Antara Sabat dan Minggu

Sabat—> Pembebasan Perbudakan Mesir oleh Musa; Yahudi, Advent dan sekte lainnya

Minggu—> Pembebasan Dosa Taurat oleh Penebusan YESUS; Kristen (Protestan & Katolik)

Untuk 3angels, Hans, adventusboys dan pecinta Sabat silahkan berdiskusi disini…

Ijin ya mod… Tq

:rolleye0014:

Dari golongannya Advent minta penjelasan dari umat kristen yang merayakan minggu bukan sabat bro… Jadi hadirlah thread ini. Tq

klo menurut saya sabat masih harus dipegang sampai sekarang
karna 10 hukum taurat masih dipegang dalam masa perjanjian baru matius 8 :18

boleh kah kita menyembah Allah lain?
boleh kan membuat patung dan menyembahnya?
boleh kan menyebut nama Tuhan sembarangan?
boleh kah tidak menghormati orang tua?
boleh kah kita membunuh ?
boleh kah kita berzinah?
boleh kah kita mencuri?
boleh kah kita bersaksi dusta?
boleh kah kita mengingini harta orang lain?

yak 2 :10
jdi masihkah sabat harus dikuduskan?

Kol 2:16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
Kol 2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah KRISTUS.

Roma 14:5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.

Juga keputusan para rasul yang lainnya:
Kis 15:28 Sebab adalah keputusan ROH KUDUS dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
Kis 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Kis 21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan."

Matius 22
22:34. Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa YESUS telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
22:37 Jawab YESUS kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Sering dikatakan bahwa ”Allah menetapkan Sabat di Eden” karena hubungan antara Sabat dan penciptaan dalam Keluaran 20:11. Sekalipun berhentinya Allah bekerja pada hari ke tujuh (Kejadian 2:3) memberi pertanda untuk hukum mengenai Sabat di kemudian hari, tidak ada catatan Alkitab mengenai Sabat sebelum umat Israel meninggalkan Mesir. Dalam Alkitab tidak ada indikasi bahwa memelihara hari Sabat dilakukan pada zaman Adam sampai Musa.

Firman Tuhan jelas bahwa memperingati Sabat adalah tanda khusus antara Allah dan Israel. “Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: "Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.” (Keluaran 19:3-5).

“Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat." (Keluaran 31:16-17).

Dalam Ulangan 5 Musa mengulangi sepuluh hukum kepada generasi yang baru dari bangsa Israel. Di sini, setelah memerintahkan untuk memperingati Sabat dalam ayat 12-14, Musa memberikan alasan mengapa Sabat diberikan kepada bangsa Israel, “Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat” (Ulangan 5:15).

Perhatikan kata itulah sebabnya. Maksud Allah dalam memberi Sabat kepada orang-orang Israel bukan supaya mereka dapat mengingat penciptaan, namun supaya mereka mengingat perbudakan mereka di Mesir dan pembebasan dari Tuhan. Perhatikan peraturan untuk memelihara Sabat: Seseorang yang berada di bawah hukum Sabat tidak boleh meninggalkan rumahnya pada hari Sabat (Keluaran 16:29), tidak boleh menyalakan api (Keluaran 35:3), dan tidak boleh membuat orang lain bekerja (Ulangan 5:14). Orang yang melanggar Sabat dijatuhi hukuman mati (Keluaran 31:15; Bilangan 15:32-35).

Perjanjian Baru memperlihatkan empat hal penting kepada kita:

  1. Setiap kali Tuhan YESUS menampakkan diri dalam tubuh kebangkitanNya dan harinya disebut, selalu adalah hari pertama dalam minggu itu (Matius 28:1, 9, 10; Markus 16:9; Lukas 24:1, 13, 15; Yohanes 20:19, 26).
    2). Satu-satunya waktu di mana Sabat disebut dari Kisah Rasul sampai Wahyu, selalu adalah untuk maksud penginjilan kepada orang-orang Yahudi dan biasanya berlokasi di sinagog (Kisah Rasul 13-18). Paulus menulis, “ Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat” (1 Korintus 9:20). Paulus tidak pergi ke sinagog untuk bersekutu dan membangun orang-orang suci, tapi untuk memenangkan dan menyelamatkan yang terhilang.
  2. Begitu Paulus mengatakan, “Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain" (Kisah 18:6) Sabat tidak pernah lagi disinggung.
  3. sebagai ganti menasihatkan ketaatan pada hari Sabat, bagian-bagian lain dari Pejanjian Baru justru mengindikasikan sebaliknya (termasuk satu kekecualiaan pada point ke 3 yang ditemukan dalam Kolose 2:16).

