Aku bertanya kepada Tuhan

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak kaya…
Lalu Dia menunjukan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak memiliki siapapun untuk berbagi.

Aku bertanya kepada tuhan, mengapa aku tidak cantik…
Lalu Dia menunjukan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.

Aku bertanya kepada tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua…
Lalu Dia menunjukan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.

Aku bertanya kepada tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar…
Lalu Dia menunjukan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja di usir dari rumahnya yang kecil sesak… dan terpaksa tinggal dijalanan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja…
Lalu Dia menunjukan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun. Karena tidak pernah memiliki kesempatan untuk belajar membaca.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal…
Lalu Dia menunjukan seorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar…
Lalu Dia menunjukan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.

Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku…
Dia lalu menunjukan AlkitabNya…Dia menunjukan Anaknya,
yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku…
Dan itu sudah cukup bagiku

sumber email

terimkasih banget …memberkati seklai

Aku Sangat Mengenalmu

Mazmur 139:1b-3
“… Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku
dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kaumaklumi.”

Anak-Ku yang Tercinta,

Kadang kala kamu merasa tidak ada orang yang mengerti dirimu - tak ada orang yang mengerti ketika kamu gembira dan tak ada yang peduli ketika kamu sedih. Kedua orang tuamu mungkin tampak terlalu sibuk. Guru-gurumu mempunyai permasalahan mereka sendiri. Bahkan kawan-kawanmu tidak tampak mengikuti hal yang sedang kamu rasakan.

Tetapi Aku mengetahuinya. Aku mengenalmu dengan baik sekali! Aku selalu mengenalmu. Aku mengerti segala hal tentang kamu - kegembiraan dan kesedihanmu. Semua pemikiran yang ingin kamu kemukakan, namun tidak dapat kamu kemukakan - Aku mendengarnya, karena aku dapat mendengar hatimu. Aku melihat, Aku mendengar, Aku peduli, Aku mengerti. Datanglah. Bicaralah kepada-Ku sekarang.

Bapa dan sahabatmu…

sumber jawaban

touching my heart
:afro:

iya terkadang banyak orang yang suka deketin orang kaya hanya untuk “kecipratan” aja, makanya banyak orang kaya merasa kesepian

tengs renungannya serendipity :wink:


http://img31.imageshack.us/img31/9885/sb10066537aa001.jpg

Seorang pria meninggal dan pergi ke Surga. Tentu saja, seorang malaikat bertemu dengannya di gerbang mutiara Surga. Malaikat tersebut lalu berkata kepada pria tersebut, “Begini cara kerjanya. Anda membutuhkan 100 poin untuk pergi ke Surga. Anda katakan kepada saya semua hal baik yang telah Anda lakukan, dan saya memberikan kepada Anda beberapa jumlah angka poin untuk setiap hal tersebut, tergantung seberapa baik itu. Ketika Anda mencapai poin ke-100, maka Anda bisa masuk.”

"Okay,’ ujar pria tersebut, “Saya menikah dengan wanita yang sama selama 50 tahun dan tidak pernah berselingkuh darinya, bahkan di dalam hati saya.”

“Itu indah sekali,” ujar sang malaikat, “itu bernilai tiga poin!”

“Tiga poin?” ujarnya. “Baiklah, saya hadir di setiap ibadah gereja sepanjang hidup saya dan mendukung pelayanannya dengan perpuluhan saya dan juga pelayanan.”

“Luar biasa!” ujar si malaikat lagi, “itu tentu saja bernilai satu poin.”

“Satu poin? Ya ampun. Bagaimana dengan ini: Saya memulai sebuah dapur umum di kota saya dan bekerja di penampungan bagi para veteran yang tidak memiliki rumah.”

Gerbang Mutiara Surga"Luar biasa, itu sangat bagus untuk nilai dua poin," ujarnya.

“DUA POIN!!!” sang pria menangis, “Pada tingkat ini satu-satunya cara saya bisa ke Surga adalah oleh karena kasih karunia Tuhan saja!”

“Benar sekali, mari masuk…!”

sumber : jawaban.com