Antara mualaf dan murtadin

Jumat 19 Jun 2015, 10:48 WIB RAMADAN 2015 Kisah Steven Indra Wibowo yang Masuk Islam karena Penasaran Nograhany Widhi K - detiknews

Jakarta - Steven Indra Wibowo (33) mengenang pengalamannya 15 tahun lalu saat memutuskan menjadi mualaf. Alasannya simpel, “Hal yang membuat saya masuk Islam itu iseng”.

“Emang iseng. Saya iseng pengin tahu, seperti apa, curiousity,” jelas Steven Indra Wibowo saat berbincang dengan detikcom di Blok M Plaza, Jakarta Selatan, yang ditulis Kamis (18/6/2015).

Saat itu, Steven heran ada satu sistem komando dalam Islam yang bisa menggerakkan serentak umat Islam. Rupanya, hal itu adalah takbir dalam salat.

“Satu kali takbir, semua takbir. Takbir lagi, rukuk semua, takbir lagi, sujud semua. Itu satu komando yang lintas gender, lintas generasi, lintas sosial, mau tukang sapu atau direktur sama aja, nggak ada yang memisahkan. Itu satu hal yang fantastik. Benar, saya dulu pengin tahu, kenapa bisa kaya gitu,” tutur dia.

Di keyakinannya terdahulu, belum ada sistem komando yang bisa menggerakkan 100 persen jemaatnya. “Ada yang nggak bisa ngajak orang sekaligus berdiri semuanya, 100 persen lho ya. Masih ada yang nyantai, leyeh-leyeh, ngobrol malahan,” tutur karyawan swasta ini.

Setelah mempelajari lebih dalam, dia mendapati bahwa aturan dalam Islam sangat jelas, mengatur kehidupan manusia hingga sedetail-detailnya, dari A-Z. Bahkan, dia juga mendapati bahwa Islam mengatur kehidupan setelah mati.

“Sama keteraturan dalam hidup, fikih, semua diatur. Mau makan diatur, makan pakai tangan kanan. Ini keteraturan yang dibuat hukum dalam Islam. Masuk WC kaki kiri, keluar WC kaki kanan. Hal simpel ini semua diatur dalam Islam. Islam mengatur seluruh manusia A-Z, sampai sudah mati pun diatur. Kita tahu amalan jariyah, ilmu bermanfaat, doa anak saleh, ini nggak putus-putus (pahalanya) setelah mati,” tutur Steven.

Sebelum bersyahadat, Steven yang pernah masuk sekolah agama dalam keyakinannya yang dulu memang sudah menggembleng dirinya, seperti hidup di asrama dengan sederhana dan menjauhkan diri dari semua yang berbau duniawi. Namun setelah penasaran dengan ‘sistem komando’ gerakan salat dalam Islam hingga mempelajari aturan-aturan hidup di dalamnya, Steven lantas mengucapkan syahadat pada tahun 2000.

Dulu saya beriman di sana dengan sangat kuat. Pada saat pindah agama, saya nggak menemukan kejelekan di sana. Saya sangat kuat di iman saya yang dulu. So saya tidak menemukan kejelekan satu pun, hanya Islam jauh lebih baik. Itu pilihan saya. Hukumnya jelas, keteraturan, ketertiban di Islam jauh lebih baik dibanding yang dulu. Seperti satu takbir, rukuk semua, satu takbir sujud semua. Itu saja, nggak ada yang lain,” tuturnya.
(nwk/nrl)

Bagaimana jika kemudian berita-berita tentang mualaf seperti ini ‘dicounter’ dengan berita berita tentang ‘murtadin’ ?

Walau dalam berita di atas satu hal yang boleh dipuji adalah ucapan terakhir itu (underline).

:mad0261:

kalo berita Kristen ke mualaf perlu diberitakan dengan gegap gempita untuk kalangan luas, sebab setan2 bersorak2 ada yg keluar dari Kristen. :happy0025:

kalo berita murtadin ke Kristen diberitakan cukup dengan low profile gak perlu ke media, yang tahu hanya kalangan terbatas supaya setan2 gak panas kupingnya denger ada murtadin ke Kristen. :ashamed0004:

wah ada counternya nih bro…baru kali ini ;D

Jumat, 19 Juni 2015 , 11:55:00 Lukman Sardi Mengaku Percaya Yesus dan Pindah Agama Kristen

AKTOR Lukman Sardi akhirnya berbicara banyak soal kepindahan agamanya dari Islam ke Kristen. Dia memberikan kesaksian di depan jemaat salah satu gereja di Jakarta. Kesaksian aktor film papan atas tanah air itu pun diunggah di Youtube.

“Shalomm… Abang-abang dan Mpok-mpok. Karena temanya Betawi saya menyapanya abang-abang sama mpok-mpok,” kata Lukman Sardi dalam youtube tersebut.

Dalam video itu dia mengenakan kemeja putih sambil membawa microphone dan berbicara lancar tentang kesaksiannya pindah agama dan mempercayai Yesus.

“Tuhan Yesus mau saya berada di sini untuk memberi kesaksian. Aminnn….,” imbuh Lukman.

Dia menceritakan bahwa masuknya dia masuk agama Kristen sebenarnya sejak 6 tahun lalu. Menurutnya, tidak mudah untuk memutuskan menjadi orang Kristiani. Dia mengaku banyak mengalami pergumulan dengan perasaan dan hatinya hingga akhirnya mengambil keputusan penting dalam hidupnya.

“Ini bukan hanya soal pindah agama dari Islam ke Kristen, tapi lebih dari itu. Yaitu bagaimana saya bisa percaya Yesus dan yakin akan kehadiran Yesus dalam hidup saya,” ujarnya. (mas/jpnn)

Jia ha ha ha ha ha ha… ;D ;D ;D

Nah, untuk berita tentang Lukman Sardi itu, barangkali anda punya sumber beritanya, bro ?
Karena dari yang anda berikan, tidak disebutkan sumbernya.

Syalom

td saya dapat di jpnn.com hari ini.
video kesaksiannya ada di youtube tinggal search saja Lukman Sardi.
dan anehnya 2 berita ini ceritanya dah lama mualaf atau murtadin kok baru di ekspos atau di ekspos lagi :smiley:

Terkesan menutupi kalau ada yang masuk Kristen

Tapi kalau sebaliknya maka akan di gembor-gemborkan

Bahkan Ahok pun di doakan agar cepat mendapat hidayah. hahahaha

Saya juga sempat di salah situs bilangnya tahun 2050 diprediksi Islam akan melampaui Kristen

dan menjadi agama mayoritas di dunia.

Kalau Ahok sih biarkan mereka menggantang asap, sis, jauh paggang dari api.

Sementara yang bold itu, memang bisa terjadi, karena mereka hidup di daerah berpendidikan rendah yang berkembang biak laksana kelinci. Jadi, kalaupun mereka menang ‘jumlah’ itu disebabkan karena faktor kelahiran. He he he he…

Senin 22 Jun 2015, 14:17 WIB RAMADAN 2015 Masjid Al Azhar Beri Zakat Mualaf Berupa Alat Ibadah dan Uang Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Jakarta - Masjid Agung Al Azhar di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membagikan zakat bagi para mualaf. Ada pula pembinaan dasar bagi para mualaf itu.

“Itu (mualaf) sudah termasuk bagian dari zakat. Setelah mereka dilakukan pembinaan dengan masuk Islam mereka mendapatkan bungkusan yang kita ambil dari zakat karena sudah menjadi hak mereka,” jelas Kepala Urusan Rumah Tangga, Sarana dan Prasarana Masjid Agung Al Azhar, Endang Suryana, saat ditemui detikcom di Masjid, Rabu (17/6/2015) lalu.

Endang menambahkan zakat yang diberikan kepada mualaf yang mengucapkan syahadat di Masjid Agung Al Azhar berupa paket. Paket itu berisi mukena untuk perempuan, kitab suci Alquran, dan sejumlah uang bagi mereka yang sangat membutuhkan biaya.

“Kita berikan karena sudah menjadi hak mereka. Tetapi bagi mereka yang tidak membutuhkan, tidak kita berikan karena mereka sudah mampu,” imbuhnya.

Menurut Endang, mereka yang menjadi mualaf di Masjid Agung Al Azhar dilatarbelakangi bermacam sebab, mulai dari alasan menikah, bergaul dengan teman-temannya yang Islam, membaca buku-buku tentang Islam hingga kalah berdiskusi.

“Ya itu cerita datangnya hidayah itu hak prerogratif dari Allah,” kisahnya.

Di Masjid Agung Al Azhar rata-rata ada 10 orang per hari yang minta dibimbing untuk membaca syahadat. Usai menjadi mualaf, Masjid Al Azhar juga memiliki program pembinaan bagi para mualaf.

“Ada lembaganya yang membina, namanya lembaga Muhtadin Al Azhar Indonesia, tugasnya membina dan memberikan arahan kepada para mualaf. Dengan diskusi, seperti pembinaan ilmu dasar tata cara wudu, tata cara salat. Kenapa penyampaian dengan cara diskusi tentang rukun Islam, rukun iman, karena mereka sudah dewasa, tidak seperti anak kecil lagi,” tuturnya.
(nwk/nrl)

Kalau sebaliknya, orang yang masuk Kristen diberi uang, kira kira apa tanggapan mereka ya ??

;D :stuck_out_tongue_winking_eye:

Ini artikel tentang Steven Indra yang katanya mantan pastor
http://bersatulahdalamgerejakatolik.blogspot.com/2014/12/membongkar-kebohongan-steven-indra.html

Salam

Thankyou, mod, karena saya malah tidak baca soal si steven ini.
Tetapi memang rupanya mental taqqiya selalu dibawa kemanapun mereka berdakwah…

Sekali lagi thanks telah menampilkan kebenarannya.

Syalom

baru dapet cipratan dari temen FB yang like berita orang, tapi belum nemu sumber aslinya, katanya dari mualaf.com

Hanny Kristianto with Sono Prabowo June 21 at 7:12pm · Edited ·

Alhamdulillah telah bersyahadat Farlin Seftian, mantan penginjil bersama pembina mualaf Romadi To’ dan ustadz Darmawan sore ini…

Sedikit cerita dari saudara kita ini…

Saudara kita yang baru ini mantan Kristen Protestan dari kecil di didik tentang Kekristenan…" tapi bukan oleh orang tuanya melainkan oleh keluarga angkat, mama tiri dan para tetangga yg mayoritas kristen protestan…

Pernah bingung walau dari kecil memegang teguh tentang kristen tapi orang tua kandung memintanya memeluk islam…

Dia tak pernah mau…sebab walau mama & papa kandungnya muslim sekalipun tak pernah melihat mereka Sholat ataupun puasa ramadhan, hingga terjadi bentrok karena tiap kali orang tua memintanya untuk sholat selalu menolak…

walaupun di KTP tertera agama Islam…tapi tetap hati saya hanya Untuk Tuhan Yesus… itu lah komitmennya dulu…"

Pada tanggal 2009 melanjutkan study pendalaman Al-kitab di Gereja TIBERIAS dan 2012 melakukan KATEKISASI singkat selama 3 Bulan di Gereja GBIB CAHAYA KASIH surabaya dengan tujuan bila Lolos katekisasi dan babtis akan melanjutkan untuk mengabdi di gereja dan menjadi seorang pendeta…

Tahun 2013 pindah ke jakarta untuk melanjutkan bekerja dan otomatis pindah Gereja dan beribadah di Gereja GBI SENAYAN kadang pula di GBI SLCC dan rajin mempelajari Alkitab, hingga pada akhirnya mata hatinya mulai terbuka, dari bible yg di baca tak satupun ayat yg mengatakan bahwa Yesus itu Tuhan…

Dalam Bible Yesus hanya mengaku bahwa dia adalah Hamba yg di Utus oleh Allah… tolong saya saya ingin memeluk Agama Islam demikian pesan singkatnya kepada kami…

Alhamdulillah sudah bersyahadat tadi sore… Selamat menunaikan ibadah puasa pertama dan taraweh pertama.

Taqqiya lagikah?