Memperhatikan lebih lanjut point ke 4 di atas akan memperlihatkan bahwa tidak ada kewajiban bagi orang-orang Kristen Perjanjian Baru untuk memelihara Sabat, dan juga memperlihatkan bahwa hari Minggu sebagai hari ”Sabat Kristen” tidaklah Alkitabiah. Sebagaimana didiskusikan sebelumnya, hanya satu kali Sabat disebutkan setelah Paulus mulai menfokuskan diri pada orang-orang kafir, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah KRISTUS” (Kolose 2:16-17). Sabat orang Yahudi telah dihapuskan di atas salib ketika KRISTUS “menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita” (Kolose 2:14).

Ide ini diulangi lebih dari satu kali dalam Perjanjian Baru: “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah” (Roma 14:5-6). “Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” (Galatia 4:9-10).

Ada beberapa yang mengklaim bahwa perintah dari Konstantinus pada A.D. 321 “mengubah” Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu. Pada hari apakah gereja mula-mula berkumpul untuk beribadah?

Alkitab tidak pernah menyebut orang-orang percaya berkumpul untuk bersekutu atau beribadah pada hari Sabat (Sabtu) manapun.

Namun demikian, ada ayat-ayat yang dengan jelas menyebut hari pertama dalam minggu itu. Contohnya,
Kisah Rasul 20:7 menjelaskan bahwa “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti” (Kisah 20:7).

Dalam 1 Korintus 16:2 Paulus menasihati orang-orang percaya di Korintus “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing—sesuai dengan apa yang kamu peroleh—menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah” (1 Korintus 16:2). Karena Paulus menyebut persembahan ini sebagai ”pelayanan” dalam 2 Korintus 9:12, pengumpulan ini pastilah berhubungan dengan ibadah Minggu dari jemaat Kristen. Ibadat menurut orang Kristen adalah berkumpul dan memecah-mecahkan roti, so ayat telah jelas pada hari pertama minggu itu mereka beribadat,

Secara historis, Minggu, bukan Sabtu, adalah hari di mana biasanya orang-orang Kristen berkumpul di gereja, dan kebiasaan ini dapat ditelusuri kembali sampai abad pertama.

Hari Sabat diberikan kepada Israel, bukan kepada gereja.
Hari Sabat tetap adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu dan tidak pernah diubah.
Namun Sabat adalah bagian dari Hukum Taurat Perjanjian Lama, dan
orang-orang Kristen bebas dari belenggu Hukum Taurat (Galatia 4:1-26; Roma 6:14).
Orang Kristen tidak perlu memelihara Sabat – baik itu Sabtu ataupun Minggu.

Hari pertama dalam minggu itu, hari Minggu, hari Tuhan (Wahyu 1:10) memperingati ciptaan baru di mana KRISTUS adalah Pemimpin kita yang sudah bangkit.

Kita tidak perlu mengikuti Sabat dari Musa – beristirahat,

namun kita sekarang bebas mengikuti KRISTUS yang bangkit – melayani.

Rasul Paulus mengatakan bahwa masing-masing orang Kristen harus memutuskan apakah akan beristirahat pada hari Sabat, “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Roma 14:5)

Kita beribadah kepada Tuhan setiap hari, bukan hanya pada hari Sabtu atau Minggu.

Sabat—> Adam—> Kosong (Abraham dkk tidak)—> Musa—> YESUS—> Minggu—> Kristen (protestan+katolik)—> Hari Tuhan

Katolik bersama Bapa semua orang beriman, Abraham tidak merayakan Sabat, jadi ada gap terputusnya Sabat Adam sampai Sabat Musa, jadi antara Adam dan Musa tidak ada hari sabat, logikanya gak mungkinlah Bapa semua orang beriman tidak tahu “hari terpenting dalam hidup manusia” versi advent. Sabat harus dikuduskan mengingat perbudakan di Mesir, sedangkan antara Adam sampai Abraham belum ada perbudakan di Mesir.

Rm. 3:31
Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

yg membatalkan hukum taurat memang bukan kami (para Rasul) melainkan yg membatalkan hukum taurat adalah kematian KRISTUS

Efesus 2:15
…sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya.

karena hanya KRISTUS saja sudah menggenapinya (melakukan 613 printah tanpa salah satu pun)

Semua hari umat Katolik menguduskannya dengan melakukan Perjamuan Kudus (misa) setiap hari, so, baik minggu maupun sabat dikuduskan oleh umat Katolik dan lebih pada perintah Tuhan, kita mewartakan YESUS yang disalibkan, wafat, dan BANGKIT…
Nah kalau kita merayakan Sabat, kita mewartakan Adam dan Musa, tetapi kalau kita merayakan Minggu, berarti kita mewartakan KRISTUS yang BANGKIT.

