Analisa perhitungan income gereja dari per10an bagi yg mau buka gereja baru

Repento : « Reply #535 on: Yesterday at 03:53:07 PM »

- YESUS MEMBATALKAN HUKUM TAURAT (ef 2:15)

dibawah ini adalah percakapan Tuhan Yesus dengan ahli taurat

Mat 22 : (34) Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
(35) dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:

Mat 22 : (36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?
(37) Jawab YESUS kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
(38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
(39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
(40) Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

apakah ada perkataan TUHAN YESUS KEPADA AHLI TAURAT seperti maksud anda ?? baca ayat 40

apakah kamu membatalkan ayat ayat yang tertulis dalam matius 22 tersebut ??

Repento :

Inilah Pesan Nabi Maleakhi mengenai PERPULUHAN.

Maleakhi 3 : (10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

apakah kamu membatalkan PESAN NABI, ADALAH PEMBAWA SUARA ALLAH yang tercatat dalam ALKITAB ??

Bro repento, dia belum bisa membaca, disuruh membaca:

KEDATANGAN-NYA MENGGENAPI HUKUM TAURAT
KEMATIAN-NYA MEMBATALKAN HUKUM TAURAT

Apanya yang belum jelas ya? ;D

Kan ayat2 yang diangkat sama dia adalah sewaktu KEDATANGAN-NYA kan?

Mmmmmm… ya sutralah, beginilah jadinya kalo… ;D

Wah, pertanyaan saya di halaman 33 belum dijawab kok udah ganti membahas tentang Taurat yah?

Tapi baiklah, kebetulan ada yang mau saya tanyakan juga tentang Taurat berkenaan dengan perpuluhan ini.

Jika seluruh Taurat dibatalkan, tentu semua hukumnya tanpa kecuali juga dibatalkan. Jika perpuluhan dihapuskan, tentu larangan jangan mencuri, jangan berzinah, jangan membunuh, jangan berdusta, dll juga dihapuskan dan tak perlu dituruti lagi.
Lalu apakah kita dibenarkan ketika kita berdusta karena sekarang kita hidup di zaman anugerah?
Mungkin kita akan berkata, yang terpenting adalah kasih. Berdusta, mencuri, membunuh, dll itu tidak mencerminkan tindakan kasih, maka dari itu sebagai pengikut Kristus kita tetap tidak boleh melakukan semuanya itu.
Jika memang benar demikian, orang² homoseksual pun juga menggunakan alasan tersebut untuk membenarkan tindakan mereka, bahwa larangan homoseksual itu tidak relevan dengan zaman sekarang, yang terpenting sekarang adalah kasih, toh aktivitas mereka tidak merugikan orang lain (kilah mereka).
Itu salah satu contoh saja dan ini bisa disanggah karena di PB ada ayat juga yang mengatakan bahwa pemburit tak akan masuk sorga. Tapi ingat ini belum hal-hal yang lainnya, mereka mencari pembenaran² dengan alasan Taurat udah batal, yang penting sekarang adalah kasih.

Jadi benarkah perpuluhan sudah dibatalkan karena Taurat sudah batal? Dan yang terpenting sekarang adalah kasih… lalu apakah memberi perpuluhan itu bukan merupakan tindakan kasih?
Sepeti yang saya tanyakan di halaman 33, para hamba Tuhan mempunyai hak “hasil duniawi” pula atas pelayanan yang mereka berikan. Jadi bagaimanakah kita menentukan seberapa besar hak mereka itu sekarang? Lalu di manakah dasar alkitabiah penentuan besarnya tersebut?
Ingat, di sini dikatakan “Hak”. Jika ternyata apa yang diberikan itu kurang daripada hak yang harusnya diterima, salahkah jika ada beberapa di antara mereka yang menyebut seseorang sebagai pencuri?

Memang Rasul Paulus tidak mau menggunakan hak itu, karena dia lebih rela berkorban demi Kristus. Tapi apakah tindakan untuk melanggar hak orang lain itu dapat dibenarkan di dalam Kristus?

