Al-Sisi: Ini saatnya Israel hentikan konflik dengan Palestina

Wah saya gak pegang surat perjanjian mereka, bro. Tetapi kalau tidak menyalahi, tentunya AS gak sampai protes ke Israel, kan?

Justru itu

Setahu saya Amerika khawatir kalau pembangunan pemukiman yang terlalu dekat dengan perbatasan konflik maka akan memicu “kecemburuan sosial” dan pada akhirnya memicu perang

Sedangkan Israel merasa di tanah mereka ya mereka berhak bangun apapun

Ini setahu saya ya

Kalau memang ada perjanjian damai yang menyatakan tak boleh yang disetujui oleh Israel, beda ceritanya

Yang bold itu berdasarkan dugaan anda atau berdasarkan apa, bro?

Berdasarkan artikel yang pernah saya baca

Lupa kapan tuh ya

Bro Henhen dan brc akhirny menang dan mengambil ahli topik saudara TS, budz89.

Saya ucapkan turut berduka cita.atas meninggalnya pertanyaan anda, saudara budz89

Kalau dari berita, Israel malahan membangun pemukiman Yahudi di WILAYAH yang disengketakan.

12 Agustus 2013 | 02:52 wib
Israel Setujui Permukiman Baru Yahudi Jelang Perjanjian Damai

TEL AVIV, suaramerdeka.com - Israel mengundang kontraktor untuk membangun hampir 1.200 rumah baru di wilayah yang didudukinya dan diklaim Palestina, langkah kontroversial yang datang tiga hari sebelum rencana dimulainya kembali pembicaraan perdamaian Israel-Palestina.
Menteri Perumahan Israel Uri Ariel pada hari Minggu memberi persetujuan akhir untuk pembangunan itu, mengeluarkan tender bagi sekitar 800 rumah baru permukiman Yahudi di Yerusalem Timur dan 400 unit lainnya di Ariel, Beitar Illit, Efrat dan Maaleh Adumim di Tepi Barat.
Pejabat-pejabat Palestina mengecam pengumuman itu, menuduh Israel beritikad buruk menjelang pertemuan perdamaian antara perunding Israel dan Palestina yang direncanakan hari Rabu di Yerusalem. Palestina mengklaim Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai bagian Palestina merdeka dan mengatakan perluasan permukiman Israel akan lebih menyulitkan mereka mencapai perdamaian.
Pemerintahan Obama tidak bereaksi langsung terhadap tindakan Israel. Tetapi, pihaknya telah lama menolak menerima legitimasi kegiatan permukiman Israel dan menyerukan Israel maupun Palestina menghindari tindakan yang mempersulit perundingan.
Menteri Israel Ariel menolak kecaman itu, menyatakan “tidak ada negara di dunia mengikuti perintah dari negara lain tentang lokasi mana yang bisa dibangun.” Politisi ultranasionalis juga mengatakan Israel akan terus mengeluarkan tender perumahan di seluruh negara itu sebagai “hal yang benar” untuk dilakukan demi Zionisme dan ekonomi.
Israel menduduki Tepi Barat dalam Perang Timur Tengah tahun 1967, kemudian mencaplok Yerusalem Timur sebagai bagian dari apa yang disebutnya ibukota yang tak terpisahkan. Tetapi, status itu tidak diakui secara internasional.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah lama bersikeras, aktivitas permukiman Israel dibekukan sebelum dimulainya kembali pembicaraan perdamaian yang macet selama tiga tahun sampai pertemuan pendahuluan di Washington bulan lalu. Israel mengatakan menolak prasyarat untuk perundingan.

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/08/12/167932/Israel-Setujui-Permukiman-Baru-Yahudi-Jelang-Perjanjian-Damai

Apakah post anda ini perlu ditanggapi, atau sekedar OOT, sis?

Maksudki, kalian menguasai topiknya dan ts entah hilang kemana.
Dan kayanya kalian oot dari pertanyaan ts

Itu toh permasalahannya yang sy bold

Israel menganggap pembangunan rumah di wilayahnya sendiri ya sah2 aja, dan sebagai tanda bahwa wilayah tersebut dalam kekuasaannya

Palestina mengklaim wilayah tersebut adalah miliknya (biasanya sebelum perang dengan Israel, karena sehabis perang dimenangkan oleh Israel, tentunya wilayahnya tambah luas)

Ini yang ditentang Amerika, maksudnya pembangunan rumah di dekat wilayah konflik akan memicu konflik lagi

Selalu seperti itu polanya saya lihat, ya kenapa juga dari awal mau iseng cari perang dengan Israel? Begitu kalah wajarlah kalau daerahnya dicaplok dan dibangun, kalau ga mau perang ya terima aja itu pakta 2 negara kan jadinya batas wilayahnya masing2 jelas

Santay sis, yang kita omongkan masih sesuai topik koq

Oya? Di mana OOT nya sis?

Itu toh permasalahannya yang sy bold

Israel menganggap pembangunan rumah di wilayahnya sendiri ya sah2 aja, dan sebagai tanda bahwa wilayah tersebut dalam kekuasaannya

Palestina mengklaim wilayah tersebut adalah miliknya (biasanya sebelum perang dengan Israel, karena sehabis perang dimenangkan oleh Israel, tentunya wilayahnya tambah luas)

Ini yang ditentang Amerika, maksudnya pembangunan rumah di dekat wilayah konflik akan memicu konflik lagi

Selalu seperti itu polanya saya lihat, ya kenapa juga dari awal mau iseng cari perang dengan Israel? Begitu kalah wajarlah kalau daerahnya dicaplok dan dibangun, kalau ga mau perang ya terima aja itu pakta 2 negara kan jadinya batas wilayahnya masing2 jelas

Kalau cara berpikirnya seperti anda, bro, maka Indonesia saat ini masih Nederlands-Indie

Wilayah dicaplok ya harus direbut balik dong, bro…

Hahaha, Belanda datang dan menjajah, kita lawan mereka kalah dan pergi, jikalau kita ga menang lawan Belanda ya saat ini Indonesia masih Nederlands-Indie

Lha kalau Israel-Palestina? Kapan Palestina menangnya? Udah dikasih perjanjian damai baik2 malah gak mau dan dengan sombongnya ingin melenyapkan Israel

Lhah wilayah mereka (Palestina) dicaplok Israel koq, bro.
Sampai kapanpun mereka tetap memerangi Israel sampai Israel keluar dari tanah mereka, atau sampai Israel bisa menghapus Palestina dari muka bumi.

Itu yang dipercaya banyak orang, saya pikir tidak begitu, terlihat dari perang2 yang ada, Israel selama ini defensive, tak pernah offensive, kalau niat Israel adalah mencaplok Palestina, lah itu negara udah lenyap dari peta dunia.

See the difference here

Belanda keluar dari negaranya sendiri dan menjajah Indonesia, itulah baru namanya pencaplokan/penjajahan
Sedangkan Israel saat itu tak punya negara dan tak punya wilayah untuk bernaung, mereka mendeklarasikan kemerdekaannya di tempat dimana orang mereka paling banyak berkumpul, kebetulan itu di Palestina

Saat itu setelah perang dunia I dan II, peristiwa Holocaust, mereka tentunya berpencar, berlomba2 kabur dari Eropa dan berkumpul di timur tengah (saat itu masih dikuasai Inggris)

Serangkaian peristiwa terjadi dan setelah Inggris keluar dari timur tengah barulah mereka menyatakan kemerdekaannya karena saat itu ga mungkin kembali lagi ke negara mereka masing2 (peristiwa holocaust)

Lagipula apa yang didapatkan Israel sekarang itu bukannya tanpa darah, mereka berperang demi kemerdekaan mereka juga, sesaat setelah mereka menyatakan negaranya mereka diserang oleh tetangganya

bisa baca lengkap disini, panjang, tapi akan mengubah pikiran bahwa niat Israel dari awal adalah bukan untuk mencaplok Palestina, mereka semata hanya mencari daerah yang aman mereka tinggali, afterall they are the most wanted nation and the most slaughtered people in the world

Nope, coba bandingkan wilayah Israel, wilayah mereka semakin hari semakin luas.

