Allah ('Elohim) BERBEDA dengan TUHAN (Yahweh)

Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang memberkan sedekahnya diketahui oleh orang lain? :slight_smile:
Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang berdoa di tikungan2 jalan yang bisa dilihat oleh orang lain? :slight_smile:
Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang memberitahukan dirinya kepada orang lain bahwa dirinya sedang berpuasa? :slight_smile:

Cara pandang dan cara berpikir anda itulah yang justru menjauhkan diri anda dari Kebenaran!!

Bapa tidak bisa melihat orang2 yang melakukan sesuatu yang bukan Kehendak-Nya karena “Mata-Nya terlalu suci untuk memandang dosa”; Jika dipaksakan, maka artinya Dia melanggar Keludusan-Nya sendiri.

Ya diliat dong. Apakah Tuhan kaya monster berdarah dingin yang tidak peduli anak-anak-Nya? Maksudnya “Mata-Mu terlalu suci untuk memandang dosa” itu “God won’t allow sins in His presence (tempat tinggal-Nya).”

Ketika si pendosa bertobat, apakah Tuhan tdk melihat? Apakah Tuhan secuek itu? Yesus juga ikut pesta lho…buktinya Dia dipanggil sama org Farisi “pemabuk dan pelahap”.

Cara pandang seperti itu menjauhkan saya dari Kebenaran? (Mustahil, karena Yesus itu kebenaran, saya bukan Yudas Iskariot atau Petrus yang menyangkal) Di Ibrani ditulis “semuanya tidak tersembunyi bagi Dia dan semuanya telanjang bagi Dia”. Yesus mengatakan “tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan” dlm arti "semuanya terlihat bagi Tuhan.

Saya menyimpang dari Kebenaran? (Impossible!) Asal tau aja, saya gak kaya Yudas Iskariot, gak juga kaya Petrus lama yang menyangkal.

Percuma mau komen segimana juga. Saya perhatiin dari pertama kali saya diskusi dgn vbn komentar vbn, jawaban awal dengan akhir KONTRADIKSI SEMUA.

Oh satu lagi…kenapa vbn quote cuma setengah aja yg saya? Kenapa gak semuanya biar tau gimana pendapat vbn? :slight_smile:

Jadi maksud “Maha melihat” TUHAN menurut pengertian anda itu bagaimana?
Apakah berlaku hanya bagi orang yang bertobat saja atau berlaku juga bagi orang yang masih berdosa? :rolleye0014:

Ehm, beginilah kwalitas orang yang keyakinan-nya hanya asumsi pribadi dan atau ikut apa kata orang.

Memfitnah dul? Kata siapa saya cuma asumsi pribadi? Buktinya SdT setuju sama saya kok, kasus yg “Mata-Mu…dst”

Maksud kata itu “Tuhan tidak akan membiarkan dosa masuk dalam hadirat-Nya” (surga, tempat tinggal Tuhan, tempat dimana Tuhan berbicara dgn nabi, dll)

Buktinya Yesus aja melihat Petrus saat dia mematahkan telinga Malkhus. Kalau Tuhan gak liat, mana bisa Dia tau??

Ehm…ini lah kwalitas orang yang keras kepala, mau menang sendiri, berlagak tau, sok tau kebenaran, sok benar, dan mengaku dirinya mengenal Tuhan padahal tidak.

Jadi maksud TUHAN “Maha melihat” menurut pengertian anda itu bagaimana?

Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang memberkan sedekahnya diketahui oleh orang lain? :slight_smile:
Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang berdoa di tikungan2 jalan yang bisa dilihat oleh orang lain? :slight_smile:
Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang memberitahukan dirinya kepada orang lain bahwa dirinya sedang berpuasa? :slight_smile:

Apakah hanya berlaku bagi orang yang bertobat saja atau berlaku juga bagi orang yang masih berdosa?

ATAU

Tuhanmu sekarang sudah tidak “Maha melihat” lagi? –kok pertanyaan saya itu gk dijawab?– ;D

Kok dobel post sih…

Pengertiam Tuhan Maha Melihat: segala sesuatu adalah nampak bagi Dia.

3 pertanyaan dijawab 1 ayat ini “Segala sesuatu adalah nampak bagi-Nya, dan segala sesuatu adalah telanjang bagi-Nya”.

Jadi memang Tuhan melihat, dan Dia tetep sabar menunggu, supaya dia bertobat.

Gunakan logika anda waktu menjawab… jangan dengan keyakinan anda. :char11:

Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang memberkan sedekahnya diketahui oleh orang lain? :slight_smile:
Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang berdoa di tikungan2 jalan yang bisa dilihat oleh orang lain? :slight_smile:
Apakah Bapa yang di sorga mau melihat orang yang memberitahukan dirinya kepada orang lain bahwa dirinya sedang berpuasa? :slight_smile:

Kalo menurut saya sih : [mungkin Ya - mungkin juga Tidak], vbn.
IMO, tidak semua / segalanya HARUS kita ketahui.

Jangan jadi bingung dengan perubahan kata Yahweh menjadi ELOHIM itu bro.oda...
IMO, sebenernya bisa dipilih kok sikonnya, yakni :

diketika di Mazmur 53 kosakata Yahweh diganti ke ELOHIM —> apa pov si penulis mengenai kosakata ELOHIM yang dia pake ini ?

A. kalo jawabnya : kosakata ELOHIM tsb = Yahweh di pov penulis.
maka terbuka kemungkinan bhw kosakata ELOHIM yg terdapat di Gen 1 itu juga = Yahweh di pov si penulis Gen 1.

B. kalo jawabnya : kosakata ELOHIM tsb BUKAN Yahweh di pov penulis.
maka terbuka kemungkinan bhw kosakata ELOHIM yg terdapat di Gen 1 itu memang BUKAN Yahweh di pov penulis Gen 1.

karena pada dasarnya kita sudah diberitahukan sebelumnya [i]--Mzm. pasal 14--[/i] bahwa ELOHIM yang dimaksud dalam Mazmur pasal 53 itu adalah Yahweh.
Nah dengan demikian point-A diatas.
Lagipula Dia (Yahweh) pernah dinyatakan sebagai Yahweh ELOHIM ketika Dia sedang menjadikan bumi dan langit. Hal tsb --bagi saya-- hanya menunjukan pengertian bahwa Yahweh itu Ha'ELOHIM.
Penulis Mazmur 53 sepertinya juga tidak menambah artikel "HA" pada kosakata "ELOHIM" yg dia gunakan, vbn ?
Berbeda dengan ELOHIM di Kej.1:1-26; dimana kita [i]--sebelumnya--[/i] tidak pernah tahu atau diberitahukan siapa sebenarnya ELOHIM yang menciptakan langit bumi itu.
Ya... namun tidak sertamerta artinya pengetahuan si penuli tidak tau sama sekali mengenai kosakata "Yahweh" kan vbn ?

Kosakata “Yahweh” itu kadang disematkan pada kisah2 pra Musa, vbn.
Contoh misal, Hawa berkata Yahweh.
Demikian juga Nuh - sementara Genesis 9:1 itu sendiri menggunakan kosakata “ELOHIM”.
Contoh laen, Melkisedek berkata Elyon - Abraham berkata Yahweh.
Dari kedua contoh diatas, kan sikon realitas nya Hawa/Nuh/Abraham tentu tidak tau-menahu nama Yahweh. So… disematkan :happy0062:

sementara itu…

Hal itulah [i]--yang menurut saya--[/i] kita harus hati-hati menyimaknya untuk memahaminya; jangan asal berasumsi atau [b]ikut percaya begitu saja apa kata orang[/b] seperti [b]Ayub [/b]yang akhirnya menyesal karena dipersalahkan oleh TUHAN.
Sementara itu, kisah Ayub masih kok didalam suatu pertanyaan [i]"kapan Ayub hidup ? praMusa ? ataukah diketika Musa ? ataukah paskaMusa ?"[/i], vbn.

:slight_smile:
salam.

SPAM!! Udah 3 kali.

Jawabannya: “Segala sesuatu adalah nampak bagi Tuhan dan segala sesuatu adalah telanjang bagi-Nya”

Bukan mau atau tidak, tapi Tuhan memang “harus” melihat mereka, krn kalau gak, pasti udh mati.

