Aneh, Iran Tangkap Ratusan Pemuda Karena Main Pistol Air

Hanya karena bermain perang-perangan menggunakan pistol air, ratusan muda-mudi Iran di Teheran langsung ditangkap. Hal ini buntut dari laporan kaum konservatif yang menganggap hal itu sebagai tindakan memalukan yang melanggar norma sosial.

Dirilis Guardian, digalang melalui halaman Facebook dengan nama “perang pistol air Teheran”, acara itu menyedot 14 ribu partisipan. Acara tersebut juga menjadi inspirasi untuk kota lain seperti Isfahan dan Karaj. Dengan cuaca panas yang mencapai 40 derajat Celsius pada musim panas di Iran, salah satu cara warga Iran untuk bersenang-senang adalah bermain pistol air.

Maka dari itu Jumat lalu, (29/7), ratusan muda-mudi menggunakan pistol air terbuat dari plastik dan botol-botol kosong untuk bermain di Taman Air dan Api, sebuah taman di Teheran. Mereka bermain selama berjam-jam tanpa gangguan polisi. “Kami diundang lewat Internet untuk datang dan bermain air,” ujar salah seorang pemudi yang ditangkap.

Usai foto-foto kegitan itu diunggah di Facebook, kelompok konservatif segera mengecam aksi tersebut. Situs-situs kelompok konservatif Iran pun segera mendesak pemerintah mengidentifikasi orang-orang yang terlibat. Kepada kantor berita semiresmi Mehr, Kepala Kepolisian Teheran Hossein Sajedinia membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Sajedinia, para partisipan acara itu dinilai bertindak “tidak normal” dan tidak mematuhi prinsip-prinsip Islam.

Seorang narablog asal Iran yang tinggal di London, Potking Azarmehr, mengatakan, “Ada dua masalah di sini yang mengusik rezim. Satu, orang-orang bersenang-senang. Kedua, orang menggalang acara pertemuan lewat media sosial. Keduanya dianggap ancaman bagi rezim.”

Iran memang terkenal mengeluarkan kebijakan diluar kebiasaan pada umumnya. Larangan tersebut diantaranya adalah berenang di laut saat berpuasa, dilarang bersentuhan antara wanita dan pria yang tidak memiliki hubungan darah atau perkawinan dan pria dilarang menggunakan kalung dan perhiasan. Semuanya itu dianggap melanggar norma sosial.

Aturan yang berlaku dunia memang banyak yang menekan kebebasan seseorang untuk berekspresi dan semuanyapun mempunyai konsekuansi yang harus dijalani. Hidup didalam Firman Tuhanlah yang akan membuat tiap orang bijak dan berhikmat dalam tiap menjalani kehidupan tanpa merugikan orang lain.

Source : The Guardian - dpt