Di thread ini saya sering mendengar bahwa perpuluhan itu tidak alkitabiah, lalu yang menjadi pertanyaan saya, di manakah dasar alkitabiah yang mengatakan bahwa perpuluhan juga termasuk Taurat dan pantas untuk dibatalkan di PB?

jawabannya sebagai berikut

Ini adalah salah satu saja ,
dasar bahwa per10an-wajib adalah perintah hukum taurat

Ibrani 7:5

Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas,
menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel,
yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

perhatikan frase
menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel,

Kesimpulan
Per10an-wajib = salah satu perintah dari Hukum Taurat

Efesus 2:15
sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya

Roma 6:14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa,
karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat,
tetapi di bawah kasih karunia.

Galatia 2:21
Aku tidak menolak kasih karunia Allah.
Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian KRISTUS.

Galatia 5:4
Kamu lepas dari KRISTUS, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Apabila ada yg ingin menegakkan perintah2 hukum taurat
sebagai bagian yg mengikat dalam Ibadah Gerejawi ,

tentu saja pihak tsb haru mencoret Efesus 2:15 dari Alkitabnya

Meski batal, ada gantinya, kita memiliki HUKUM KRISTUS yaitu HUKUM KASIH yang esensinya lebih dalam daripada sekedar tidak melakukan ini dan itu dan melakukan ini dan itu.

Tuhan Yesus Sang Firman, bukan sekedar Pembuat Hukum tetapi Dialah Hukum itu.

Matius 22:37-40
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Roma 3:31
Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman?
Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Jadi SUDAH SANGAT AMAT JELAS SEKALI

yang membatalkan hukum Taurat
bukanlah Rasul Paulus atau Rasul2 lain atau saya

yang membatalkan hukum Taurat adalah :
kematian TUHAN YESUS KRISTUS

Efesus 2:15
sebab dengan mati-Nya sbg manusia
IA i[/i] telah
membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya

@Cutz
tolong jangan ulang2 terus pertanyaan2 yg sama
Sebaiknya anda segera jawab pertanyaan saya

masak saya yg jawab terus, lalu giliran saya bertanya , 1 kalipun tidak dijawab2
sebenarnya banyak soal2 yg akan saya ajukan
tapi baru soal pertama sudah tidak dijawab2

ayo segera dijawab dong , soal pertama berikut ini :

Orang Kristen Makan Babi Boleh atau tidak ?

Silahkan bro CUTZ dijawab pertanyaan Yes/No Question diatas, jawabnya tinggal Ya/Tidak

Jawab aja

Ya, Orang Kristen boleh makan babi
TIDAK, Orang Kristen tidak boleh makan babi

@Repento:
Tulisan² saya biasanya adalah sebagai satu kesatuan dari atas ke bawah, tetapi Anda menjawabnya dengan dipotong-potong sehingga mengaburkan apa sebenarnya yang saya maksudkan. Jadi mohon maaf, saya merasa jawaban Anda kurang mengena pada apa yang sebenarnya saya tanyakan.

Jika esensi dari semuanya ini adalah semata-mata adalah kasih, seperti contoh yang saya gunakan di atas, orang² homoseksual pun juga mempergunakan alasan tersebut untuk membenarkan perbuatan² mereka. Ini benar² telah terjadi.
Dan bukan cuma hal itu saja, akan ada atau bahkan sudah terjadi bahwa banyak hal yang tidak benar mencari pembenaran² sendiri dan menganggap hal itu sah² saja dilakukan karena Hukum Taurat sudah batal dan esensi yang utama dalam Alkitab adalah kasih.
Memang benar kasih adalah yang terbesar, tapi coba direnungkan kembali, kasih tidak pernah lepas dari kebenaran. Dan kebenaran itulah yang sedang kita cari saat ini.

Hukum Taurat sudah batal, YA, saya pun juga setuju dengan hal itu.
Tetapi apakah itu berarti semua yang terkandung dalam Taurat adalah salah sehingga tidak perlu dilakukan lagi?
Sekali-kali tidak. (Roma 7:1-26)

Jika perpuluhan adalah Taurat dan itu sudah batal, apakah itu tidak wajib lagi dilakukan?
Tidak mencuri, tidak membunuh, dll itu menurut Anda juga sudah batal bukan. Dan jika kita sekarang tidak mencuri, tidak, membunuh, dll, itu semata-mata karena itu adalah hukum kasih, mengapa kita juga tidak melakukan perpuluhan karena itu juga adalah hukum kasih?

Ada suatu hal yang menarik perhatian saya mengenai Hukum Taurat dan Hukum Kasih. Kita tidak boleh mencuri, tidak membunuh, tidak berzinah, dll saat ini karena kita menerapkan Hukum Kasih, tetapi mengapa hal itu juga ada dalam Hukum Taurat?
Dan sebaliknya, jika perpuluhan adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini?
Bagaimanakah kita menentukan ini adalah Hukum Taurat dan ini adalah Hukum Kasih?

Mungkin kita bertanya, jika melakukan perpuluhan itu kasih terhadap apa?
Saya ambil contoh dalam kisah di Alkitab, ketika Maria mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak yang mahal sekali harganya. Yudas marah² karena menurutnya itu suatu pemborosan dan lebih baik uangnya diberikan kepada orang² miskin. Tetapi apakah kata Tuhan Yesus tentang hal itu? Anda bisa melihat hubungan kedua hal ini?

Anda juga belum menjawab pertanyaan yang telah 2 x saya tanyakan, tentang hak “hasil duniawi” dari para hamba² Tuhan. Bagaimanakah menentukannya berdasarkan yang alkitabiah?
Karena janganlah sampai terjadi bahwa kita menganggap Taurat telah batal, tapi eh ternyata ada hak orang lain yang telah kita langgar.

Ada satu hal lagi yang ingin saya ketahui dari Anda. Bagaimana Anda memandang perpuluhan itu sebenarnya? Jika itu tidak wajib, itu jelas saya sudah dapat melihatnya dalam diri Anda. Tetapi, seumpamanya saja perpuluhan itu tidak wajib, menurut Anda apakah perpuluhan itu adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan dan Anda mau dengan sukarela (tanpa paksaan karena kewajiban) memberikan perpuluhan itu?

@kukgeruk

tentang Homoseksual

homoseksual dilarang di Perjanjian Baru

Kalau kita perhatikan lagi, yang dibahas oleh rasul Paulus dalam tulisannya adalah orang-orang ‘yang melakukan dosa’ itulah yang tidak mendapat bagian dari Kerajaan Allah :

Kita kaji ayat Korintus 6:9-10 secara kata-per-kata, demikian :

  • Korintus 6:9-10

6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,

NIV, Do you not know that the wicked will not inherit the kingdom of God? Do not be deceived: Neither the sexually immoral nor idolaters nor adulterers nor male prostitutes nor homosexual offenders

ê {ATAU} ouk {TIDAKKAH} oidate {KAMU TAHU} oti {BAHWA} adikoi {(orang-orang) YANG TIDAK ADIL} theou {ALLAH} basileian {KERAJAAN} ou {TIDAK} klêronomêsousin {AKAN MENERIMA?} mê {JANGANLAH} planasthe {DISESATKAN} oute {JUGA TIDAK} pornoi {ORANG-ORANG CABUL} oute {JUGA TIDAK} eidôlolatrai {PENYEMBAH-PENYEMBAH BERHALA} oute {JUGA TIDAK} moichoi {ORANG-ORANG YANG BERZINA} oute {JUGA TIDAK} malakoi {(laki-laki) YANG BERSEDIA MENGADAKAN HOMOSEKS} oute {JUGA TIDAK} arsenokoitai {ORANG-ORANG YANG MEMBURIT}

6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

NIV, nor thieves nor the greedy nor drunkards nor slanderers nor swindlers will inherit the kingdom of God.

Oute {JUGA TIDAK} kleptai {PENCURI-PENCURI} oute {JUGA TIDAK}pleonektai {ORANG-ORANG TAMAK} ou {TIDAK} methusoi {PEMABUK-PEMABUK} ou {TIDAK} loidoroi {ORANG-ORANG YANG SUKA MENCACI MAKI,} ouch {TIDAK} arpages {PERAMPOK2/PENIPU2} basileian {KERAJAAN} theou {ALLAH} klêronomêsousin {AKAN MENERIMA}

penejelasan diambil dari http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?t=557

untuk orang2 yang menganggap kitab MALEAKHI sebagai suatu pembatalan atau kitab yang sangat tidak perlu karena ada sanggahan dari PB . silahkan dirobek saja :smiley: … gampang toh :smiley: whuahuahuahuahuahuaaa…

lari_pake_becak

“Sejarah” kadang sering disebut “pengalaman”, di Alkitab sering disebut “penggenapan” atau “penyempurnaan”, adalah sarana pengenalan dan pembelajaran, apakah ayat2 mengenai Hari Sabat dll sudah dirobek oleh bro arranger? :smiley:

ngejar_pake_becak

“penggenapan” , “penyempurnaan” (sebelumnya sudah ada cuman ditambahkan/dibaurkan)

“pembatalan” (di tiadakan / di musnahkan)

Bagaimana dengan Hari Sabat dll, apakah bro arranger udah “merobeknya”? :smiley:

hukum taurat = persepuluhan = PL ?

@kukgeruk

Ok masalah homoseksual saya kira sudah clear

sekarang mari masuk ke dalam Hukum Taurat vs Hukum KRISTUS (hukum Kasih)

YAP. Rasul Paulus pun setuju dengan anda

dan saya kira seluruh umat katolik pun setuju juga ^^

Jika yg terkandung dalam Hukum Taurat masih perlu dilakukan lagi, maka

  • Umat Kristiani WAJIB tidak makan babi
  • Umat Kristiani WAJIB sunat pada hari ke-8
  • Umat Kristiani WAJIB memberi korban bakaran kepada Tuhan
  • Umat Kristiani WAJIB merayakan hari raya - hari raya di Taurat spt Pondok Daun, Roti Tak Beragi
  • Umat Kristiani yg Pria WAJIB memelihara jenggot dan kumis
  • Umat Kristiani yg Wanita WAJIB memakai kerudung di kepala
  • Umat Kristiani WAJIB memberi per10an TIAP 1 TAHUN SEKALI
  • dan masih banyak yg lain yg diatur dalam Hukum Taurat

WAJIBkah kita melakukan itu ?

Jika perpuluhan adalah Taurat dan itu sudah batal, apakah itu tidak wajib lagi dilakukan? Tidak mencuri, tidak membunuh, dll itu menurut Anda juga sudah batal bukan. Dan jika kita sekarang tidak mencuri, tidak, membunuh, dll, itu semata-mata karena itu adalah hukum kasih, mengapa kita juga tidak melakukan perpuluhan karena itu juga adalah hukum kasih?
benar, apabila sekarang tidak mencuri itu semata2 melakukan hukum Kasih bukan hukum Taurat

anda bertanya
mengapa kita juga tidak melakukan perpuluhan karena itu juga adalah hukum kasih?

Jika anda mengatakan per10an-wajib termasuk dalam hukum Kasih

sekarang gantian saya tanya
mengapa kita sekarang tidak sekalian saja memasukkan tidak makan babi-wajib ke dalam Hukum Kasih ?

mengapa kita sekarang tidak sekalian saja memasukkan pria pelihara jenggot dan kumis-wajib ke dalam Hukum Kasih ?

mengapa hanya memasukkan 1 saja yaitu per10an-wajib kedalam hukum Kasih ?

mengapa hanya per10an saja yg sifatnya diwajibkan ?
sedangkan tidak-makan-babi sifatnya TIDAK DIWAJIBKAN ?
sedangkan pria pelihara jenggot dan kumis TIDAK DIWAJIBKAN ?
sedangkan wanita pakai kerudung TIDAK DIWAJIBKAN ?

(omong2 sekedar ilustrasi kerudung itu seperti
suster2 di Katolik yg pakai kerudung / wanita muslim yg pakai jilbab)

Ada suatu hal yang menarik perhatian saya mengenai Hukum Taurat dan Hukum Kasih. Kita tidak boleh mencuri, tidak membunuh, tidak berzinah, dll saat ini karena kita menerapkan Hukum Kasih, tetapi mengapa hal itu juga ada dalam Hukum Taurat? Dan sebaliknya, jika perpuluhan adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini? Bagaimanakah kita menentukan ini adalah Hukum Taurat dan ini adalah Hukum Kasih?

anda menulis
Dan sebaliknya, jika perpuluhan adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu
juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini?

Jawaban saya mungkin akan sama dengan jawaban dari Pertanyaan berikut ini

Dan sebaliknya, jika TIDAK-MAKAN-BABI adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu
juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini?

Dan sebaliknya, jika PRIA-PELIHARA-JENGGOT-KUMIS adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu
juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini?

Dan sebaliknya, jika WANITA-PAKAI-KERUDUNG adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu
juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini?

Dan sebaliknya, jika SUNAT-HARI-KE8 adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu
juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini?

Dan sebaliknya, jika KORBAN BAKARAN adalah murni merupakan salah satu Hukum Taurat, mengapa itu
juga tidak dapat kita golongkan ke dalam salah satu Hukum Kasih saat ini?

Sekali lagi mungkin
Jawaban saya = Cara anda menjawab beberapa Pertanyaan saya

Apabila anda menjawab , Pelihara Kumis sudah tidak wajib karena blablabla
Apabila anda menjawab , Tidak makan babi sudah tidak menjadi kewajiban karena blablabla

Maka saya pun menjawan , per10an tidak wajib karena sudah blalbla

baik per10an, tidak makan babi, korban bakaran, wanita pakai kerudung, pria pelihara kumis dan jenggot, sunat hari ke-8 . Semua ada di Hukum Taurat

Mengapa hanya per10an saja yg sifatnya diWAJIBkan di ibadah beberapa gereja ?
Mengapa hanya 1 saja yg dipilih ?
Mengapa ?

Mungkin kita bertanya, jika melakukan perpuluhan itu kasih terhadap apa? Saya ambil contoh dalam kisah di Alkitab, ketika Maria mengurapi Tuhan YESUS dengan minyak yang mahal sekali harganya. Yudas marah² karena menurutnya itu suatu pemborosan dan lebih baik uangnya diberikan kepada orang² miskin. Tetapi apakah kata Tuhan YESUS tentang hal itu? Anda bisa melihat hubungan kedua hal ini?
yg dilakukan Maria berhubungan dengan memberi kepada Tuhan

dan menurut saya , ayat ini tidak perlu disangkut pautkan dengan per10an-WAJIB

Maria melakukannya karena Kasih yg tulus dan tidak ada hubungan dengan per10an-WAJIB

Anda juga belum menjawab pertanyaan yang telah 2 x saya tanyakan, tentang hak “hasil duniawi” dari para hamba² Tuhan. Bagaimanakah menentukannya [b]berdasarkan yang alkitabiah?[/b] Karena janganlah sampai terjadi bahwa kita menganggap Taurat telah batal, tapi eh ternyata ada hak orang lain yang telah kita langgar.

Saya pikir saya hanya ditanya soal bagaimana sih idealnya income pendeta dalam pelayanan.

Soal anda bertanya berapa UANG YG PAS utk diterima pendeta2 ?

SESUDAH KRISTUS membatalkan Hukum TAurat (termasuk per10an-wajib batal), berapa UANG YG PAS utk diterima pendeta2 ?

Alkitab memang tidak menuliskan hal ini
Alkitab tidak menuliskan BERAPA UANG YG PAS DITERIMA PENDETA

Semoga Jelas

Kalau anda baca di Kisah Para Rasul,
jemaat memberikan uang atau harta bendanya kepada para rasul atas dasar mengasihi TANPA PATOKAN 10%
namun demikian para rasul pun juga memberi
seperti yg dilakukan Rasul Paulus , dia memberi tumpangan rumah kepada jemaat

Jadi yang saya amati ,
saling memberi uang / harta benda ini terjadi secara 2 arah, BUKAN 1 Arah

Ada satu hal lagi yang ingin saya ketahui dari Anda. Bagaimana Anda memandang perpuluhan itu sebenarnya? Jika itu tidak wajib, itu jelas saya sudah dapat melihatnya dalam diri Anda.