Misalnya ada anak mencuri ketahuan ortunya. Apakah ortunya akan membuang anaknya? Yg ada diperhatiin & diajar twrus supaya jadi baik. Org tua itu tdk merasa najis dgn anaknya itu. (Mata ortu itu terlalu suci untuk membiarkan kejahatan bersarang dalam keluarga mereka)

Sama kasusnya dgn Tuhan.

Antara Tau dan Melihat.

Apakah Cuplis mau/berkehendak/berkeinginan untuk melakukan aksi Melihat perbuatan Unyil dan Meylan yang lagi nge-sex di kamar 208 pabila Cuplis Tau bhw mereka lagi nge-sex di kamar 208 tsb ?

Itu diatas ilustrasi secara kronologis.

"problem"nya …
Allah itu kan selalu “melihat” (karena Dia selalu Tau) apa yang sedang terjadi di kamar 208 tsb.
Dengan kata lain “melihat” dan “tau” itu simultan, sehingga bisa jadi tidak ada perbedaan pengertiannya.

So, pertanyaannya :
apakah Allah melihat gaya apa saja yg di perform oleh unyil dan meylan di kamar 208 tsb ?

kalo dijawab :
Allah tidak melihat gaya2 mereka tsb

lanjut pertanyaannya :
ini karena Allah tidak tau ?
ataukah karena Allah tidak mau melihat ?


ato dibalik :
apakah Allah tau gaya apa saja yg di perform oleh unyil dan meylan di kamar 208 tsb ?

kalo dijawab :
Allah tidak tau gaya2 mereka tsb

lanjut pertanyaannya :
ini karena Allah tidak melihat ?
ataukah karena Allah tidak mau tau ?

saya puyeng sendiri :cheesy:
hahaha… ;D

Tuh, di atas bro oda sudah kasih jelas maksud pertanyaan saya… tinggal anda renungkan sendiri!! :char11:

Misal si A keluar dari kebaktian gereja, lalu pergi ke tempat paling gelap, tdk ada sinar sama sekali, lalu dia masturbasi, tanpa hp atau alat elektronik, hanya (ups, maaf) “dikocok” saja tanpa ketahuan siapapun. Tanpa cahaya dari apapun. Hanya kegelapan saja

Apakah Tuhan tau dia melakukan masturbasi, padahal menurut vbn Tuhan tdk sudi melihat yg gituan?

Memang kita tidak harus tahu semuanya, tapi berhubung saya tahu ya ta’ kasih tahu saja deh… :slight_smile:

Berarti --ada kemungkinan-- si penulis kurang menuliskan artikel Ha’-nya; sebab ada contoh kasus yang sama --namun menggunakan artikel Ha’

[i]2Sa. 24:10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN (Yah·weh): “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN (Yah·weh), jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”

1Taw. 21:8 Lalu berkatalah Daud kepada Allah (hā·’ĕ·lō·hîm): “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”[/i]

Kenapa pada kisah2 Hawa/Nuh/Abraham nama Yahweh disematkan? sementara mereka semua tidak tahu menahu soal Nama Yahweh?

Ya, mereka memang tidak tahu menahu soal Nama Yahweh; namun demikian, kisah2 mereka –disinyalir– ditulis oleh Musa yang sudah tahu pasti Nama Yahweh. Makanya dalam kisah2 mereka tersemat Nama Yahweh.

Kalo saya menyimpulkan; ayub hidup pada masa pra-Musa; Namun kisah Ayub ditulis pada masa paskaMusa, sehingga ia tidak mengetahui soal Nama TUHAN, namun ia melakukan Kebenaran-Nya.

TUHAN itu tahu tanpa harus melihatnya @teddyttd!? “Mata-Nya terlalu suci untuk memandang dosa”

Artinya, tidak ada itu yang namanya TUHAN “Maha melihat”; yang ada, TUHAN Mahatahu; sebab sayapun tahu banyak tentang segala sesuatu tanpa saya harus melihatnya –sesuatu itu– terlebih dulu.

Nah… itu. Maklumlah vbn, berhubung idup di dunia ini kan kalo ada dua orang ato lebih - maka baru bisa di percaya.

So, saya berpendapat lalu memberi tau dimana saya bilang saya tau bhw pendapat saya benar —> sementara ga ada satu orang lagi yg idem kayak saya dgn kata lain saya tetep sendirian —> maka ga ada orang yang percaya. Paling saya cuma bisa bilang “terserah deh kalian ga percaya, tapi Tuhan tau bhw saya berkata benar”

[b]Berarti --ada kemungkinan-- si penulis kurang menuliskan artikel Ha[/b]'-nya; sebab ada contoh kasus yang sama --namun menggunakan artikel Ha'
Yap :happy0062:... so... jadinya seri, yakni : [i]ada kemungkinan penulis Gen 1 kurang menuliskan artikel [Ha]-nya[/i].
Ya, mereka memang tidak tahu menahu soal Nama Yahweh; namun demikian, kisah2 mereka [i]--disinyalir--[/i] ditulis oleh Musa yang sudah tahu pasti Nama Yahweh.
Ya itu dah... ada kemungkinan Musa ungu pada Gen 1 dan Gen 9.

:slight_smile:
salam.

Kalo saya sih mikirnya gak seperti itu bro… saya kan cuma ngasih tahu apa yang saya tahu. Soal percaya ato gak ya ga jadi urusan. :smiley:

Kalo melihat kredibilitas Musa di-hadapan TUHAN yang mana TUHAN sendiri menyatakan pembelaan-Nya kepadanya seperti ini:

Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.
Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?

Maka kemungkinan Musa lupa menuliskan artikel Ha’ pada kata ELOHIM di Kej.1 dan Kej. 9 kelihatannya hampir tidak mungkin. jadi kemungkinan besarnya –menurut saya– adalah bahwa ELOHIM di Kej. 1 dan di Kej. 9 itu memang bukan TUHAN, tapi mirip-mirip seperti TUHAN dan mau menjadi Tuhan… siapakah itu? :slight_smile:

Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemuliaannya.
Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”

Ya… kalo vbn menaruh tinjauan mengenai person Musa lebih kredibel dgn person penulis Mazmur 53 tentunya otomatis di pov vbn probabilitas error yg dilakukan Musa lebih kecil drpd si penulis Mazmur 53.

namun tetepppp…

jadi [b]kemungkinan besar[/b]nya [i]--menurut saya--[/i] adalah bahwa ELOHIM di Kej. 1 dan di Kej. 9 itu memang bukan TUHAN,
namun ya tetep aja, sekecil apapun probabilitasnya - posibilitasnya ada kaaaan... :happy0062: :wink: :happy0025:
tapi mirip-mirip seperti TUHAN dan mau menjadi Tuhan... [b]siapakah itu?[/b] :)
Yahweh :char11:

versi vbn :
(16) Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah ELOHIM kepada Nuh; lalu TUHAN Yahweh menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh

Dari ayat diatas,
Allah (ELOHIM) di ayat atas sebagai yang memerintah, nongol di ayat sebelonnya sebagai Yahweh yang memerintah :

(1) Lalu berfirmanlah TUHAN Yahweh kepada Nuh: //cut----
(2) Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;

So kalo menurut vbn Musa probabilitasnya kecil melakukan kesalahan menulis yang mana Yahweh yang mana ELOHIM —> jelas Musa kelupaan/kurang menaruh artikel “Ha” pada Gen 7, kan vbn ? Dengan demikian Gen 1 probabilitasnya tinggi bhw Musa kurang menaruh artikel "Ha"nya.

:slight_smile:
salam.

Tetep saja Musa tidak kurang bro… karena TUHAN (Yahweh) dengan Allah (ELOHIM) dalam Kej.7 tersebut memang berbeda; sehingga Musa tidak menuliskan artikel Ha’ di depan kata ELOHIM.

PERBEDAANNYA:

TUHAN memerintahkan tujuh pasang binatang yang tidak haram dan satu pasang binatang yang haram; sedangkan ELOHIM memerintahkan sepasang untuk masing-masing binatang yang tidak haram maupun yang haram.

TUHAN (Yahweh)
7:1 Lalu berfirmanlah TUHAN (Yahweh) kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.
7:2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;
7:3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.

Allah (Elohim)
7:8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi,
7:9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah (ELOHIM) kepada Nuh.

Dengan demikian maka, kemungkinan Musa kurang menaruh artikel Ha’ pada kata ELOHIM di Kej.1 menjadi tidak mungkin. :wink:

Nah, kalo gitu dewa Yahweh emang di banned di Mazmur 53 :happy0062:
Sementara Raja Daud juga menyatakan bahwa ELOHIM-lah yang menyertai angkatan yang benar BUKAN dewa Yahweh.

