ANak Dibawah 12 tahun based on iman ortunya

Shalom, sesuai dengan judul thread ini, saya pernah mendengar bahwa anak 12 tahun itu mengikuti iman kedua orang tuanya. Yang ingin saya tanyakan ialah , apakah ada ayat tertulis yang menjelaskan hal ini ?

Sebelumnya saya telah mendapat sedikit penjelasan dan hasil renungan saya sbb :
Di gereja biasanya ada sesi Penyerahan Anak kepada TUHAN YESUS, disitu saya mendapat pencerahan sedikit.

Nah disini saya berdoa dan berharap kiranya mendapat penjelasn lebih lanjut dan lebih mantaf lagi juka ada ayat2 Firman TUHAN nya,

Terima kasih sebelumnya dan Tuhan Yesus memberkati temen2 semua. AMin.

dibawah perwalian /pengawasan …

Galatia 4

1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

wali /pengawas itu tentu yang bertanggung jawab…

Re: ANak Dibawah 12 tahun based on iman ortunya ?

Tidak ada ayat yang secara explisit menyatakan bahwa “anak 12 tahun itu mengikuti iman kedua orang tuanya” tetapi pengertiannya dapat kita pahami. Di zaman dulu, ketika orang-orang yang sudah mengenal akan sosok Tuhan Yesus, dari keimanan mereka kemudian juga membawa anak-anak mereka datang kepada Yesus, dan Tuhan Yesus berkenan memberkati mereka:

* Matius 19:13-15
19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
19:15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Orang tua mempunyai kewajiban memberitakan Injil pada anak-anak-nya. Tentu berita Injil di sini harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak. Dalam kegiatan ini “Orang tua menurunkan imannya kepada anak-anaknya” sehingga di dalam satu keluarga ini semuanya menjadi selamat oleh karena iman yang senantiasa dipelihara dalam satu keluarga.

Kegiatannya:
Orang tua dapat memberikan cerita-cerita Alkitab setiap malam kepada anak sebagai persiapan baginya untuk mendengar Injil yang lebih lanjut. Demikian juga anak-anak dibawa ke gereja untuk mengikuti sekolah minggu, dan guru-guru Sekolah Minggu melakukan hal yang sama, yaitu misi penginjilan bagi anak-anak. Kita semua tentu paham bahwa apa yang ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini sangat sukar untuk dihilangkan dari memorinya sampai masa tuanya. Maka, orang tua wajib memberikan dasar-dasar pendidikan yang baik kepada anak dalam pertumbuhan keimanan kepada Tuhan Yesus Kristus. Orang tua wajib menjadi “wali iman” bagi anak-anaknya, saya bersetuju dengan posting di atas, saya kutip lagi:

* Galatia 4
4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

Anak-anak yang dibawa kepada pengenalan akan Tuhan adalah terjadi karena iman dari orang tuanya sebagai agen/ wali iman. Namun, pengertian keimanan anak-anak adalah dalam tanggung jawab orang-tua sekali tidak berarti bahwa dosa anak-anak ditanggung orang tua sampai nanti ia dibabtis dewasa (atau ditahbis sidi). Prinsip secara umum dalam pengertian ini adalah, orang-tua wajib membawa anak-anaknya percaya kepada Yesus sebagai wujud yang nyata dari penerapan amanat agung (Matius 28:19-20) yang dimulai dari rumah-tangga sendiri.

Dalam liturgi gerejawi ada upacara: “Penyerahan Anak/ baby dedication” atau ada juga yang lain yang disebut:“Baptisan Anak,” keduanya merupakan tindakan keimanan dari orang-tua sang anak. Dan nanti kelanjutannya ada Baptisan Dewasa ataupun Sidi, yang dilakukan ketika anak itu dewasa, dimana yang bersangkutan kemudian paham betul dengan keimanannya yang di"resmikan" di depan jemaat, bahwa dia sadar benar2 beriman kepada Kristus.

bersambung…

Sebagai orang tua, kita tentu tidak akan membiarkan anak-anak bertumbuh tanpa iman (tanpa pengenalan kepada Tuhan Yesus), orang tua harus menerapkan anak-anak menuju iman percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi yang dapat menyelamatkan mereka, agar mereka bisa masuk ke surga (Rumah Bapa) sebagai mana iman orang tuanya. Kalau tidak maka mereka akan pergi ke neraka (tidak selamat, mati secara kekal).

Perhatikan ayat ini:

* Kisah Para Rasul 16:31
LAI TB, Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
KJV, And they said, Believe on the Lord Jesus Christ, and thou shalt be saved, and thy house.
TR, οι δε ειπον πιστευσον επι τον κυριον ιησουν χριστον και σωθηση συ και ο οικος σου
Translit Interlinear, hoi {(mereka)} de {lalu} eipon {berkata} pisteuson {percayalah} epi {kepada} ton kurion {Tuhan} iêsoun {Yesus} christon {Kristus} kai {dan} sôthêsê {akan diselamatkan} su {engkau} kai {dan} ho oikos {rumah (keluarga)} sou {mu}

Kata “Seisi” adalah tambahan karena dalam bahasa asli ditulis “rumah (keluarga)” (‘HO OIKOS’) saja. Tentu saja tidak bermakna bahwa seluruh keluarganya selamat gara-gara hanya ia saja yang percaya, tetapi keselamatan itu diberikan kepada mereka seperti kepadanya. Keluarganya akan selamat sebagaimana ia diselamatkan. Maka demikianlah yang harus dilakukan orang-tua kepada anak-anaknya. Bahwa keselamatan yang sudah mereka terima akan membawa keselamatan di seisi rumah-tangganya.

Dalam ayat ini juga bermakna bahwa keselamatan membawa dampak bagi orang-orang sekitar. Dimana seorang yang sudah diselamatkan akan menjadi saksi bagi orang lain yang belum diselamatkan. Orang-orang lain akan melihat perubahan hidup murid Kristus dan kebajikan yang ditampakkannya akan membawa orang lain juga datang kepada Kristus. Dan demikianlah orang tua harus menjadi saksi yang hidup dan bertanggung jawab bagi anak-anaknya terhadap iman dan pengenalan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Blessings,
BP

TUHAN YESUS ENGKAU SUNGGUH BAIK

Terima kasih kepada saudara/i seiman yang telah meluangkan waktu dan hikmat untuk memberikan penjelasan kepada saya yang belum mengerti ini.

1 case lagi yang ingin saya tanyakan :
saya punya seorang anak umur 2 tahun lebih, karena pekerjaan sering saya tinggalkan kepada mertua saya, mertua belum dalam TUHAN dan masih dalam penyembahan berhala. Kadang saya mendengar anak saya diberikan buah atau makanan dari altar ataupun bekas persembahan kepada berhala.

Bagaimana dengan hal tersebut ?

** nah karena itulah muncul pertanyaan saya tentang iman anak dibawah 12 tahun ikut iman orang tuanya …

Terima kasih. TUhan Yesus memberkati saudara/i sekalian. Amin.

anak harus diberi pengertian yang benar , bahwa Tuhannya ada Tuhan Yesus bukan yang lain .
sodara sendiri bisa lakukan mendoakan anak itu, tumpang tangan …
mintakan ampun kepada Tuhan untuk yang ia lakukan krn memang belum mengerti
sodara perkatakan dan berkati anak itu agar bertumbuh dlm pengenalan dan pengertian yang slm Tuhan Yesus
doa dan imanmu itulah yang menyelamatkan anak itu …

itu tidaka hanya berlaku buat anak kandung …tpp bisa dilakukan juga kepada keponakan (yang orang tuanya) blm dlm Tuhan … bahkan jika kita punya tetangga dan kita diberi hati untuk menjadi orang tua secara rohani… kita bisa
rebut jiwa2 mereka …

Anak baru 2tahun lebih, belum bisa mengerti dan berkomunikasi dengan lancar, kalau anak sudah SD lain cerita … mudah2an tidak bosa menjelaskan kepada saya, biar saya dapat di perteguh lagi :smiley: amin.

sekalipun dia masih kecil jelaskan sesederhana mungkin … misal : adik… berdonya sama Tuhan Yesus , krn Tuhan Yesus itu bisa memberi kita sorga , di sorga itu indah banget …

spt itu pasti si kecil bisa menerimanya …
dan … dr hidup sehari2 sodara itu juga bisa memberi contoh pada si kecil untuk hidup dlm Kebenaran Tuhan …

misal si kecil di ajak ke gereja…diajak baca Firman Tuhan ( sekalipun blm bisa baca Firman ) biarkan dia membolak balik Alkitab sambil melihat contoh sodara membaca Firman Tuhan …

rohnya … dia bisa tangkap … apa yang sodara contohkan dg sikap sehari2 dlm Kebenaran Tuhan …

saya setuju dengan ini… :afro:sesuai ajaran Kristus…

saya kurang setuju dan tidak sepaham dengan ini…
karena uda diluar konteks ajaran Kristus melainkan sesuai ajaran Gereja masing2 akan hal ini…
yang benar ialah orang tua bertanggungjawab dan wajib menegenalkan Ajaran Kristus dan hidup sesuai ajaran Kristus…

