ALLAH dan Alkitab

Mungkin apa yang akan saya ajukan ini adalah masalah lama, tapi tetap saja belum terselesaikan.

Ada dua hal yang ingin saya tanyakan

SATU
Mengapa dalam agama Kristen menggunakan term “ALLAH’ , padahal dalam buku panduan umat Kristen tidak ada term tersebut.

DUA
Mengapa buku panduan umat Kristen di Indonesia dinamai Al Kitab.

Saya akan menanggapi pertanyaan pertama.
Term Allah dalam Alkitab merupakan terjemahan dari theos (PB). Untuk PL mungkin elohim. Sedangkan Tuhan diterjemahkan dari Kurios dan Adonai.
Sebenarnya penggunaan istilah “Allah” memang bisa memicu kesalahpahaman. Misalnya di Malaysia. Tapi intinya hanya masalah bahasa.

Salam.

soal malaysia, pemerintah telah menarik larangan penggunaan kata ‘allah’ bagi non muslim

MEDAN - Konsulat Jenderal Malaysia untuk kota Medan, Fauzi Omar menyatakan pembatalan larangan penggunaan kata "Allah" sebagai pengganti kata "Tuhan" bagi umat Kristiani di Malaysia merupakan hal yang wajar memicu polemik, mengingat kebijakan tersebut masih hal yang baru di negeri jiran tersebut.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=79070:konjen-malaysia-kata-qallahq-bagi-umat-kristiani-malaysia-masih-hal-yang-baru&catid=16:internasional&Itemid=29
  1. Penggunaan kata ‘allah’ bagi umat kristen di indonesia tidak lepas dr proses perkembangan bahasa indonesia yang dipengaruhi oleh ragam bahasa dan budaya dunia yng berinteraksi dg indonesia, termasuk bahasa arab.

kata ‘allah’ memang secar lsg berasal dari bahasa arab, namun dibila ditarik kebelakang lagi, kata ini sebenarnya berasal dari kata aram : alaha [dialect timur] dan aloho [dialect barat] yang merupakan parafrase dr bahasa ibarani : elohim

  1. al kitab, kata serapan yng sama yang pada akarnya berasal dari bahasa aram/ibrani

al - kata sandang
kitab - buku

kalau mengklaim bahwa kata ‘allah’ adalh hak mutlak umat muslim, maka dg klaim yang sama, kata2 : dosa, suci, dusta,sorga,neraka,suami,sunyi…, maka selain umat hindu/budha tidak boleh memakai kata2 itu karena itu kata2 ekslusive mereka [sansekerta]

salam

Term “Allah” bukanlah kosa kata, dalam bahasa Indonesia, tapi sebuah nama. Dan juga bukan nama umum digunakan dalam masyarakat Indonesia. Term “Allah” bukanlah terjemahan, juga hanya dipakai oleh umat muslim, di luar umat muslim, tidak ada yang menggunakan term Allah. Dalam kaidah penterjemahan, tidak lazim sebuah kosa kata dalam bahasa lain diterjemahkan ke dalam nama. Atau nama tidaklah lazim diterjemahkan.

Dalam kaidah penterjemahan, jika dalam bahasa asal tidak ada padanannya dalam bahasa terjemahan, maka bahasa asalnya yang digunakan. Jadi jika term “theos” tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia, seharusnya tidak terjemahkan menjadi “Allah”, tapi tetap menggunakan kata “theos”.

Jadi ini bukan masalah bahasa, tapi masalah kebingungan dalam menafsirkan theos/tuhan, atau apalah dalam bahasa asal ke bahasa terjemahan/Indonesia…

Lihat jawaban saya untuk @ Kahlil
Anda harus tahu, term “Allah” bukan kosa kata, tapi nama. Kalau term “Allah” adalah kosakata, maka ketika islam masuk ke Indonesia, maka akan diterjemahkan menjadi tuhan/mungkin bahkan dewa. Tapi tidak, tetap dipakai sebagaimana bahasa aslinya/asalnya, karena ia bukan kosa kata, dan tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Dan nama, dalam kaidah penterjemahan, tidak dapat berubah menjadi kosa kata.

Term Alkitab itu, hanya digunakan di Indonesia, kalau memang ia berasal dari bahasa ibrani/aram, kenapa tidak juga digunakan di eropa, philipina, atau amerika. Jawaban anda cukup aneh.

Oh ya, kelihatannya anda tidak bisa membedakan antara kosakata dengan nama.

Sebaiknya anda perdalam lagi pengetahuan bahasa anda.

fyi :

kata ‘allah’ sudah ada/dipakai jauh pada masa pra-islam dan berperan sbg kosa kata, bukan nama

salam

@Peninjau: kedua term Allah tsb memang homograf. Allah sebagai nama dilafalkan au-loh(tolong koreksi jika salah). Itu tidak dapat diterjemahkan. Sedangkan yang digunakan orang Kristen adalah Allah sebagai padanan kata dari theos, dilafalkan Al-lah. Nama sembahan orang Kristen sendiri bukanlah Allah yang tak bisa diterjemahkan tadi.
Salam

Dan “Allah” dalam bahasa arab sendiri artinya “Tuhan” atau “God”. Jadi bukan nama, melainkan sebutan.
Makanya orang arab Kristen juga menyebut Yesus dengan sebutan Allah.

Dulu gw kira umat Kristen juga menyembah Tuhannya orang Islam, ternyata beda,

Dulu gw kira umat Kristen juga menyembah Tuhannya orang Islam, hanya gara2 sebuah pena dan surat
Yeremia 8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

jd deh beda, kaya skrg :happy0025:

Salam Damai :angel:

@False-hope: nice joke. Kalau Anda tafsirkan seperti itu, terjadilah liar’s paradox.
Penjelasan ayat tsb sudah (LAMA) ada di http://sarapanpagi.org/taurat-diubah-yeremia-8-8-vt579.html

Salam

@ Moe, juga untuk @ Kahlil Gibson

Bisa jadi term “Allah” sudah dipakai sejak zaman Adam. Bahkan menurut saya pribadi, term “Allah” itu memang sudah ada sebelum tuhan menciptakan Manusia .

Tapi yang menjadi pertanyaannya, kenapa hanya umat Kristen di Indonesia dan Malaysia saja yang menggunakan kata “Allah”.
Seandainya Kristen masuk ke Indonesia melalui pedagang Arab, bisa jadi umat Kristen di Indonesia menggunakan term “Allah”. Tapi kenyataannya Kristen masuk ke Indonesia melalui “pedagang eropa”, dan umat Kristen eropa sendiri tidak pernah menggunakan term “Allah”.

Begitu pula dengan penamaan kitab suci umat Kristen di Indonesia.

@ Kahlil Gibson, juga untuk @ Moe

Jika anda katakana term “Allah” adalah padanan untuk theos adalah tidak tepat. Karena term “Allah” bukanlah kosakata dalam bahasa Indonesia. Jika term “Allah” adalah kosakata dalam bahasa Indonesia, maka umat budha ,hindu, konghucu dllpun akan menggunakan term “Allah”.

Jadi, jika kata theos itu memang tidak ada padanannya yang tepat dalam bahasa Indonesia, adalah sangat arif dan cerdas, jika para penterjemah kitab suci anda tersebut tetap mempertahankan kata “theos” dalam kitab terjemahannya.

Seperti Mangga dan Apel. Di Indonesia namanya mangga, sampai ke Inggris pun , namanya tetap mangga, meskipun ada sedikit perbedaan dalam pengucapannya. Demikan pula dengan “Apel”, di Inggris namanya “apel”, sampai ke Indonesia juga, namaya tetap “apel”, meskipun ada perbedaan dalam pengucapannya, tapi keduanya memiliki pengertian yang sama.
Berbeda jauh dengan “theos” yang dipadankan dengan “Allah”, baik dalam penulisan, pengucapan, maupun pengertian, keduanya sangat berbeda.
Jadi, mengartikan “theos” sebagai “Allah” adalah sebuah “kesalahan” yang sangat fatal/jelas dalam penterjemahan.

@Peninjau: konsep Hindu dan Budha memang tidak mengenal term Allah atau theos sebagai ilah mereka. Sedangkan konghucu adalah filsafat yang god-less.

Tentang sejak zaman Adam, tidak ada referensi tentang Allah 4JJI.
Salam

@peninjau

Seperti Mangga dan Apel. Di Indonesia namanya mangga, sampai ke Inggris pun , namanya tetap mangga, meskipun ada sedikit perbedaan dalam pengucapannya. Demikan pula dengan “Apel”, di Inggris namanya “apel”, sampai ke Indonesia juga, namaya tetap “apel”, meskipun ada perbedaan dalam pengucapannya, tapi keduanya memiliki pengertian yang sama. Berbeda jauh dengan “theos” yang dipadankan dengan “Allah”, baik dalam penulisan, pengucapan, maupun pengertian, keduanya sangat berbeda. Jadi, mengartikan “theos” sebagai “Allah” adalah sebuah “kesalahan” yang sangat fatal/jelas dalam penterjemahan.

menarik, ini jawaban saya :

elohim - aloho - alaha - allah

linguistik malay dan indo dipengaruhi linguistik semitis [ketimuran] scr kuat

sedangkan linguistik eropa/barat dipengaruhi oleh lingusitik barat [yunani dan latin], maka tidak mengenal ‘allah’, sebab barat [yunani/latin] tidak mengenal ‘allah’

silakan cek gereja2 timur [aram/syria/arab], maka anda akan mengerti bahwa selama ini orang hanya tahu gereja2 barat [yunani/latin]

salam

Keja 1:1 dalam bahasa aram dialect syria[barat]

0101 ܒܪܫܝܬ ܒܪܐ ܐܠܗܐ܂ ܝܬ ܫܡܝܐ ܘܝܬ ܐܪܥܐ܂

http://cal.huc.edu/cgi-bin/showsubtexts.cgi?keyword=62001&R1=USyriac

merah : Aloha

@ Reff,

Apa referensi anda, anda mengatakan bahwa “Dan “Allah” dalam bahasa arab sendiri artinya “Tuhan” atau “God”. Jadi bukan nama, melainkan sebutan.”

Dan silahkan anda postingkan/referensi, yang dalam kitab suci anda yang pake bahasa arab, bahwa term “Yesus” diganti dengan term “Allah”

Sekali lagi, tolong refferensi anda. Biar tidak Asbun.

@ Kahlil Gibson,

Hindu dan Budha, tidak menggunakan term “Allah”, karena “Allah” memang bukan kosakata yang bisa saling mengganti dengan kata “tuhan”.

Walaupun konghucu hanya filsafat, bisa saja setiap ada kata tuhan dalam kitab mereka, mereka ganti dengan term “Allah”, kalau term “Allah” itu memang kosakata.

Kalau anda katakan tidak ada referensi bahwa term “Allah” sudah ada sejak zaman Adam, Apakah anda bisa menunjukkan/membuktikan/mereferensikan tentang keberadaan Adam di dunia ini, tentang kapal Nuh, dll.

@ Moe

Jika anda katakan “ELOHIM - aloho - alaha – allah”
Pertanyaannya adalah, siapa yang menggunakan Elohim, aloho, alaha, allah. Apa benar term “Allah” berasal dari Elohim, atau malah bukan sebaliknya.

Secara pengucapan/pelafalan, bagaimana mungkin elohim sampai berubah menjadi aloho. Kalau cabai menjadi cabe, masih bisa diterima. Kalau eipel menjadi apel, juga masih dapat diterima. Tapi kalau dari elohim menjadi aloho, sangat jauh sekali.

Sekali lagi saya ulangi jawaban saya, kalau Kristen itu masuk ke Indonesia melalu pedagang arab, masih ada kemungkinan penggunaan term “Allah” dalam kitab suci anda. Tapi pada kenyataannya. Kristen masuk ke Indonesia melalui “pedagang Eropa”, yang di Eropa sendiri tidak dikenal term “Allah”. Dan term “Allah” itu bukanlah kosa kata dalam bahasa Indonesia.

@ Reff,

Apa referensi anda, anda mengatakan bahwa “Dan “Allah” dalam bahasa arab sendiri artinya “Tuhan” atau “God”. Jadi bukan nama, melainkan sebutan.”

Dan silahkan anda postingkan/referensi, yang dalam kitab suci anda yang pake bahasa arab, bahwa term “YESUS” diganti dengan term “Allah”

Sekali lagi, tolong refferensi anda. Biar tidak Asbun.


@peninjau:
Sabar mas :happy0025: si reff lg cari konsep ketuhanan benar salah satu nya disini boleh dibilang dia ada dlm posisi netral(atheis). makanya dia ga brani posting selain di board ini ;D

Wasalam :happy0025:

Kalau anda katakan tidak ada referensi bahwa term “Allah” sudah ada sejak zaman Adam, Apakah anda bisa menunjukkan/membuktikan/mereferensikan tentang keberadaan Adam di dunia ini, [b]tentang kapal Nuh[/b], dll.
kalo soal kapal nuh sepertinya memang telah ditemukan bukti2 keberadaannya..dan kapal itu ada di puncak gunung ararat..https://forumkristen.com/komunitas/profile_pictures//8565_1263816318.JPG
Dan silahkan anda postingkan/referensi, yang dalam kitab suci anda yang pake bahasa arab, bahwa term “YESUS” diganti dengan term “Allah”

Kitab suci?? Yesus diganti Allah?? Maksudnya??

Maaf sumber saya bukan AlKitab. Dan kata “Allah” dalam bahasa arab artinya “Tuhan” itu benar:

Gw sebagai Agnostic Theist enggak punya kitab suci :stuck_out_tongue:

kenapayakokorangoranglangsungberasumsikalogwadalahmuslim

si reff lg cari konsep ketuhanan benar salah satu nya disini boleh dibilang dia ada dlm posisi netral(atheis).

Astaga!
yanginimalahnganggepgwatheis!

makanya dia ga brani posting selain di board ini

Emangnya siapa yang berani kalo resikonya instant ban? -_-a

Btw, gw rasa link dari wikipedia cukup menjelaskan deh tentang kata “Allah”. Wiki kan punya sejumlah sources dan sudut pandang netral.

Astaga! yanginimalahnganggepgwatheis!

Quote
makanya dia ga brani posting selain di board ini

Emangnya siapa yang berani kalo resikonya instant ban? -_-a

Btw, gw rasa link dari wikipedia cukup menjelaskan deh tentang kata “Allah”. Wiki kan punya sejumlah sources dan sudut pandang netral.

Maaf reff saya kira situ ga Punya Tuhan? :ashamed0004:
Salam Damai

@ Yosan

Bagaimana anda akan membuktikan bahwa kapal yang ditemukan tersebut adalah benar kapalnya Nabi Nuh. Test DNA, pakai STNK, pakai BPKB ?

@ Reff,

Wikipedia ? Siapa saja bisa menyunting Wikipedia. Sudut pandang netral tidak bisa dijadikan ukuran kebenaran. Jadi Maaf, refferensi anda tidak valid. Jadi sekali lagi tolong refferensi anda.