Allah menentukan dosa (Pdt. Budi Asali)

Seperti biasanya…
Ms bruce ini mau mengklaim bahwa Allah maha tahu, sekaligus juga pada saat yang sama mengingkarinya. Sudah jadi tradisi.

GBU

Saya maksudkan dg Kej2:17, unt mereview bhw semua manusia tanpa kecuali mati rohani termasuk Abraham, saya perjelas dg Rm3:10-12 , mk logikanya sdh tdk ada manusia yg perlu diuji krn sudah mati semua, ttp kenapa disitu dikatakan Abraham lulus?, mk tentu kita akan menggali suatu keanehan ini, mulailah kita mempelajari dg seksama apa yg dikatakan Alkitab unt bisa mengungkap pertanyaan ini.
unt menyingkat cerita, rupanya Abraham adalah org yang menang menurut ukuran Allah ( Abraham lulus ditandai dg berubahnya namanya dr Abram ke Abraham , ini gambaran saja tdk semua dmkn) setelah kita tahu sampai tahap ini mk tdklah merupakan keanehan lagi kalau Abraham lulus.Gby

semoga Allah mengampuni kitidak tahuan kita Amin…aku sependapat bahwa Allah adalah sember kebaikan
(kita boleh menggunakan seluas2 akal dan pola pikir kita tapi perlu kita sadari kita adalah mahluknya dan kewajiban kita sebagai mahluk adalah tunduk dan patuh terhadap penciptanya)
mungkin kita menyakini bahwa setiap kejadian adalah atas ijinnya (lain dengan kehendak
) ilustrasinya jika kita MENGHENDAKI minum racun itu bkn kehendak Allah tapi kehendak kita, Allah hanya melihat seberapa kuatkah kenginan kita dan Allah hanya mengabulkan kenginan dari mahklukciptaanya. saudaraku…janganlah kalian memahami Allah hanya dengan AKAL walaupun dengan seluasluasnya AKAL.

Saya kurang sependapat kalau Abraham memutuskan taat pada Allah karena didampingi Roh, bro.
Manusia jatuh dalam dosa bukan berarti manusia tidak bisa memilih untuk taat.
Kita bisa saksikan sejak kejatuhan Adam hingga Jesus disalib, banyak manusia yang memilih untuk taat pada Allah.

Syalom

oke, setuju sampai disini. Sejak awal juga pandangan saya sudah demikian. Sehingga ketika Yudas akan berkhianat maka ALLAH sudah tahu itu. dan fakta bahwa Yudas berkhianat itu menunjukkan bahwa PERISTIWA KHIANATNYA YUDAS itu SUDAH DITETAPKAN ALLAH TERJADI SEJAK SEBELUM PERISTIWA ITU TERJADI (dilihat dari sisi waktu manusia) dan DILIHAT DARI SISI ALLAH PERISTIWA ITU DIIJINKAN TERJADI.

Jadi kita dapat katakan peristiwa khianat Yudas itu sbb. :

  1. Sudah ditetapkan ALLAH diluar waktu, dan
  2. Terwujud di dalam waktu.

Inilah yang dimaksud dengan ALLAH MENETAPKAN SEGALA SESUATU TERMASUK DOSA.

Tetapi dalam Teologi Reformed harus diingat bahwa ALLAH MENETAPKAN DOSA bukan berarti ALLAH yang menjadi sebab atau penganjur dosa dosa karena dosa itu suatu konteks PERLAWANAN KEPADA ALLAH sehingga dosa itu harus dilihat sebagai tanggungjawab si pendosa.


Kedua,

ALLAH benar MAHA TAHU, tetapi KEPUTUSAN ALLAH SUDAH TERJADI SEMPURNA SEBELUM PERISTIWA ITU TERJADI bukan atas dasar dari PENGETAHUAN AKAN PERISTIWA ITU tetapi atas dasar KEDAULATAN ALLAH SEMATA (ini pandangan Teologi Reformed).

hal inilah yang membedakan posisi antara Kaum Calvinist dengan Kaum Arminian.

Tetapi diskusi di area ini tidak harus membuat Calvinist dan Arminian tersesat dan saling mengatakan sesat, karena mereka berbicara tentang ALLAH YANG MAHA TAHU, jadi tidak mungkin manusia MAHA TAHU mendekati ALLAH sehingga baik Calvinist maupun Arminian harus rendah hati dalam soal ini.

Memang ALKITAB mengindikasikan KEDAULATAN ALLAH tetapi ALKITAB juga mengindikasikan TANGGUNGJAWAB MANUSIA. Bagaimana mendamaikan soal ini? Dalam soal ini sebaiknya kita dengan rendah hati mengikuti kata ALKITAB, jangan memilih logika.

Jadi ALLAH menetapkan dosa dapat diterima 100%.

salam

Betul, dalam hal ini saya setuju, pendalamannya seperti apa? :angel:

Banyak hal bisa kita dalami, tergantung pada kita masing2 kira2 apa yg muncul dlm pikiran kita ktk kita membaca paparan dari ts, spt saya pada saat itu terbersit unt mengetahui mengapa demikian?, mungkin pertama sebaiknya masuk dulu pada link yg sdr ts berikan , kmdn share di sini.Gby

@petra

Jadi ALLAH menetapkan dosa dapat diterima 100%.

Sulit, bro, sepertinya saya tiak bisa menerima pendapat anda itu.
Kalau anda katakan bahwa Allah dengan kemahakuasaan dan kemahatahuannya membiarkan dosa terjadi demi kemuliaan Namanya kelak, sya masih bisa menerima.

Tetapi kalau Allan menetapkan (dalam pngertian sebagai sumber) saya sangat sulit bisa menerimanya.

Syalom

[email protected]

Terus terang.tulisan yang anda sampaikan ini yang anda kutib ini dari ajaran pdt. Budi Asali tsb…menurut pendapat saya adalah pandangan seorang pendeta dalam tugasnya melakukan Penggembalaan dan pelayanan nya dng melakukan penafsiran-penafsiran-penafsiran Alkitab untuk umat yang di gembalakannya.

Tapi…yang jelas…itu semua pandangan dari pendetanya dan sesuai dng denomnya…loh…!! heheheh perlu anda pahami dan mengerti akan hal itu [email protected]…!!

Nahh…sekarang denom gereja si PDT. Budi ASALI ITU APA DAN DARI MANA…??? HEHEHEHE.
.Kalau dari pendapat saya seh…dia tidak menganut faham TEOLOGI REFORMASI yang dimiliki oleh Martin Luther maupun Calvin…

Jadi yang berdenom Gereja REFORMASI dan berteologi Refrmasi…ga perlu kuatir dan ga perlu mengikuti pandangan si pendeta Budi Asalai tsb…Karena tafsiran semacam itu ya mungkin untk konsumsi para jemaatnya saja.
Apakah benar atau salah mengenai pandangannya tsb…??? Tergantung masing masing pribadi yang menilainya.

Namun bagi saya pribadi ( @shipiroz ), yang demon GEREJA PROTESTAN…?!! Maka Pandangan pendeta tsb ( bUDI aSALI ) bukan berdasarkan dari TEOLOGI REFORMASI…

Salam GBU

Siapa yang mengatakan kepada anda bruce bahwa ALLAH “dalam pengertian sumber” dosa???

Sudah ditegaskan dalam uraian saya bahwa DOSA itu menjadi tanggungjawab si pendosa karena dosa sesungguhnya adalah PERLAWANAN/DILUAR ALLAH.

Tetapi bukti bahwa DOSA TERJADI, dan bahwa ALLAH bersifat MAHAKUASA DAN MAHA TAHU hanya menegaskan kepada kita bahwa DOSA itu MASUK KE DALAM KETETAPAN KEKAL ALLAH.

jadi seorang Westerling yang menembaki / membunuh 40.000 orang Bugis adalah KETETAPAN ALLAH dalam pengertian bahwa ALLAH sudah mengetahui kejahatan itu, dan ALLAH MENGIJINKAN ITU TERJADI.
Apa penilaian bruce terhadap ALLAH ini ??? saya hanya katakan, SAYA TIDAK MENGIKUTI LOGIKA untuk menjudge ALLAH, karena saya BUKAN ALLAH
melainkan saya hanya berkata SAYA PERCAYA KEPADA ALLAH YANG MENGIJINKAN HAL ITU MASUK KE DALAM KETETAPAN KEKALNYA.

jadi entah menurut anda sebuah peristiwa itu UNTUK KEMULIAAN TUHAN, ataupun peristiwa itu MENJADI KEBINASAAN MANUSIA, tetapi bukti bahwa peristiwa itu terjadi menunjukkan bahwa KETETAPAN ALLAH BERLAKU.

sekali lagi, ketika Bertrand Russel filsuf Inggris menolak ALLAH, maka ALLAH tidak menjadi sebab penolakan tersebut, tetapi kejadian bahwa Bertrand Russel menolak ALLAH sudah masuk ke dalam KETATAPAN ALLAH.


agar sederhana saya akan memberikan anda rangkaian kalimat logika :

Premis 1:
ALLAH MAHA TAHU & MAHA KUASA

Premis 2:
YUDAS ISKARIOT MENGKHIANATI YESUS KRISTUS

Kesimpulan 1 :
ALLAH sudah tahu bahwa Yudas Iskariot akan mengkhianati Yesus, dan karena ALLAH Maha Kuasa tetapi peristiwa pengkhianatan itu tetap terjadi, maka ALLAH tidak menggunakan kuasaNYA untuk mencegah peristiwa khianat itu terjadi.

Kesimpulan 2 :
Mestinya ALLAHLAH yang sudah menetapkan dalam rencanaNYA bahwa khianat itu terjadi.

Kesimpulan 3 :
Jika khianat itu TIDAK ditetapkan dalam rencana ALLAH maka itu kontradiksi dengan ALLAH yang Maha Tahu.
Jadi Kesimpulan 2 PASTI BENAR.


sampai disini, silahkan bantah logis dari alur berpikir ini, coba sajikan logis bruce yang berbeda.


Sekarang, karena bruce SETUJU ijin ALLAH atas peristiwa Yudas Iskariot sepanjang DEMI KEMULIAAN TUHAN, maka saya anjurkan agar bruce mencoba mengganti “Peritiwa Khianat Yudas”, dengan PERITIWA DOSA APA SAJA, dan masukkan dalam Kalimat Logika di atas, maka akan terlihat bahwa SEMUA PERISTIWA DOSA di dunia ini MEMANG MASUK DALAM KETETAPAN ALLAH.

sekali lagi ingat: KETETAPAN ALLAH bukan berarti ALLAH menjadi SUMBER dosa, tetapi artinya adalah “ALLAH sudah mengetahui dan mengijinkan itu terjadi”.

jika anda menemukan logika terbalik, silahkan ajukan logika anda bruce.

salam

@petra

jadi seorang Westerling yang menembaki / membunuh 40.000 orang Bugis adalah KETETAPAN ALLAH dalam pengertian bahwa ALLAH sudah mengetahui kejahatan itu, dan ALLAH MENGIJINKAN ITU TERJADI.

Bro, ini yang sangat sulit, karena mengijinkan terjadi TIDAK SAMA dengan menetapkan/ketetapan.

agar sederhana saya akan memberikan anda rangkaian kalimat logika :

Premis 1:
ALLAH MAHA TAHU & MAHA KUASA

Premis 2:
YUDAS ISKARIOT MENGKHIANATI YESUS KRISTUS

Kesimpulan 1 :
ALLAH sudah tahu bahwa Yudas Iskariot akan mengkhianati Yesus, dan karena ALLAH Maha Kuasa tetapi peristiwa pengkhianatan itu tetap terjadi, maka ALLAH tidak menggunakan kuasaNYA untuk mencegah peristiwa khianat itu terjadi.

Kesimpulan 2 :
Mestinya ALLAHLAH yang sudah menetapkan dalam rencanaNYA bahwa khianat itu terjadi.

Kesimpulan 3 :
Jika khianat itu TIDAK ditetapkan dalam rencana ALLAH maka itu kontradiksi dengan ALLAH yang Maha Tahu.
Jadi Kesimpulan 2 PASTI BENAR.


sampai disini, silahkan bantah logis dari alur berpikir ini, coba sajikan logis bruce yang berbeda.

Lho? Apakah Allah yang menentukan si Yudas menjadi penghianat? Atau atas keputusannya sendiri Yudas menjadi penghianat?

Silahkan, bro, nanti akan saya lanjutkan lagi, jika ada yang ingin anda tanggapi, silahkan ditanggapi dulu.

Syalom

Harusnya yang benar kesimpulan 1.
Pertanyaan lebih lanjut adalah, “Kenapa Allah tidak menggunakan kuasaNya untuk mencegah khianat tersebut”

@petra

Bro, ini yang sangat sulit, karena mengijinkan terjadi TIDAK SAMA dengan menetapkan/ketetapan.

saya tidak mau debat kusir soal kata-kata menetapkan =/= mengijinkan.

intinya adalah ini : Sebuah EVENT yang diketahuai Allah sejak kekal, dan EVENT itu terjadi, maka EVENT itu berada dalam KETETAPAN KEKAL ALLAH.

Contoh EVENT : Yesus Kristus mati disalib, Rasul Paulus menjadi penganiaya jemaat, Rasul; Paulus menjadi Rasul Kristus paling gigih, dll.

Lho? Apakah Allah yang menentukan si Yudas menjadi penghianat? Atau atas keputusannya sendiri Yudas menjadi penghianat?

Iya. per definisi di atas Allah MENETAPKAN Yudas sebagai Pengkhianat, artinya :

  1. ALLAH sudah tahu sejak kekal bahwa ciptaanNya bernama Yudas Iskariot akan menjadi pengkhianat pada PutraNYA Yesus Kristus.
  2. ALLAH sudah memutuskan sejak kekal bahwa ALLAH tidak akan mencegah peristiwa itu yaitu membiarkan peristiwa itu terjadi.

Apakah sudah jelas arti dari kata MENETAPKAN menurut term “Teologi Reformed” ??

Jika bruce keberatan, coba berikan alternatif menurut teologi anda, biar seimbang diskusinya.

salam

Sebenarnya jawabanya akan kembali kepada definisi, karena ALLAH memiliki rancangan arti penting dari sebuah peristiwa itu. Karena peristiwa yang MASUK DALAM RANCANGAN ALLAH (semua peristiwa) memiliki arti penting yang tidak semua manusia dapat mengetahui rahasianya.

Tetapi kisah khianat Yudas Iskariot kita tahu arti pentingnya dalam rangkaian peristiwa Keselamatan.

Sama seperti kisah-kisah kecil dalam hidup tiap orang, mestinya memiliki arti penting dan bisa jadi hanya yang bersangkutan yang memahami.

Contoh yang sangat terkenal adalah peristiwa sepele seperti ketinggalan kereta, bablas ketiduran menyelematkan mereka dari pemboman gedung WTC, atau berlarut-larutnya bangsa Israel di padang gurun.

banyak hal yang menjadi kedaulatan ALLAH yang tidak sepenuhnya dimengerti.

salam

Maaf sdr Petra kalau boleh saya ikut urun rembug .

Iya. per definisi di atas Allah MENETAPKAN Yudas sebagai Pengkhianat, artinya :

  1. ALLAH sudah tahu sejak kekal bahwa ciptaanNya bernama Yudas Iskariot akan menjadi pengkhianat pada PutraNYA Yesus Kristus.
  2. ALLAH sudah memutuskan sejak kekal bahwa ALLAH tidak akan mencegah peristiwa itu yaitu membiarkan peristiwa itu terjadi.

Pendapat saya:
Ketika manusia sdh pada kead mati rohani, yang ada adalah kecenderungannya unt mengaktualisasikan matinya itu , termasuk dalam hal mengkhianati Yesus, jd bisa kita bayangkan pd masa itu ada: Yudas, Yudis, Yudus dll yang siap unt mengkhianatiNya, dan ternyata yang masuk adalah Yudas ( masuk menjadi muridNya terlebih dulu ), jd sebenarnya tdklah ada istimewanya dr Yudas yg mengkhianati.
Jd kalau Allah menetapkan Yudas, bahasanya menjadi kurang pas, unt lebih jelasnya coba kita bayangkan Yudis dan Yudus dll yang sdh antri tsb, bukankah mrk yang tdk kebagian peran mengkhianatiNya tetap meneruskan keniscayaannya menuju binasa kekal ? , sama dengan yudas yg kebagian peran.Gby

Kalau nurut saya sih agak lain, Pet…
Allah membuat sebuah peristiwa tragis menjadi menghasilkan sesuatu yang indah. Misalnya seseorang diperkosa sampai hamil. Tetapi kemudian anak hasil perkosaan itu nantinya menjadi seseorang penginjil besar. Ini bukan berarti Allah menetapkan perkosaan itu.

Seperti juga Yudas, Yesus masih memperingati dia sebelum berkhianat, dan ingin Yudas bertobat, namun ketika Yudas tetap memutuskan berkhianat, Allah bisa memakai peristiwa itu dalam memenuhi karya keselamatan.

Dari awalnya, Allah sendiri yang menetapkan untuk menciptakan manusia dengan freewill. Jadi ketika Adam mau makan buah, Allah tahu, tapi tidak mencegah karena Allah tidak melanggar ketetapanNya sendiri.

Setelah dosa masuk, iblis berkuasa di dunia ini, menyebabkan berbagai malapetaka yang sebenarnya Allah tidak ingin terjadi. Ketika Allah ingin me-restore manusia dan dunia yang rusak oleh dosa ini, Allah melakukanNya dengan cara yang tidak melanggar ucapanNya sendiri, yaitu dengan menebus manusia dari dosa melalui Kristus. Jadi setelah karya Kristus, iblis sudah tidak berkuasa lagi. Kuasa ini sekarang di serahkan Yesus kepada gerejaNya (orang percaya).

Jadi sekarang tugas kita untuk memakai kuasa dalam nama Yesus untuk mencegah pembusukan di dunia ini yang dilakukan iblis.

@Adhi,

saya sering berdiskusi soal ini, dan hampir selalu bertemu dengan orang yang berpikir bahwa ALLAH MENETAPKAN memiliki arti ALLAH MENJADIKAN. Padahal yang MENJADIKAN khianat itu adalah Yudas sendiri.

Jadi pada moment itu, sebenarnya mungkin ada Yudis dan Yudus, tetapi kemungkinan untuk sampai kepada Yudis dan Yudus probabilitinya hampir nol karena butuh waktu 3 tahun sejak Yudas Iskariot dipilih menjadi murid Yesus, lalu bendahara tim, dan pengkhianat, rangkaian itu dengan sendirinya sudah menjadi UNIK sehingga untuk sampai pada rangkaian peristiwa unik MURID-PENGKHIANAT-PENERIMA 30 KEPING PERAK, (sesuai nubuatan) menurut teori probabiliti, itu merupakan sebuah peristiwa keunikkan yang sangat mengagumkan dan luar biasa persis, sehingga tak mungkin peristiwa demikian dikatakan dapat terjadi RANDOM SAAT DIBUTUHKAN.

saya pernah membaca seorang ahli matematika yang membuktikan bahwa begitu banyaknya nubuatan detail yang dipenuhi oleh Yesus Kristus, sehingga menyimpulkan TIDAK ADANYA RANDOM/ACAK selain sebuah rancangan yang sangat persis.

kadang2 kata SANGAT PERSIS sulit dimengerti, sehingga saya lebih senang dengan contoh konkrit statistiknya begini :

ke dalam sebuah gedung dimasukkan kelereng/gundu warna putih sampai penuh. Lalu ke dalam jutaan gundu putih itu dimasukkan 10 buah gundu merah. Lalu diacak dengan merata. Anda diminta mengambil salah satu kelereng secara acak.
Dan ternyata anda mendapatkan kelereng merah. Anda berpikir “wah saya sangat beruntung”.
ANda menarik ke-2, dan anda mendapatkan kelereng mereah juga "anda mulai berpikir “wah gile, dapat lagi”
Dan anda menarik acak yang ketiga, dan anda mendapatkan merah lagi. Anda sekarang sudah benar2 curiga ada yang MENSET. Dan hasil akhirnya anda mendapatkan 10 warna merah.
APakah ini kebetulan??? Tidak, anda berpikir ini mustahil kebetulan, tetapi ini dirancang.

Demikian juga dengan seorang Yudas Iskariot, pada detik, menit, hari yang tepat ia menjadi murid Yesus dan melewati detik-detik selama 3 tahun ia tetap sebagai murid, dan pada saat terakhir detik yang menentukan ia menjadi pengkhianat.

Ketepatan detail seperti menurut perhitungan teori probabilitas seperti di atas itu tidak dapat diandaikan AKAN digantikan oleh seorang Yudis atau Yudus, karena Yudis atau Yudus demikian harus masuk ke dalam rangkaian probabilita yang sangat panjang, sama dengan 10 boleh merah yang anda dapatkan berturut2 dalam 10 penarikan di antara semiliar kelereng.

artinya apa?

artinya peristiwa detail dalam sebuah rangkaian waktu mustahil sebuah kebetulan. jadi perjalanan hidup seorang manusia bahkan gerakan seluruh alam semesta ini sebenarnya tidak random “pada dirinya sendiri”. Karena apapun itu, setiap individu HANYA MENEMPUH SEBUAH JALUR SAJA, meski “kemungkinan” untuk jalur2 itu ada mega triliunan.

Jadi apa yang kita anggap sebagai KEPUTUSAN BEBAS yang menghasilkan JALUR HIDUP sebenarnya adalah sebuah JALUR UNIK yang lengkap hadir di hadapan ALLAH.

jadi pada abadx, tahun xx, bulan x, hari X, tanggal xx, jam xxx, detik xxxx, anda sedang mengetik tuts komputer dan seterusnya menjadi rangkaian waktu YANG UNIK maka setiap individu MEMILIKI KEUNIKKAN TIADA DUANYA.

dan KEUNIKAN JALUR HIDUP MANUSIA INDIVIDU itu mau tidak mau kita mengakuinya sebagai DITENUN DALAM PEMELIHARAAN TUHAN.

sehingga kebebasan “freewill” itu meski ada, tetapi ketika 10 BOLA MERAH yang muncul semuanya (analogi ketika seorang beriman menjadi Anak ALLAH) menjadikan kita “curiga” dan berkata TIDAK MUNGKIN KEBETULAN BEGITU SEMPURNA.

Artinya kita sendiri tidak yakin bahwa karena freewill saya mengambil bola yang penting, tetapi yang teramat penting adalah : MENGAPA BOLA MERAH YANG NONGOL.

Artinya, mengapa saya menjadi ANAK ALLAH ???

saya tidak yakin itu sebuah RANDOM + KEHENDAK SAYA, artinya : ALLAH MENETAPKAN.

salam

Didunia ini terdiri dr: milikNya yg akan diproses seturut waktuNya, dan bukan milikNya, yang menuju kpd keniscayaannya matikekal.
Kalau mengikuti alur pemikiran sdr Petra, Allah mengenal persis bukan hanya milikNya ttp yg bukan milikNya pun Allah menentukan setiap peranNya dg detil, dalam jagatraya ini hanya ada satu yg diberi peran unt mengkhianatiNya yaitu Yudas, ketentuan ini Allah berikan pada calon janin di kandungan x unt kmnd memerankan perannya.
Kalau demikian logikanya Yesus tdk mengatakan : " enyahlah engkau hai pembuat kejahatan Aku tidak mengenalmu ".

Kalau dari pandangan saya: simple saja , tdk dg probabilitas.
Allah pegang kendali total: Allah merencanakan manifestasi penebusanNya hrs lewat Dia sendiri disalib, dikianati org yg makan rotiNya dst2…
Kmdn pelaksanaannya spt Dia membuka pintu itu, didepan pintu sudah antri Yudas, Yudis, Yudus dll (takterhitung banyaknya) semakin dekat pintu antrian semakin valit dg rencanaNya ( berarti Yudis, apalagi Yudus warnanya tdk semerah Yudas, tapi walau demikian mrk sama2 sedang menuju kepada keniscayaannya).

Untuk milikNya bisa percaya , bukan freewill ( sdh tdk ada) tapi rencanaNya sejak sebelum dunia dijadikan. Gby

Pet,
Pemikiran anda mirip dengan filosofi film Matrix. Orang-orang yang berada dalam Matrix merasa mereka punya freewill dan tidak ada yang violated freewill mereka dalam pengambilan keputusan. Tapi sang Architect, ternyata punya sebuah superkomputer yang sudah memperhitungkan segala keputusan yang diambil oleh setiap orang, dan berdasarkan itu dia bisa menetapkan output akhirnya.

Kalau saya kurang setuju konsep ini karena hanya lahir dari pemikiran manusia, tidak ada di alkitab.

Lebih baik percaya alkitab, simple saja Yoh 3:16 berkata barangsiapa percaya (artinya gunakan freewill anda).

Allah bukan penetap/penyebab kejahatan.
Deu 32:4 He is the Rock, complete is his work; for all his ways are righteousness: a God without evil who keeps faith, true and upright is he.
Psalm 5:4 For You [are] not a God who takes pleasure in wickedness, Nor shall evil dwell with You.

Jadi singkatnya, Allah yang maha kuasa, memutuskan menciptakan manusia dengan freewill yang output dari freewill tersebut bisa bertentangan dengan keinginan Dia.

Pet, Pemikiran anda mirip dengan filosofi film Matrix. Orang-orang yang berada dalam Matrix merasa mereka punya freewill dan tidak ada yang violated freewill mereka dalam pengambilan keputusan. Tapi sang Architect, ternyata punya sebuah superkomputer yang sudah memperhitungkan segala keputusan yang diambil oleh setiap orang, dan berdasarkan itu dia bisa menetapkan output akhirnya.

Kalau saya kurang setuju konsep ini karena hanya lahir dari pemikiran manusia, tidak ada di alkitab.

Lebih baik percaya alkitab, simple saja Yoh 3:16 berkata barangsiapa percaya (artinya gunakan freewill anda).

Allah bukan penetap/penyebab kejahatan.
Deu 32:4 He is the Rock, complete is his work; for all his ways are righteousness: a God without evil who keeps faith, true and upright is he.
Psalm 5:4 For You [are] not a God who takes pleasure in wickedness, Nor shall evil dwell with You.

saya batasi disini, dan saya ambil bagian bawah ini :

Jadi singkatnya, Allah yang maha kuasa, memutuskan menciptakan manusia dengan freewill yang output dari freewill tersebut bisa bertentangan dengan keinginan Dia.

@aleph,

kalo ini kesimpulan aleph, tetap saja saya setuju, artinya dalam hasil akhir freewill nya si Yudas memang benar-benar BERTENTANGAN DENGAN KEHENDAK TUHAN, dalam artian Yudas mengambil posisi OPOSISI TUHAN, demikian juga dengan Bertrand Rusel, para atheis dan para antikristus dalam freewillnya (yang terbatas) mengambil posisi OPOSISI.

Itulah sebabnya mengapa kejahatan manusia ditanggungkan pada dirinya sendiri, dan manusia tidak dapat menyalahkan TUHAN, karena manusia memang bebas (dalam keterbatasan) untuk bertanggungjawab.

TUHAN dalam sistem yang saya percaya, tidak pernah MENJADIKAN Yudas berdosa, demikian juga TUHAN tidak pernah MENJADIKAN saudara2 Yusuf menjual Yusuf, tetapi semua itu dilakukan OLEH KEJAHATAN MANUSIA-MANUSIA ITU.

Bahkan ALKITAB mengajarkan bahwa apapun yang dilakukan oleh manusia sejak kejatuhan dalam dosa TIDAK ADA SATUPUN YANG BAIK BERKENAN KEPADA ALLAH.

Jadi dalam hal ini sebenarnya dalam pilihan antara berbuat baik atau berbuat jahat sebenarnya INDIFERENT, jadi apa yang dikatakan sebagai freewill (yang terbatas) sebenarnya adalah BENAR-BENAR TERBATAS OLEH DOSA DAN DI DALAM DOSA.

Itulah sebabnya ketika dikatakan Allah menetapkan dosa bukan dalam arti sebagai SEBAB, MOTIVATOR tetapi justru ALLAH Mahakuasa meski ditengah input yang zalim dan jahat itu. ALLAH dapat menjadikan segala sesuatu kebaikan (karena yang keluar dari ALLAH HANYA KEBAIKAN) meski dengan input PERBUATAN BURUK.

Dalam kasus Yusuf, Yusuf tahu bahwa ALLAH MEREKA-REKA KEJAHATAN MENJADI KEBAIKAN BANGSA.

Bukankah dengan cara ini kita percaya bahwa ALLAH MENGGUNAKAN PENDERITAAN SEBAGAI API PENGUDUSAN untuk membangun anak-anakNYA.

Nah PENDERITAAN ini disebabkan oleh termasuk KEJAHATAN MANUSIA LAIN, yang mereka lakukan.

Jadi dalam hal ini freewill manusia yang memang jahat itu BISA DIUBAHKAN TUHAN menjadi kebaikan kepada siapa IA berkenan memberi.

Sehingga dalam sistem kepercayaan saya, SATU-SATUNYA YANG PENTING YAITU KEBAIKAN BUKANLAH FREEWILL SAYA MEMILIH (KARENA SAYA PASTI MEMILIH YANG TIDAK TEPAT) melainkan KEHENDAK ALLAH, sehingga yang ditonjolkan dalam pengajaran dari sistem saya adalah pertama KEDAULATAN ALLAH lalu KEkedua TANGGUNGJAWAB MANUSIA.

yang kedua selamanya adalah AKIBAT.

Karena kita sebagai AKIBAT saja, maka mestinya manusia tidak dapat keluar dari pikiran bahwa SEGALA SESUATU ADALAH RANCANGAN ALLAH, meski salah satu inputnya sendiri adalah freewill (sesungguhnya tidak free karena hanya sanggup memilih oposisi ALLAH).

salam