;D ;D ;D

lha ada penipu bernama batak saja langsung dituding missionaris ;D ;D
padahal bikin deskripsi sendiri tuh orang ngaku mantan anak buah hercules… ;D ;D

di mall saya sering ketemu wajah chinese wajah lokal tua muda pada ngaku kurang ongkos dll lantas saya musti tuding oknum mana neh ??? ;D ;D

apakah mungkin semacam Hanny Kristianto ini yg disebut oknum antikris ??? :cheesy:

hehehe
pendalaman alkitab di Tiberias
katekisasi di Gbib
bergerja di Gbi

ckckck
hebat oi

ngaku penginjil
kok alergi amat ngomong alkitab

ngaku penginjil
kok bingung pas soal “Akulah Tuhan maka sembahlah Aku”
heuhuehuehuehue

mesti disodorin 10 jawaban mas sp nich untuk pertanyaan IM
wkwkwk

He he he he, itulah ilmu mereka, tipa tipu tak bermalu …

Alhamdullilah,

akhirnya satu ilalang dicabut juga, semakin banyak semakin bagus :afro:

Ternyata memang ada ya mualaf.com ;D
Tapi sayang saya cari murtadin.com kagak ada :char11:

Setelah mampir sejenak, dari sedikit yg saya baca di mualaf.com tadi cerita yg dari Kristen ke Islam koq saya rasa krn saat mereka ragu mereka tidak bertanya pada pastur atau pendetanya, namun krn ada keraguan pada bible lalu mereka cari jawabnya sendiri, misalnya menurut para mualaf tsb : Yesus tidak pernah mengaku Tuhan, Natal (kelahiran Yesus) koq 25 Desember, Yesus adalah utusan Allah, jika Yesus adalah Tuhan kenapa koq iblis mencobai.

Sayang sekali ya, padahal kalau mau berusaha belajar dan dibaca bener2 Alkitabnya kan cukup jelas, walaupun di Alkitab tidak ada satu pun kata Tritunggal

Coba perhatikan bro, yang selalu ditanyakan oleh muslim yang masuk FK juga hanya itu itu saja koq.

yg saya bingung
demen bener sebut banyak gereja ya bro
mungkin makin banyak gereka yang disebut
ceritanya makin keren ya

perhatiin dech cerita2nya
stereotype bro

satu yang saya masih penasaran
eks pastur dari Inggris (kalau gak salah ya)
sampe sekarang saya belum dapet linknya
alasan2 ybs convert
kalo yang ini asli setau saya

Malah ada kisah ‘mualaf’ yang menimbulkan gelak tawa nih :

Rabu 24 Jun 2015, 11:15 WIB Bermodus Mualaf, Pria ini Incar Sumbangan Jamaah Masjid Nur Khafifah - detikNews

Jakarta - AS (43) harus mendekam di balik jeruji besi Polsek Cempaka Putih lantaran melakukan penipuan di Masjid Jami’ Yarsi. Ia berpura-pura hendak memeluk Islam dan mengucap kalimat syahadat di masjid tersebut.

Pihak Masjid Jami’ Yarsi awalnya menyambut AS dengan hangat. Pada Selasa (23/6) kemarin sekitar pukul 12.30 WIB, mereka menuntun pria asal Sumatera Utara ini mengucapkan kalimat syahadat sebagai syarat memeluk agama Islam. Namun tak lama kemudian, pengurus Masjid Jami’ Yarsi melaporkannya ke polisi. Rupanya, Masjid Jami’ Yarsi mendapatkan laporan dari komunitas mualaf akan sepak terjang AS itu.

“Kita tangani karena mendapat penyerahan dari pihak Masjid Jami’ Yarsi,” kata Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih Iptu Bambang Santoso kepada detikcom di Mapolsek Cempaka Putih, Jl Suprapto, Cempaka Putih, Rabu (24/6/2015).

Setelah diperiksa, AS mengaku telah 4 kali melakukan modus serupa. Yaitu di Masjid Raya Pondok Indah, Masjid Markas Marinir Cilandak, masjid di Bendungan Hilir dan terakhir ke Masjid Yarsi. Ia berpura-pura menjadi mualaf untuk mendapatkan uang. Sebab biasanya para jamaah masjid secara sukarela memberikan sumbangan kepada para mualaf.

“Tersangka tidak meminta. Para jamaah masjid yang berinisiatif menyumbang,” terang Bambang.

Sumbangan yang diterima AS dari jamaah Masjid Jami’ Yarsi sebesar Rp700.000. Atas perbuatannya, polisi menjerat AS dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Sementara kita kenakan pasal penipuan. Namun tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke pasal lainnya,” ujar Bambang.
(khf/nwk)

Kapok deh luh main duit untuk memancing orang jadi mualaf, he he he he he

;D ;D ;D