Untuk kisah Yesus dan para Rasul yang mengajar pada hari Sabat harus melihat substansinya, Paulus mewartakan pada hari Sabat karena orang Yahudi berkumpul pada hari Sabat, termasuk ayat dimana para rasul mewartakan dipasar keramaian, intinya adalah apabila anda mewartakan pada orang lain yang tidak mengenal Sabat dan anda beribadat pada hari Sabat, anda akan ditanya: mengapa anda beribadat pada hari Sabat? Anda pasti menjawab: karena Tuhan memerintahkannya melalui Musa karena Tuhan beristirahat pada hari Sabat ketika penciptaan Adam. Akan tetapi jika anda beribadat pada hari minggu maka ketika ditanya mengapa anda beribadat pada hari minggu maka anda akan menjawab: karena YESUS bangkit pada hari minggu! Maka anda sedang mewartakan Injil bukan Taurat. Hal ini dilakukan oleh gereja awal dimana mereka berkumpul setiap hari pertama minggu itu dan juga berkumpul setiap hari memecahkan roti. Berkumpul setiap minggu gereja awal sedang mewartakan YESUS yang bangkit, sedangkan berkumpul tiap hari perjamuan kudus mewartakan kisah sengsara YESUS. Harusnya ini cukup jelas, karena ada tertulis, (surat rasul Paulus)tugas kita mewartakan KRISTUS yang disalib dan bangkit… Tertulis juga semua hari suci dan kerajaan Surga bukan masalah makanan dan minuman… Ada tertulis juga janganlah perayaan Sabat menjadi batu sandungan.

Inti dari Paulus berkotbah pada hari Sabat karena orang Yahudi berkumpul pada hari Sabat, seluruh rasul berkotbah ditempat yang ramai termasuk pasar maupun tengah kota, YESUS sendiri sering berkotbah di Sinagoga mengingat pada hari Sabat orang Yahudi berkumpul semua sehingga mudah dalam penyampaian informasi.

*dari berbagai sumber

roma
14:1. Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
14:2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.
14:3 Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.
14:4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.
14:5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.
14:6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah

kolose
2:16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Kis 15:28 Sebab adalah keputusan ROH KUDUS dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
Kis 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Kis 21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan." dan tambahannya (Galatia 4:1-26; Roma 6:14).

kalo gitu membunuh , mencuri dan lain-lain boleh?

roma
2:17. Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah,
2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak,

kita adalah orang israel secara rohani

roma
11:23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

boleh kah kita menyembah Allah lain?
boleh kan membuat patung dan menyembahnya?
boleh kan menyebut nama Tuhan sembarangan?
boleh kah tidak menguduskan sabat?
boleh kah tidak menghormati orang tua?
boleh kah kita membunuh ?
boleh kah kita berzinah?
boleh kah kita mencuri?
boleh kah kita bersaksi dusta?
boleh kah kita mengingini harta orang lain?

2:8. Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.
2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.
2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

yesaya
58:13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

56:4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama–itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan–,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka
56:6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,

karna sabat untuk manusia dan bukan manusia untuk sabat :angel:

Aku pantau dulu thread saudaraku ini ^^, sambil tunggu orang2 yang di tunggu yopi juga

Lagi trend naruh ayat…Bagus…

Yehezkiel 20:19 Akulah TUHAN, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, 20:20 kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.

Kisah 15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 15:21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

2 Petrus 3:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

1 Korintus 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

1 Korintus 9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.

1 Yohanes 3:4. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Yakobus 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. 2:11 Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Amsal 30:5 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. 30:6 Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

Yohanes 8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap irman-Ku. 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 8:45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

Salam.

SO…??? WHAT GITHU LHO…???
WHAT IS THE POINT IS…???

1. kalo gitu membunuh , mencuri dan lain-lain boleh?

Jawab:

Matius 22
22:34. Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa YESUS telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
22:37 Jawab YESUS kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Kalo sudah mengenal KASIH, anda TIDAK MUNGKIN BERPIKIR UNTUK MEMBUNUH DKK!!! Kecuali anda seorang kafir sehingga perlu diberi aturan lagi mengenai pembunuhan dll!!!

2. Roma
2:17. Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah,
2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak,

kita adalah orang israel secara rohani

Jawab:

Berarti Taurat secara Rohani pula, tidak perlu melakukannya. ;D

3. Roma
11:23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

boleh kah kita menyembah Allah lain?
boleh kan membuat patung dan menyembahnya?
boleh kan menyebut nama Tuhan sembarangan?
boleh kah tidak menguduskan sabat?
boleh kah tidak menghormati orang tua?
boleh kah kita membunuh ?
boleh kah kita berzinah?
boleh kah kita mencuri?
boleh kah kita bersaksi dusta?
boleh kah kita mengingini harta orang lain?