Juga Nuh ternyata bukan termasuk orang beriman kepada Yahweh, karena Nuh lebih menurut apa yang diperintahkan ELOHIM. Kecian deh Yahweh :char11:

Nuh tidak pernah tau dewa Yahweh, namun penulis kisah Nuh menyematkan dewa Yahweh di kisah Nuh dimana Yahweh mengambil kesempatan dengan berpikir seolah olah diriNya adalah ELOHIM :
berfirmanlah Yahweh dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

Padahal justru ELOHIM-lah yang berkata kepada Nuh :
(15) maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

Emang itu dewa Yahweh adalah dewa kejahatan, vbn.
Benak hatiNya me-mirip2kan apa yang di Firmankan oleh ELOHIM.
ELOHIM bilang memusnahkan - eh hati si Yahweh bilang membinasakan.

Dan Yahweh emang dewa-kecil yang mendapat porsi Israel.
Terlihat dari tulisan si penulis dimana dewa Yahweh disematkan ke Shem, ELOHIM disematkan ke Yafet.
Semua nama Yahweh yang muncul disematkan oleh penulis pada kisah2 pra-Musa sesuka-sukanya si penulis.

Dan jangan lupa, Pentateuch itu di KLAIM bhw SEMUA isi-nya ditulis oleh Musa.
Padahal nggak juga itu SEMUA isi-nya ditulis oleh Musa.
Tinggal dipilih :
a. pabila semua isi-nya ditulis oleh Musa - maka harus diakui Musa ada melakukan error didalam tulisannya.
b. pabila tidak semua isi-nya ditulis oleh Musa - maka probabilitas Musa melakukan error didalam tulisannya kecil NAMUN posibilitasnya tetep ada.

IMO, orang gak perlu ampe secara intelektual mengenai tertulisnya ELOHIM dan tertulisnya Yahweh. Mereka akan otomatis meninggikan nama dewaNya sbg dewa pencipta/penjadi langit dan bumi. So, sekalipun yang tertulis adalah ELOHIM di Gen 1 … dan karena ini adalah Yahudi yg berdewa Yahweh maka otomatis di pov mereka kosakata “ELOHIM” disitu ngerujuk Yahweh.

Belon lagi ada Enki, Allah, Annunaki, Brahma, Yesus … yang masing2 di pov penyembahnya sbg dewa pencipta/penjadi langit dan bumi.

So semisal ada tulisan, “makhluk ini mencipta/menjadikan langit dan bumi” secara terjemahan indonesia-nya.
Kalo Yudaisme ya otomatis ngerujuknya ke dewa Yahweh ketika membaca ungu tertulis dalam bhs mrk.
Kalo Hindu ya otomatis ngerujuknya ke dewa Brahma ketika membaca ungu tertulis dalam bhs mrk
Kalo Kristen ya otomatis ngerujuknya ke Yesus ketika membaca ungu tertulis dalam bhs mrk
Kalo Islam ya otomatis ngerujuknya ke Allah ketika membaca ungu tertulis dalam bhs mrk

Kalo menurut saya sih, nggak ada yang ampe perlu di"signifikan"kan perbedaannya antara menciptakan VS menjadikan, vbn. :happy0062:

:slight_smile:
salam.

Jadi bener kan bro.oda, bahwa Elohim dengan Yahweh itu berbeda!? :happy0062:

Menyalahkan tulisan Musa –saya pikir– bro.oda tidak punya alasan kuat karena bro.oda bukan Musa yang oleh TUHAN dikenal sebagai hamba-Nya yang setia.

Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"

Gak begitu juga deh bro.oda…

Orang-orang Yahudi sekalipun menguduskan Nama Yahweh dalam ucapannya, namun sesungguhnya hatinya memuja Elohim sang pencipta. Buktinya TUHAN marah kepada mereka dan mengatakan:

Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.”

Dan oleh sebab itu mereka –sampai hari ini– tidak bisa membedakan mana TUHAN mana Elohim.
Mereka tetap menyangka bahwa Elohim pencipta langit bumi adalah Yahweh. :happy0062: