Aku tahu Tuhan benci perceraian, tapi..

Syalom,
Saya minta pendapat dari member FK yang sudah berkeluarga saja.
Begini masalah saya…Saya dan istri saya dulu memang termasuk Kristen KTP. Dalam KTP beragama Kristen tapi jarang menjalankan Firman Tuhan. Waktu itu hidup kami mapan. Sampai suatu saat karena saya memang sudah padam roh saya, saya berencana meninggalkan Yesus dan memeluk agama lain. Saat itu saya memang jadi tidak memperhatikan kehidupan keagamaan anak istri saya. Mau terus Kristen silahkan mau yang lain silahkan. Saat saya sudah bulat tekad mau pindah agama saya dijamah Tuhan yesus untuk kembali jadi anakNya. Saya langsung balik badan dan bertobat kembali kepada Tuhan Yesus tapi saya sampai hampir satu tahun sakit jasmani dan rohani dalam peperangan ini. Bahkan kehidupan saya yang mapan mulai bertumbangan… rumah,harta…hilang tinggal utang sana sini untuk melanjutkan hidup.
Dalam proses pergumulan saya ini saya praktis tidak bekerja karena penyakit rohani saya yang berimbas pada jasmani saya, istilahnya psikosomatis. Saya sudah habis banyak untuk cari kesembuhan penyakit saya sampai terakhir saya ikut doa pelepasan dan ada perubahan sedikit demi sedikit.

Tapi sayang seribu sayang… saat saya sudah merasa sehat dan mulai bekerja lagi bagai tersambar geledek
saya dapat kabar istri saya berzinah…bagai ditempeli muka saya dengan kotoran karena malu bukan kepalang kabar ini menjalar ke kampung, gereja, saudara tahu perisriwa ini.
Istri saya waktu itu menangis histeris ketakutan dan bilang akan meninggalkan saya saat didamaikan polisi,RT, tetangga karena ada yang mengkasuskan masalah perzinahannya. Dan menurut dia istri saya banyak hutang dan banyak berzinah dengan beberapa pria.
Hati saya waktu itu benar2 hancur karena 15 tahun usia pernikahan kami. Sebenarnya anak saya yang SMP sudah curiga tapi karena saya percaya istri saya saya hanya bilang "sudahlah nak, ibu kerja cari uang sementara bapak belum bisa kerja…kita doakan saja supaya ibu diberi keselamatan di tempat kerja dan dalam perjalanannya pulang ke rumah.
Kalau saja saya belum bertobat kembali pada Tuhan Yesus pastilah para pria yang mencemari istri saya sudah saya ninja satu persatu dan istri saya akan saya usir dari rumah.
Tapi…puji Tuhan saya bisa mengendalikan emosi saya… saya hibur istri saya saat histeris mau kabur untuk tetap tinggal bersama saya dan sama2 menata masa depan bersama lagi.
Masalahnya kawan2…saya tidak bisa mempercayai lagi istri saya 100%. Hanya 80% saja dan yang 20 % saya sisakan untuk persiapan kalau kejadian ini terulang dan siap2 berpisah. Soalnya hari2 berikutnya sikapnya seolah tidak pernah memikirkan tindakannya dulu dan terhadap saya juga biasa saja bahkan kadang berani menegur / perintah untuk hal2 kecil dan dalam hal ini saya mengalah asal saya pikir masih wajar.
Sudah pula saya ultimatum untuk tetap kabur dari rumah atau ikut saya dan menata hidup lagi. Sampai saat saya menulis ini istri saya masih bersama saya, meski tidur di kamar berbeda.
Bagaimana saran kawan2, (1) saya tetap mempertahankan istri saya dan melunasi hutang2nya sewaktu dia hura2 berzinah dulu…atau (2) wait and see tindakan istri saya selanjutnya bagaimana dan siap berpisah walau tidak saya ceraikan…atau (3) suatu saat saya harus menceraikan istri saya karena alasan perzinahannya dan daripada saya hidup dalam kecurigaan terus…
Saya berencana membawa istri saya doa pelepasan, tapi bapak rohani saya masih seminggu lagi datang ke kota saya dan sementara itu saya ingin masukan kawan2 member FK khusus yang sudah berkeluarga…

Satu lagi, Benarkah orang yang baru bertobat ujian hidupnya semakin besar? karena ini yang saya rasakan sekarang.

