Allah pilih Kasih ?

Atas kedaulatanNya saja Bro.

Abram bisa jadi Abraham bukan karena faktor Abram-nya, tp krn kasih karunia Dia yg mbuat Abram berpotensi jadi Abraham.

Tp si Abram pun kudu bekerjasama dengan grace tersebut.

Ya spt prumpamaan talenta,
Ada yg dkasih 5, 2, 1; tp semua dikasih scr free, bukan karena ganjaran atas jasa/person mreka.
Stelah mreka mlipatgandakan, baru ada tambahan-tambahan lagi.

Nuh bisa jadi Nuh yg orang benar krn Tuhan invest something atas Nuh.
Apakah ini pilih kasih krn Tuhan ga invest sgitu banyaknya ke orang lain?

Justru dg investment Allah itu, Nuh dituntut lebih banyak, targetnya lebih tinggi dan kebebasannya lebih berbatas krn Nuh harus melipatgandakan investment Allah itu bagi orang lain yg tidak di invest sebanyak itu oleh Allah.

Jadi konsep soal pemilihan ini adalah ‘pemiihan sulung’,
Dipilih sbg yg sulung utk mbawa para bungsu,
BUKAN dipilih sdgkn yg lain diabaikan/dibuang/tidak akan pernah dipilih.

Konsep ‘pemilihan sulung’ inilah yg cocok sesuai selaras dengan konsep ‘Allah adalah KASIH’.

Pada dasarnya semua semua manusia yang pernah-sudah-akan hidup bernafas di bumi pada awalnya adalah makhluk roh yang bisa menjadi apa saja lewat pikiran dan perbuatannya.

Artinya, tidak betul apabila dalam hal ini dikatakan TUHAN pilih kasih… itu pendapat saya bro.oda.

Salam,

begini siip,

mungkin ada baiknya kita nge-define dulu begimana itu aplikasi bekgron logik seseorang melakukan suatu kedaulatan secara detail.

Sip kasih contoh D dan O.
D berdaulat meng-invest talenta ke O.
Nah… bisa siip tolong jelaskan itu cara kerja "berdaulat"nya si D ?

IMO,
berdaulat itu = si O bebas menentukan/memilih si O yang ada didalam kelompok 100 staff.
di pov 100_staff_minus O, tidak bisa atopun tidak boleh ada yang protes sekalipun diantara 100_staff_minus_O ini MERASA bhw dirinya pantas utk di invest talenta oleh D.
Demikian juga si O tidak bisa atopun tidak boleh menolak investasi yg ditanam ke si O oleh si D.

Abram bisa jadi Abraham [b]bukan karena faktor Abram-nya[/b], tp krn kasih karunia Dia yg mbuat Abram berpotensi jadi Abraham.
Nah.... begimana itu ceritanya si D meng-invest talenta kalo bukan karena terkait dengan si O nya ?

Begimana itu ceritanya pabila di pov D semua 100 staff PANTAS utk di invest ?
Pabila semua pantas di pov D, begimana itu ceritanya dia akhirnya milih yang si O utk di invest ?
Posisikan diri siip sbg si D. IMO, maka logik yg seharusnya ada …

A. siip “ngliat” bhw si O adalah yang paling/lebih pantas diantara 100 staff yg semua pantas tsb oleh karena itu siip invest ke O.

apabila ungu tidak eksis di benak logik siip… maka pilihan lain tidak ada selain :
B. siip lempar dadu, capcipcup celebang kuncup pada 100 staff ini dimana cup-nya jatoh ke O ----> apakah ini bekgron logik dari pengertian “berdaulat” yang siip maksudkan dimana menurut siip bold pada quote diatas ?

Ya spt prumpamaan talenta, Ada yg dkasih 5, 2, 1; tp semua dikasih scr free, bukan karena ganjaran atas jasa/person mreka.
Betul... namun sekali lagi, begimana itu bekgron logik yg ada di benak siip meng-invest ke si O 5, meng-invest ke si P 2 dan meng-invest ke R 1 ?

(imo) kalo kita gak bisa menjawab bekgron logik-nya … maka kosakata “berdaulat” (imo) lebih baik tidak usah digunakan, melainkan gunakan kosakata baru… misal “brekele”. Mengapa ? karena kosakata “brekele” adalah didalam pengertian yang lain drpd yang lain dimana orang tidak akan bisa mengerti atopun melakukannya, hanya Tuhan. —> So kalimatnya menjadi … Tuhan brekele ngasih 5, 2, 1 ke orang orang :char11:

Dilain sisi,
kalimatnya : D berdaulat invest talenta ke si O atopun siip berdaulat ijo, bekgron logik A ataukah B yg ada di pov siip ?

3 staff siip itu baru eksis di pov siip setelah menjadi pegawai siip sekian lama.
Tidak diketahui mengenai parabel 3 hamba diberi talenta, apakah hamba 1 masuk kerja taon 2000, hamba 2 taon 2010, hamba 3 baru kemaren masuk kerja diketika si tuan pergi.

IMO, parabel 3 hamba talenta nggak sama dengan parabel orang kerja jam 7 pagi vs orang kerja jam 5 sore digajinya sama sama sedinar. Karena ada kalimat sbb : Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

(15) Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

Siip bebas ngasih gopeceng ke seorang pengemis-1, bebas juga ngasih cepe ke pengemis-2 dan bebas juga utk tidak memberikan uang sama sekali ke pengemis-3 ketika siip stop di lampu merah. Apakah siip tidak bisa tau MENGAPA diri siip ngasih yg satu gopeceng - yang satu lagi cepe - yg satu lagi kagak siip kasih ? 2

misal, hal ini apakah :
A. dikarenakan duit siip sudah habis krn itu gopeceng dikasih ke pengemis-1 … yang ada tinggal cepe-an jadi mao gak mao siip kasih cepe ke pengemis-2, pengemis-3 ga dapet

B. ato mungkin siip capcipcup celebang kuncup … dimana cup-nya yg gope jatoh ke pengemis-1, cup-nya yg cepe jatoh pengemis-2, setelah itu maen capcipcupnya siip hentikan, dgn demikian otomatis pengemis-3 nggak dapet apa apa.

C. jawaban dari siip :happy0062:

Saya pernah mengalami peristiwa mirip itu … dimana bekgron logik yg ada di benak saya adalah : saat itu saya ngliat pengemis-1 lebih pantas dapet goceng (ortu cacat), pengemis-2 (balita) pantasnya dapet ceceng … pengemis-3 anak muda, sehat pantesnya gak usah dikasih. So… biar bagaimanapun, logik yg seyogyanya ada dan tidak bisa lepas adalah : saya melihat/menilai orang ybs, saya mempunyai kriteria tersendiri dalam menilai dimana kriteria saya (“Law”) nggak bisa diganggu gugat oleh orang2 ybs namun saya sendiri tidak bisa terlepas pada orang2 ybs —> (imo) inilah berdaulat :char11:

bersambung mengenai Nuh :slight_smile:

Nuh bisa jadi Nuh yg orang benar [b]krn Tuhan invest something atas Nuh[/b].
makanya saya tanya di awal thread, pada hari Rabu diketika 1000 bayi itu lahir dihadapanNYA ... APA yang ada dibenak Allah ?

Diketika siip punya bayi kembar 10, apa yang ada dibenak siip ?
Akankah siip menerapkan “lebih pantas” bayi yang satu tidur di ranjang, bayi yg satu tidur di sofa, bayi yang satu tidur di lantai r.tamu, bayi sisanya tidur di gudang ? Nggak kaaan… :char11:

IMO, semua orang diketika lahir diberikan rohani yang SAMA oleh Tuhan.
Nuh bisa menjadi orang benar, ya karena event investasinya adalah sejak Nuh lahir … demikian pula di investasikan kepada semua orang diketika lahir di jaman Nuh tsb dan segala jaman.

(5) Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, (6) maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Begimana itu ceritanya “menyesal” dan "pilu"lah hati Allah ngeliat sikon demikian, sementara padahal Dia CUMA invest “roh kebenaran” ke Nuh dimana yang lain Dia tidak investkan ?

Begimana itu ceritanya di hari senin siip ngasih modal ke anak pertama - tidak ngasih modal ke anak kedua , di hari sabtu siip menyesal dan pilu hatinya karena anak kedua tidak menghasilkan dimana anak pertama menghasilkan ?

Apakah ini pilih kasih krn Tuhan ga invest sgitu banyaknya ke orang lain?
makanya kembali lagi (imo) kita mesti "ngitung" secara didalam waktu, siip.

pertama : sudah jelas bhw 3 hamba tsb adalah hamba dari si tuan. Dengan demikian ADA orang lain yang BUKAN hamba si tuan … dan di kurun masa sebelumnya 3 org ini BUKAN/BELON sbg hamba si tuan.

kedua : Nuh beserta orang2 yg hidup di jamannya kita mau masukin secara begimana ?

  • A. Secara didalam waktu Nuh lahir serta bayi2 lainnya adalah anak2 iblis (bukan milik/hamba Allah) ? Allah : “semua bayi bukan hamba/milikKU”.
  • B. Secara didalam waktu, semua orang diketika lahir di jaman Nuh (dan segala jaman) tsb adalah sebagai hamba (milikKU) di pov Allah ? Allah : “semua bayi2 ini adalah milik/hambaKu”.
  • C. secara didalam waktu, Nuh diketika lahir di pov Allah : “ini bayi milikKU / hambaKU” … sementara sisanya “yang laen bukan milikKU / hambaKU” ?

yang A :
So… semua orang di dunia saat itu bukan sbg milik/hamba Allah.
Waktu berjalan… setelah Nuh remaja/dewasa, ujug2 Allah ngasih “roh kebenaran/ketaatan” ke Nuh, orang2 yang lain tidak Allah kasih.

yang B.
Semua bayi (termasuk Nuh) Allah tanamkan “roh kebenaran/ketaatan” diketika mereka lahir.
Waktu berjalan … setelah mereka semua dewasa/remaja, ternyata di pov Allah hanya Nuh yang tetep berada didalam “roh kebenaran/ketaatan”

yang C.
Hanya bayi Nuh-lah yang Allah tanamkan “roh kebenaran/ketaatan”, bayi yang lain tidak karena bukan milikNYA/hambaNYA di pov Allah saat itu. Otomatis, ketika Nuh dewasa dia benar di pov Allah.

tambahan mengenai A :
Menjelang akan didatangkan-nya air bah, Allah nggak mau semua orang musnah di bumi… ujug2 capcipcup Dia memilih Nuh dikasih “roh kebenaran/ketaatan”, yang lain tidak. So… tiba2 saja Nuh menjadi orang yang taat … otomatis ya di pov Allah Nuh Allah benarkan … barulah Allah bilang ke Nuh : eh kamu bikin bahtera ya… supaya kamu ga metong :char11:

Selanjutnya kita kaitkan dengan “menyesal dan pilu” hati Allah meliat sikon pada suatu saat. Di Logik mana yang bisa masuk terkait kalimat coklat ? A B ataukah C ?

Justru dg investment Allah itu, Nuh dituntut lebih banyak, targetnya lebih tinggi dan kebebasannya lebih berbatas krn [i]Nuh harus melipatgandakan investment Allah itu bagi orang lain yg tidak di invest sebanyak itu oleh Allah[/i].
pertanyaannya : sebelum peristiwa air bah, sebelum Allah bilang ke Nuh bikin bahtera .... semua orang yg ada di pov Allah masing2 ada menerima investasi ato kagak, siip ?

