ANAK HARAM BOLEH MASUK KRISTEN GA?

Sudah tidak ada istilah “anak haram” di mata Tuhan…^0^

Kisah Para Rasul 10
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

Kisah Para Rasul 10
10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Salam

Setiap orang punya kesempatan untuk menjadi umat Tuhan.
Walaupun tidak semua orang menggunakan kesempatan itu.

Sekalipun dia bukan anak haram, namun bila ia tidak mengggunakan kesempatan untuk menjadi umat Tuhan maka semua jadi sia-sia.
Sebaliknya bila dia anak haram, tapi punya kerinduan untuk mengenal Tuhan, masa Tuhan tidak akan mengabulkannya.

Yefta adalah anak haram, dia dikucilkan oleh saudara-saudaranya. Tapi Tuhan mau memakai dirinya sebagai salah satu bagi Israel.
Hakim-hakim 11:1. Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.
11:2 Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.”

Roh Allah berkuasa atas Yefta. Tuhan berkenan pada Yefta.
Hakim-hakim 11:29. Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.

Ada yang keberatan tentang Yefta status? Tuhan tidak berkeberatan dengan keadaan Yefta.

Regards,
Hans

krn itu kan udah diberikan …nasihat ama Firman baca PL harus disingkapkan oleh Kristus :smiley:

Dari teks yang dikutip sebelumnya jelas bahwa konteks budaya berbeda, sehingga pemaknaan anak haram pada masa itu juga beda. Apa yang anda kutip merupakan keadaan politik, hal itu tidak menyebabkan anak menjadi haram. Haram adalah tidak diperkenan oleh Allah. Pada masa teks yang dikutip menunjukkan Allah tidak senang dengan perkawinan campuran, karena sebelumnya Allah telah mengikat perjanjian dengan mereka untuk hidup memisahkan diri bagi Tuhan. Dari situ baru kita bisa menyadari anak-anak yang lahir dari perkawinan yang tidak dikehendaki Allah adalah anak-anak Haram.

Dalam konteks budaya saat ini secara sederhana orang menyatakan bahwa anak haram adalah anak yang dilahirkan diluar pernikahan. Hal ini tidak salah namun juga tidak benar. Half truth.

Hidup kekristenan harus sama dgn hidup secara rohani. selama kita hidup masih terikat dengan jasmani namun jasmani yan fana ini tidak kekal, dan nanti dikekalkan oleh pengorbanan TY sbg korban domba yg tak bercacat. Kalo dosa warisan ini disebabkan oleh hanya 1 orang(Adam) Tuhan juga suka2 Dia mereka-reka penghapusan dosa dilakukan oleh satu orang juga yaitu TY.

Lantas tentang anak haram ataupun semua brg yg haram, Paulus berkata sejarah nenek moyang yg terdahulu dituliskan sebagai bahan pelajaran kita jama sekarang.
Banyak simbol2 haram/kafir yg lain misal, Babel, Mesir, Filistin, dan yang lainnya … Namun jaman sekarang tidak relevan lagi tentu saja tidaklah haram kita orang kristen kawin dengan org2 dari daerah2 tersebut. Karena bukan jasmani lagi yg menjadi tujuan Tuhan dalam wasiat baru … bahkan TY berfirman yg haram bukan yang masuk ke perut melainkan setiap perkataan dosa yg keluar dari mulut …

Yesus diturunkan dari secara manusia melalui “perkawinan haram”. Dalam janji pada Abraham Tuhan akan menurunkan Mesias melalui Yehuda dan keturunan2nanya sebagai janji rohani… Mat1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai (rahab dan ruth adlah notabene berasal dari bangsa kafir), kita tahu selanjutnya Isai memperanakkan Daud dan Yesuspun dari keturunan Daud (Anak Daud).

Namun uniknya ini perkecualian, karena Yesus tidak boleh berdosa (domba tak bercacat) maka kehamilan Maria bukan hasil persetubuhan den suaminya Yusuf melainkan dari Roh Kudus.

Tapi paling tidak menurut anggapan manusia dia adalah keturunan tukang kayu (Yusuf).
Bangsa Yahudi bahkan meragukanNYa lebih lagi menolakNya mentah2. kadang sehat sih buat kita kalo diragukan orang karena pada akhirnya kita bisa menunjukkan suatu hal yang dapat diandalkan spt Yesus.

Jadi pengertian haram (taurat) tesebut sudah otomatis gak relevan lagi setelah penggenapan Taurat melalui kematian Domba Tak Bercacat.
Karenanya kita harus hidup dalam roh yg terus bersedia diperbaharui.

@ santo

Sudah tidak ada istilah "anak haram" di mata Tuhan...^0^

kalau ini benar2 pendapat final anda , saya hargai :afro:

jadi sekarang ini , di muka bumi ini , sudah tidak ada anak haram :slight_smile:

@ alice

krn itu kan udah diberikan ...nasihat ama Firman baca PL harus disingkapkan oleh KRISTUS

saya masih belum mengerti maksudnya :wink:

karena melanggar larangan di kejadian 49:3-4.
yakub memberikan hak keutamaan ruben sebagai anak sulung kepada yehuda.
dan yakub hidup jauh sebelum Yesus lahir , jadi tidak mungkin yakub mengerti tentang hukum itu dari penyingkapan Yesus :tongue:

jelas sekarang ini kita di hidup di perjanjian baru (PB) dan tidak ada hukum yang melarang anak haram masuk Kristen, karena hukum baru itu hukum Kasih, beruntung lah kita yang hidup di jaman perjanjian baru, sebab orang yang berzinah pada jaman itu mati di rajam dan yang mencuri harus membayar dengan tangannya, serta mata di ganti mata, gigi di ganti gigi

membaca trit ini saya jadi ingat seseorang

Dia seorang Pengajar Alkitab

sewaktu bayi dia dibuang ibunya, coz dia anak yang dilahirkan tanpa ikatan pernikahan ( anak haram )

dan dia dipungut oleh seorang SSY

pada saat pemuda dia menjadi seorang kristen coz dia tahu bahwa haram ato tidak Tuhan Yesus telah mematahkan kuk hukum taurat tersebut

Roma 8:2-5
ayat 2 : Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

ayat 3 : Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

ayat 4 : supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

pada tahun 1990 aku pernah masuk pada sesi pengajaran dia, namanya Rev Mike Constantin, asal USA