Allah orang hidup

Masih donk.
Kl Bro sebelum ‘lahir’ itu id nya apa?

yang di bold setuju banget
ditulis Samuel ya berarti Samuel, bukan roh2 lainnya

yang diwarnai merah itu jawaban atas topik bukan ya bro??

salam

ID saya hanya satu ini om
pertama kali berforum Kristen ya disini ini
semoga selamanya ga berubah :slight_smile:

jadi kenapa Samuel muncul dari bawah? :smiley:

Krn dunia orang mati pada jaman PL semua ada di bawah.

Skrg udah ganti jaman.

jadi semua orang benar jaman dulu itu pun ada di dunia orang mati (hades)?
namun keadaan mereka terpelihara begitu?

Mungkin spt penggambaran di prumpamaan lazarus dan orang kaya.
Ada tempat yg namanya pangkuan Abraham dimana orang benar mnanti datangnya Mesias dengan keadaan terpelihara.

Mungkin lho brow.

itu tempatnya dibawah jadi ya? dunia orang mati?
“pangkuan Abraham” dimana didalamnya juga terdapat Abraham dan juga tempat orang kaya tersebut

iye tw mungkin :smiley:

Saya suka sekali melihat thread ini dihidupkan kembali. Karena memungkinkan saya dan kawan-kawan yang lain untuk berdiskusi tanpa adanya tendensi ke arah keselamatan. Walaupun terbuka kemungkinan, untuk menggali pemahaman-pemahaman untuk melengkapi pengetahuan, termasuk mengenai akhir zaman.

1 Samuel 28:11-14
11 Sesudah itu bertanyalah perempuan itu: “Siapakah yang harus kupanggil supaya muncul kepadamu?” Jawabnya: “Panggillah Samuel supaya muncul kepadaku.”
12 Ketika perempuan itu melihat Samuel, berteriaklah ia dengan suara nyaring. Lalu perempuan itu berkata kepada Saul, demikian: “Mengapa engkau menipu aku? Engkau sendirilah Saul!”
13 Maka berbicaralah raja kepadanya: “Janganlah takut; tetapi apakah yang kaulihat?” Perempuan itu menjawab Saul: “Aku melihat sesuatu yang ilahi muncul dari dalam bumi.”
14 Kemudian bertanyalah ia kepada perempuan itu: “Bagaimana rupanya?” Jawabnya: “Ada seorang tua muncul, berselubungkan jubah.” Maka tahulah Saul, bahwa itulah Samuel, lalu berlututlah ia dengan mukanya sampai ke tanah dan sujud menyembah.

Ada beberapa catatan yang menurut saya cukup penting. Yang pertama adalah Alkitab mencatatkan Saul tidak melihat Samuel, melainkan perempuan petenung itulah yang melihat Samuel. Di sini saya tidak mempermasalahkan apakah Samuel muncul dari atas, atau dari bawah. Tapi yang saya coba kemukakan, bahwa Saul tidak melihat Samuel.

Ayat-ayat berikutnya tidak saya kutip karena terlalu panjang. Tapi hal kedua yang ingin saya kemukakan, bahwa melalui media apakah Saul berkomunikasi dengan Samuel. Sampai ke ayat 14, Saul tetap tidak melihat Samuel. Pada ayat ke-15, Saul berkomunikasi langsung dengan Samuel. Saya agak berkeberatan, bila komunikasi tersebut mungkin sama seperti komunikasi Tuhan dan Kain. Roh Tuhan sudah mundur dari Saul jauh sebelumnya. Jelas komunikasi antara Samuel dan Saul membutuhkan sebuah media. Dan saya curiga, jika media yang digunakan adalah perempuan petenung tersebut. Dengan kata lain, perempuan petenung berada dalam keadaan trans.

Next…

Jika Alkitab menulis bhw yg datang kpd Yesus saat transfigurasi adalah Musa dan Elia, Maka kita pcaya bhw itu memang benar-benar Musa (arwah Musa) dan Elia, BUKAN roh yg nyamar jd Musa atau roh yg nyamar jd Elia.

