Allah-Ku dan Allahmu

iya tetep saja ayat2 di atas menunjukkan 2 entitas berbeda. yang tidak bisa digabungkan atau tidak mungkin bergabung menjadi satu entitas.
kalo makna nya TUhan menunjukkan kuasanya MELALUI entitas lain. nah baru itu masuk akal.

• Ibr 1:8, [b]selain menyebut Anak sebagai Allah, juga mengatakan bahwa Ia mempunyai takhta yang kekal, dan masih disusul lagi oleh Ibr 1:10-12 yang menyatakan Anak sebagai Tuhan, dan sebagai Pencipta, yang kekal dan yang tidak pernah berubah.[/b]

Ibr 1:8-12 - “(8) Tetapi tentang (kepada) Anak Ia berkata: ‘TakhtaMu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanMu adalah tongkat kebenaran. (9) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, AllahMu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutuMu.’ (10) Dan: ‘Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu. (11) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; (12) seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berkesudahan.’”.


nah jadi keingetan … satu lagi kesalahan-kesalahan non yahudi adalah terhadap KATA GANTI. dalam tradisi bahasa IBRANI dan ARAB tidak dikenal HURUF BESAR atau HURUF KECIL dalam kata ganti orang ketiga tunggal. ini sering membuat pembaca tersesat. contoh di atas “Ïa”

• Wah 1:8, [b]selain menyebut Yesus sebagai ‘Tuhan Allah’, juga menyebutNya dengan sebutan ‘Yang Mahakuasa’ dan ‘Alfa dan Omeg[/b]a’.

Wah 1:8 - “‘Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’”.


nah itu juga ada salah tafsir lagi. itukan bukan kata kata anak. itu Firman Allah.
coba liat terjemahan lainnya di sini http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=66&v=8

jiah liat jawaban modal ngeyel doang
katanya udah baca alkitab dari a - z
cape dech…

entitas mana yang menciptakan segala sesuatu selain Allah???

memang huruf besar dipakai dalam bahasa Indonesia karena kita mengetahui siapa yang dimaksud
saat kita membahas Alllah Bapa, apakah tidak layak ditulis dengan huruf besar
jangan asal cuap tanpa mau membaca ayatnya dengan benar

katanya sudah baca alkitab dari a - z
memangnya gak tau siapa yang dimaksud Firman Allah sudah menjadi manusia

katanya sudah baca alkitab dari a - z memangnya gak tau siapa yang dimaksud Firman Allah sudah menjadi manusia
di sini saya sedang berargumen menggunakan bible sendiri bahwa kalian SALAH TAFSIR. Tafsir yg berbuah konsep trinitas yang digadang-gadang merupakan sesuatu yang ALKITABIAH menurut SAYA adalah SALAH. ini bukan NGEYEL. masa setiap sesuatu yang membantah argumen kamu disebut ngeyel ????? dari awal sudah ditanyakan apakah ENTITAS TUHAN dan MANUSIA bisa bersatu ??? layaknya PANAS dan DINGIN apa bisa bersatu ??? yang setara dengan pertanyaan apakah TAHU dan TIDAK TAHU bisa bersatu ??? yang NGEYEL maksain semua itu BISA jadi SATU ENTITAS justru kamu .. dan itu TIDAK ALKITABIAH

untuk mengerti ayat berikut nih saya tambahin …

Wah 1:8 - “‘Aku adalah Alfa dan Omega, (itulah : by author) Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’”.

menurut ALKITAB TUHAN dan MANUSIA itu ga bisa SAMA … kalo ga bisa sama GA MUNGKIN JADI SATU ENTITAS.

Yesaya 29:16 Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”?

Dalam Teologia Kristen ada istilah “THEOFANI”, api yang dari semak itu “theofani” Allah. Demikian juka Malaikat TUHAN (MAL’AKH YHVH) adalah “theofani Allah.”

