADI ---->> TIDAK BERLAKU LAGI alias GUGUR !

Hak menghakimi itu di Tangan Tuhan bukan ditangan manusia !
Yg PINTAR pasti mengerti apa yg dimaksud dengan … Hukum Negara bisa menjadi ILAH dihadapan Allah bila mengalahkan Hukum Kasih dari-Nya !
Makanya saya BAHAS2 dengan yg lain (yg Lebih Pintar) baru saya mampir ke Hakim yg belagak pintarlah

Kata rasul Paulus, Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Adakah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. didalam [u][b]Kalimat Penghakiman[/b][/u] seperti ini : "akh elu mah [b]doyan oot[/b], jangan belagak pintarlah, [u][b]bahas coba[/b][/u].."
tidak ada hukum yang menentang itu..
Makanya lakukan[u] itu semua[/u], karena : 1. Iman tanpa perbuatan itu MATI alias[b] SIA2 dan NATO[/b] 2. Semua perkataan sia2 yg dilontarkan ke udara harus dipertanggungjawakan dihadapan Tuhan , kata Tuhan Yesus !
gitu loh, coba anda [u][b]tambahkan[/b][/u], mengapa tidak bertentangan, gitu.. jadi juga bisa jadi [b]berkat [u]BUAT[/u] orang lain[/b], saya mah kadang kerja, kadang bisa posting,.. bahasa simplenya, gak punya waktu banyak untuk mengulas semua agar menjadi berkat bagi orang lain..
Makanya jangan main siram bensin lalu disundut Api dong , 'kan kasihan itu Pak Mursyid Tukang Parkir di Monas mentang2 udeh ngaku2 jadi [u][b]SERTU TNI[/b][/u] ya Bro ? Apakah keberadaan saya yg [u][b]JUGA[/b][/u] [u][i]kadang kerja, kadang bisa posting,.. bahasa simplenya, gak punya waktu banyak untuk mengulas semua agar menjadi berkat bagi orang lain[/i][/u]...... lalu boleh anda BAKAR ?? :mad0261: g
ono,,, hayoo atuh, tunjukkan [u][b]sifat Kristus[/b][/u] didalam diri kamu walau yang kecil.. gak apa2 koq..
Sayang sekali anda MELEK tetapi tidak melihat ! Kata Tuhan Yesus :" Karena engkau mengaku MELIHAT, maka TETAPLAH dosamu "menghakimi orang lain " ---- udeh sono masuk kekamar lalu berdoa dan Minta ampun kepada-Nya kalau bisa sih [b][u]BERTOBAT[/u][/b] - [i]tidak lagi melakukan kesalahan yg SAMA ber ulang2 ![/i]
jangan [b]ego mulu[/b], biar kelihatan lebih pintar, bikin pernyataan yang malah bikin terlihat bodoh..
Coba deh NGACA siapa "yg [b]ego mulu[/b] dan bikin pernyataan yang malah bikin terlihat bodoh. :coolsmiley: :mad0261: :'( Jangan " [b]BURUK RUPA, Cermin DIBELAH[/b]", ya Bro ! Becanda Bro ! :cheesy: :happy0062:

Hukum Kristus tidak bertentangan dengan Hukum Negara…

Si TS dalam pengantarnya hukum negara warisan Belanda yg di Indonesia bro. jadi saya fokus ke situ.

Melanggar Hukum kasih ----->> dosa....
Yap yg disebut DOSA bila berurusan dengan Perintah dan Larangan dari Tuhan Allah !

Jadi “Kasihilah sesamamu manusia” itu bukan perintah gitukah? artinya melanggar hukum kasih nggak berdosa?? :rolleye0014:

Melanggar hukum negara sanksinya penjara, mati, denda; karena hukum negara adalah aturan pemaksa.

