ALASAN MENGAPA PARA KATOLIKERS DILARANG MEMAHAMI ALKITAB

Para Katolikers, dilarang untuk mengerti makna/tafsiran dalam Alkitab. Itu sebabnya Solascriptura adalah hal yang salah bagi mereka. Karena hal ini terjadi secara tradisi turun temurun. Dan mungkin sebagian dari mereka enggan untuk mengerti kitab suci yaitu Alkitab. Karena itu sudah tradisi turun temurun dalam tanda kutip tradisi suci.

Karena memang sudah dari sananya, mereka tidak diperbolehkan. Kalau diperbolehkan, maka: MEREKA AKAN DIHUKUM MATI… ;D yaitu inkuisi…

Setelah penangkapan Pangeran Raymond,[b] Paus menyatakan bahwa kaum awam tidak diperbolehkan untuk membaca Kitab Suci[/b] dan selama sisa abad ke-13 berikutnya, kelompok Albigenses bersama dengan Waldenses dan kelompok reformed lainnya, merupakan target utama Inkuisisi di seluruh Eropa.

takut mereka (vicar christ) akan menemukan Martin luther yang lain, yang menantang kekuasaan Paus. Mereka kebakaran jenggut, maka dilarang lah kaum umum untuk membaca Kitab suci… :smiley:

jadi: KALAU ADA KATOLIKERS, YANG MENJELASKAN PENJELASANNYA DENGAN DIDUKUNG AYAT KITAB SUCI. IA TELAH MELANGGAR PERINTAH PAUS, DAN MELANGKAHI KEKUASAAN PAUS…
SEHARUSNYA MEREKA (SSO YG MEMBACA SCARA PRIBADI) TELAH DIHUKUM MATI…
:happy0062:

saya kasih link dulu yang ini, dikiranya gw ngarang2 lagi… ;D

Setelah penangkapan Pangeran Raymond,[b] Paus menyatakan bahwa kaum awam tidak diperbolehkan untuk membaca Kitab Suci[/b] dan selama sisa abad ke-13 berikutnya, kelompok Albigenses bersama dengan Waldenses dan kelompok reformed lainnya, merupakan target utama Inkuisisi di seluruh Eropa. http://www.sarapanpagi.org/inkuisisi-dalam-sejarah-gereja-vt1554.html

Apakah Om Sarpag menyimpulkan kristen katolik dilarang memahami Alkitab ?

Yang dilarang itu, menafsirkan alkitab seenak udelnya bro…

http://katolisitas.org/1469/konsili-valencia-orang-katolik-dilarang-membaca-alkitab

Ada tuduhan yang mengatakan bahwa ada satu waktu bahwa Gereja Katolik melarang umatnya untuk membaca Kitab Suci. Tuduhan yang sama dibuat oleh eorang Teolog Kristen Protestan yang bernama Loraine Boettner (sekitar thn 1928), yang mengatakan, “Alkitab dilarang untuk orang awam, yang dimasukkan dalam buku Indeks Buku-buku Terlarang oleh Konsili Valencia thn 1229″ (“Bible forbidden to laymen, placed on the Index of Forbidden Books by the Council of Valencia . . . [A.D.] 1229.“)
Namun sebenarnya Boettner mengutip sumber yang keliru. Sebab, indeks Buku-buku Terlarang itu baru dikeluarkan tahun 1559, sehingga Konsili yang diadakan jauh sebelumnya, tidak mungkin memasukkan daftar buku-buku tersebut.

Hal kedua yang cukup penting adalah, kelihatannya sangat tidak mungkin diadakan Konsili Gereja Katolik di Valencia, Spanyol pada tahun itu. Seandainya ada, semestinya terjadi sebelum tahun 1229, sebab pada tahun itu, orang-orang Islam menguasai kota itu. Sangat sukar dibayangkan, jika orang-orang Muslim pada saat itu, yang menentang orang-orang Kristen di Spanyol, dapat memberikan izin bagi para Uskup Katolik untuk mengadakan Konsili di salah satu kota mereka. Pasukan Kristen baru dapat membebaskan Valencia setelah 9 tahun kemudian. Maka, besar kemungkinan, Konsili Valencia sebenarnya tidak pernah ada.

Tetapi ada juga kemungkinan lain, yaitu yang dimaksud adalah Konsili di Toulouse, Perancis yang diadakan pada tahun 1229, sebab Konsili tersebut membahas tentang Kitab Suci. Konsili tersebut diadakan sebagai reaksi terhadap heresi Albigensian/ Catharist, yang percaya pada dua Tuhan (Tuhan yang Baik dan yang Jahat) dan bahwa perkawinan adalah jahat/ buruk, sebab melibatkan tubuh/ matter, karena tubuh dianggap buruk. Heresi ini menyimpulkan bahwa perzinahan bukan dosa, dan bahkan menganjurkan bunuh diri di antara anggota-anggotanya. Untuk menyebarluaskan paham ini, maka para Albigensian menyebarluaskan terjemahan Alkitab yang tidak akurat dalam bahasa setempat (menyerupai terjemahan Alkitab dari Saksi Yehova sekarang ini). Seandainya terjemahan itu akurat, tentu Gereja Katolik tidak berkeberatan. Sebab terjemahan dalam bahasa lokal memang sudah ada sejak lama. Tetapi apa yang dikeluarkan dari Albigensian ini adalah Alkitab yang sudah ‘salah terjemahan’. Maka para Uskup di Toulouse melarang para awam untuk membacanya, sebab isinya keliru. Ini adalah langkah untuk melindungi umat, sama seperti para pendeta Protestan sekarang ini juga yang melarang jemaatnya membaca Injil Saksi Yehova.

Selanjutnya, mari kita lihat sikap resmi yang dikatakan oleh Gereja Katolik. Demikian menurut Paus Klemens XI melalui Bull Unigenitus 1713, yang memuat 101 proposisi menanggapi ajaran sesat Quesnel. Silakan membaca di link ini tentang keseluruhan Bull tersebut -silakan klik Maksudnya adalah, agar pembacaan Alkitab oleh umat beriman harus dilakukan dengan tuntunan Gereja.

Jadi dari jawaban di atas, telah jelaslah sudah duduk masalahnya. Gereja Katolik tidak melarang umatnya membaca Alkitab, hanya memang pada suatu periode tertentu sekitar tahun 1229, memang terjadi kondisi khusus sehubungan dengan adanya penyelewengan teks Kitab Suci yang dilakukan oleh sebuah sekte sesat (Albigensian) pada saat itu. Maka larangan untuk membaca Alkitab pada saat itu merupakan tindakan gembala untuk menyelamatkan kawanan dombanya.
Mari kita melihat segala sesuatunya dengan kacamata yang objektif, melihat fakta sejarah, namun juga dengan kepercayaan penuh kepada apa yang diputuskan oleh para pemimpin Gereja. Jangan lupa, bahwa Roh Kudus yang telah diutus oleh Yesus untuk melindungi Gereja-Nya adalah Roh Kudus yang sama yang menuntun para pemimpin Gereja yang adalah penerus para Rasul.

bersambung

Kini melalui Konsili Vatikan ke II, Dei Verbum 25, kita mengetahui bahwa kita sebagai umat beriman dianjurkan untuk membaca Alkitab, terutama para imam dan pengajar iman seperti para katekis. Namun demikian, pembacaannya harus didahului dengan doa sehingga kita dapat mendengar Dia (Tuhan) sendiri lewat ayat-ayat ilahi yang kita baca. Demikian kutipannya, Dei Verbum 25:

“Begitu pula Konsili suci mendesak dengan sangat dan istimewa semua orang beriman, terutama para religius, supaya dengan sering kali membaca kitab-kitab ilahi memperoleh “pengertian yang mulia akan Yesus Kristus” (Flp3:8). “Sebab tidak mengenal Alkitab berarti tidak mengenal Kristu”. Maka hendaklah mereka dengan suka hati menghadapi nas yang suci sendiri, entah melalui liturgi suci yang sarat dengan sabda-sabda ilahi, entah melalui bacaan yang saleh, entah melalui lembaga-lembaga yang cocok untuk itu serta bantuan-bantuan lain, yang berkat persetujuan dan usaha para Gembala Gereja dewasa ini tersebar dimana-mana dengan amat baik. Namun hendaklah mereka ingat, bahwa doa harus menyertai pembacaan Kitab suci, supaya terwujudlah wawancara antara Allah dan manusia. Sebab “kita berbicara dengan-Nya bila berdoa; kita mendengarkan-Nya bila membaca amanat-amanat ilahi.”

ALASAN MENGAPA PARA KATOLIKERS DILARANG MEMAHAMI ALKITAB

Pada kenyataannya, Katolikers justru lebih paham isi Alkitab, bahkan berikut tulisan para Bapa Gereja, dan memahami isinya secara benar. Bukan HANYA LITERAL saja.

:smiley: :smiley: :smiley:

Lihat apa kata Firman !

1Kor.1:19.
Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”

Kalau ada 100 orang disuruh membaca Kitab Suci, mengenai salah satu ayat, misalnya ayat. (1Yoh.5:8) , Roh, dan air dan darah ketiganya adalah satu.
Lalu disuruh menafsirkan ayat tersebut, pasti akan menghasilkan beberapa penafsiran yang berbeda-beda.
Misalnya menghasilkan 5 penafsiran yang berbeda.

Pertanyaan: Apakah kelima penafsiran tsb benar, artinya sesuai dengan hikmat Allah ?
Jawabnya: TIDAK, sebab hikmat Allah hanya satu, jadi yang sudah pasti, ke-4 penafsiran adalah SALAH, hanya satu yang benar.
Ini baru satu ayat, bayangkan kalau ada 1000 ayat yang harus ditafsirkan, maka tidak heran kalau sekarang sudah ada 30 ribu denominasi gereja yang berbeda-beda.

Ini yang oleh gereja katolik ditakutkan, ternyata telah menjadi kenyataan.
Untung di katolik ada magisterium dan katekismus, sehingga setiap penafsiran sudah ada panduan yang sudah digariskan berdasarkan hasil konsili. Misalnya mengenai Trinity, adalah hasil konsili Necea th 325, yang dihadiri oleh 318 uskup, dan ini dikanonkan ditulis di magisterium.

buktikan kalau ada larangan memahami alkitab dalam ajaran katolik… !!

moderator, mohon ditertibkan kualitas yang seperti ini…

pada kenyataannya setiap bulan september adalah bulan kitabsuci… umat diwajibkan bermeditasi dan melakukan pendalaman KS. kalau masalah KS??? hehehehe…

Kesimpulannya tidak seperti itu.
Ada penjelasannya di sini:

Larangan membaca Alkitab memang ada, tapi hanya untuk sementara dan sudah lama sekali berlalu.

Salam

Jadi, masih layakkah thread ini dibiarkan terbuka dan menjadi liar, mod?

:happy0025:

hoo iya, saya mengerti ada periode masa berlakunya, tapi apapun itu, hal itu sempat dilakukan untuk menghindari Bidat seperti martin luther lahir lagi…

btw bukan cuma (Albigensian) yang dikategorikan sesat, protestan juga, itu mengapa kaum protestan juga di inkuisi…

salam…

Silakan tanya di topik baru. Topik ini tentang “Larangan memahami Alkitab”, bukan inkuisisi.

Tuhan Yesus memberkati