Bro Ayub…

Saya mencoba untuk menyumbang saran… saya memahami bagaimana posisi anda skrg… Mendapatkan kenyataan istri anda berselingkuh di saat Anda baru bertobat & ekonomi keluarga mulai pulih …

Anda dihadapkan pada keputusan apakah menceraikan dia atau tidak… Mari kita lihat sudut pandang Tuhan dalam masalah Anda …

Apakah Tuhan menghendaki perceraian…?? Anda sudah tahu jawabannya … Tuhan tidak menghendaki perceraian… Tuhan menghendaki pertobatan istri Anda… Dia adalah Bapa yang menantikan anakNya yang terhilang kembali … Anda yang harus membawa Dia kepada Bapa…
Bayangkan kalo anda menceraikan dia… Sama saja Anda memasukkan dia ke sumur berapi … siapa yang akan membimbing dia, siapa yang akan mendoakan dia, siapa yang akan menyelamatkan dia ?? Dia bisa terhilang selama-lamanya… dia istri anda, teman hidup selama 15 thn, ibu dari anak-anak Anda …

Anda harus sanggup mengampuni dia… mengampuni semuanya … Kesanggupan ini bisa berasal dari anda sendiri atau dari Tuhan… Tuhan tidak akan menunda-nunda membantu anda mengampuni dia … Mintalah kekuatan dari Tuhan, mintalah hati yang lapang …

Ajak istri anda bicara empat mata …katakan bahwa anda tidak mau menceraikan dia, katakan bahwa anda mengampuni dia karena Tuhan Yesus sudah mengampuni & menerima anda… Katakan bahwa anda akan melupakan setiap kesalahan dia & tidak akan mengungkit-ungkit lagi… Ajak istri anda untuk memanggil Tuhan Yesus agar dia diselamatkan… Lakukan ini karena untuk seterusnya anda yang akan menjadi imam dalam keluarga…

Lakukan ini biar Iblis tidak memperoleh keuntungan dalam masalah ini… memang terasa berat, tetapi sebagai anak Tuhan anda tentu tahu kemana beban itu dibawa dan diserahkan… Kalo anda sudah melakukan ini, pasti masalah hutang istri Anda akan diselesaikan oleh Tuhan… Dia akan buka jalan … percayalah…

GBU

Terima kasih sumbang sarannya. Saya memang sejak semula berniat mengajak menata hidup lagi, melupakan yang sudah dia perbuat dan mewajibkan dia tidak mengulangi perbuatannya. Kalau perlu akan saya ajak pindah alamat dan cari gereja untuk bertobat / mohon ampun bersama2. Saya memang kasihan kalau sampai berpisah ( dia masih kepikiran kabur) istri saya semakin tersesat jauh dari Tuhan. Saat ini semua kontak HPnya saya hapus dan simcardnya saya buang biar nggak hubungan lagi. Tapi saat saya kerja kata anak saya dia nelpon seseorang. Jadi untuk saat ini memang kepercayaan saya belum pulih.

Saya mau konseling masalah saya ke salah satu pelayanan di kota saya. Di tempat pelayanan ini perceraian sama sekali tidak diperbolehkan. semoga saya mendapat solusi yang terbaik.

Syalom.

Saya turut bersedih dalam postingan anda diatas, lumayan beratlah yang bapak jalani. Namun seharusnya dari awal si om memang HARUS MENJADI BATU KARANG YANG TEGUH. batu karang yang teguh tidak akan terpengaruh akan terjangan ombak2 laut. Namun karena dari awal juga anda sudah tidak teguh dan tidak memiliki sikap, sehingga sekarang Bapak ini, tinggal mengumpulkan, membersihkan sisa sisa puing rumah iman dan hidup bapak.

Saya sebenarnya takut terhadap Bapak akan semakin parah dalam hidupnya, sebab yang berkontribusi bukan hanya bapak ini saja, melainkan telah ikut juga anak dan Istri. Anda adalah Imam dalam keluarga Bapak. Jika Bapak ini menunjukkan aura yang lemah, letih dan tidak tau harus mengambil keputusan apa, hal itu sangat berdampak bagi keluarga bapak ini. Saat ini, tidak ada pilihan Bapak ini, selain terlihat kuat, walau sebenarnya didalam begitu Rapuh, minta Bantuan Kristuslah untuk memberi anda kekuatan.

Jika bapak Ini terlihat sebagai orang yang tangguh, maka anak istri akan menempatkan harapan nya pada bahu bapak, jikapun bapak terlihat kuat, namun bapak harus kuat, hanya itu jalan untuk menyelamatkan keluarga bapak. Kalau yang jahat yang telah terjadi, baiknya bapak, mulai saat ini memaafkannya DENGAN SETULUS HATI, dan berbicara dengan istri, bahwa BAPAK TELAH MEMAAFKANNYA, agar Istri percaya kepada Bapak, dan anda juga percaya dengan Istri, karena bila tidak begitu, akan semakin parah nantinya.

Daripada semakin parah, lebih baik cerai saja, namun, tentunya Bapak juga tidak menginginkan hal itu bukan? Kalau tidak menginginkan hal itu, baiknya sperti yang saya katakan: Ajak istri bapak berbicara, dan dalam bimbingan Tuhan (yaitu diperlukan kejujuran), bahwa Bapak HARUS MEMAAFKANNYA, DAN TIDAK AKAN MENGINGATNYA KEMBALI. Dengan jalan ini istri akan percaya kpada bapak dan bapak inipun percaya kepada istri.

Saya percaya, setiap masalah keuangan pasti ada jalannya. Dan Bapak harus percaya bahwa bapak ini bisa menanggulanginya. Walau memang rada susah sebenarnya, namun jangan tunjukkan bahwa bapak seolah tidak sanggup dihadapan mereka. Namun tunjukkanlah Bahwa bapak ini sebagai Imam yang kuat dan tangguh bagi mereka, Kristus memampukan bapak.

Memang benar, saya saat itu kristen KTP dan hampir mualaf dan saya sangat bersyukur sekali diingatkan Tuhan Yesus untuk kembali menjadi anakNya.Terimakasih saran anda. Poin yang saya pegang saya harus kuat sbg imam keluarga. Sudah 2 malam ini anak istri saya mau saya ajak doa bersama walaupun doa sebelum tidur saja. Tapi bagi saya yang baru bertobat ini sangat berarti sekali karena saya masih dalam pertumbuhan iman.
Saya sangat ingin mendengar nasehat dari tempat saya konseling nanti, mengingat mereka mengharamkan perceraian: bagaimana terhadap kasus saya yang berat ini.

Syalom semua.
GBU.

Masalah Mualaf jika saya menjelaskan tentu akan semakin bertimbun dalam fikiran bapak ini. Sebab kadang masalah yang terjadi didepan mata yang lebih besar menghimpit. Bagus, pabila nantinya bapak akan ikut konseling. Mungkin akan membuat bapak akan lebih constan dan lebih awas untuk memperbaiki masalah yang terjadi.

Sperti nakhoda bapak, jika bapak yang menjadi pemimpin diatas kapal, saat ombak besar sedang menghantam Kapal yang bapak pimpin, semua khru2 tidak punya pilihan lain selain melihat sikap mental nakhodanya, Pabila masih diajak berjuang, mereka juga akan ikut berjuang, sebab ada harapan sinar mata, aura di nakhodanya, namun bila nakhodanya aja udah down, mereka akan berpikir saling menyelamatkan diri masing2, dan itu sangat menyedihkan.

saya percaya Tuhan memampukan bapak dapat menyelesaikan masalah bapak dan keluarga yang lumayan berat. Bahwa bapak akan menggantungkan harapan bapak pada Kristus saja.

salam.

Pak Ayub,

Saya ikut senang Bapak tidak mau menceraikan istri … Jangan lupa bicara empat mata dengan istri seperti yang disarankan saya dan sdr Tamaz di atas … mengenai masalah keuangan, saya merekomendasikan buku yang sangat bagus dari Gary Keesee yaitu “Yesus Membukakan Rahasia Keuangan” … Saya sdh setahun mengikuti prinsip2 keuangan dalam buku ini… Prinsipnya bekerja & berkatnya luar biasa… Di toko buku & penerbit saya lihat stock nya sdh habis … best seller rupanya… Kalo Bapak berminat, silahkan YM alamat lengkap Bapak… Nanti saya kirim via pos, gratis buat Bapak … kebetulan saya punya stock lebih …

GBU

saya senang kamu malah mau membantu dalam hal yang lebih materil… (maksudnya lebih nyata bantuannya walau dalam pemberian buku)
i think i like it bro… :afro: ;D

iya kalo bro mau sm buku ini silahkan PM alamat lengkapnya … pasti saya kirim koq… gratis … stock sy 6 buku

he he, saya sih mau, tapi gak ah, malu atuh bro, minta kepada yang belum kenal muka, iya saya minta didoain aja sm si bro tetap sehat aja, he he, salam. :char14:

di dunia ini ada yg cuma-cuma qta terima… qta sebut anugrah… krn mengalami prinsip yg diajarkan bekerja, maka sy pesen buku ini 20 biji langsung ke penerbit… untuk sy berikan ke teman & kerabat… masih tersisa 6

Thank’s bro Johanw tawaran bukunya. Nanti kalau bro OL saya bisa YM. fasilitas PM saya nggak ada.
Ada satu lagi permintaan saran saya dari anda berdua:
Saya selama pernikahan belum pernah menangani secara fisik maupun mengeluarkan makian kepada istri saya walau latar belakang saya dunia kekerasan. Ini salah satu alasan istri saya mengatakan saya nggak berani macam2 sama dia ( saya dengar dari wanita yang melabrak istri saya ).
Apalagi sekarang saya posisi bertobat jelas2 kedua hal diatas lebih saya hindari. Ada saran bagaimana ketegasan saya terutama terhadap sifatnya yg saat ini : belum sepenuhnya mau kembali ke saya (ada kepikiran kabur ) jadi sedikit sentilan omongan saya yg nggak hati2 bisa fatal. Posisi saya saat ini baru sekedar
menenangkan hatinya dan bersabar serta berdoa thd perilakunya di rumah.
Syalom.

Wah saya baca diskusi ini ikut senang karena bro bertobat pada Kristus. Semua cobaan boleh terjadi dalam dunia ini tapi tangan Tuhan berjanji menyertai kita semua. Jangan tinggalkan Dia dan ajaranNya pasti kita selamat. Selamat rumah tangga kita sehingga akhirnya boleh menjadi kesaksian bagi keluarga2 lain.

Istri sudah mau diajak doa malam, lain kali diajak baca alkitab bersama pasti ada damai dalam keluarga.

Thank’s bro Jackson, mohon dukungan doanya agar saya tegar tidak melenceng dari niat semula.

Pegangan saya : 1.Istri saya bagaimanapun juga adalah ibu dari anak2 saya, dan saya memaklumi (bukan membenarkan)tindakannya yang katanya waktu itu berangkat kerja sementara saya menderita sakit di rumah walau berujung kekhilafannya.
2. Tuhan Yesus mengampuni seorang pezinah : (11) Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Maka saya bertekad meneladani Tuhan Yesus apalagi yang berzinah adalah istri saya sendiri. Dan secara tidak langsung pastilah saya turut bersalah kenapa istri saya sampai berzinah (mungkin terlalu percaya sama istri saya?)

Saya memang belum terbiasa dan akan membiasakan doa seluruh keluarga setiap hari. Selama ini saya diajari bapak rohani saya untuk doa “gerilya” kalau belum biasa mengajak keluarga berdoa bersama.

Syalom.

[quote author=Ayub _2013 link=topic=51093.msg959725#msg959725 date=1386725806]
Thank’s bro Jackson, mohon dukungan doanya agar saya tegar tidak melenceng dari niat semula.

Pegangan saya : 1.Istri saya bagaimanapun juga adalah ibu dari anak2 saya, dan saya memaklumi (bukan membenarkan)tindakannya yang katanya waktu itu berangkat kerja sementara saya menderita sakit di rumah walau berujung kekhilafannya.
2. Tuhan Yesus mengampuni seorang pezinah : (11) Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Maka saya bertekad meneladani Tuhan Yesus apalagi yang berzinah adalah istri saya sendiri. Dan secara tidak langsung pastilah saya turut bersalah kenapa istri saya sampai berzinah (mungkin terlalu percaya sama istri saya?)

Saya memang belum terbiasa dan akan membiasakan doa seluruh keluarga setiap hari. Selama ini saya diajari bapak rohani saya untuk doa “gerilya” kalau belum biasa mengajak keluarga berdoa bersama.

Syalom.

Saya dukung dalam doa supaya bro ayub diberi kekuatan dalam percobaan yang berat ini dan saya sudah lihat titik terang dimana bro ayub mau mengampuni istri tercinta. Hanya Tuhan yang mampu memberi tekat semacam itu amin

Jadi pada dasarnya si Bapak ini orang nya keras? Nah yang ini yang “missing link_nya”, Bapak… saya punya Kalimat (entahlah), jika manusia bisa membunuh karena sisi kerasnya, Bapak percaya tidak bahwa Tuhan bisa saja menghajar ribuan manusia (massal) hanya dalam hitungan detik?. Kalau bapak dan saya sama sama setuju, kita lanjut. Yang sulit itu yaitu membuat manusia baik kembali tanpa harus Murka. Hingga Tuhan kita harus melakukan cara yang dasyat dengan menjelma (inkarnasi) sebagai manusia, dan anehnya sangat sulit dan sangat serba sulit jalan yang terjadi. Hingga perlu diludahi, dipermalukan, hingga perlu jual, hingga perlu dicari2 cara agar bisa dijebak, hingga akhirnya didapat cara agar Ia mati dengan cara yang menyedihkan? dengan tujuan Tuhan : “agar manusia itu kembali baik” sama sperti Ia (Bapa), pertama2 menciptakan semuanya , dimana semua Ia melihat semua itu baik, hingga datang yang jahat.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa istri bisa dikategorikan sebagai penyumbang kesealahan terbesar, apalagi dalam sudut pandang bapak sebgai laki2. Namun apa dikata sudah Bapak? Semua telah terjadi. Tinggal pilihan dari Bapak, apakah bapak mau mengumpulkan puing2 itu dan menyatukan kembali agar bisa kembali baik seperti semula?

Jika bapak tidak pernah kasar terhadap Istri, baiknya Bapak tetap seperti itu, walau kelihatan nya bapak sedang ingin MURKA BESAR.
Mzm 37:8
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Betul sekali, itu akan membuat permasalahan yang baru lagi, yang menambah kuantitas permasalahan yang sebelumnya.

Masalah istri ingin kabur lagi atau tidak, Bapak pasrahkan saja kepada Tuhan, Namun bila Bapak juga tetap terlihat sabar, dan menerima apapun yang terjadi selama ini dan mengajak hati untuk tidak MEMPERSALAHKAN KEJADIAN ITU. Mudah2an istri bisa melihat kegigihan bapak, dan mungkin mulai membangun kepercayaan yang lebih besar lagi kepada Bapak.

Betul sekali, bahwa lebih baik 2 ekor burung ditangan ketimbang 100 ekor burung dilangit, atau lebih baik kita memperbaiki cara kita melihat dunia ketimbang frustasi melihat apa yang dunia telah lakukan?

Jika boleh berkata, pabilapun: “dengan atau tidak bersama istri, bahwa bapak akan tetap seorang yang baik, dan telah memperbaiki hidupnya”. Walaupun ujung2nya, Bapak hanya sendirian yang akan memperbaiki itu semua, tanpa peran istri, bapak harus menunjukkan kepada semua, bahwa bapak sedang memperbaikinya. Mudah2an istri bisa sadar dan ingin kembali ke kehidupan yang dulu, karena dia melihat “lapang dada” yang didalam diri bapak.

salam

trimakasih bro, :afro:

saya juga senang bro, saya juga cukup salut dengan apa yang bapak ayub ini alami… saya juga berdoa agar Bapak Ayub mendapatkan titik cerah dalam dirinya.
salam.

amin