[amoral] Duh! Anggota DPR Tertangkap Basah Nonton Video Porno di Paripurna

Laurencius Simanjuntak - detikNews Jakarta - Beredar foto anggota DPR sedang menonton video porno. Parahnya, video tersebut disaksikan saat sidang paripurna berlangsung. Duh!

Foto ini dilansir pertama kali oleh mediaindonesia.com, Jumat (8/4/2011). Sang fotografer menjepret momen ini saat sidang paripurna berlangsung dari atas balkon wartawan.

Agenda sidang yakni tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011.

Terlihat dari foto, anggota Dewan tersebut menonton berbagai adegan video porno dari kursinya. Video disaksikan dari sebuah tablet.

Belum jelas siapa anggota DPR yang berada di dalam foto. Yang jelas, foto ini sempat membuat heboh sejumlah jurnalis yang meliput acara sidang berlangsung.

(mad/asy)

telah di konfirmasi bahwa pelaku adalah politisi asal PKS bernama Arifinto. Arifinto duduk sebagai anggota Komisi V DPR.
mengingat semangat yang digembar gemborkan partainya, satu kata yang tepat buat kasus ini adalah “IRONIS”

wkwkwkwk
katanya partai bersih?
agamis?
tetapi???
dari buahnyalah kita tahu pohonnya^^

Kacian yah… perlu dikasihani… :ashamed0006:

bukan bermaksud menghakimi yang bersangkutan, karena saya juga bukanlah polisi moral. hanya saja, standar moral yang bersangkutan benar2 menyedihkan sebagai anggota DPR. Terlebih lagi karena perwakilannya di kementrian begitu getolnya “menertibkan” moral masyarakat Indonesia dari pornografi.
Jadi bisa disebut pak Arifinto ini telah “makar” dari PKS…hehehe

mending urusin kemiskinan daripada urusin yang ndak perlu ^^

no komen :expressionless:

he3^^

dan sang pelakupun masih saja berusaha diselamatkan oleh kepala gengnya… :smiley:

VIVAnews - Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan, mengunduh konten porno tidak bisa dikenai sanksi. Ini sesuai dengan pasal aturan dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kalau secara hukum berdasarkan UU ITE, pihak yang bersalah adalah orang yang mendistribusikan atau mentrasmisikan konten porno. Sementara orang yang mengunduh konten terkait tidak,” kata Tifatul saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 9 April 2011.

Tifatul mengemukakan hal itu terkait kasus anggota DPR dari Fraksi PKS, Arifinto, yang tertangkap basah sedang melihat video porno pada saat berlangsung sidang paripurna DPR RI yang membahas soal pembangunan gedung baru DPR, Jumat kemarin.
selengkapnya : http://politik.vivanews.com/news/read/213815-tifatul--pengunduh-video-porno-bebas-uu-ite

peraturan memang selalu ditafsirkan sesuai kepentingan masing-masing, padahal :

Di Pasal 31 UU Pornografi tentang Ketentuan Pidana disebutkan "Setiap orang yang meminjamkan atau [b]mengunduh[/b] pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)".

selengkapnya : Habis Yusuf Terbitlah Arifinto PKS - inilah.com #News

luar biasa… :happy0065: :happy0065: :afro:

heheheheh…
jatah di rumah ga dikasih…?? padahal mau mengahadiri sidang paripurna…??
supaya hati dan pikiran jadi fres.tadi malam dirumah…, tapi apa daya hasrat tertahan tidak tertuntaskan dng baik di rumah…Maka otak jadi nyutnyutan
Mungkin saja yang dirumah lagi ada halangan…siapa tau toh…?? wong namanya juga manusia normal…kebutuhan biol… pasti sudah menjadi tuntutan yang tidak terelakkan…hehehehe…
Hanya memang manusia selalu jadi bulan bulanan setan…akibat korban kemjuan teknologi…ga harus siapa itu orangnya…Hanya lagi kebetulan nih orang adalah seorang amggota terhormat dan dari partai terhormat yang berlandaskan platform terhormat pula…
Apaboleh buat…yang tertunda dirumah dapat terlampiaskan di bangku sidang tanpa mau kompromi dngan perasaan orang disekitarnya…apalagi masyarakat yang dibelanya…yang penting gue serr…serrr…demi menuntaskan hasrat pribadi yang paripurna tsb di area sidang paripurna…
klop lah jadinya…hehehehe…rruuuarr…viaassaa…!!