ef 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

kalau anak2 dibawah usia pertanggungjawaban melakukan kesalahan sudahlah tentu semua kesalahan tanggung jawab orangtua…
maka dari itu orangtua tak lelahnya mengajarkan Ajaran Kristus dalam anak tersebut seperti ulasan sebelum ini…
dan kalo masalah Baptisan bayi itu merupakan pemaksaan terhadap kesadaran anak/bayi yg belum tahu apa namanya/artinya Iman dan Pertobatan…ini jelas bentuk kehendak ortu yg melawan kehendak bebas dan kesadaran yg belum dimiliki oleh anak…

Lihat yg saya Blue
kalo nantinya ada baptis dewasa harus menunggu anak tersebut secara sadar dan tahu betul keimanan kenapa harus pada saat bayi dipaksakan dibaptis??apa ini diajarkan oleh Yesus???
bukankah baptisan itu hanya satu kali
Ef 4:5 satu Tuhan 1 , satu iman, satu baptisan

Terima kasih atas penjelasannya. Tuhan YEsus Memberkati Saudara. AMin.

ya saya setuju akan ortu tidak membiarkan anak2 mereka hidup tanpa Iman
makanya harus mengajarkan dan mendidik mereka AJARAN KRISTUS
Tetapi bukan HAK mereka akan memaksa dibaptis selama mereka masih bayi(mereka belum sadar dan tidak tahu makna baptisan )
jadi menurut Alkitab dan Ajaran Kristus itu tidak ada faedahnya…dan melecehkan KASIH MURNI ALLAH dan YESUS

Perlu diingat disini tiap2 ajaran Gereja berbeda pemahaman dalam hal USIA PERTANGGUNGJAWABAN akan dosa dan Iman mereka

Gereja A: 6-7 tahun
Gereja B: 7 tahun
gereja C: 8 tahun
gereja D:12 tahun

jadi Intinya mereka berada pada tanggungjawab Orangtua dalam Hal PENGAJARAN dan DIDIKAN tentang AJARAN KRISTUS
setelah lepas usia tersebut mereka uda punya hak pilihan bebas dalam Hal Pertanggungjawaban akan IMAN DAN DOSA mereka.

semoga bermanfaat buat TS
Dalam nama Tuhan Yesus Amin

Idealnya baptisan memang 1 kali, kalau Anda tidak setuju adanya baptisan anak2/ bayi, ada thread-nya sendiri. Bagi saya “baptisan bayi” adalah istilah saja, esensinya sebenarnya sama, yaitu “baby dedication” kepada Allah, sebagai wujud iman orangtuanya, dimana keimanan anak itu ada di dalam perwalian orang tuanya.

btw ada kok rujukan baptisan ulang di Alkitab:

* Kisah Para Rasul 19:3-5
19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.”
19:4 Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”
19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Saya pribadi berpendapat “Baptisan cukup satu kali saja” seumur hidup entah itu dipercik atau diselam. Namun, saya tidak mempermasalahkan seseorang yang ingin dibaptis lagi jikalau seseorang itu merasa baptisan yang diterima sebelumnya tidak sah, atau tidak alkitabiah.

Ayat di atas merujukkan kasus “baptisan ulang” yang pernah terjadi di era Perjanjian Baru, mereka yang sudah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis kemudian dibaptis oleh para rasul.

1 Korintus 7:14
Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Ayat ini memiliki pengertian yang sama dengan Kisah Rasul 16:31, Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Maksud kata “selamat” dan “dikuduskan” didalam dua ayat tersebut bukan dimaksudkan menjadi sebuah ketentuan atau hukum dimana jika si A dalam satu rumah seorang beriman, maka seluruh isi rumahnya otomatis diperhitungkan Allah sebagai orang bertobat juga. Demikian jika isteri beriman maka suaminya dan anaknya juga diperhitungkan Allah beriman juga. Tetapi ayat itu dituliskan sebagai pernyataan iman, seperti pernyataan iman Abraham.

Sebuah proses harus terjadi, sebelum suami, anak atau seisi rumah itu menjadi selamat atau kudus (dibenarkan) dan proses itu harus terjadi sebagai bagian dari fungsi umat Allah sebagai terang bagi sekelilingnya. Sehingga iman yang dimiliki oleh satu orang dialam keluarga dapat ditularkan kepada seluruh isi keluarga.

