Aku yang pendiam dan sukar begaul??

Hello temen2… :azn:
Mau nanya nih ada ngak mereka2 yg seperti tajuk di atas bersikap demikian…hihi… Saya adalah di antranya…Ada yg bilang saya ini sombong karna x tau bersosial/komunikasi gitu. Tapi sebenarnya, jika org2 tersebut menegur saya saya akan senyum dan mulai berbicara. Tapi kenapa ya, idea2 utk berkomunikasi itu macam ngak ada…jadi komunikasi itu ngak lancar…help me!! apa perlu saya buat…saya mau seperti org lain yg bisa berkomunikasi dgn confident dsb… Ada ka saya ngak ada keyakinan? rasa rendah diri dsb? gi mana mau mengatasinya…?

“x” adalah tidak. :slight_smile:

Mulailah ambil langkah untuk memulai terlebih dahulu, dan jangan merasa malu atau dan lain sebagainya…
terkadang komunikasi di mulai itu dari kita terlebih dahulu atau orang lain, jadi tinggal dari diri anda sendiri menilainya, mau mulai dari anda atau orang lain
http://www.laymark.com/l/b/b06.gif
setidaknya bergaul itu sangat penting untuk menambah pengetahuan juga dalam bersahabat, berkomunikasi
http://www.laymark.com/l/b/b20.gif

menurutku, senyum itu adalah wujud komunikasi yang sederhana… dengan hanya sekedar memberikan senyuman kita yang tulus ke orang lain, itu berarti kita sudah berinisiatif mengajak orang tersebut berkomunikasi…so, berkomunikasi itu nggak susah kan??? give your smile… :slight_smile: :wink: :smiley:

Lidwina, kamu gak sendirian, banyak kok yang mengalami problem yang sama denganmu. Tipe-tipe yang pendiam, penyendiri, cenderung pemalu, communication skill (verbal) yang cukup parah, sulit akrab dengan orang baru tapi kalau sudah kenal lama bisa lebih terbuka dan bebas berbicara. Namun bagusnya orang-orang seperti ini biasanya adalah pekerja keras, bisa dipercaya, punya ambisi atau mimpi yang tinggi, dan cerdas, walaupun tampakanya seperti patung, yang dieeemm ajahhh.
Khusus mengenai komunkasi dengan orang lain, hal ini mungkin terjadi karena adanya sekat atau tembok besar yang kita bangun ketika berkomunikasi. Bisa jadi, terlampau ekstra hati-hati saat berkomunikasi karena takut menyinggung perasaan lawan bicara, atau merasa terancam dengan orang lain misal takut lawan bicara punya maksud yang tidak kita inginkan.
Dalam beberapa hal, memang sikap seperti ini memang perlu, tapi jangan sampai over dan menghambat diri kita. Contoh, memulai percakapan dengan orang baru di halte bus tentu beda dengan orang baru yang kita kenal di pertemuan keluarga. Nah, disitulah pandai-pandainya kita memperhatikan situasi sekitar. Khusus di Indonesa, terutama di daerah, mungkin kita tidak bisa bersikap “dingin” dengan orang lain, harus sedikit lebih warm, welcome, dsb.
Untuk bisa berubah menjadi fleksibel dalam berkomunikasi seperti orang lain mungkin tidak mudah, apalagi kalau kita sudah terbiasa dengan kondisi kita. Namun, tentunya tetap bisa dilatih.
Cara yang ampuh tentunya banyak-banyak bergaul dengan orang baru, jangan hanya dengan teman-teman yang itu aja. Melatih komunikasi sebanyak mungkin. Selain itu, dengan banyak bertemu orang lain, kamu bisa belajar cara-cara berinteraksi dengan orang lain. Silly memang kelihatanya, seperti anak kecil jadinya, tapi kalau kamu memang kurang kemampuan akan itu, tidak masalah. Maksudnya gini, kamu belajar kapan harus jabat tangan, bagaimana ekspresi muka, basa-basi, dsb.
Selain itu, sebisa mungkin jangan pasang tembok penghalang terlampau besar saat berkomunikasi, hal ini yang menyebabkan kamu menjadi ringkuh dan kikuk saat bicara, jatuhnya orang lain menganggap kamu Jaim (jaga image). Santai aja, tidak ada manusia yang sempurna termasuk dirimu, dan satu lagi kita tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain, sehalus mungkin kita bersikap dan berbicara kalau memang lawan bicara memang dasarnya mudah marah, ya dia akan gampang marah. Kebiasaan kamu memulai interaksi dengan senyuman itu sangat baik, asal jangan terlampau over, lihat-lihat kondisi tentunya, kalau lawan bicara menanggapi senyumanmu dengan sinis, tidak perlu dimasukkan ke hati.
Selain itu, berusaha menjadi diri sendiri, maksudnya gini, kadang kita sult berkomunkasi, karena kita ingin terlihat seperti orang lain, agar terlihat tidak aneh, padahal kita jadi aneh sendiri.
Dan yang tidak ketinggalan, rendah hati lah, bukan rendah diri. Berskap wajar dalam berbicara, punya rasa empati, dan tidak menganggap remeh lawan bicara.

semoga membantu.

