Anak Tuhan di DUnia Bisnis~!

Jika ANda berada di dunia bisnis, Anda pasti tahu tentang apa yang saya tanyakan ini. Berdasarkan kasih Tuhan kita, pertanyaan ini muncul.

  • jika Anda punya pegawai, dan memang tidak layak kerja (prforma dan gaji tidak sepadan) maka jika tidak dipecat akan membuat perusahaan mengeluarkan pengeluaran yang besar yang tidak seharusnya perlu, Tapi jika dipecat maka kita tahu bahwa keluarga dia ada 3 org anak 1 istri yang pengeluaran jaman sekarang ini juga tidak kecil. Bagaimana menurut Anda? Apakah dengan menuruti perasaan tidak jadi dipecat atau seharusnya tanpa perasaan kita harus berjalan dalam dunia bisnis?
  • bagaimana dengan topik ‘mengandalkan Tuhan’? sebagai pebisnis apa yang akan Anda lakukan jika Anda ada orang yang ingin merugikan Anda (memeras), apakah ANda mendoakan dia dan kemudian setelah itu selesai? ATau Anda mencari kenalan orang2 ‘kuat’ misalnya pejabat atau bahkan preman jalanan untuk mengatasi orang yang punya maksud jahat tersebut? Bagaimana respon yang tepat dalam ‘mengandalkan Tuhan’ ini?

thx

IMO…jawaban pertanyaan ke:

  1. coba cari tahu sebetulnya karyawan tsb tidak bisa performanya bagus kenapa, apa perlu mutasi?
    bila memang sudah mentok, mungkin bisa dibicarakan baik2 krn bila si karyawan memang tidak kompeten tapi tetap dipekerjakan bisa menimbulkan kecemburuan di mata karyawan yang lain, dan hal ini tidak baik bagi kesehatan perusahaan anda
  2. mendoakan perlu, cari jalan kekeluargaan, bila sudah mentok hubungi pihak yang berwajib, atau kasih sanksi moral (pengumuman lewat media kalau ybs bukan orang baik)
    masalah hutang dia yang macet, ikhlaskan bila memang tidak bisa dikejar…itulah resikonya orang berbisnis

Gbu

setuju,

menurut saya… (bila TS adalah bosnya) ditegur saja, sebagai peringatan…
tentu karyawan tersebut akan mematuhinya. (karena bawahan)

klo soal gaji (asal kesalahan itu ga berat) gpp, klo berat potong aja gajinya. (disertai teguran=> untuk membangun bukan menjatuhkan)

salam

Berilah hukuman sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya. Tetapi, sebelumnya kasih peringatan dan batas waktu untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jika tidak ada usaha untuk memperbaiki, terpaksa harus dipecat. Bersikap tegas terhadap suatu ketidakbenaran juga merupakan bagian dari mengasihi.

Untuk orang yang berniat memeras, coba diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Walaupun kita tahu hukum di Indonesia masih sangat jauh dari ideal, cobalah untuk percaya kepada TUHAN bahwa DIA menyertai kita di lorong-lorong yang gelap.

Setuju sama momo chrisma.

  1. Tegur lisan dan tulisan (sp 1 -3). Jgn phk tanpa ada usaha untuk memperbaiki kinerja karyawan tsb. Tetap perlakukan sesuai SOP perusahaan. Justru apabila anda mempertahankan karyawan yg demikian hanya berdasarkan belas kasihan tdk akan menjadi cambuk agar karyawan tsb berusaha menjadi sdm yg berkualitas. Perusahaan tetap harus berjalan untuk mencapai tujuannya dan perlu didukung oleh sdm yg tepat. Kita adalah imamat yg rajani :slight_smile:
    Sblm ambil keputusan adakan pembicaraan 4 mata dgn karyawan tersebut dan berikan jalan keluar atas kesusahan yg dia hadapi. Jika dia tdk layak di posisi tsb mungkin bs diturunkan jabatannya jika tdk ingin memphk. Kecuali dia menunjukkan reputasi yg bisa bikin dia kembali ke posisi semula.

  2. Jika ada pemerasan coba konsultasi hukum atau kepada pejabat2 lain yg berpengalaman. Jika msh bisa diselesaikan secara empat mata dan kekeluargaan ya dilakukan saja, jika tidak adakan ancaman akan menyelesaikan ini secara hukum. Saya jg begitu soalnya :slight_smile: