Antara Kekudusan "Bait Allah'" dan Foto

Kita semua tahu, tubuh kita adalah “Bait Allah” yang harus kita jaga kekudusannya.
Tapi bagaimana dalam hal ini : jika seseorang mempertontonkan tubuhnya, contohnya seorang cewek berfoto dengan pakaian sexy atau seorang cowok berfoto dengan telanjang dada, apakah itu juga bisa dikatakan dosa karena mengumbar “Bait Allah” itu seolah-olah seperti “barang murahan”?!
Padahal belum tentu juga mereka melakukan itu untuk tujuan bersundal, saya sendiri juga punya foto saya saat sedang berenang dan bersantai tanpa memakai baju, tapi itu cuma untuk bergaya saja, tak ada maksud lain. Apakah hal tersebut bisa dibenarkan? Mohon penjelasan. :angel:

Kurasa yang lebih tepat adalah memaknai perbedaan seni dari fotografi
(yang saya sendiri belum tau ukuran yang lebih jelasnya :D)

Bingung si .Yang pasti sebisa mungkin jaga n batasin diri.
Kalo aku si… lebih ke hal hal yang kita lakuin rugiin orang n diri sendiri ga?
Contoh : merokok. Rugiin diri sendiri n orang lain. (Kalo tubuh Bait Allah sakit,gimana muliain Tuhan?)
Use sexy bikini : kalo dipantai sah sah aja… kalo di mall?? :mad0261:

Inti: tergantung kita menyikapi… ya ga si??

shalom rendy

saya mencoba memberikan pendapat yah,

Saya melihat ini dari segi kesopanan.
Pertama-tama, kita sebagai umat beriman sangat perlu untuk menjaga kesopanan hidup, baik yang lahiriah maupuan yang batiniah, termasuk dalam hal berbusana maupun dalam hal berperilaku.
Seorang yang sopan akan menghormati anugerah dengan mana ia diciptakan, yakni seturut gambar dan citra Allah. Ia akan memelihara serta melindungi tubuh dan jiwanya sebaik mungkin, dan dengan demikian memelihara serta melindungi segi jasmani (termasuk seksual) dan segi rohani dari keberadaannya. Penghormatan yang demikian berarti menerima batasan-batasan tertentu yang mengendalikan hubungannya dengan orang lain. Menerima batasan-batasan ini berarti orang perlu menerapkan kesopanan, baik dalam bertingkah laku maupun dalam berbusana.
Kesopanan juga erat hubunganya dengan sikap rendah hati.

Kita, manusia berkomunikasi paling tidak dengan 3 cara :

  • bahasa lisan/tulisan
  • bahasa tubuh
  • bahasa berbusana
    dari sini, kita dapat melihat bahwa cara kita berbusana turut andil dalam menginformasikan kepada orang lain mengenai siapa kita dan bagaimana seharusnya memperlakukan kita, apakah dihormati sebagai pribadi atau hanya sebagai daging belaka.
    Berbicara, bertingkah laku termasuk dalam hal berbusana begitu rupa dengan tujuan membangkitkan gairah seksual diri sendiri ataupun orang lain adalah dosa.

Lalu bagaimana jika kita melakukannya dengan tanpa tujuan yang seperti itu melainkan karena sikap acuh, mengikuti trend dll? hal ini merupakan sikap yang sembrono karena :

  • sikap seperti ini dapat menjadikan diri peluang orang lain untuk berdosa
  • menjadi batu sandungan untuk umat beriman lainya.
  • dapat menunjukkan sikap yang tidak rendah hati.

Ingat bahwa busana, cara berpakaian, cara berperilaku menyampaikan suatu pesan tertentu dan mengungkapkan diri kita. Sebagai umat Tuhan, patutlah kta berhati-hati untuk tidak menyampaikan pesan yang salah dan dengan demikian membahayakan diri maupun orang lain.

Termasuk dalam hal berfoto/rekam video yang kita tidak terlihat secara langsung saat itu juga, yang justru malah lebih berbahaya karena dapat disimpan dan dilihat ulang.

semoga membantu,

salam

Kata Rasul Paulus :

IBADAH yg SEJATI adalah mempersembahkan TUBUH KITa YG hidup (PERKATAAN, PIKIRAN dan PERBUATAN) sebagai persembahan yg HARUM untuk kemuliaan Nama Tuhan Allah kita.

Apakah seorang Binaragawan dengan memampangkan Foto2nya saat pertandingan pemilihan Mr Universe untuk menunjukkan “job and prestasi” nya yg mengharuskannya ia memperlihatkan Otot Bajanya, suatu HAL yg SALAH ?

Apakah seorang Model yg dipakai untuk Iklan Bra’ atau Baju Renang suatu hal yg SALAH ?
Apakah seorang Ibu yg mengeluarkan Buah dadanya menyusui anaknya dalam Iklan Hari Ibu sedunia, suatu hal yg SALAH ?

Jadi semua kembali kepada PERSEPSI dan NIAT dibalik Foto2 yg terpampang dihadapan kita itu !

Setiap kali kita MENUNJUK maka hanya SATU JARI yg diarahkan kepada orang lain, ada 3 Jari yg mengarah kepada diri kita, Camkan itu !
Begitu yg bisa saya sampaikan. :happy0025:

terima kasih atas jawbannya. jadi intinya adalah kita harus menjaga kesopanan dalam hal berbusana dan menampilkan diri di depan orang lain. jadi apakah salah bila sseorang berfoto seperti itu hanya untuk bergaya? dan haruskah saya membuang/menghapus foto2 saya tersebut?

@rendy

berfoto dgn bergaya dalam batas2 kesopanan, kewajaran, dan kepantasan yg berlaku di suatu tempat tentunya tdk masalah. Mari kita gunakan hikmat yg benar dalam melihat situasi yg ada, agar tdk jatuh kpd tindakan sembrono yang merugikan.

mengenai foto pribadi, yg katakanlah tdk berbusana, tentu itu adalah hak pribadi untuk melakukan itu sepanjang menjadi koleksi pribadi.
tapi untuk apa melakukan itu???
ingat, banyak pula kejadian “foto pribadi” yg menjadi koleksi pribadi yg akhirx terlihat oleh org lain.
jadi, foto2 yg sekirax menurut penilaian mu kurang pantas, sebaiknya disingkirkan.

Tergantung bagaimana maksud dan tujuannya :slight_smile:

Contohnya saja orang yang melahirkan ataupun yang sedang dioperasi, toh dia meperlihatkan seluruh bagian tubuhnya kepada ahli medis bukan? Apakah itu dosa? Tentu tidak :slight_smile: Banyak hal didunia ini yang signifikan tentang berbuat dosa tapi dengan maksud berbeda, itulah sebabnya kita diberikan akal budi, pikiran dan firman untuk memilih cara apa yang baik atau pun buruk dihadapan Allah :slight_smile:

Syallom,

pernyataan anda saya dukung 1000%…:slight_smile:

makanya diperlukan sesuatu yg dikatakan IMAN yang BENAR :stuck_out_tongue: