Aman karena Iman

“Menyerahkan hidup kita sepenuhnya pada Tuhan adalah pencapaian pengharapan manusia yang tertinggi.”

Ragu, takut, dan malu ada pada manusia, karena tidak punya kepastian akan keamanan (security) dirinya.

Bayangkan hasil2 pekerjaan kita telah ditangani oleh DIA yg PALING mencintai kita.

Bayangkan kita tidak perlu khawatir akan hari esok, karena segenap entitas2 spiritual diinstruksikan oleh DIA yg sgt mencintai kita, untuk bekerja tanpa istirahat membantu setiap perkembangan rohani dan pekerjaan jasmani kita.

Bayangkan kita dituntun oleh Pecahan Roh DIA sendiri yang berdiam di dalam diri kita dan dikawal oleh kekuatan-kekuatan entitas yang terhebat di seluruh alam semesta, sehingga sekalipun dunia ini hancur berantakan, kita akan tetap utuh dan selamat.

Mungkin utk beberapa orang, akan meng-iya-kan hal diatas dengan suatu keyakinan dan berkata amin.

Rasa aman (secured) itu tidak lagi cukup hanya diyakini, namun harus dapat dilihat (discerned), dirasakan (perceived) dan dibuktikan secara PASTI, seperti halnya perasaan aman yg pasti yg dirasakan seorang anak ketika di gendong orang tuanya di tengah2 keramaian pasar impres. Kepastian akan keamanan inilah yang dinamalan IMAN.

Ubahlah si KEYAKINAN itu jadi IMAN dgn cara mencari KEBENARAN, supaya tidak perlu lagi kita cape-cape membayang-bayangkankannya terus.
Karena KEYAKINAN bisa didapat dari pelatihan, dogma, informasi dari kitab suci, dari ajaran orang lain atau guru atau pemuka agama, tapi IMAN hanya bisa dilihat, dirasakan dan dibuktikan melalui pengalaman hidup mencari KEBENARAN.

Selamat mencari!

Love,
Viky99