Pandangan saya jelas

  1. per10an itu tidak wajib
  2. per10an itu tidak dilarang
Tetapi, seumpamanya saja perpuluhan itu tidak wajib, menurut Anda apakah perpuluhan itu adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan dan Anda mau dengan sukarela (tanpa paksaan karena kewajiban) memberikan perpuluhan itu?

per10an yg diwajibkan kepada semua Jemaat Gereja
sebagai bagian yang mengikat jemaat dalam ibadah gerejawi.

Bahkan ADA Perintah, TIDAK BOLEH DIBERIKAN SELAIN KE GEREJA
karena menabur di tanah yg kering itu blablba , tanah yg subur blabla

Bahkan ADA Perintah, TIDAK BOLEH DIBERIKAN KE GEREJA LAIN
karena tanaman tdk bisa dicabut dipindah ke pot lain blalba

menurut saya pribadi
BUKAN SESUATU YG BAIK,
karena ini sama saja menegakkan suatu TAURAT BARU kepada SEMUA JEMAAT

sedangkan
per10an yg dilakukan masing2 individu, atas dasar Kasih (BUKAN KEWAJIBAN) adalah sesuatu yg baik

tidak hanya berlaku per10an , melainkan

per-1-an yg dilakukan masing2 individu, atas dasar Kasih adalah sesuatu yg baik
per-5-an yg dilakukan masing2 individu, atas dasar Kasih adalah sesuatu yg baik
per-10-an yg dilakukan masing2 individu, atas dasar Kasih adalah sesuatu yg baik
per-20-an yg dilakukan masing2 individu, atas dasar Kasih adalah sesuatu yg baik
per-30-an yg dilakukan masing2 individu, atas dasar Kasih adalah sesuatu yg baik

Pandangan saya jelas

  1. per10an itu tidak wajib

  2. per10an itu tidak dilarang

ini sama saja dengan mengatakan seperti ini

untuk orang2 yang menganggap SUNAT HARI Ke-8 tidak diwajibkan karena ada sanggahan dari PB . silahkan DICORET saja ayat2 berkaitan dengan Sunat Hari ke-8 di PL :smiley: … gampang toh :smiley: whuahuahuahuahuahuaaa…

untuk orang2 yang menganggap BABI SUDAH HALAL karena ada sanggahan dari PB .
silahkan DICORET saja ayat2 berkaitan dengan Makanan Haram di PL :smiley: … gampang toh :smiley: whuahuahuahuahuahuaaa…

untuk orang2 yang menganggap KORBAN BAKARAN sudah TIDAK PERLU karena ada sanggahan dari PB.
silahkan DICORET saja ayat2 berkaitan dengan Korban Bakaran di PL :smiley: … gampang toh :smiley: whuahuahuahuahuahuaaa…

untuk orang2 yang menganggap PRIA TIDAK PERLU PELIHARA KUMIS DAN JENGGOT karena ada sanggahan dari PB.
silahkan DICORET saja ayat2 berkaitan dengan pelihara kumis dan jenggot di PL :smiley: … gampang toh :smiley: whuahuahuahuahuahuaaa…

dst

hehehe…

bro @repento@yopi jawab dunk… apakah

:slight_smile: pengen tau…

Untuk memahami perintah2 di Alkitab

kita perlu mengerti

KEPADA SIAPAKAH PERINTAH ITU DITUJUKAN ?

Contoh :

TUHAN memerintahkan Adam dan Hawa untuk berancak cucu

Adam dan Hawa WAJIB Beranak cucu,

Apabila Adam dan Hawa tidak beranak cucu, maka Adam dan Hawa berdosa !

Namun

Kenapa Rasul Paulus tidak beranak cucu, bahkan tidak beristri ?

bukankah ini bearti Rasul Paulus BERDOSA. KARENA MELANGGAR PERINTAH ALLAH UTK BERANAK CUCU ?

TENTU SAJA TIDAK.Rasul Paulus tidak berdosa

kalau ktia memahami Kunci berikut ini , kita akan mengerti .

Kuncinya adalah KEPADA SIAPAKAH PERINTAH ITU DITUJUKAN ?

  • Ulangan 4:44
    “Inilah hukum Taurat yang dipaparkan Musa kepada orang Israel.

  • Maleakhi 4:4
    “Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.”

Hukum Taurat ditujukan kepada siapa ? kepada Israel