DPR itu kan wakil rakyat… ya jd kelakuan rakyatnya juga kurang-lebih diwakilkan…

mari saatny berkaca diri ^^

iihhh…maksain namanya nih…wong kita dulu ga milih partai gurem…??hihihi
rakyat yang mana juga…?? yng diwakili oleh politikus ngeres koyo ngono mas…mas…bukan rakyat yang disuruh ngaca,terbalik pikirannya…mas…
justru pimpinan partai yang anggotanya porno tsb harus bolakbalik ngaca hehehehe…makenye jng pake kaca spionlah…miskin amat…pake kace yang full body lah…

yang bersangkutan sudah mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR, setidaknya sudah ada tanggungjawab moral untuk mundur. tinggal ketegasan aparat dalam menindak lanjuti dengan UU pornografi.
dengar2 arifinto ini adalah salah satu redaktur majalah sabili yang isinya sangat provokatif itu.

salam

setuju.

Duh…yang merasa diwakili… :cheesy:

Permasalahannya itu melanggar tata tertib. Waktu sidang seharusnya mendengarkan sidang bukan nonton film. Sekalipun film yang ditonton tidak porno juga tidak etis masak sidang nonton film.

Anggota DPR dibayar untuk bersidang bukan untuk nonton film.

Beliau sdg tdk mood aja kali…habis seberapa serunya pun sidang DPR, paling max hanya begitu aja…

hehehe, hal-hal seperti inilah yg membuat saya malas dan pesimis mendukung partai.
calon2 wakil rakyat yg diusung entah dicomot darimana saja. konyolnya lagi, masyarakat masih gampang digiring dengan pencitraan sesaat. bahkan bisa2nya jadi pendukung calon yg baru beberapa jam didengarnya di TPS pula. :mad0218:
dulu saya dibilang apatis terhadap proses demokrasi di indonesia, tetapi sekarang saya malah bersyukur jadi golput di masa pemilu. setidaknya tidak turut mendudukkan wakil bobrok di kursinya. semoga di pemilu kedepan muncul wakil yg bisa diandalkan.

lihat yang dibold!

Dan lagi:
Matius 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

saya ngga membenarkan tindakan anggota DPR tersebut, tapi saya juga ngga mau menghakimi. Karena kalo saya menghakimi, nanti dosa2 saya juga jadi diperhitungkan sama Tuhan, padahal udah Tuhan ‘nol-kan’.

Ngerti? Ngga juga ngga apa2. :slight_smile:

Damai bagi Indonesia.

Bukan untuk membela sang wakil rakyat tersangkut, patut diduga begini.

Sang wakil rakyat tersangkut mungkin menduga bahwa walau dia tidak berpartisipasi aktif dalam pembahasan materi sidang kali itu, hasil sidang pasti bagus karena menyangkut kepentingan anggota perwakilan rakyat. Adalah kecil kemungkinan sidang memutuskan hasil yang tidak menguntungkan anggota sidang.

Sang wakil rakyat tersangkut mencoba memanfaatkan waktu untuk melihat ‘ulat bulu’ yang sedang tren di beberapa daerah di Pulau Jawa. Sang wakil rakyat mungkin merancang akan mengajukan study banding untuk membandingkan ulat bulu yang menghama dengan ‘ulat bulu’ yang di selangkangan.

Kemungkinan lain, biaya kampanye si wakil rakyat tersangkut mungkin sudah balik. Tinggal mencari keuntungan pribadi, yah… syur-syuran aja melotot ke adegan syur. Alat yang digunakan melihat adegan syur itu merupakan salah satu keuntungan yang disediakan/dibeli dari uang rakyat yang diwakili.

Meski prihatin, tetap berharap damai bagi Indonesia.

Lihat yang aku garis bawahi…justru disinilah yg menghakimi…
Menghakimi Rakyat Indonesia (or paling tdk mereka yg milih) dengan menyamakan mereka dengan tindakan satu orang.

Kalo anggota DPR tsb. melihat porno waktu sidang…itu jelas salah…bukan menghakimi lagi…FAKTA!
.

Waktu kita (rakyat) memilih…berdasarkan apa sih…?
Citra partai (yg digembar-gemborkan) dan janji2x dari partai (disamping tujuan dst dari partai)…
Itulah wakil yg kita pilih untuk mewakili kita…
.
Kalo tenyata citranya enggak sama …yah bukan berarti pencoblos mempunyai citra yg sama, melainkan lain kali lebih hati2x dalam memilih suatu partai (itu tindakan itrospeksinya)…
.
Kenapa mesti rakyat (kita) berkaca diri…? dan bahwa kelakuan anggota DPR (nonton pornografi di sidang paripurna) dianggap mewakili kelakuan kita (rakyat)…?
Kapan majunya bangsa ini, kalo semua seperti ini…?
.
Saya memang enggak ngerti dengan sikap seperti itu…