Jika Tuhan sanggup mmanggil keluar Musa (Musa adalah arwah krn ia sudah mati) dan Elia,
Mngapa Tuhan tidak bisa mmanggil keluar Samuel utk btemu Saul?


Yang agak ribet mengenai kasus Musa. Saya sendiri mempunyai dua alternatif penafsiran gegabah terhadap Musa. Saya katakan gegabah karena benar-benar penafsiran pribadi, tanpa dukungan teologis yang kuat.

Penafsiran Pertama
Musa tidak mengalami kematian fisik, melainkan langsung diangkat Tuhan, seperti Henokh dan Elia. Yang agak susah mengenai jasad Musa. Alkitab mencatatkan, bahwa Tuhan sendiri yang menguburkan Musa, dan tidak seorang pun yang tahu, dimana letak kuburan tersebut. Bandingkan dengan Elia, yang terangkat secara fisik dan dilihat dengan mata telanjang Elisa. Juga rombongan nabi yang berusaha membantu Elisa, tidak berhasil menemukan tubuh fisik Elia.

Tapi yang mencengangkan mengenai Surat Yudas. Mikhael dan Iblis sebagai makhluk roh pun, ternyata masih berdebat mengenai mayat (atau tubuh fisik) Musa. Terdapat indikasi jika mereka tidak tahu dimana jasad Musa diletakkan Tuhan, dan mereka pun berdebat oleh karenanya. Apakah tidak mungkin hal yang sama juga berlaku untuk Henokh dan Elia, dimana akhirnya mereka masuk ke dalam sorga tanpa tubuh fisik mereka, dan jasad mereka diletakkan di suatu tempat oleh Tuhan? Sehingga masuk akal, jika yang dilihat Petrus, Yakobus, dan Yohanes adalah benar-benar Elia dan Musa. Saya tidak berani untuk memastikan. Sekali lagi, ini hanyalah spekulasi gila-gilaan dari saya pribadi.

Penafsiran Kedua
Penafsiran ini dulu pernah saya sampaikan kepada salah satu rekan kita. Bahwa Petruslah yang mengaku melihat Musa dan Elia. Tuhan Yesus tidak membenarkan, sekaligus tidak menyalahkan. Agak mengherankan jika Petrus berhasil mengenali muka Musa dan Elia, yang hidup berbeda era dengannya. Selain itu, sepertinya lukisan wajah otentik belum dikenal pada masa tersebut.

Sehingga pada penafsiran kedua, bahwa ada kemungkinan bukan Musa dan Elia yang dilihat oleh Petrus, melainkan para malaikat. Sama seperti spekulasi gila-gilaan yang pertama, saya juga tidak bersikeras terhadap spekulasi kedua ini.

Hukum Taurat tidak berlaku utk Tuhan sendiri karena Ia tidak melarang diriNya sendiri dan di mata Tuhan itu semua arwah adalah hidup.
Nah, di sinilah letak masalahnya. Selama masa inkarnasinya sebagai Anak Manusia, Tuhan Yesus tidak mungkin melanggar satu hukum Taurat pun. Jika Dia melanggar hukum Taurat, maka Dia datang bukan untuk menggenapinya. Walaupun Dia adalah Tuhan, tapi Dia tidak akan melanggar hukum Taurat itu sendiri. Saya ambil sedikit kutipan dari [b]Matius 5:17;[/b] [i]"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."[/i]

Sehingga akhirnya saya pribadi lebih memilih spekulasi gila-gilaan yang kedua.

Lucunya,
Prempuan itu kaget!

Mngapa petenung yg sudah biasa mmanggil arwah bisa kaget?
Jika petenung ini tau bhw yg muncul adalah roh jahat mnyamar, lalu mngapa ia terkejut?

Jika sbatas sampai di persepsi si petenung, maka saya fine saja dengan sudut pandang Bro bhw itu roh jahat yg nyamar.
Tp ayat-ayat selanjutnya itu yg penting.