Jawab:

Kalo sudah mengenal KASIH, anda TIDAK MUNGKIN BERPIKIR UNTUK MEMBUNUH DKK!!! Kecuali anda seorang kafir sehingga perlu diberi aturan lagi mengenai pembunuhan dll!!!

4.2:8. Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.
2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.
2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

yesaya
58:13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

56:4 Sebab beginilah Firman Tuhan: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama–itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan–,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka
56:6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,

karna sabat untuk manusia dan bukan manusia untuk sabat

Jawab:

Oleh sebab itu telah ditebus oleh Kristus sebagai (Mat 12:8) Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Efesus 2:15
…sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya.

karena KRISTUS sudah menggenapinya (melakukan 613 perintah tanpa salah satu pun)

Semoga bermanfaat ;D

JAWAB:

Semoga bermanfaat ;D

(Di hapus dari thread sebelah “Seputar Hari Minggu dan Ibadah”)

Saudara St_Yopi,

Saya akan memberikan komentar atas postingan-postingan di atas, tapi ijinkan saya posting yg berikut ini dulu;

Sejarah Perubahan Sabat ke Minggu di kutip dari Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Sabat_dalam_Gereja_Advent

Hari Sabat dan Sejarah Kekristenan
Perubahan dari hari Sabat kepada Minggu sebagai Hari berbakti muncul perlahan-lahan. Tidak ada bukti perbaktian Kristen pada hari Minggu dalam minggu itu sebelum abad kedua, akan tetapi bukti menunjukkan bahwa pada pertengahan abad itu beberapa orang Kristen secara sukarela memelihara Hari Minggu sebagai hari perbaktian, bukan sebagai hari perhentian. [7]

Pada abad-abad pertama, di Roma, yang menjadi ibukota Kekaisaran Romawi, rasa anti Yahudi sangat kuat, dan dan waktu ke waktu semakin kuat saja. Reaksi terhadap sentimen kebangsaan ini, orang-orang Kristen yang diam di kota itu berusaha membedakan diri mereka dari orang Yahudi. Mereka mulai meninggalkan beberapa kebiasaan yang dilakukan orang Yahudi dan mulai cenderung menjauh dan pemeliharaan hari Sabat sehingga menuju kepada pemeliharaan hari Minggu secara eksklusif. [8]

Dan abad kedua sampai abad kelima, pengaruh hari Minggu mulai bangkit, orang-orang Kristen masih terus memelihara Sabat Hari ketujuh di hampir seluruh Kerajaan Roma. Sejarawan abad kelima, Socrates, menulis sebagai berikut: “Hampir semua gereja di seluruh dunia memelihara Sabat yang kudus setiap minggu, namun orang Kristen yang di Alexandria maupun di Roma, dengan alasan bebenara tradisi kuno, berhenti melakukannya.” [9]

Pada abad ke-4 dan abad ke-5 banyak orang Kristen yang berbakti baik pada hari Sabat maupun hari Minggu. Sozomen, seorang sejarawan lain pada kurun waktu yang sama, menulis, “Penduduk Konstantinopel, dan hampir semua dimana-mana pun, berkumpul bersama-sama pada hari Sabat, dan juga pada hari pertama dalam minggu itu, kebiasaan yang tidak pernah dipelihara di Roma atau di Aleksandria.” [10]

Para Ahli sejarah menduga kepopuleran dan pengaruh penyembahan matahari dari budaya kekafiran Kekaisaran Romawi memegang penanan penting dalam pemeliharaan Hari Minggu, yang semakin bertumbuh penerimaannya sebagai hari perbaktian. Penyembahan matahari memegang peranan penting selama sejarah purbakala. Ini merupakan “sebuah komponen yang paling tua dari agama Romawi…dan bagian awal abad kedua Masehi, aliran Sol Invictus sangat dominan di Roma dan di pelbagai bagian kerajaan itu.” [11]

Agama populer ini memberi dampak pada jemaat Kristen yang mula-mula melalui orang-onang yang baru bertobat. “Orang-orang Kristen yang ditobatkan dan kafir tetap tertarik pada pemujaan matahari. Ini diindikasikan bukan hanya oleh betapa seringnya penghakiman atas praktik semacam ini dan pihak bapa-bapa gereja tetapi juga oleh refleksi yang begitu bermakna dan penyembahan Matahani di dalam liturgi Kristen.” [12]

Pada abad keempat undang-undang hari Minggu mulai diperkenalkan. Undang-undang hari Minggu yang pertama dikeluarkan dan kemudian menjadi undang-undang hari Minggu yang bersifat religius. Undang-undang sipil pertama mengenai hari Minggu didekritkan oleh kaisar Konstantinus I pada tanggal 7 Maret 321 M. Dengan melihat bahwa hari Minggu itu sangat populer di kalangan pemuja matahari dan juga di kalangan Kristen, sehingga Konstantin berharap bahwa dengan menjadikan hari Minggu itu sebagai hari libur, ia dapat memastikan dukungan dan kedua konstituensi ini bagi pemerintahannya. [13]

Undang-undang hari Minggu Konstantin membayangkan latar-belakangnya selaku penyembah matahari. “Pada Hari pemujaan Matahari (venerabili die Solis) hendaknya para hakim dan penduduk yang tinggal di kota-kota beristirahat dan tempat-tempat kerja ditutup. Di pedesaan, penduduk yang berhubungan dengan pertanian dapat dengan bebas dan didukung undang-undang meneruskan usaha mereka.” [14]

Beberapa dekade kemudian gerejapun mengikuti teladan itu. Konsili Laodikea (364 M), yang tidak merupakan konsili universal pertama kalinya mengeluarkan undang-undang pemeliharaan hari Minggu. Dalam Kanon 29 ketentuan gereja menyatakan bahwa orang-orang Kristen haruslah memuliakan hari Minggu dan “jika mungkin janganlah bekerja hari itu,” sementara itu mencela praktik pemeliharaan hari Sabat, dan mengatakan supaya orang-orang Kristen janganlah “berpangku tangan pada Sabtu (kata Yunani sabbaton, “Sabat”), dan harus bekerja pada hari itu.” [15]

Pada tahun 538 M, Konsili ketiga Gereja Katolik Roma mengeluarkan sebuah undang-undang yang lebih keras dari yang dikelurkan Konstantin. Kanon 28 dan konsili ini mengatakan bahwa pada hari Minggu “pekerjaan pertanian pun harus disingkirkan agar dengan demikian orang-orang tidak terhalang datang ke gereja” [16]

Commented by 3angels
Semoga dapat menjadi pemikiran dan pertimbangan akan asal-usul peribadatan Hari Minggu yang di pegang oleh mayoritas Kristen saat ini

Tuhan Yesus Memberkati!

Sudah saya baca, itu yang nulis di wikipedia adalah orang advent, so baca yang ini baik2 dan cerna ya… Tq

Kol 2:16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
Kol 2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah KRISTUS.

Roma 14:5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.

Juga keputusan para rasul yang lainnya:
Kis 15:28 Sebab adalah keputusan ROH KUDUS dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
Kis 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Kis 21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan."

Matius 22
22:34. Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa YESUS telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
22:37 Jawab YESUS kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Sering dikatakan bahwa ”Allah menetapkan Sabat di Eden” karena hubungan antara Sabat dan penciptaan dalam Keluaran 20:11. Sekalipun berhentinya Allah bekerja pada hari ke tujuh (Kejadian 2:3) memberi pertanda untuk hukum mengenai Sabat di kemudian hari, tidak ada catatan Alkitab mengenai Sabat sebelum umat Israel meninggalkan Mesir. Dalam Alkitab tidak ada indikasi bahwa memelihara hari Sabat dilakukan pada zaman Adam sampai Musa.

Firman Tuhan jelas bahwa memperingati Sabat adalah tanda khusus antara Allah dan Israel. “Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: "Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.” (Keluaran 19:3-5).

“Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat." (Keluaran 31:16-17).

Dalam Ulangan 5 Musa mengulangi sepuluh hukum kepada generasi yang baru dari bangsa Israel. Di sini, setelah memerintahkan untuk memperingati Sabat dalam ayat 12-14, Musa memberikan alasan mengapa Sabat diberikan kepada bangsa Israel, “Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat” (Ulangan 5:15).

Perhatikan kata itulah sebabnya. Maksud Allah dalam memberi Sabat kepada orang-orang Israel bukan supaya mereka dapat mengingat penciptaan, namun supaya mereka mengingat perbudakan mereka di Mesir dan pembebasan dari Tuhan. Perhatikan peraturan untuk memelihara Sabat: Seseorang yang berada di bawah hukum Sabat tidak boleh meninggalkan rumahnya pada hari Sabat (Keluaran 16:29), tidak boleh menyalakan api (Keluaran 35:3), dan tidak boleh membuat orang lain bekerja (Ulangan 5:14). Orang yang melanggar Sabat dijatuhi hukuman mati (Keluaran 31:15; Bilangan 15:32-35).

Perjanjian Baru memperlihatkan empat hal penting kepada kita:

  1. Setiap kali Tuhan YESUS menampakkan diri dalam tubuh kebangkitanNya dan harinya disebut, selalu adalah hari pertama dalam minggu itu (Matius 28:1, 9, 10; Markus 16:9; Lukas 24:1, 13, 15; Yohanes 20:19, 26).
    2). Satu-satunya waktu di mana Sabat disebut dari Kisah Rasul sampai Wahyu, selalu adalah untuk maksud penginjilan kepada orang-orang Yahudi dan biasanya berlokasi di sinagog (Kisah Rasul 13-18). Paulus menulis, “ Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat” (1 Korintus 9:20). Paulus tidak pergi ke sinagog untuk bersekutu dan membangun orang-orang suci, tapi untuk memenangkan dan menyelamatkan yang terhilang.
  2. Begitu Paulus mengatakan, “Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain" (Kisah 18:6) Sabat tidak pernah lagi disinggung.
  3. sebagai ganti menasihatkan ketaatan pada hari Sabat, bagian-bagian lain dari Pejanjian Baru justru mengindikasikan sebaliknya (termasuk satu kekecualiaan pada point ke 3 yang ditemukan dalam Kolose 2:16).

Memperhatikan lebih lanjut point ke 4 di atas akan memperlihatkan bahwa tidak ada kewajiban bagi orang-orang Kristen Perjanjian Baru untuk memelihara Sabat, dan juga memperlihatkan bahwa hari Minggu sebagai hari ”Sabat Kristen” tidaklah Alkitabiah. Sebagaimana didiskusikan sebelumnya, hanya satu kali Sabat disebutkan setelah Paulus mulai menfokuskan diri pada orang-orang kafir, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah KRISTUS” (Kolose 2:16-17). Sabat orang Yahudi telah dihapuskan di atas salib ketika KRISTUS “menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita” (Kolose 2:14).

Ide ini diulangi lebih dari satu kali dalam Perjanjian Baru: “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah” (Roma 14:5-6). “Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” (Galatia 4:9-10).

Ada beberapa yang mengklaim bahwa perintah dari Konstantinus pada A.D. 321 “mengubah” Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu. Pada hari apakah gereja mula-mula berkumpul untuk beribadah?

Alkitab tidak pernah menyebut orang-orang percaya berkumpul untuk bersekutu atau beribadah pada hari Sabat (Sabtu) manapun.

Namun demikian, ada ayat-ayat yang dengan jelas menyebut hari pertama dalam minggu itu. Contohnya,
Kisah Rasul 20:7 menjelaskan bahwa “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti” (Kisah 20:7).

Dalam 1 Korintus 16:2 Paulus menasihati orang-orang percaya di Korintus “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing—sesuai dengan apa yang kamu peroleh—menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah” (1 Korintus 16:2). Karena Paulus menyebut persembahan ini sebagai ”pelayanan” dalam 2 Korintus 9:12, pengumpulan ini pastilah berhubungan dengan ibadah Minggu dari jemaat Kristen. Ibadat menurut orang Kristen adalah berkumpul dan memecah-mecahkan roti, so ayat telah jelas pada hari pertama minggu itu mereka beribadat,

Secara historis, Minggu, bukan Sabtu, adalah hari di mana biasanya orang-orang Kristen berkumpul di gereja, dan kebiasaan ini dapat ditelusuri kembali sampai abad pertama.

Hari Sabat diberikan kepada Israel, bukan kepada gereja.
Hari Sabat tetap adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu dan tidak pernah diubah.
Namun Sabat adalah bagian dari Hukum Taurat Perjanjian Lama, dan
orang-orang Kristen bebas dari belenggu Hukum Taurat (Galatia 4:1-26; Roma 6:14).
Orang Kristen tidak perlu memelihara Sabat – baik itu Sabtu ataupun Minggu.

Hari pertama dalam minggu itu, hari Minggu, hari Tuhan (Wahyu 1:10) memperingati ciptaan baru di mana KRISTUS adalah Pemimpin kita yang sudah bangkit.

Kita tidak perlu mengikuti Sabat dari Musa – beristirahat,

namun kita sekarang bebas mengikuti KRISTUS yang bangkit – melayani.

Rasul Paulus mengatakan bahwa masing-masing orang Kristen harus memutuskan apakah akan beristirahat pada hari Sabat, “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Roma 14:5)

Kita beribadah kepada Tuhan setiap hari, bukan hanya pada hari Sabtu atau Minggu.

Sabat—> Adam—> Kosong (Abraham dkk tidak)—> Musa—> YESUS—> Minggu—> Kristen (protestan+katolik)—> Hari Tuhan

Katolik bersama Bapa semua orang beriman, Abraham tidak merayakan Sabat, jadi ada gap terputusnya Sabat Adam sampai Sabat Musa, jadi antara Adam dan Musa tidak ada hari sabat, logikanya gak mungkinlah Bapa semua orang beriman tidak tahu “hari terpenting dalam hidup manusia” versi advent. Sabat harus dikuduskan mengingat perbudakan di Mesir, sedangkan antara Adam sampai Abraham belum ada perbudakan di Mesir.

Rm. 3:31
Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

yg membatalkan hukum taurat memang bukan kami (para Rasul) melainkan yg membatalkan hukum taurat adalah kematian KRISTUS

Efesus 2:15
…sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya.

karena hanya KRISTUS saja sudah menggenapinya (melakukan 613 printah tanpa salah satu pun)

Semua hari umat Katolik menguduskannya dengan melakukan Perjamuan Kudus (misa) setiap hari, so, baik minggu maupun sabat dikuduskan oleh umat Katolik dan lebih pada perintah Tuhan, kita mewartakan YESUS yang disalibkan, wafat, dan BANGKIT…
Nah kalau kita merayakan Sabat, kita mewartakan Adam dan Musa, tetapi kalau kita merayakan Minggu, berarti kita mewartakan KRISTUS yang BANGKIT.

Untuk kisah YESUS dan para Rasul yang mengajar pada hari Sabat harus melihat substansinya, Paulus mewartakan pada hari Sabat karena orang Yahudi berkumpul pada hari Sabat, termasuk ayat dimana para rasul mewartakan dipasar keramaian, intinya adalah apabila anda mewartakan pada orang lain yang tidak mengenal Sabat dan anda beribadat pada hari Sabat, anda akan ditanya: mengapa anda beribadat pada hari Sabat? Anda pasti menjawab: karena Tuhan memerintahkannya melalui Musa karena Tuhan beristirahat pada hari Sabat ketika penciptaan Adam. Akan tetapi jika anda beribadat pada hari minggu maka ketika ditanya mengapa anda beribadat pada hari minggu maka anda akan menjawab: karena YESUS bangkit pada hari minggu! Maka anda sedang mewartakan Injil bukan Taurat. Hal ini dilakukan oleh gereja awal dimana mereka berkumpul setiap hari pertama minggu itu dan juga berkumpul setiap hari memecahkan roti. Berkumpul setiap minggu gereja awal sedang mewartakan YESUS yang bangkit, sedangkan berkumpul tiap hari perjamuan kudus mewartakan kisah sengsara YESUS. Harusnya ini cukup jelas, karena ada tertulis, (surat rasul Paulus)tugas kita mewartakan KRISTUS yang disalib dan bangkit… Tertulis juga semua hari suci dan kerajaan Surga bukan masalah makanan dan minuman… Ada tertulis juga janganlah perayaan Sabat menjadi batu sandungan.

Inti dari Paulus berkotbah pada hari Sabat karena orang Yahudi berkumpul pada hari Sabat, seluruh rasul berkotbah ditempat yang ramai termasuk pasar maupun tengah kota, YESUS sendiri sering berkotbah di Sinagoga mengingat pada hari Sabat orang Yahudi berkumpul semua sehingga mudah dalam penyampaian informasi.

*dari berbagai sumber

Kenapa post yang sama harus berulang-ulang???

Aneh…

karena jawabannya sudah lengkap disitu. Tq

Yupppp… benar sekali ;D

Baca dalam Alkitab NKJ:
Colossians 2:16 So let no one judge you in food or in drink, or regarding a festival or a new moon or sabbaths,

Sdr ST_Yopi yang saya kasihi,

Konteks sabat yang dimaksud dalam Kol 2:16 (yang saya garis bawahi) adalah sabat jamak, sabat dengan huruf kecil (lihat kutipan Alkitab NKJ diatas) yaitu sabat tahunan (lihat imamat 23:38), bukan Sabat mingguan yaitu Sabat perayaan penciptaan yang mana dalam Alkitab NKJ selalu menggunakan huruf besar/kapital dan merupakan Sabat tunggal (bukan sabat plural → sabbaths)

Jadi konteksnya bukan membicarakan Sabat Hukum Ke-4 dalam 10 Perintah Allah

Konteks “hari” dalam Roma 14:5 diatas juga sama, yaitu Paulus “tidak” sedang membicarakan Sabat mingguan/penciptaan, karena “tidak ada polemik” tentang pemeliharaan Sabat mingguan/penciptaan di jemaat di Roma saat itu. Ingat!!! Sabat mingguan/penciptaan sangat ketat di pelihara oleh orang Yahudi termasuk murid-murid, silahkan baca kitab Kisah Para Rasul, murid-murid senantiasa berbakti masuk sinagog setiap Sabat.