Belanda keluar dari negaranya sendiri dan menjajah Indonesia, itulah baru namanya pencaplokan/penjajahan Sedangkan Israel saat itu tak punya negara dan tak punya wilayah untuk bernaung, mereka mendeklarasikan kemerdekaannya di tempat dimana orang mereka paling banyak berkumpul, kebetulan itu di Palestina

Lah, mau dari planet Mars sekalipun, kalau tiba tiba datang dan menduduki wilayah orang, itu namanya menjajah, bro.

Saat itu setelah perang dunia I dan II, peristiwa Holocaust, mereka tentunya berpencar, berlomba2 kabur dari Eropa dan berkumpul di timur tengah (saat itu masih dikuasai Inggris)

Serangkaian peristiwa terjadi dan setelah Inggris keluar dari timur tengah barulah mereka menyatakan kemerdekaannya karena saat itu ga mungkin kembali lagi ke negara mereka masing2 (peristiwa holocaust)

Nope, anda pernah dengar yang disebut gerakan kembali ke Zion (Zionist) ?

Lagipula apa yang didapatkan Israel sekarang itu bukannya tanpa darah, mereka berperang demi kemerdekaan mereka juga, sesaat setelah mereka menyatakan negaranya mereka diserang oleh tetangganya

Bagi orang Belanda, tentara Belanda yang tewas di Indonesia adalah pahlawan, bagi orang Indonesia, mereka adalah tentara penjajah yang tewas.

bisa baca lengkap disini, panjang, tapi akan mengubah pikiran bahwa niat Israel dari awal adalah bukan untuk mencaplok Palestina, mereka semata hanya mencari daerah yang aman mereka tinggali, afterall they are the most wanted nation and the most slaughtered people in the world

http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Israel

Sudah, bro, seperti juga pada seorang member sakit yang sekarang sudah hengkang dari FK, sudah saya jelaskan semua sejarah Israel-Palestina. Tidak bisa mengatakan dengan mudah perang abadi itu dan mengatakan siapa yang salah.

Tetapi, jika kita berani bicara dari sudut netral dan atas dasar kemanusiaan, maka pilihannya jelas, siapa yang melanggar hak asasi manusia, siapa yang menjadi sebab pertikaian itu.

Hahaha kalau dilihat dari sudut netral ujung2nya yang salah ya yang menyiksa Yahudi tersebut, kalau ga disiksa dan dibunuh mana mereka mau pergi dari negara tempat mereka udah nyaman tinggal sih

Yo wes bro, itulah pandangan saya kira2 sampai saat ini

Lhoh, anda kalau melihat persoalan itu gimana sih, bro?

Kalau ada seorang pembantu yang membunuh anak yang diasuhnya dengan sadis. Itu salah siapa?
Kalau kemudian si pembantu itu melakukan karena dendam pada majikan yang memarahinya, apakah jadi salah si majikan?

:mad0261: :mad0261: :cheesy:

Persoalannya dasarnya ini :

Anda melihat Israel datang ke Palestina dan menjajah Palestina
Saya melihat Israel datang ke Palestina karena terpaksa, dan karena ga bisa kembali lagi ke negara asalnya, mereka menempati suatu tempat disana dan berharap diakui oleh tetangganya secara damai (yang dimana ternyata tetangganya malah ingin melenyapkannya)

Percayalah kalau orang Yahudi ga disiksa di Eropa, itu negara Israel ga bakalan berdiri

Anda tidak sedang bermaksud mempersalahkan Martin Luther kan, bro?
Berhubung Martin Luther mengarang buku On the Jews and Their Lies ??

:mad0261:

Yang jelas, penyiksaan itu terjadi, dan puncaknya adalah holocaust

Saya lebih percaya itu adalah penggenapan dari

Matius 27
25. Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”

Soal buku itu menjadi salah satu pemicunya, bisa jadi juga