Setuju!
http://www.laymark.com/l/o/07.gif

really need this! thankyou bro :angel:

:ashamed0002: Salam kenal buat Lidwina, aku member baru disini, baru masuk kemarin malem menjelang pagi hehehe, mudah2an kita bisa saling curhat ya, ;D Tadi sempat lihat profil kamu, itu foto kamu ya? CANTIK lho :afro: aku jadi bingung dech sama kamu, Tuhan udah memberikan wajah yang cantik dan tubuh yang lengkap buat kamu, kenapa harus minder and gak percaya diri??? Kalau aku jadi kamu pasti akan menghargai banget semua itu dan dengan kelebihan itu bisa aku gunakan buat berkarya untuk Tuhan , orang lain dan diri sendiri. hehehe. Jangan minder ya sayang, dalam bergaul yang penting harus jadi diri kamu sendiri, dengan begitu semuanya akan terjalin secara alami tampa dibuat2. Pasti banyak teman kamu yang suka sama kamu karena mereka tau sifat asli kamu tampa harus menebak2 kamu pakai topeng atau gak hehehe ;D Tenang aja yang mukanya pas2an aja kaya aku pede apalagi kamu, semangat ya nikmati hidup. GBU

rendah hati boleh, rendah diri jangan… masa anak Tuhan rendah diri… cuek… enjoy saja, jangan pedulikan tanggapan orang. terkadang kita terlalu mikirin: “waduh, klo nanti aku tanya A, garink bgt,dll” cuek saja… SKSD… (sok kenel sok deket) :slight_smile: :afro:

Aku juga sama kaya kamu ga suka basa-basi, langsung ke intinya saja. Walaupun dikatain aku sombong. Yang penting kasih senyum saja…

Ini namanya ada udang di balik bakwan… ;D ;D

wah sama nih ^^

saya juga gitu… saya jarang bersosialisasi dan org2 qra saya sombong, padahal gk kok kalo ada yg mo minta tolong pada saya pasti saya bantu sebisa mungkin…

minta solusinya all :slight_smile:

coba sering2 senyum ke orang2… sapa “hi”
hi aja… atau hoy…
soalnya dulu saya gitu hehehhe

Hmm, tapi mau ga mau harus sosialisasi untuk memberitakan Injil. Maka dari itu kalo ada gerombolan gabung aja…

senyum yaa… :slight_smile:

kasi senyum pepsodent deeh #eehmaap :char11:

Shalomm… Saia juga pendiem en sukar bergaul koq… Butuh kerja keras buat bisa terbuka… Apalagi kalo bertemu ama org yang extrovert… Buat memulai pembicaraan juga susah. Itu permukaan luar saia… Aslinya mah gk terlalu pendiem koq… Soal gk suka bergaul. itu karena cuma lbh berhati2 dalam memilih pergaulan. ^^
Kalo menurut saia, jgn dipaksakan untuk berubah. Di lingkungan saia bekerja, saia butuh setahun untuk keluar dari balik meja kerja. Bukan berarti saia cuek dengan lingkungan. Tapi saia butuh waktu untuk beradaptasi. Sekarang saia menikmati lingkungan yang ada disekeliling saia. Namun, ada pun lingkungan dimana saia gk bisa beradaptasi. Cth kalo lingkungan main nge-geng gitu… Duh, jujur malas banget. Mo masuk kayak nah sulit. Jd, lbh baik saia mencari lingkungan dimana saia merasa nyaman dan saia mampu untuk membuka diri. Orang introvert itu kudu tau kapan harus membuka diri dan kapan menghindar… Jgn teruz2 menghindar… atau gk mau menyapa orang… ^^ Jika memang butuh kesendirian, menghindar dulu… diem dulu… tapi jangan keterusan… ^^ Nti kalo kelamaan orang lain juga akan sungkan buat menegur… GBU… ^^

Ada kalanya bergaul itu lebih baik, tidak bergaul juga baik dan tidak baik juga jika salah dalam bergaul, ambillah keputusan dengan baik, dan pilihlah yang baik memang terkadang tidak semuanya baik, tapi jika kita tinggal di dalam kebenaran kita akan mendapatkan yang terbaik :slight_smile:

gampang aje, ane kasih jawaban singkat: mulai bergaul dan bersosiaisasi jangan menutup diri dengan orang lain. semua itu kagak bisa berhasil ye kalo gak dari ente, jangan mau ditegur duluan, mulailah berani menegur duluan :afro:

syukur atas anugerah TUHAN,
sedikit bicara sedikit masalah,
banyak bicara banyak masalah,
ada kelebihan ada kekurangan,
semua manusia tidak sempurna,