Di ayat selanjutnya,
Penulis kitab Samuel (bukan si petenung, bukan juga Saul) menyatakan pd kita bhw yg bbicara kpd Saul adalah Samuel.

Penulis kitab Samuel mnuliskannya dg gamblang hurufiah di bawah inspirasi Roh Kudus.
Jika itu bukan Samuel, maka penulis akan berhati-hati tentunya.
Penulis akan mnambahkan ‘berbicaralah suatu roh itu kepada Saul’

Jika Alkitab mnuliskan hurufiah, maka kita yakini barulah kita cari tau alasannya mngapa bisa tjadi dmikian pada masa itu

Ayat-ayat berikutnya tidak saya kutip karena terlalu panjang. Tapi hal kedua yang ingin saya kemukakan, bahwa melalui media apakah Saul berkomunikasi dengan Samuel. Sampai ke ayat 14, Saul tetap tidak melihat Samuel. Pada ayat ke-15, Saul berkomunikasi langsung dengan Samuel. Saya agak berkeberatan, bila komunikasi tersebut mungkin sama seperti komunikasi Tuhan dan Kain. Roh Tuhan sudah mundur dari Saul jauh sebelumnya. Jelas komunikasi antara Samuel dan Saul membutuhkan sebuah media. Dan saya curiga, jika media yang digunakan adalah perempuan petenung tersebut. Dengan kata lain, perempuan petenung berada dalam keadaan [i]trans[/i].

Spekulasi Bro beralasan.
Atau mungkin saja dalam pristiwa ini Tuhan terlibat untuk membuat Samuel bicara langsung pd Saul tanpa perantara walau Saul tidak bisa mnatap Samuel.

Penafsiran Pertama Musa tidak mengalami kematian fisik, melainkan langsung diangkat Tuhan, seperti Henokh dan Elia. Yang agak susah mengenai jasad Musa. Alkitab mencatatkan, bahwa Tuhan sendiri yang menguburkan Musa, dan tidak seorang pun yang tahu, dimana letak kuburan tersebut. Bandingkan dengan Elia, yang terangkat secara fisik dan dilihat dengan mata telanjang Elisa. Juga rombongan nabi yang berusaha membantu Elisa, tidak berhasil menemukan tubuh fisik Elia.

Ini saya tidak stuju krn di Alkitab scr hurufiah tertulis bhw Musa mati lalu dikuburkan.

Jika kita tidak myakini sebuah kata hurufiah dari penulis Alkitab, maka seluruh kebenaran Alkitab jadi meragukan krn bisa ditafsirkan semau apa saja.

Sama spt ktika penulis Injil mngatakan bhw Tuhan Yesus nampak bersama Musa dan Elia,
Maka itu benar adalah Musa dan Elia.

Penulis Injil itu mnuliskan narasi bdasarkan tradisi lisan para rasul.
Jika para rasul ternyata keliru sangka bhw itu adalah Musa dan Elia (padahal bukan), maka sluruh berita Injil patut dicurigai sbg hasil halusinasi keliru sangka para rasul.

Satu saja salah, semua patut dicurigai salah.

Sama spt ada orang Kristen yg suka kutip ayat AlQuran utk mbuktikan bhw Yesus adalah Tuhan.
Jika 1 ayat saja mreka kutip, maka mreka mnyatakan scr tidak langsung bhw ayat itu benar.
Jika 1 ayat saja benar, maka patut diduga seluruh ayatnya adalah benar.
Jika dmikian, maka seluruh klaim AlQuran harus diterima juga supaya konsisten.