Aturan —> YA, BENAR !
Pemaksa —>> ? :mad0261: itu hanya berdasarkan PILIHAN dan Sebab Akibat bagaikan Bermain Air —>> BASAH & Bermain Api ----> HANGUS

Aturan pemaksa maksudnya setiap aturan yang dibuat ada sanksinya bila tidak ditaati terutama KUHPidana tuh. Kalau tidak ada sanksinya ya namanya himbauan saja.
Contoh : Marilah masbro tidak oot hari ini supaya hari ini indah…" :mad0261:

Tidak melanggar hukum negara bisa berarti menerapkan hukum kasih, contohnya tidak melakukan pencurian, pembunuhan...
Belum Tentu ?!?? Dia tidak membunuh dan tidak mencuri tetapi dia juga tidak suka menolong/membantu -----suatu sikap Ego Sentris --->> Apakah ityu bermakna menerapkan hukum kasih ? :mad0261:

He he itu sudah saya pikirkan bro. Makanya saya selipkan kalimat " bisa berarti" semoga anda bisa memahaminya.

Tapi bisa saja orang menerapkan hukum kasih tidak melakukan pembunuhan, tapi suatu saat tanpa sengaja menabrak orang hingga korban mati, padahal sudah hati2 dan memenuhi persyaratan mengemudi.

Itu artinya orang tsb digunakan Allah untuk menutup Buku Kehidupannya si Korban ! Allah mengasihi si Korban karena bila ditambah waktu hidupnya ------ orang tsb makin menderita !Itu Misteri Illahi
Apakah bila disebut sudah hati2 dan memenuhi persyaratan mengemudi Plus tanpa sengaja lagi baginya masih PANTAS dikenakan Hukum Negara ? Lha wong lagi nyetir mobil lalu di SERUDUK Truk yg Sopirnya Ngantuk sehingga terdorong melindas Penyeberang Jalan di Zebra Cross padahal dia SUDAH BERHENTI kok ?

Namanya juga hidup bermasyarakat bro. Lain kalau hidup sendirian di hutan atau gurun sono.
Kalau alasannya dipakai Tuhan terus tidak perlu dihukum… nanti orang2 macam Amrozy cs semakin ngawur ngebom sana sini bro… :smiley:
Kalau alasannya tidak sengaja terus nggak perlu dihukum… nanti anda kalau ketangkap ngutil di swalayan bisa beralasan : saya nggak sengaja, mungkin saya dicobai Iblis pak polisi… ;D

Dengan mengerti hukum negara kita diingatkan hukum kasih. Dengan mengerti hukum kasih, kita bisa menerapkannya dengan mentaati hukum negara......
Secara UMUM, YA tetapi apakah mempersulit berdirinya Gereja juga sama dengan mengerti hukum kasih ??
Kalau ternyata ini adalah cara Tuhan dalam menegor orang kristen gimana bro? introspeksilah kita mengapa sampai ada larangan kayak gitu.Bukankah setiap pemerintah berasal dari Tuhan? Rm 13:1 "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."
Untuk negara dengan hukum syariah islam nggak tahu ada unsur kasih nggak dalam aturan2nya....

Kalimat anda yg TERACHIR sudah menjawab Contoh2 Rkstrim yg saya kemukakan diatas, pak ! :afro: ;D

Contoh ekstrim anda bukan alasan mutlak hukum negara kita bertentangan dengan hukum kristus

Hukum Negara dengan Syariah Islam .,,.... bila bertemu dengan orang Yahudi dan Nasrani PENGGAL KEPALANYA bila tidak mau masuk Islam atau membayar Pajak Chusus Non Muslim !
Emang gitu hukum syariah islam? rasanya di aceh orang kristen masih pada utuh tuh kepalanya nggak ada yang kepenggal...

Saya hanya mengingatkan pada SIKON tertentu maka argumen anda bisa SALAH bukan ?Makanya agar kita jangan terlalu FOKUS sesekali gunakan Lensa Panorama yg lebih LUAS. :coolsmiley: :happy0062:

[b]Jadi "Kasihilah sesamamu manusia" itu bukan perintah gitukah? artinya melanggar hukum kasih nggak berdosa?? :rolleye0014:[/b]
Pahami terlebih dahulku yg disebut DOSA, baru KASIH CONTOH, [b]kenape' ?[/b] :mad0261: :cheesy: [b]DOSA[/b] adalah : 1. [u][b]Tidak melakukan[/b][/u] [b]Perintah-Nya[/b] malah [u][b]MENOLAK[/b][/u]-[b]Nya ![/b] 2. [u][b]Melanggar[/b][/u] bahkan [u][b]MELAKUKAN[/b][/u] yg [b]DILARANG[/b]-[b]Nya [/b] Nah elo masukin saja Pertanyaan elo diatas pada [b]DEFINISI DOSA[/b], elo pasti bisa menjawabnya SENDIRI ! :coolsmiley: :happy0062:
Aturan ---> YA, BENAR ! Pemaksa --->> ? :mad0261: itu hanya berdasarkan [b]PILIHAN dan Sebab Akibat[/b] bagaikan Bermain Air --->> BASAH & Bermain Api ----> HANGUS [b]Aturan pemaksa maksudnya setiap aturan yang dibuat ada sanksinya bila tidak ditaati terutama KUHPidana tuh. Kalau tidak ada sanksinya ya namanya himbauan saja. [/b] Contoh : Marilah masbro tidak oot hari ini supaya hari ini indah.." :mad0261:
Ya ITU sih kembali kepada berdasarkan [b]PILIHAN dan Sebab Akibat[/b], mau dianggap Himbauan kek, Paksaan kek -----> kan ada [b]Sebab[/b] pasti ada [b]Akibat[/b] yg bisa berupa [b]Sanksi atau Pujian/Pahala ![/b] :coolsmiley: :happy0062:
[u][b]Belum Tentu ?!??[/b][/u] Dia tidak membunuh dan tidak mencuri tetapi dia juga tidak suka menolong/membantu -----suatu sikap [b]Ego Sentri[/b]s --->> Apakah itu bermakna menerapkan hukum kasih ? :mad0261:

He he itu sudah saya pikirkan bro. Makanya saya selipkan kalimat " bisa berarti" semoga anda bisa memahaminya.


Kan UDEH JELAS ---->> karena juga “Bisa TIDAK Berarti” kalau orangnya Ego Sentris melulu !

Itu artinya orang tsb digunakan Allah untuk menutup Buku Kehidupannya si Korban ! Allah mengasihi si Korban karena bila ditambah waktu hidupnya ------ orang tsb makin menderita !Itu Misteri Illahi Apakah bila disebut sudah hati2 dan memenuhi persyaratan mengemudi Plus tanpa sengaja lagi baginya masih PANTAS dikenakan Hukum Negara ? Lha wong lagi nyetir mobil lalu di SERUDUK Truk yg Sopirnya Ngantuk sehingga terdorong melindas Penyeberang Jalan di Zebra Cross padahal dia SUDAH BERHENTI kok ?

Namanya juga hidup bermasyarakat bro. Lain kalau hidup sendirian di hutan atau gurun sono.


Apalagi hidup Bermasyarakat kan ada yg disebut KEBENARAN dan KEADILAN, kalau hakimnya adalah Anda, bisa AMSIONG deh si Tidak Bersalah dibuatnya !
Untung saja Bapa Sorgawiku GAK KEK GITU !
Kebersalahan Bani Adam (Dosa Pertama Adam yg diwariskan kepada seluruh keturunannya) tetap dikenakan SANKSI karena SUDAH melanggar Definisi Dosa diatas, tetapi setelah Putusan dijatuhkan “Ketok Palu” lalu Bapa Sorgawiku itu mengambil alih tempatku sebagai TERDAKWA dengan menanggung Sengsara Hukuman-Nya itu ! Itulah arti Maha Kasih-Nya !

Kalau alasannya dipakai Tuhan terus tidak perlu dihukum... nanti orang2 macam [b]Amrozy cs[/b] semakin ngawur [b]ngebom sana sini[/b] bro.. :D
Nah tinggal lihat saja [b]Parameter Definisi Dosa[/b] diatas apakah [b]nge BOM sana sini [/b]termasuk [u][b]Dosa[/b][/u] apa bukan ? :coolsmiley: :happy0062: :mad0261: :cheesy:
Kalau alasannya tidak sengaja terus nggak perlu dihukum... nanti anda kalau ketangkap ngutil di swalayan bisa beralasan : saya nggak sengaja, mungkin saya dicobai Iblis pak polisi.. ;D
Apakah [b]NGUTIL[/b] itu suatu [b][u]ketidak sengajaan[/u][/b] ? :mad0261: :cheesy: :coolsmiley: ..... kok jadi TIARAP nih EQ,SQ dan IQ nya si Bro ?! :'( :cheesy: Bersambung ......

Sambungan …

Secara UMUM, YA tetapi apakah mempersulit berdirinya Gereja juga sama dengan mengerti hukum kasih ?? 1. Kalau ternyata ini adalah cara Tuhan dalam menegor orang Kristen gimana bro? 2. introspeksilah kita mengapa sampai ada larangan kayak gitu. 3. Bukankah setiap pemerintah berasal dari Tuhan? Rm 13:1 "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."
1. Elo mah [u][b]NGELANTUR[/b][/u] mosok orang [b]ingin BERIBADAH[/b] kok [b]ditegor[/b] [b]Tuhan[/b] sih ?? Itu'kan suatu Ujian Iman , Tuhan lagi nge TEST seberapa kuat dan seberapa Tangguh dan Gigih imannya !! :coolsmiley: :happy0062:
  1. Keknya yg KUDU Introspeksi itu Diri si Bro sendiri deh, mosok bawa2 nama Tuhan sembarangan dan serampangan , orang mau DEKAT sama Tuhan kok Ditegor-Nya sih ?? :coolsmiley: :mad0261:

  2. Apakah yg setiap dari Tuhan itu BERMANFAAT ? Mosok Ular Beracun elo TEMENIN juga ?
    Baca ayat Firman Tuhan ya KUDU "Cerdik seperti Ular, abis itu baru TULUS seperti Merpati , TAHU ! :mad0261: :’(

Kalimat anda yg TERACHIR sudah menjawab Contoh2 Ekstrim yg saya kemukakan diatas, pak ! :afro: ;D [b]Contoh ekstrim anda bukan [u]alasan mutlak[/u] hukum negara kita bertentangan dengan hukum kristus[/b]
Itu [u][b]"yg didalam Tengkorak"[/b][/u] si Bro digunakan, [b]kenape' [/b]?! Kalau udeh Jelas [u][b]Ekstreem BERTENTANGAN[/b][/u] kok masih [b][u]Berkilah dan TEGAR TENGKUK KERAS KEPALA ?[/u][/b]
Emang gitu hukum syariah islam?
Elo udeh TAHU apa kagak yg disebut Syariah (aturan2) Islam dimana soal : 1. Boleh beristri sampai 4 2. Boleh memukul istri kalau tidak melayani suami dengan baik 3. Adanya Pajak Chusus yg hanya diberlakukan bagi Non Muslim sebagai "Perlindungan" 4. HALAL Hukumnya "menumpahkan" darah non Muslim" 5. Dll ...... yg elo bisa BACA SENDIRI dalam Kitab Suci mereka dan Kitab Hadistnya ! Apakah no 1 s/d 4 itu TIDAK BERTENTANGAN dengan Hukum Kristus ?
rasanya di aceh orang Kristen masih pada utuh tuh kepalanya nggak ada yang kepenggal...
Emangnya setiap Penggal Kepala kudu dikasih tahu sama elo ? Makanya buka mata lebar2 tentang Kejadian Pelajar Putri di Poso yg dipenggal kepalanya dan Pendeta wanita yg ditembak dihadapan jema'atnya saat sedang Khotbah di Mimbar !Elo baca baik2 apa jawaan si Pelaku dihadapan Hakim Pemeriksa , begitu juga Amrozi Cs !! Elo tinggal Klik di Google lalu Searching, dapat deh "semuanya itu" ! :coolsmiley: :happy0062:

'Kan ude’h dibilang “Negara mana dulu?”
Itu di RRC, di Afganistan … orang2 Kristen dianiaya terus2an apa TIDAKB ERTENTANGAN namanya ?
Ini Kisah memilukan Domba ditengah Srigala !

KESAKSIAN NUR EMMAH DARI PAMEKASAN
Kategori: Kesaksian – Pertobatan
Sebuah kisah nyata yang sangat dahsyat dan menyentuh hati.

Bagaimana Nuremmah harus melindungi dan menjaga keluarganya dari teror dan ancaman pembunuhan, setelah ia memutuskan mengikut jalan Kristus. Apalagi ia bersuamikan Tionghoa dan keluarganya pemeluk agama yang kuat. Tetapi wanita Madura kelahiran Madura 1 Desember 1965 ini tak pernah menyerah, baginya satu-satunya Juruselamat cuma Yesus. Seperti dituturkan jemaat GBIS Bunga Bakung Pamekasan ini kepada Majalah GLORIA.

Saya lahir dari sebuah keluarga Madura yang taat menjalankan perintah agama. Doktrin yang saya terima dari bapak begitu jelas. Saya boleh menikah dengan siapa saja, apapun rasnya, asal yang bersangkutan seiman dengan saya. Maka ketika hati saya tertambat pada seorang pria Tionghoa yang berbeda agama dengan saya, tiba-tiba saja sebuah masalah besar menghadang di depan mata. Apalagi sebagai wanita yang masih sangat muda waktu itu, saya lebih menuruti kata hati dan perasaan. Ya, perasaan yang tengah tumbuh subur oleh cinta. Sebenarnya sebagai anak yang berbakti, saya tak hendak menentang kehendak orangtua. Tapi yang satu ini, dorongan hatiku agaknya lebih kuat dari berbagai larangan maupun resiko paling buruk yang mesti kuhadapi. Maka mesti ditentang disana-sini, kadang juga diancam, aku pantang mundur untuk memadu cinta dengannya.

Tetapi kekangan dan tekanan keluarga rupanya jauh lebih kuat. Keinginan orang tua kami cuma satu: kalau aku hendak menikah dengan pacarku, maka dia yang tidak seiman dengan kami mesti memeluk kepercayaan yang kami anut. Mungkin demi kasihnya yang begitu besar kepadaku, dia pacarku, akhirnya menuruti kemauan orang tuaku. Begitulah, setelah semua persyaratan yang diajukan bapak dipenuhi, kamipun menikah pada 27 Juli 1985, tepat pada hari ulang tahun pacar saya. Tak lama kemudian buah hati pertama kami lahir, kami beri nama Nova. Ia cantik dan pintar.

Lalu menyusul adiknya, Agnes. Nah saat Agnes berusia 2 tahun, tepatnya pada 1989, saya mengalami mimpi aneh. Dalam mimpi itu seakan-akan saya berada di padang pasir yang tandus dan panas. Rasa haus menyiksa kerongkongan. Sepi, tak seorangpun ada di sana. Jeritan minta tolong seperti lenyap disapu angin padang pasir. Tiba-tiba dalam mimpi itu, saya seperti melihat kilat. Bersamaan dengan itu muncul sesosok laki-laki berambut panjang dan berjubah. Di bagian belakang jubahnya terlihat warna biru langit yang segar. Sayapun melambaikan tangan kearahnya, berharap pertolongan. Mendadak orang itu berkata, “Saat ini kamu sedang diambang kematian. Jika ingin selamat, kamu harus percaya kepada-Ku. Karena jalan keselamatan, hanya ada didalam-Ku. Akulah Tuhanmu. Apakah kamu masih belum percaya? Akulah jalan kebenaran hidup. Barangsiapa percaya kepadaKu, maka ia akan selamat. Ikutlah padaKu …!”

Saya kontan terbangun. Anehnya keadaan kamar saya waktu itu ikut terang benderang. Padahal lampu penerangan di kamar saya hanya 15 watt. Saya jadi tercenung, mengenangkan semua mimpi yang baru terjadi. Saya ingat dengan jelas wajah laki-laki berjubah yang menemui saya di dalam mimpi itu.
Ah, benar! Wajahnya itu kerap dibawa suami saya dari Surabaya, enam tahun silam. Ketika itu suami saya membawa gambar Yesus dan sebuah Alkitab. Melihat semua itu emosi saya jadi terbakar, gambar Yesus saya injak-injak dan saya sobek. Dengan penuh kemarahan saya berkata kepada suami saya, “Saat ini juga kita cerai…!” Mungkin takut atau tak ingin ribut-ribut, sejak itu suami saya tak pernah lagi membawa gambar Yesus ke rumah.

Demikian pula dengan Alkitab, saya tak pernah melihatnya untuk yang kedua kali. Kendati begitu mimpi di padang pasir terus mengusik pikiran saya. Sampai kira-kira sebulan kemudian, saya bertengkar hebat dengan suami. Jujur mesti saya akui kalau suami saya sangat baik dan sabar. Jika terjadi pertengkaran di antara kami, ia memilih mengalah atau menghindar. Saya sendiri aduh … acapkali kesetanan.
Bersambung …

Sambungan …
Dengan kedua tangan saya mencekiknya. Sesudah itu saya berendam di kamar mandi hingga berjam-jam. Begitu juga yang terjadi malam itu, usai bertengkar dengan suami, saya langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Takut terjadi sesuatu dengan saya, suami mencoba menggedor-gedor pintu. “Kalau kamu marah, jangan begitu. Itu namanya menyiksa diri. Lebih baik kau pukul saja aku … biar lega”, bujuk suami saya.

Mendengar kata-katanya yang begitu sejuk, kemarahan saya akhirnya mencair. Tiba-tiba muncul perasaan iba kepadanya. Keluar dari kamar mandi, saya langsung membaringkan tubuh ke atas tempat tidur. Malam itu suhu tubuh saya meninggi dan mendekati tengah malam saya mengalami kejang-kejang. Suami saya kebingungan melihat kondisi saya. Dipanggilnya seluruh keluarga, termasuk tante-tante saya. Lalu dibacakan doa-doa untuk saya. Tapi keadaan saya makin memburuk. Perut saya mengeras, dan bibir saya terlihat biru. Samar-samar terdengar suami saya berkata, “Ma, kami semua mencintai mama. Aku dan juga anak-anak, sangat sayang pada mama. Apakah mama tidak ingin sembuh, tidak ingin hidup dan mendampingi kami lagi? Tolong ma, bertahanlah. Cobalah mama mengumpulkan semangat. Sebutlah nama Yesus!”

Saat itu saya merasakan segalanya hampir berakhir. Tapi hati kecil saya belum rela meninggalkan anak-anak dan suami. Dan dalam himpitan demikian, sayapun menyebut nama yang disarankan suami saya. Yesus! Bahkan dengan cara berdoa semampu saya, saya minta tolong Yesus untuk disembuhkan. Lalu perlahan-lahan saya merasakan seluruh syaraf saya mengendur. Saya tidak tegang lagi. Saya bisa melihat dengan sempurna. Saya melihat suami saya tersenyum dan memanggil saya.

Sebuah panggilan yang lembut dan mesra. Kendati begitu saya belum juga mau bertobat. Dan malamnya, saya bermimpi lagi. Dalam mimpi itu seolah-olah saya hendak tenggelam di laut. Lalu tiba-tiba muncul sesosok wajah seperti dalam mimpi yang dulu. Wajah Yesus. “Kamu masih belum percaya kepada-Ku? Akulah Tuhanmu, Akulah jalan, kebenaran dan hidup”, katanya. Sayapun mengangguk.

Lalu saya diangkat-Nya. Keesokan harinya saya mulai membuka Alkitab yang disembunyikan suami saya. Ketika pertama membuka, saya temukan bunyi kalimat : “Akulah Tuhanmu. Akulah jalan, kebenaran dan hidup”. Pembaca yang seiman, meski dengan sembunyi-sembunyi saya tahu kalau selama ini suami saya ternyata masih rajin ke gereja. Agar kepergiannya tidak saya ketahui, biasanya ia ke gereja dengan menyamar, hanya mengenakan sandal jepit, kaus oblong dan Alkitab kecil diselipkan di dalam saku.

Agaknya ia takut ketahuan keluarga saya. Mula-mula saya kerap berkata Alkitab itu najis. Tapi waktu itu saya buka, saya mendapat firman itu lagi. Saya bilang, “Ya Tuhan, kok saya memperoleh ayat itu lagi?”. Saya tutup Alkitab itu dan besoknya saya buka kembali. Namun lagi-lagi ayat itu yang saya temukan. Saya sampai berpikir waktu itu, “Kok ayatnya ini semua? Apa tidak ada bacaan lain?” Padahal Alkitab Perjanjian Baru itu tebal. Saya jadi penasaran, dan akhirnya mulai membukanya dari yang pertama.

Sejak saat itu saya jadi tekun mendalami Alkitab. Tapi gengsi saya masih menggunung. Malu diketahui suami, semua itu saya lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Saya mulai membanding-bandingkan mana ajaran yang paling benar. Saya bahkan pernah baca dua kitab suci sekaligus dan mencoba membandingkannya. Roh Tuhan rupanya bekerja dalam jiwa saya. Setelah sadar bahwa Alkitab merupakan kebenaran Firman Allah, maka saya mencoba berkata kepada-Nya: “Tuhan, saatnya saya bertobat dan berlutut di hadapan Engkau”. Ya, sejak itu Tuhan mulai berkarya dalam hidup saya. Saya berani bilang pada suami, “Kamu boleh ke gereja, tapi pakai sandal jepit dan jangan sampai kelihatan tetangga”.

Tetapi seperti pepatah “Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga”, begitulah yang terjadi pada kami. Aktifitas kami berdua ke gereja akhirnya ketahuan juga. Sejak itulah keluarga kami mulai mengalami masa penganiayaan. Tiga tahun kami mengalami pergulatan yang menyesakkan. Bahkan dua anak saya, pernah diancam akan dimasukkan ke sumur. Setiap pagi saat saya membuka toko, di depan toko saya temukan banyak kotoran manusia terserak dimana-mana. Bahkan di atas kotoran itu pernah ditancapkan sebuah salib dan diberi komentar “Lihatlah Tuhanmu lagi tidur”. Atau “Seperti inilah Tuhanmu”.
Bersambung …

Sambungan …
Polisi agaknya melihat kami sedang diteror dan diancam, karena itu mereka mulai menjaga toko kami. Kami sendiri sudah pasrah, dan hanya menggantungkan semua perkara kepada Tuhan. Puncaknya rumah kami pernah dikepung dan hendak dibakar massa. Akan halnya bapak, beliau yang begitu benci kepada saya pernah mengizinkan orang-orang untuk menghabisi kami semua. Begitu juga dengan tante-tante, mereka bahkan pernah bilang pada bapak, “Lebih baik nggak punya anak dari pada kamu punya anak menjadi kafir”. Yang lebih tragis, sejak itu toko saya menjadi sepi. Paling banyak saya hanya mendapat pemasukan Rp. 2 ribu sehari.
Ketika anak ketiga kami lahir, ia tak pernah merasakan bermain dengan anak-anak sebayanya di kampung. Mereka ditolak masuk kampung. Bukan itu saja, anak-anak juga dicemooh, dikatakan , “Kristen …Kristen”. Sudah tak terhitung paha anak saya disulut rokok. Atau rambutnya dipangkas tak beraturan. Sejak itu saya melarang anak-anak keluar rumah. Ajaibnya, meski keluarga kami mengalami tekanan yang begitu dahsyat, ternyata diam-diam adik saya mengikuti jejak kami. Prosesnya nyaris sama, yakni setelah ia diselamatkan Tuhan dari sakitnya. Tetapi sejak mengikuti jalan Kristus ia harus membayar dengan mahal, penganiayaan yang dialaminya lebih berat. Suatu hari adik saya bahkan hendak dibunuh. Pedang dan clurit sudah melingkar di tubuhnya. Saya yang mendengar laporan itu lalu berkata pada suami, “Pa, jika aku mati, aku rela karena kematianku demi Yesus. Aku titip anak-anak padamu. Sekarang, aku harus berangkat menolong dan menyelamatkan adikku”.
Ketika saya berangkat air mata bercucuran membasahi pipi. Di tengah perjalanan mulut saya tak pernah lepas sedetikpun dari doa. Begitu saya sampai di lokasi tempat adik saya hendak dihabisi, orang-orang tercengang melihat saya. Sebab dari mulut saya terus meluncur doa yang saya kutip dari dua kitab suci sekaligus. Dan meski hati ini tergetar melihat tubuh adik saya basah kuyup oleh minyak tanah, mulut saya tetap melantunkan doa-doa pada Yesus.

Tuhan yang penuh kasih itu menjamah kami dengan hangat. Adik saya dilepas massa. Dan kamipun berangkulan. Lalu kepada adik, saya minta dia untuk tinggal di rumah kami. Saya telah membuktikan kekuatan Yesus. Oleh karena itu saya tidak takut mati karena Yesus. Saya tidak takut mati demi Yesus.

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1 : 12)

judul saya aja negara Indonesia, octa?!

hadeuh… hadeuh. makanya Forum ini gak maju2… baca aja gak bisa ternyata…

kalau mau bikin negara lain, yah kamu bikin thread sendiri… gitu aja koq susah?