Mungkin ada baiknya kita ga usah fokusin mengenai besaran-nya dulu yah siip, melainkan menerima ato kagaknya dulu. Di parabel hamba dgn talenta, semua hamba menerima talenta. Dengan demikian di pov tuan, tiga hamba ini adalah milikNya. Namun tentu ada orang2 lain yg bukan hamba si tuan, terkait dengan parabel ini.

Nah… kalo di aplikasikan ke Nuh, ini begimana alur ceritanya ?
yang A, B, ataukah C ?

bersambung mengenai “yang sulung” :slight_smile:

Konsep 'pemilihan sulung' inilah yg cocok sesuai selaras dengan konsep 'Allah adalah KASIH'.
anak kembar 3 siip, X Y Z. Siip menyatakan Y adalah yang sulung. Apa bekgron logik siip menyatakan demikian ?

Karena di pov siip, Y memang adalah yang sulung … yang ngebrojol duluan.
Lalu kenapa menyesal dan pilu hati siip melihat X dan Z tidak menjadi sulung ?

begimana alur logik yg ada di benak siip waktu menyatakan Y adalah yang sulung ?
Apakah siip sudah menentukan duluan sebelon bayi lahir, yakni : 3 janin didalam perut si ibu bernama X Y dan Z… dan menetapkan si Y itu yg akan jadi sulung … so ketika ngebrojolin, istri siip memilih Y atopun dgn kata lain memaksa bayi yg bernama Y didalam perut utk ngebrojol duluan ? nggak kaan ? :char11:

Ngebrojolnya itu “alami”, dimana yang keluar duluan itulah yang siip sebut sulung, terlepas apakah sebelon ngebrojol siip udah siapin bhw yg ngebrojol pertama namanya Y atopun setelah ngebrojol siip baru namakan si bayi Y.

so IMO, demikian juga pabila ada yang “sulung” di pov Allah.
Logika yang harusnya masuk adalah idem dengan logik ilustrasi kembar 3 tsb.
Allah tidak memilih/memaksa si Y utk ngebrojol duluan (dimana “sulung” duluan eksis) … melainkan Y yang ngebrojol duluan maka itulah yang sulung di pov Allah.

Pabila dinyatakan logika seperti ilustrasi kembar 3 tsb nggak masuk… nah… jangan gunakan kosakata “sulung” … gunakan kosakata lain … “[email protected]#$” misalnya :char11:.

IMO, yang “sulung” di pov Allah itu BUKAN secara dikelahiran bayi… melainkan diketika orang2 ybs dewasa… secara “alami” orang2 ini “ngebrojol” duluan drpd yg lain di pov Allah … oleh karena itu disebut yang sulung.

Menurut saya, yang B dari pilihan yg saya sajikan di post sebelum ini.
Logik selanjutnya di pov Allah, Nuh adalah yang sulung saat itu.

Entah menurut Kekristenan :char11:
Jadi apa yg menurut siip / Kekristenan ?

:slight_smile:
salam.

Kemana yah edfontes ?

Karena saya gak bisa post di board Kristen, saya kopas ya :

Bisa tolong temen2 berdoktrin predestinasi menjelaskan background logik diketika seseorang memberikan anugerah ke orang lain ?

ilustrasi :

10 orang cacat tidak bisa berjalan ada di lokasi titik_point A (namanya adalah 1 s/d 10)
Seseorang (mr.X) menyediakan duit 1 M entah buat siapa dari 10 orang tsb di titik_point B dimana adalah impossible ke 10 orang ini bisa mencapainya.
Mr.X mempunyai banyak persediaan korsi roda, lebih dari 10.

Mr.X bilang :
yang bisa mencapai point-B, dapet bagian dari duit 1M tsb.

Karena orange,
maka mr.X memilih dari 10 orang tsb yg mana yg dia akan anugerahi kursi roda.
So, taroh kata si 1 2 dan 3 dapet anugerah tsb dari mr.X

Pertanyaan :
bekgron logik yang begimanakah ketika mr.X memilih 1 2 dan 3 utk dpt korsi roda ?

apakah seperti sbb ini ?
Mr.X menentukan dirinya akan bermain capcipcup celebang kuncup sebanyak 3x.
So, cup pertama jatoh ke si 1, cup kedua jatoh ke si 2, cup ketiga jatoh ke si 3.
Dapetlah si 1 2 dan 3 anugerah korsi roda dan “berjalanlah” mereka menuju titik B.

mohon dijelaskan oleh temen2 yang berdoktrin predestinasi.

:slight_smile:
salam.

[email protected]

Gak usah pusing-pusing untuk mengartikan makna Berdaulat yang di sandang Oleh Sang Pencipta Langit dan bumi itu, yaitu Allah Yang Maha Kuasa itu…

Misalnya sebagai contoh dalam kehidupan kita, Allah mengizinkan seorang bayi lahir cacat dari seorang ibu yang kondisinya secara sosial dan finansialnya betul betul lagi terpuruk. Disini Kedaulatan Allah berperan, artinya Allah memberikan berkat kehidupan yang baru bagi seorang bayi dalam keluaraga si ibu tsb, walaupun kondisi bayi tsb cacat. Namun sebaliknya si keluarga ibu tsb harus menerianya dng ikhlas dng segala resiko dan konsekwensi yang akan dihadapinya dalam pergumulan hidupnya hari demi hari kedepan…Apakah dalam persoallan ini Allah pilih kasih…?? Tentu tidak…!! Karena Rancangan Allah bukan Rancangan Manusia…dst…dst nya…

Salam GBU…

Topik yang menarik… ^^
maaf jika tidak membaca semua postingan sebelumnya…
menurut saya sih A… sebab semua roh dalam hal ini manusia, TUHAN sendiri yang memilih dan menempatkan dalam bayi2 itu… ^^

kalu untuk kepingin ngerti bhw predestinasi itu ada, (imo) mesti pusing2 dikit lah purba utk mengertikan apa itu maksud kosakata “berdaulat” :char11:.

Misalnya sebagai contoh dalam kehidupan kita, Allah mengizinkan seorang bayi lahir cacat dari seorang ibu yang kondisinya secara sosial dan finansialnya betul betul lagi terpuruk. Disini Kedaulatan Allah berperan
tapi pur, maksud saya disini adalah "berdaulat" yang mengenai pemilihan masuk surga SBJ .... bukan mengenai seorang bayi lahir tidak seperti bayi2 lain pada umumnya.

:slight_smile:
salam

makasih atas masukan ibmagi

idem… saya juga pilih A … :happy0062:

:slight_smile:
salam.

Saya berpendapat bhw semuanya adalah milik Iblis ( poin B), itulah sebabnya manusia perlu ditebus dengan darah Yesus untuk mengalihkan kepemilikan.

Mazmur 139:13 LAI-TB : Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Menurut logikaku, masih keukeuh berpandangan bahwa Tuhan pilih kasih. Dia mengasihi si Anu, dan tidak mengasihi si Una. Si Anu dibimbing mengerjakan sesuatu, sementara si Una dibiarkan mengerjakan sendiri. Si Anu dan si Una sama-sama mengerjakan hal yang sama, dan menggunakan sumber daya yang sama, ternyata hasil pekerjaan si Anu lebih banyak dibanding hasil pekerjaan si Una. Dan yang lebih jelas menunjukkan bahwa Tuhan pilih kasih, ialah dari kisah pemberian talenta. Ada hamba yang mendapat 5 talenta, ada yang mendapat 2 talenta, dan ada yang mendapat 1 talenta.

Namun, kalo direnungkan, ternyata, ketidakmerataan pemberian Tuhan kepada tiap orang, bukan karena Tuhan pilih kasih, justru karena keadilan Tuhan sehingga tidak memberikan beban yang sama kepada tiap orang. Dalam hal kelihatan oleh mata manusia kepada si Anu dan si Una diberikan sumber daya yang sama dan mereka mengerjakan pekerjaan yang sama menurut mata manusia, jika ditelisik lebih jeli, akan memperlihatkan perbedaan. Misalnya, jam kerja yang digunakan, tingkat ketelatenan mengerjakan pekerjaan, tingkat kerapihan mengerjakan pekerjaan, dll.

Jadi, simpulannya, pada mulanya sampai selama-lamanya, Tuhan tidak pilih kasih. Manusialah yang mengelola kasih Tuhan tidak identik sama, sehingga hasil yang diperoleh seseorang tidak persis sama dengan hasil yang diperoleh orang lain. Mata manusia tidak sama dengan mata Tuhan, sehingga banyak manusia yang menuding bahwa Tuhan pilih kasih.

Salam logika macam-macam.

[email protected] Oda…

Rupanya secara implisit & explisit , sampai detik ini anda masih penasaran dengan Istilah '"Predestinasi “” Ya…???
Padahal memang Istilah/Pandangan itu tetep ada dalam Theologi Kekristenan dan masih terus dalam perdebatan loh, apakah itu doktrin yang Alkitabiah ataupun bukan. Karena semua pihak / orang memilki sudut pandang masing-masing pula, sehingga menafsirkannya sampai sedemikian rupa pula

Nahhh…Akibatnya anda sendiripun menjadi salah satu korbannya dalam hal ini bukan…?? .Buktinya anda menjadi menderita poseng-poseng di kepala…hehehe.

Sebetulnya jika anda pengen tau.Mka menurut saya, .Bahwa Predestinasi itu hanya terdiri dari 2 pokok saja, yaitu :
1). Predestenasi Yang Benar (Alkitabiah)
2). Predestinasi Yang Tidak Benar ( Tidak A;lkitabiah ).

Kemudian apa yang anda maksud dng …" pemilihan masuk sorga SBJ…?? SBJ itu singkatan naon [email protected]…??hehehe

Kemudian Phrase kata " PEMILIHAN " Yang ada dalam Alkitab itu sangat banyak maksudnya dan sangat dalam pengertiannyas secara Theologi Alkitab…Karena ada pula Theologi Manusia loh [email protected] Oda…Makanya anda menjadi poseng-poseng kepala untuk mengerti msalah ini…

Salam GBU…

tet tot kang shipir…

yyang bener:

  1. Predestinasi menurut interpretasi alkitab versi A
  2. Predestinasi menurut interpretasi alkitaab vresi B
  3. dan seterusnya…

gitu atuh… kalo mau diskusi… biar objektif

@SHIPIROZ PURBA :

SBJ = Sebelum Bumi Jadi.

Taroh kata Yesus mati taon 33 Masehi.

Nah, diketika pada hari Rabu 1 Januari 2011 dihadapan Allah lahir 1000 bayi … :
A. Allah : hm… semua bayi2 ini milikKU, ciptaanKU
B. Allah : hiyyy… semua bayi2 ini milik si iblis, ciptaan si iblis
C. Allah : sebagian dari bayi2 ini milikKU, ciptaanKU … sisanya milik dan ciptaan si iblis.

Yang mana wilefhas ?
A ? B ? atokah C ?

:slight_smile:
salam.

:afro: makasih shadowing … :happy0062:

:afro: sependapat ama cinta :happy0062:

Mata manusia tidak sama dengan mata Tuhan, sehingga banyak manusia yang menuding bahwa Tuhan pilih kasih.
yang menakjubkan adalah suatu statement sbb :

SBJ :
Tuhan ingin sebagian orang selamat - tidak ingin sisanya selamat TANPA adanya pre-kondisi “mengenal” tiap2 orang tsb

ada orang2 yg berpedoman ungu berpendapat Tuhan itu Kasih.

Keren yah cin … :cheesy: :mad0261: :char11: :ashamed0004: ;D

:slight_smile:
salam.

IMO, pemilihan itu memang ada, purba.

Namun yg ada didalam pengertian saya, pemilihan itu tidak didalam pengertian memilih sejumlah X orang dari 1000 orang TANPA “mengenal” tiap2 orang dari 1000 orang ini.

:slight_smile:
salam.