Akar dari segala dosa adalah Egoisme.

Akar dari segala dosa adalah, AKU dan AKU.

Bagaimana pendapat anda sekalian ?

Syalom.

Ada tertulis:

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.” (1 Timotius 6:10a)

Tetapi adalah benar juga bahwa orang mencintai uang karena egoisme…

Kalau tidak ada egoisme, takkan ada orang miskin juga. Akan tetapi egoisme bisa dilihat bahkan dalam gereja. Ada orang yang sangat kaya, mempunyai beberapa rumah yang disewakan kepada sesamanya yang menjadi hambanya, meskipun ada tertulis:

“Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” (Luka 3:11)

Pada permulaan tidak ada egoisme dalam gereja:

“Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” (Kisah Para Rasul 2:44-45)

“Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.” (Kisah Para Rasul 4-32)

Tetapi sekarang, saya bahkan dengar khotbah dari pastor yang mengajarkan kepada umatnya untuk tidak membantu sesamanya (karena pendeta gereja hendak menerima dan menyimpan untuk diri sendiri semua dari persepuluhan yang orang siap berikan).

Orang-orang egois salah pikir, bahkan berani berkata mereka berhak menjadi kaya karena pendidikan mereka dan pekerjaan mereka, tanpa mengakui bahwa kesehatan, kemampuan untuk belajar dan kesempatan untuk mendapat pekerjaan semuanya itu diberikan dari Allah untuk pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya:

“karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)

Akan tetapi, mengenai masa terakhir ada tertulis:

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.” (2 Timotius 3:1-5)

Tuhan memberkati…

Bro, yang anda maksud khotbh pastor tu dari Gereja Katholik? Anda Katholik ya? Saya baru tau ada pastor yang mengajarkan begitu bro… :slight_smile:

Bukan gereja Katolik, melainkan gereja Protestan yang sekarang menjadi lebih Karismatik…

Anda berarti mendengar khotbah sang pendeta dari awal sampai akhir? Ada ayat referensi dari beliau yang membenarkan teori dia? Kita tidak ingin menuduh Gereja dan Gembala dengan cara yang salah bro. Apakah egoisme sudah menjangkiti level pendeta?

Salam… :slight_smile:

Pendeta gereja tersebut pernah mengundang seorang pastor dari Indonesia. Pastor itu mulai menceritakan cerita seorang yang mula-mula miskin, hidup dengan menjual herba yang tumbuh dalam kebun di mana dia tinggal, kepada orang tetangganya. Kemudian diceritakan bagaimana orang itu menjadi sangat kaya dan terkenal dalam penghasilan dan penjualan bumbunya yang pedas itu, yang digunakan untuk merempahi daging. Pada akhir khotbah, pastor berkata kepada jemaatnya: “Tidak perlu khawatir dan membantu orang miskin, karena Tuhan akan membantu orang miskin dalam pekerjaannya pada waktu yang tepat”.

“Apakah egoisme sudah menjangkiti level pendeta?”

Sebenarnya pertanyaan yang harus dipertanyakan adalah: “Apakah egoisme sudah menjangkiti level jemaat”, karena rupanya egoisme mulai di level pendeta, karena dalam jemaat, masih ada orang yang baik hati yang suka membantu sesamanya, tetapi sekarang mereka disuruh untuk berhenti…

Salam… :slight_smile:

Dan mungkin dapat ditambahkan: ego, ambisi, nafsu (seksual), dan dendam (apakah ketiga yang lain dapat dikatakan sebagai turunan dari ego, atau berdiri sendiri?). Banyak kejahatan (kalau tidak dapat dikatakan semua), berakar dari keempat hal ini.

Ego membuat manusia mementingkan diri (misalnya, melarikan gaji karyawan). Ambisi membuat manusia saling sikut dan menghalalkan segala cara (misalnya karena ingin mendapatkan jabatan tertentu). Nafsu (seksual) membuat manusia memiliki hasrat dan melakukan hal-hal yang menyimpang. Dendam membuat penderitaan berkepanjangan (misalnya perang Israel-Palestina). Ini hanya beberapa contoh saja.

Gak juga,
karena tdk egois nya Hawa, shg Adam juga berdosa :smiley:

Tidak makan sendiri ya bro, hehehe. Selingan yang bagus.

Tetapi apa yang Adam dan Hawa lakukan dapat dikatakan sebagai buah dari ego dan ambisi.

Betul bro, buktiny si adam tidak mau disalahkan sendiri, begitupun si hawa, akhirnya ular deh yang tidak bisa menyalahkan siapa-siapa… :smiley:

Hehehe. Setuju bro.

Jadi sejelek-jeleknya Setan, ternyata masih ada juga hal positif dalam dirinya: tidak melempar kesalahan.

(Oh ya, btw, bro Rennati percaya tidak oknum dibalik ular itu adalah Setan?)

Saya yakin Iblis di baliknya tetapi kita juga tau setan tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena Ular adalah yang tercerdik dari semua makhluk di darat saat itu, dan yang jadi pertanyaan, apa iya ular punya kaki saat itu?

Salam… :smiley:

Ok bro, thanks. Jadi kita sepaham bahwa Setan punya andil disitu. Sebagai selingan saja.

Kita manusia sering kali cara pandang/nilai-nilai kita, dipengaruhi oleh lingkungan. Kita melihat tetangga memiliki rumah atau perabot baru, kita ingin memilikinya. Kita melihat teman memiliki mobil bagus, kita ingin memilikinya juga, dsb. Betapa kuatnya lingkungan mempengaruhi kita. Padahal jika direnungkan, kualitas kehidupan/diri kita tidak ditentukan oleh apa (materi) yang kita miliki. Seperti kata pepatah, nilai suatu buku tidak ditentukan oleh sampulnya. Orang kaya yang mementingkan diri, tidak lebih baik dari orang miskin yang suka menolong.

Tetapi itulah kita manusia, sekalipun kita tahu kebenarannya, kita masih lebih peduli kepada apa yang orang katakan terhadap diri kita. Kita masih lebih memedulikan padangan manusia. Padahal, selama kita berada di jalur yang benar, tidak semua pandangan orang terhadap diri kita perlu kita tanggapi. Kebahagiaan kita tidak ditentukan oleh penilaian orang lain, justru seringkali karena ingin mengikuti penilaian orang lain, kita menjadi tidak bahagia.

Apakah ini juga karena ego? Bisa saja.

Musuh TUHAN paling utama adalah ego… karena dari awalnya sampai akhirnya… egolah yang menjauhkan TUHAN dari ciptaanNYA… ego is very old and powerfull… TUHAN tidak akan bisa kita rasakan dalam hati kita jika ego itu masih berkuasa… itulah mengapa selalu ada ungkapan bahwa musuh utama manusia adalah diri sendiri… dan itulah juga yang menyebabkan karya2 TUHAN itu sangat sulit kita rasakan bahkan menjadikan kita menyalahkan TUHAN dan menanyakan keberadaan TUHAN… ego itu sangat rakus dan tak pernah bisa puas… untuk itu hati2lah… jangan pernah meremehkannya…

ada kata2 bijak :

"Ego tak mungkin memikirkan kebenaran, kemanusiaan dan kepentingan orang banyak, hati-hati dengan bisikan ego, kerap kali ia menipu dan melumpuhkan "

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Apakah termasuk saat kita berdiskusi dan kita merasa orang lain itu belum mendapat pencerahan dan hanya kita yang benar bro?

Saya bertemu dengan banyak orang seperti itu disini, termasuuk saya mungkin… :slight_smile:

kita semua selama masih hidup… bagi yang sudah menerima TUHAN… sedang melakukan peperangan terhadap ego sampai tujuan hidup itu tercapai… berbahagialah bagi yang sudah menempatkan TUHAN sebagai yang utama dalam hatinya … jalan untuk itu tidaklah mudah… penuh beban berat, penderitaan, yang tidak mudah karena dunia… kita disini termasuk saya masih dalam tahap itu… masih belajar untuk mengenal TUHAN lebih dalam, lebih dekat, dan melakukan kehendakNYA… agar sedikit demi sedikit… kita sama2 saling menguatkan dan akhirnya bisa menempatkan TUHAN sebagai yang utama dalam hati kita… Sejujurnya saya disini banyak belajar juga dari teman2… dan semakin mengerti mengapa TUHAN menunjuk saya untuk masuk FK ini…

Semoga bermanfaat …
TUHAN YESUS memberkati…

Betul, betul sekali saya sangat setuju.

Maka Yesus berkata: Sangkal dirimu, panggullah salib, dan ikutlah Aku.

Menyangkal diri : Tuhan Yesus minta agar kita melepaskan Ego kita.
Harga diri yang tinggi, tersinggung sedikit saya sudah marah-marah dan membalas berlipat ganda.
Harga diri yang tinggi biasanya dipunyai oleh orang-orang yang punya power, punya kedudukan, punya kekayaan, punya kepandaian.
Pada orang bawahpun juga ada, akan tetapi mereka tidak bisa banyak berbuat untuk beriaksi.

Dengan melepaskan Ego, biasanya orang akan menderita, karena tidak bisa memuaskan keinginannya, dan harus menerima kepahitan, berupa penghinaan atau tamparan, atau yang lain dimana kita merasa dirugikan.

Penderitaan ini yang harus kita jalani, salib ini yang harus kita panggul, dan tetap setia mengikuti Yesus.

Syalom.