2 Timotius 1:5
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Demikian juga setiap keluarga Kristen iman itu harus dapat ditularkan keseluruh isi rumah. Karena itu seorang saja beriman, maka ia akan dapat membawa seluruh isi rumahnya untuk didamaikan dengan Allah. Sehingga dalam Ilam ROH KUDUS, Paulus menyatakan bahwa seorang isteri yang beriman akan dapat menguduskan suaminya dan juga anak-anaknya yang lahir adalah anak-anak kudus. Sehingga seluruh isi rumah diselamatkan.

Lukas 18:16
Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Jangan kita yang sudah besar merasa ge-er dan mengganggap anak-anak tahu apa. Firman Tuhan jelas menunjukan kepada kita bahwa mereka lebih beriman dari pada kita. Mereka percaya lebih bulat dari pada kita yang lebih condong berfikir rasional, sosial dan logis sehingga sering kali kita mempertanyakan iman. Tetapi tidak dengan anak-anak.

Disekolah minggu dimana saya pernah melayani, seorang anak kecil berdoa untuk neneknya yang sakit, dan mujizat terjadi. Ia masih TK, tetapi imannya kepada TUHAN sangat indah.

2 Timotius 3:14
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Semua terjadi dalam proses, jika kita tidak mengingkari panggilan kita, maka kita akan mengajarkan kebenaran dan menumbuhkan iman itu kepada anak-anak kita, pada saat itulah maka keselamatan dan kekudusan itu sampai kepada mereka. Bukan secara otomatis tahu-tahu kudus sendiri.

Anak saya waktu TK pernah bertanya tentang Bapa, Yesus dan ROH KUDUS karena saat berdoa kita meminta kepada Bapa didalam nama Yesus dan ia juga mendengar tentang ROH KUDUS adalah Allah. Saya cukup bingung saat itu menjelaskan dengan bahasa seadanya menyatakan kalau Allah itu satu tetapi hadir dalam tiga pribadi. Setelah tidak yakin ia mengerti, selanjutnya saya dibuat tercengang waktu ia menyatakan mengerti dan ia memberikan analogi pelajaran disekolah. Seperti awan, hujan dan uap air laut, sama-sama air tetapi berbeda-beda.

Jangan remehkan iman anak-anak. Orang tua menguduskan mereka dengan mengajarkan kebenaran Firman Tuhan (Yohanes 17:17) setiap hari sesuai dengan Ulangan 6:6-9. Maka walau ia masih kecil, imannya tidak kalah besar bahkan mungkin lebih besar dari ibunya yang kadang ragu-ragu dengan janjiNya. Bahkan bayi-bayipun dapat mengerti didalam rohnya saat kita berdoa dan menceritakan kebesaran Allah. Sebab Allah itu bukan partai politik yang harus dipilih dengan sadar, adil, jujur dan dewasa, tetapi Allah itu Kebenaran yang melewati akal pikiran manusia. Ia ada dari kekal kepada kekal, Ia ada sebagai Allah walau manusia menolaknya. Tidak perlu mengucapkan mantera untuk selamat atau menjadi seorang beriman atau untuk mempercayai Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Matius 21:16
lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”

yg diatas saya cukup setuju… to some extent…

tapi… yang dibawah ini:

itu tidaka hanya berlaku buat anak kandung ...tpp bisa dilakukan juga kepada keponakan (yang orang tuanya) [b]blm dlm Tuhan[/b] .. bahkan jika kita punya tetangga dan kita diberi hati untuk menjadi orang tua secara rohani.. kita bisa rebut jiwa2 mereka ...

hehehehe…
agresif amat sih jualannya… ehehe…

metode INFLUENCIAL marketing ya… ehehe…
kalo anaknya udah ter-persuasi…
pasti lambat laun bisa mempersuasi atau “memaksa” ortu-nya… ehehe…

takut ah… jualan Iman…

  1. bagi saya pribadi juga tidak ada itu “baptisan bayi” dan tidak ada pula itu “baby dedication”
    kalo memang orang tua menerapkan iman mereka ke anak2 mereka apalagi masih bayi itu adalah dengan cara mengajarkan ajaran2 Kristus ke dalam hidup mereka,memberi teladan seperti teladan kristus…tetapi kalo masalah pemberkatan Bayi atau anak itu ada tatacara tersendiri… dimana Yesus juga menunjukkan KuasaNya dalam Hal memberkati Anak-anak…hal ini harus dilakukan supaya anak2 mereka terberkati,tetapi konteksnya hanya memberkati bukan baptisan seperti yg diajarkan yaitu baptisan bayi oleh tiap2 gereja yg mengajarkan.

  2. kalo masalah baptisan pastinya hanya 1 kali saja…kalo terjadi kedua kali itu mungkin dia merasa yg pertama tidak SAH atau tidak BENAR ataupun mungkin belum ada Faedahnya…
    kalo masalah di Kis 19 :3-5
    menurut pandapat dan pemahaman saya ayat yg ke 6 adalah penegasan yg dinamakan baptisan sesuai aturan Yesus yaitu setelah air haruslah mereka dibaptis roh dalam nama Tuhan Yesus,bukan dibaptis ulang…apabila ada yg bilang dibaptis air secara ulang maka bisa dikatakan bahwa baptisan Yohanes itu tidak Sah,tetapi kalo melanjutkan ke baptisan Roh maka hal itu benar dan sesuai dengan ajaranNya…
    semoga memberi pencerahan.
    GBU

Memang sdh mjd kewajiban orang tua utk mendidik anaknya di dlm ajaran dan nasihat TUHAN, tetapi anak yg masih balita pada umumnya memang blm bisa menerima / mengerti dgn akalnya tentang keselamatan.

Eph 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Btw sbg ortu wajib membawa anaknya kpd TUHAN dgn selalu mendoakan dan menumpangkan tangan atas mereka bahkan sejak di dlm kandungan utk memohonkan berkat dan perlindungan Tuhan dan meminta spy Tuhan menjamah mereka, hal ini akan menjadi pengalaman pribadi bagi anak tsb dimana dia bisa merasakan jamahan Tuhan saat dilakukan doa dan penumpangan tangan di dlm nama Tuhan Yesus Kristus.

Hal inilah yg mendasari Penyerahan Anak di gereja, bukan utk pertobatan.
Jamahan Hadirat Tuhan yg dirasakan si anak akan melindunginya dari kuasa2 gelap dan hal2 yg dilakukan oleh siapapun yg hendak mencelakainya secara sengaja atau tdk sengaja termasuk dlm penyembahan berhala.

Mar 10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Seorang anak dibawah 13 thn/belum akil baliq… dimana jiwanya masih suci… belum terkotori oleh keduniawian/keegoan belum menguasai… dimana mereka masih bisa mendengar suara TUHAN… dan penjagaan malaikat masih terasa oleh anak tersebut… untuk itu jangan remehkan mereka sebab banyak kata2 kebenaran… kata2 firman terucap dari mereka…

Mengenai diberikannya makanan yang sudah dipersembahkan… tidak menjadi masalah… yang menjadi masalah adalah didikan untuk anak tersebut… sebab jika anak tersebut mendapatkan didikan yang salah… orang tuanya lah yang akan bertanggung jawab di pengadilan akhir nanti… sebab anak tersebut sudah TUHAN percayakan pada mereka…

Maaf bro… saya tdk setuju dgn pernyataan ini
Apakah bro tdk pernah melihat anak2 di sekolah Kristen / Katholik atau bahkan di Sekolah Minggu yg berebut mainan, mencontek, berbohong, berkelahi, mengucapkan kata2 kotor dsb ?

Saya setuju tapi hal tsb diatas tdk akan terjadi dgn sendirinya tanpa turut campur tangan ortu / wali / guru / siapapun yg bertindak dgn iman membawa kepada Tuhan.

Hal ini BENAR bila si anak sdh diserahkan dlm nama YESUS tetapi jika si anak tdk pernah di doakan / dibawa pada TUHAN maka hal tsb diatas sangat berbahaya krn bisa terkena kutuk penyembahan berhala yg dilakukan kakek / neneknya.
Ada seorang anak berusia 1 tahun, ortunya sdh percaya, tapi suatu saat diajak neneknya bersembahyang di depan berhala dan mengalami kejang2 hingga akhirnya meninggal dunia, medis tdk bisa menemukan penyebab kematiannya.
Saya juga pernah melayani beberapa anak yg mengalami kesurupan akibat kutuk penyembahan berhala dari kakek mereka, sekalipun ortunya sdh melayani Tuhan.

yaaa… itulah anak2… masih polos dan sering mengungkapkan sesuatu secara spontan… apa yang mereka lakukan adalah murni dari kepolosan mereka… kita ambil contoh… ketika mereka bermusuhan atau berkelahi… apakah permusuhan mereka akan berlarut2 seperti orang dewasa…??? tidak bukan… hanya beberapa saat … setelah itu mereka akan melupakan itu dan bermain bersama kembali… mereka hanya ingin dimengerti… bedakan dengan orang dewasa… kesalahpahaman yang sedikit akan membuat mereka saling bermusuhan sampai bertahun2… saling menyakiti, mendendam… itulah dimana keegoan/keduniawaian sudah menjadi yang utama di hati manusia…