Dalam Perjanjian Lama, Allah datang kepada manusia melalui perwujudan (Theofani). Sebab manusia dalam keadaan keberdosaannya tidak dapat melihat Allah dalam hakekat-Nya yang Suci. Maka jika Dia hendak menyapa umat-Nya, Dia datang dengan perwujudan (Theofani).

Sebagai perbandingan Al-Qur’an pun mencatat penampakan TUHAN dalam perwujudan “kayu”: QS 28:30.
Nah itulah “Theofani” dalam pemahaman kami.

Ada banyak macam “Theofani” dicatat dalam Perjanjian Lama. Dan Theofani ini berlanjut dengan Allah yang Inkarnasi ke bumi (nuzul ke Bumi), menjadi Yesus Kristus (Kristofani). Allah yang menampakkan diri dalam wujud Kristus.

Maka kalau Allah ber-theofani sebagai MAL’AKH YHVH, bukan berarti kami menyembah malaikat. Kalau Allah ber-theofani menjadi “api di semak” seperti yang dilihat Musa, bukan berarti kami menyembah Api. Teman Muslim juga ga’ mau kan dibilang menyembah Kayu, walaupun Ia pernah menampakkan diri dalam perwujudan Kayu?

Demikian juga jikalau kami meninggikan Kristus, bukan berarti kami menyembah “manusia” (seperti banyak kecaman dari teman2 Muslim yang mempermasalahkan keimanan kami). Sebab, Dia adalah Allah yang inkarnasi, nuzul ke bumi dalam perwujudan. Itulah bedanya iman Anda dan iman kami, Allah kami menyapa umat dalam Yesus Kristus, Dia menawarkan keselamatan agar manusia terlepas dari penghukuman kekal akibat dosa yang terjadi semenjak Adam berbuat dosa di Taman Eden.

Amin.

tidak semua yang membantah dikatakan ngeyel mas
tapi yang ngeyel adalah yang membuat boneka jerami untuk orang lain
entitas Tuhan menyatu dengan entitas manusia??
Firman Allah inkarnasi menjadi manusia mas
itu yang kita ketahui
kok yang tidak mengerti alkitab seperti anda yang mengatakan sudah membaca alkitab dari a - z dan membaca dari posisi netral berani mengatakan tidak alkitabiah
kristen disini tidak ada yang bisa menyangkal Firman Allah telah menjadi manusia, karena itu jelas2 tertulis di alkitab
ooo, ternyata anda berbohong ya sudah membaca alkitab dari a - z
ochh ternyata
;D ;D ;D

Saya lebih percaya kitab suci saya dari pada kitab suci anda…

Yoh. 14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yoh. 10:30 Aku dan Bapa adalah satu."

Bagi Yesus, kesatuan-Nya dengan Bapa-Nya sangat jelas. artinya “Mengenal” menandakan adanya relasi yang sangat intim dan bersifat pribadi. Relasi ini sedemikian intimnya sehingga kedua pihak yang saling mengenal dapat dikatakan sejiwa (satu). Karena Yesus dan Allah saling mengenal secara sempurna maka Yesus menyatakan diri-Nya satu dengan Allah dalam arti:

Yang melihat Yesus berarti melihat Allah.

Inilah yang orang Kristen pahami…

dipaksakan dalam keluguan? ya ngga lah…yang benar itu, menerima apa yg dinyatakan oleh alkitab apa adanya, tanpa sok pintar. kan justru itu yg benar bukan?
kita ini tidak tahu Allah itu siapa…Allah memperkenalkan dirinya kepada manusia, kita membaca kesaksian mereka dalam alkitab. eehhhh…malah mau sok pintar menentukan Tuhan harus ini dan itu?

tentang kata malaikat, anda ini, karena seperti pengakuan anda, MALAS BACA KALAU BANYAK2…artinya…baca ngga cukup banyak…sehingga anda bisa kehilangan konteks dari pesan alkitab. Karena tidak semua malaikat disebut TUHAN. Hanya yang ditulis Malakh Hashem (YHWH) lah yang disebut TUHAN. Kalau kamu tidak percaya, selidiki sendiri. gunakan bible hub supaya mudah dlm penyelidikan. Konteks alkitab ketika menyebut Malakh Hashem (Maialaikat TUHAN) itu selalu orang yg melihatnya menyebutnya dengan TUHAN, melihat TUHAN, dan Malaikat TUHAN itu pun selalu berbicara sebagai TUHAN. Anda bandingkan saja dengan malaikat2 lain yg ditulis alkitab.

Saya kasih ilustrasi ya…kita ini hidup dimensi 3. Sedangkan Allah yg Maha Besar itu berada jauh diatas dimensi kita. Apa yg ada di dimensi yg lebih tinggi, kita mahluk yg lebih rendah tdk bisa menggambarkannya. Sama seperti misalnya ada dunia 2 dimensi, dunia dua dimensi tidak akan dapat melihat dan mengerti dunia 3 dimensi. Bila mahluk 3 dimensi ingin memberitahukan kepada mahluk dua dimensi tentang bentuk sebuah kubus…maka saat kubus itu ditempelkan ke dalam dunia dimensi itu…yg terlihat adalah satu sisi saja yaitu kotak. lalu org 2 dimensi bilang…wah itu mah kalau disini kotak namanya…lalu kita blg iya memang terlihat spt kotak, tp itu bukan sekedar kotak…kotak itu bagian dari kubus…lalu kita tempelkanlah setiap titik sudut, setiap pinggir kubus dan sisi kubus. kita beri warna yg berlain2an dgn maksud mereka mengerti…ujung2nya mereka akan tetep bilang…itu tadi 8 titik yang berbeda warna, 8 garis yg berbeda warna, dan 6 kotak yg berbeda warna. Lalu kita kasih tahu mereka bhw sesungguhnya apa yg mereka lihat itu adalah bagian2 dari satu benda yg sama. Nah…mahluk 2 dimensi punya pilihan, ngotot dengan pengetahuan mereka, atau percaya pd apa yg dikatakan mahluk yg berdimensi lbh tinggi.

Kalau anda membaca ilustrasi saya, justru Kekristenan adalah konsep ketuhanan yg paling logis bukan berasal dari manusia. Kalau manusia mana bisa mbayangin hal spt itu, kalau dari manusia mereka pasti cari2 konsep yg bisa mereka bayangkan. Hanya Trinitas saja, yang mengatakan bahwa Allah itu Esa, dalam 3 pribadi Bapa Anak dan ROH KUDUS. Apa kita trinitarian bisa menggambarkan dengan persis seperti apa bentuk Allah? tidak…tapi kita percaya apa yg dikatakan Allah. Kita tahu itu logis berdasarkan pengalaman kita sendiri saat membuat model dunia yg dimensinya lebih rendah dari kita.

tafsir itu datang dari siapa? sudah ditunjukin gitu lho…kita ini ngga ada yang nafsir2in…yg ada kita baca sesuai konteks. ngga perlu ditafsirin. baca saja…biarkan ayat yg membentuk gambarnya bagi saudara, bukan anda menginjeksikan bayangan anda kedalam ayat alkitab.

memang benar dik, Manusia dan Allah itu 2 entitas yg berbeda. Memang itu yg dipercaya oleh trinitarian. dari sini saya jadi tahu tuh…kamu pasti mikir trinitas itu bapa, manusia Yesus dan Rph Kudus. ya to? makanya ngotot kalau 2 entitas g bisa bersatu.
makanya pahami dulu bahwa Allah itu Bapa Firman (Anak) dan ROH KUDUS. dari dulu seperti ini. ngga berubah… kemudian Firman itu menjadi Manusia…Firman yang menjadi manusia itu namanya Yesus. Jadi Yesus itu UNION antara Allah (Firman yg adalah Allah) dan Manusia.
Kamu tahu operasi matematika union ngga? union dari 2 entiti tetap 2 entiti tapi dalam satu union. makanya Yesus disebut 100% Allah disebut juga 100%manusia. bukan 50-50.

seperti yg dijelaskan bung sarpag. dulu Allah menampakkan diri melalui berbagai cara. 2000th yang lalu Allah menjadikan dan menetapkan manusia Yesus sebagai satu2nya perwujudanNya Inkarnasi). tdk ada lagi perwujudan Allah yg lain selain Yesus. Nanti kalau kamu mati, Allah yg kau rindukan itu akan dilihat sbg sosok Yesus. Kamu mau menyembah Allah…mau tidak mau kamu bersujud dihadapan Yesus.

sbg muslim hrsnya kamu paham. tiap hari at least 5x sehari kamu sujud ngadep batu, kamu mau. batu dan bangunan yg km percaya dibangun ibrahim. ibrahim itu manusia walau itu nabi. artinya kamu sujud di depan sesuatu yg mrpkan buatan manusia. Lha ini kamu disuruh sujud didepan Yesus kok ngga mau…pdhal Allah sendiri yg menjadikan Yesus dan Allah sendiri yg memilih diam dan bersatu dalam Yesus. Allah itu ngga butuh tinggal di bangunan yg dibuat manusia, Allah mau tinggal ditempat yg dia bikin dengan tangannya sendiri. Buatan manusia ngga bagus… :smiley:

Ketidak pahaman anda ketika membaca alkitab dan salah pengertian ttg iman Kristen ttg Allah dan Ketuhanan Yesuslah yang membuat anda memutarbalikkan segala sesuatu. krn anda memikirkan apa yg anda pikirkan. bukan apa yg di-info-kan Allah melalui kitabnya. :slight_smile:

Yesus itu adalah Manusia 100% dan Allah 100 % sebagai Manusia Yesus tidak diciptakan, klo teori kamus bisa, namun teori yang diajarakan di Alkitab berbeda bahwa Yesus tidak dicptakan, tetapi Yesus itu adalah Pencipta segala sesuatu lihat.

Yoh.1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Anda dapat banding dengan Roma 9:5 Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

Apa anda paham?

Oh berarti Yesus yg menciptakan Adam? dan Bumi Serta Isinya?

Mohon pencerahan untukku tentang itu bang? Karena aku jarang membaca Al-Kitab, aku harap ada ayat yg menjelaskan Yesus yang menciptakan adam kalau memang sang pencipta, aku tahu Adam terdapat dalam Al-Kitab, tapi aku tidak pernah lihat kata-kata Al-Kitab tentang pembuatan Adam oleh Yesus

@Fariz Addo, Anda mengubah kutip, tuh.
Tertulis: “Allah-Ku dan Allahmu”;
Anda kutip: “Allahku dan Allahmu”
Anda mengganti K menjadi k.

Salam olahraga.

Ijin nimbrung.

@alexferdinan, menurut pemahaman Anda, Adam dan bumi serta isinya itu merupakan bagian dari “segala sesuatu”, kan?
Kalo “Ya”, lalu diterapkan kepada Yoh 1:3, maka Adam dan bumi serta isinya adalah juga diciptakan oleh Dia(Firman yang dimaksud Yoh 1:1);
Kalo “Tidak”, berarti Yoh 1:3 tidak benar. Menurut @alexferdinan, mungkinkah ayat Injil(yang Anda tulis sebagai Al-Kitab) tidak benar?

Salam olahraga.

Dalam bahasa ibrani memang tak mengenal huruf kapital @cinta. Penerjemahan k atau K sama saja.

Namun kurasa alasan si @fariz mengecilkan huruf k karena scara alam bawah sadar dia tidak menganggap Yesus sbagai Tuhan.

Ooo… begitu.

Tapi, yang ditulis oleh @Fariz Addo ini:

tidak menyinggung-nyinggung tentang Bahasa Ibrani atau bahasa apapun. Tulisannya memang berada menggunakan Bahasa Indonesia.
@Fariz Addo menyalin atau menulis atau mencatat atau apapun istilahnya seperti ter-quote itu, (Allah-Ku dan Allahmu), lalu menanyakan sebagai Allahku dan Allahmu.
Pada posku sebelum ini, hal itu yang kusoroti.

Salam olahraga.