Tapi yang mencengangkan mengenai Surat Yudas. Mikhael dan Iblis sebagai makhluk roh pun, ternyata masih berdebat mengenai mayat (atau tubuh fisik) Musa. Terdapat indikasi jika mereka tidak tahu dimana jasad Musa diletakkan Tuhan, dan mereka pun berdebat oleh karenanya. Apakah tidak mungkin hal yang sama juga berlaku untuk Henokh dan Elia, dimana akhirnya mereka masuk ke dalam sorga tanpa tubuh fisik mereka, dan jasad mereka diletakkan di suatu tempat oleh Tuhan? Sehingga masuk akal, jika yang dilihat Petrus, Yakobus, dan Yohanes adalah benar-benar Elia dan Musa. Saya tidak berani untuk memastikan. Sekali lagi, ini hanyalah spekulasi gila-gilaan dari saya pribadi.

Makanya MBS mngangkat soal ‘mayat Musa’ yg dalam bahasa aslinya bisa berarti ‘tubuh Musa’ (yg bisa brarti tubuh-hidup juga).

MBS mau mmunculkan spekulasi bhw yg dipertengkarkan Iblis dg Mikhael bukan tubuh-mayat Musa mlainkan tubuh-roh Musa.

Kl mnrt MBS,
Harusnya roh Musa itu dibawa Iblis ke bawah. yaitu ke dunia orang mati.
Eh dalam pjalanan dicegat sama Mikhael.
Bukannya dbawa Iblis ke bawah tapi jadinya diangkat Mikhael ke atas.

Nah, di sinilah letak masalahnya. Selama masa inkarnasinya sebagai Anak Manusia, Tuhan Yesus tidak mungkin melanggar satu hukum Taurat pun. Jika Dia melanggar hukum Taurat, maka Dia datang bukan untuk menggenapinya. Walaupun Dia adalah Tuhan, tapi Dia tidak akan melanggar hukum Taurat itu sendiri. Saya ambil sedikit kutipan dari Matius 5:17; "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

Nahhhh,
Kl dperhatikan di ayatnya,
Pd saat Tuhan bcakap-cakap dg Musa dan Elia, Ia dalam keadaan berubah rupa.

Artinya,
Tuhan Yesus pd saat bcakap-cakap itu sedang dalam kapasitas sbg Tuhan, bukan manusia.

Sama ktika Ia dg wibawa bkata ‘Anak berkuasa mbangkitkan siapapun yg dikehendakiNya’ maka Ia tidak mhujat Allah krn Ia bbicara sbg Allah.

Ye, si Om mah. Kan penafsirannya masih bisa dilanjutkan…

Perempuan itu kaget ketika mulai menenung. Dengan kata lain, Samuel-lah yang memberitahu kepada perempuan petenung, siapa sosok misterius yang menjumpainya itu. Dan sangat wajar jika perempuan itu menjadi kaget. Dia mendapati fakta bahwa sosok misterius yang menjumpainya itu adalah Saul, sosok yang membumihanguskan kawanannya, sesama petenung dan tukang sihir lainnya.

1 Samuel 28:12
TB: Ketika perempuan itu melihat Samuel, berteriaklah ia dengan suara nyaring. Lalu perempuan itu berkata kepada Saul, demikian: “Mengapa engkau menipu aku? Engkau sendirilah Saul!”
AYT: Ketika perempuan itu melihat Samuel, ia berteriak sambil berkata kepada Saul, “Mengapa engkau menipu aku? Engkau adalah Saul.”
TL: Demi terlihatlah perempuan itu akan Semuel, maka berteriaklah ia dengan nyaring suaranya, katanya kepada Saul: Mengapa tuanku mendustai patik? karena tuanku ini Saul juga.
BIS: Ketika wanita itu melihat Samuel, ia berteriak dan berkata kepada Saul, “Mengapa Tuan menipu hamba? Tuankulah rupanya Raja Saul!”
MILT: Dan wanita itu melihat Samuel, serta berseru dengan suara nyaring. Lalu wanita itu berkata kepada Saul, dengan berkata, “Mengapa engkau telah menipuku, karena bukankah engkau Saul?”

Jika sbatas sampai di persepsi si petenung, maka saya fine saja dengan sudut pandang Bro bhw itu roh jahat yg nyamar. Tp ayat-ayat selanjutnya itu yg penting.

Di ayat selanjutnya,
Penulis kitab Samuel (bukan si petenung, bukan juga Saul) menyatakan pd kita bhw yg bbicara kpd Saul adalah Samuel.


Ini hanya sebagai bahan perbandingan saja. Saya tidak bersikeras terhadapnya.

Misalkan saya ambil sosok ular di Taman Eden. Apakah sosok tersebut secara harafiah harus berbentuk ular? Yang mana membuka kemungkinan, bahwa ular itu dahulu seperti kadal, mempunyai kaki. Juga mengenai terbukanya mata Adam dan Hawa. Jika dimaknai secara harafiah, maka Adam dan Hawa dalam keadaan buta jasmani, tapi melek rohani. Ataupun kisah mengenai Daud yang dicatat dalam 2 Samuel 24:1. Bila tidak dibandingkan dengan 1 Tawarikh 21:1, terkesan bahwa Tuhanlah yang menghasut Daud.

Sekali lagi, ini hanya sebagai bahan perbandingan. Saya tidak mau bersikeras.

Kalau mengenai pemahaman di atas, dulu saya pernah mendapatkan pengajaran seperti ini dari seorang teman. Cuma saja hati kecil saya berontak. Kristus tidak mungkin melanggar ketetapan yang dibuat oleh Bapa, yaitu Anak Manusia datang untuk menggenapi hukum Taurat. Itulah sebabnya saya cenderung kepada spekulasi kedua, walaupun dengan jujur saya katakan hanyalah spekulasi gila-gilaan yang tidak dapat saya pertanggungjawabkan.

Misalnya mengenai Petrus. Jika pada saat itu Petrus diilhami atau dibukakan mata oleh Roh Kudus untuk mengenali sosok Musa dan Elia, maka agak riskan jika Petrus berusaha tinggal dan mendirikan kemah di sana, mengingat akan tugas utama Kristus.

Tapi jika benar bahwa sosok Elia dan Musa yang dilihat mereka, maka saya kembali kepada penafsiran edan-edanan yang pertama, yaitu Musa tidak sampai mati (mengingat Tuhan Yesus tidak mungkin melanggar Taurat), melainkan langsung diangkat ke sorga dalam keadaan hidup, tapi tubuh jasmaninya ditinggalkan di bumi, dan ini serupa dengan mati yang dicatat dalam Kitab Ulangan. Saya katakan serupa, tapi tetap tidak sama (sorga dan Firdaus). Itulah yang menyebabkan Tuhan Yesus tetap tidak melanggar hukum Taurat.

Lari ah. Nanti ditanya yang macem-macem.

Kl hanya mbahas soal persepsi si petenung,
Maka saya stuju dg Bro.

Namun ayat-ayat berikutnya itulah yg penting.

Saya tidak bisa beranjak dari fakta hurufiah bhw penulis kitab Samuel mnyatakan bhw Samuel berbicara dengan Saul.

Kl di situ tertulis ‘sebuah roh berbicara kepada Saul’ atau ‘maka ia berbicara kepada Saul’, alhasil saya 100% stuju dg Bro.
Saya ngga brani mnafsirkan melampaui yg udah jelas-jelas ttulis.

Sama spt kl dkatakan ‘seluruh dunia’ maka saya ngga brani mnafsirkan ‘sbagian orang pilihan doang’.

Misalkan saya ambil sosok ular di Taman Eden. Apakah sosok tersebut secara harafiah harus berbentuk ular? Yang mana membuka kemungkinan, bahwa ular itu dahulu seperti kadal, mempunyai kaki. Juga mengenai terbukanya mata Adam dan Hawa. Jika dimaknai secara harafiah, maka Adam dan Hawa dalam keadaan buta jasmani, tapi melek rohani. Ataupun kisah mengenai Daud yang dicatat dalam 2 Samuel 24:1. Bila tidak dibandingkan dengan 1 Tawarikh 21:1, terkesan bahwa Tuhanlah yang menghasut Daud.

Sekali lagi, ini hanya sebagai bahan perbandingan. Saya tidak mau bersikeras.

Seorang member di sini juga sama spt Bro yang melihat Alkitab itu banyak simbolisasinya.
Saya ngga bisa spt dia Bro.

Kl dtulis ular ya brarti ular.
Kl saat ini ngga ada tuh ular yg spt itu, maka pjelasannya itu jenis ular yg sudah punah atau dahulu ular dkutuk shg mjadi ular model skrg.

Kalau mengenai pemahaman di atas, dulu saya pernah mendapatkan pengajaran seperti ini dari seorang teman. Cuma saja hati kecil saya berontak. Kristus tidak mungkin melanggar ketetapan yang dibuat oleh Bapa, yaitu Anak Manusia datang untuk menggenapi hukum Taurat. Itulah sebabnya saya cenderung kepada spekulasi kedua, walaupun dengan jujur saya katakan hanyalah spekulasi gila-gilaan yang tidak dapat saya pertanggungjawabkan.

Hehehe…oke deh jika itu menurut Bro.
Jangan lari-lari dong.

Just info, siapa yg mnyentuh mayat, ia jadi najis.
Tuhan Yesus memegang tangan anak perempuan yg sudah mati, eh anaknya bangkit dan Tuhan tidak perlu mentahirkan diriNya sesuai aturan Taurat.

Apabila membahas masalah ini, jadi agak trauma dengan waktu yang bakal berkepanjangan dan tanpa titik temu yang pasti :smiley:

Baiklah … kita coba ber-andai² ria tanpa melibatkan Alkitab secara utuh, karena teori ini hanyalah teori atau penafsiran pribadi, alias penafsiran ber-konyol² ria ;D

Dan terus terang, membahas hal ini, masih membuat kebingungan dalam benak saya sejak lama
Karena setahu saya, Allah adalah Allah yang konsisten, Maha se-gala²nya dll … tetapi dalam hal ini, saya lebih fokus kepada se-ADIL²nya … bahkan memberi keadilan kepada iblis :afro:

Misalkan :

  1. Iblis berkuasa 100% kepada setiap roh manusia sebelum penebusan Tuhan Yesus di kayu salib

Alasannya : Manusia telah menjadi milik iblis pada waktu jatuh kedalam dosa, jadi setiap manusia tidak terkecuali, akan ditawan oleh iblis

  • Pertanyaannya :

Elia dan Henokh kok diangkat hidup² ?

Musa kok bisa datang bersama Elia menghadap Tuhan Yesus?

Bukankah Allah sangat konsisten dengan perkataanNya, karena apabila Allah bisa bertindak demikian, kenapa Allah perlu mengutus PutraNya untuk menebus kita ?

Bukankah Allah bisa saja bertindak melakukan penebusan ala Elia dan Henokh, kepada seluruh umat manusia

Perumpamaan Lazarus dipangkuan Abraham, dan orang kaya apakah kiasan menyesatkan semata ? … ataukah Tuhan Yesus memberikan gambaran perumpamaan yang memang sesuai dengan realita alam roh ?

Jangan jadi perdebatan ya all … karena saya sudah capek dan capek beneran debat … toh argument ini tidak ada hubungannya dengan keselamatan ;D

Yang sangat menggelitik adalah … Apabila hendak menganalisa Kehendak Allah, yakni mendatangkan arwah Samuel untuk menyampaikan pesanNya kepada Saul … kenapa harus memanggil perempuan pemanggil arwah ? … bukankah maknanya kurang lebih menyatakan ketidak mampuan Allah dalam menyampaiakn pesanNya kepada Saul ? :rolleye0014:

Atau

Iblis mengijinkan Samuel untuk menemui Saul lewat pemanggil arwah, dan Saul membayar dengan nyawanya ?

Yang menggelitik lagi adalah :

Apakah Allah tidak bisa melindungi Samuel pada saat hendak dipergunakan oleh iblis untuk menjadi sarana-nya?

Apakah Samuel sangat tidak berdaya, sehingga pada saat sudah menjadi arwah, otomatis di kuasai sepenuhnya oleh iblis ?

Apabila ini semua adalah kehendak Samuel, mengapa Samuel yang seorang Nabi Besar Allah mau mengikuti permainan yang dilarang keras oleh Allah dan dirinya sendiri ?

Dari kesimpulan yang saya pikirkan … akhirnya saya mengambil kesimpulan, Samuelnya gadungan :smiley:

Silahkan dikoreksi dan ditambahkan :slight_smile:

Ada beberapa hal di dalam pemikiran saya pribadi, sehingga saya berpenafsiran seperti di atas. Saya memisahkan antara maut dengan alam maut. Baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru, alam maut tetap berada dalam wilayah kekuasaan Tuhan. Baik itu gehana maupun firdaus, semuanya Tuhan yang mengatur. Karena pada hakikatnya roh kembali kepada Tuhan.

Selain itu, jika berbicara mengenai tekstual dan harafiah, maka saya juga tidak boleh mengabaikan 1 Tawarikh 10:13, dimana justru karena Saul meminta petunjuk dari arwah, menyebabkan Saul mati mengenaskan. Sebelumnya, ketika Samuel masih hidup, Samuel tidak pernah menubuatkan jika Saul akan mati mengenaskan. Samuel hanya menubuatkan bahwa takhta kerajaan akan berpindah tangan.

Jangan lari-lari dong.
Biar Om sedikit langsing :D
Just info, siapa yg mnyentuh mayat, ia jadi najis. Tuhan Yesus memegang tangan anak perempuan yg sudah mati, eh anaknya bangkit dan Tuhan tidak perlu mentahirkan diriNya sesuai aturan Taurat.
Yang ini demen deh pake spekulasi gila-gilaan lagi :D

Pada kasus di atas, Yesus batal menjadi najis karena sang mayat batal menjadi mayat. Sebagai bahan perbandingan, kisah Elia dan juga Elisa, yang sama-sama membangkitkan seorang anak. Elia dan Elisa sama-sama bersinggungan fisik dengan mayat.

THE END


Hosh… Hosh… Hosh…
Capek lari-lari, tapi ada yang kelupaa nih. Tengok kiri, tengok kanan, si Om gak ada. Aman.

Kalo Kisah Para Rasul 8:16, itu baru harus dimaknai harafiah, tidak boleh simbolis.

Langsung lari lagi sebelum si Om datang.
Hosh… Hosh… Hosh…

To All :

Tolong perhatikan baik-baik, itu bukanlah SAMUEL tapi SAMAEL. :coolsmiley:

maksudnya? salah ketik? ;D

Ple-setan, Sob. Ple-setan. :tongue:

Plesetan = ple - setan = ple (play); setan (station) = play-station :tongue:

Btw, IMO, itu bukan roh Samuel. Itu aza sih.

Ya saya bertahun2 percaya kalau itu bukan Samuel tapi roh jahat yang menyamar
ada juga yang pernah kotbah ini kurang lebih isinya begitu
saya sharing ke saudara seiman juga semuanya percaya itu roh jahat

namun ya itu
yang menggelitik saya adalah : itu ditulis Samuel
saya renungkan kalau apa yang alkitab tulis Samuel terus kita bisa artikan macam2
ya ayat2 yang lainnya juga bisa diartikan macam2 jadinya
sebab alkitab itu saya percaya sempurna dan ga ada kesalahan penulisan serta semua ada maksudnya

karena itulah saya tertarik dengan thread ini :slight_smile:


om Siip
jadi “pangkuan Abraham” itu dulunya ada di"bawah"?
setelah Yesus mati dikayu salib baru semuanya dipindahkan ke"atas"?

Nah, Samael itu nama iblis untuk mitologi orang yahudi.

Makanya, IMO, kok pas banget : samuel vs samael.