Polemik yang ada pada jemaat mula-mula jaman Paulus adalah sehubungan dengan daging (dari binatang halal) atau makanan yang telah di persembahkan kepada berhala sebelum di jual di pasar oleh orang-orang non-Yahudi.
Polemik ini terjadi antara orang Kristen yang berasal dari latar belakang Yahudi (disebut juga yang kuat iman dan yang memakan daging) dan orang Kristen yang berasal dari latar belakang non-Yahudi atau sering disebut “orang Kafir” (disebut juga yang lemah iman atau hanya memakan sayur-sayuran saja)
Kelompok pertama tidak percaya adanya dewa-dewa sehingga tidak percaya kalau makanan atau daging yg telah di persembahkan kepada dewa-dewa telah menjadi haram, kelompok kedua berpendapat sebaliknya

Jadi, konteksnya bukan membicarakan mengenai binatang halal dan haram menurut konteks Imamat pasal 11 dan Kej 7:2 & 8

Ingat!!! Petrus yang selama 3 tahun lebih melayani bersama-sama YESUS sebagai murid-Nya dan menjadi salah satu orang yang terdekat dengan YESUS, Petrus berkata bahwa ia tidak pernah makan bahkan menyentuh binatang haram sebelum nya
Kis 10:14 Tetapi Petrus menjawab: [u]“Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.”

YESUS merangkum 10 Hukum/Perintah Allah menjadi 2 bagian utama

Kasihilah Tuhan Allahmu…
10 Hukum, Hukum# 1-4
Kalau kita mengasihi Allah kita tidak akan membuat patung, menyembah patung, menyebut nama Tuhan dengan sembarangan & kita akan menguduskan hari Sabat

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri…
10 Hukum, Hukum# 5-10
Kalau kita mengasihi sesama manusia maka kita tidak akan;
mendurhaka kpd orang tua, tidak akan membunuh, tidak akan berzinah, tidak akan mencuri dst…

Jadi, 10 Firman/Hukum Allah yang kekal tidak pernah berubah dan tidak pernah di batalkan sebagaimana Firman Allah itu Kekal dan Allah tidak pernah berubah

Ingat kata YESUS;
Mat 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Fakta-fakta berikut seharusnya memberikan pandangan yang benar tentang Sabat:

Sabat sudah ada sebelum orang Yahudi atau bahkan Israel Exist
Kej 2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Sabat sudah ada sebelum Taurat Musa dan Taurat 10 Perintah di berikan oleh Allah
Baca mujizat manna dalam kitab Keluaran Pasal 16 → Taurat di berikan sesudah kitab Keluaran Pasal 16

Firman Allah menyatakan bahwa Hari Sabat adalah Hari Sabat Tuhan Allah bukan Hari Sabat orang Yahudi
Kel 20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;

dan berbagai fakta lainnya…

Kebetulan saja “Umat Pilihan Allah” saat itu adalah bangsa Israel sehingga perjanjian itu (termasuk Sabat) merupakan perjanjian Allah dengan Bangsa Israel, tetapi tidak serta-merta kita menyatakan Sabat itu exclusive milik bangsa Israel, YESUS lahir sebagai keturunan Israel apakah YESUS exclusive milik bangsa Israel saja?

Perintah Sabat dan perintah-perintah lainnya di berikan kepada umat Israel ketika keluar dari tanah Mesir, karena Bangsa itu sudah melupakan tentang kebenaran memelihara Sabat, kebenaran untuk tidak memakan binatang haram, kebenaran untuk tidak menyembah ilah-ilah selain menyembah Allah saja, dan kebenaran2 lainnya, karena selama mereka ratusan tahun di perhambaan Mesir mereka sama sekali sudah tidak memiliki kebebasan beribadah kepada Allah bahkan mereka sudah melupakan dan tidak tau lagi mengenai kebenaran yang dihidupkan oleh nenek moyang mereka sesuai perintah Allah. Tetapi adalah tidak benar untuk menyatakan bahwa Sabat adalah merupakan peringatan perhambaan di Mesir sebagaimana Ulangan 5:15, perhatikan baik-baik dalam Firman Tuhan bahwa latar belakang Sabat selalu menyinggung tentang hari penciptaan dunia selama 6 hari, sehingga konteks Sabat adalah tetap yaitu peringatan Penciptaan Allah akan dunia ini.

TO BE CONTINUED 1/2

Sabat—> Pembebasan Perbudakan Mesir oleh Musa; Yahudi, Advent dan sekte lainnya

Minggu—> Pembebasan Dosa Taurat oleh Penebusan YESUS; Kristen (Protestan & Katolik)

Sabat—> Adam—> Kosong (Abraham dkk tidak)—> Musa—> YESUS—> Minggu—> Kristen (protestan+katolik)—> Hari Tuhan

Katolik bersama Bapa semua orang beriman, Abraham tidak merayakan Sabat, jadi ada gap terputusnya Sabat Adam sampai Sabat Musa, jadi antara Adam dan Musa tidak ada hari sabat, logikanya gak mungkinlah Bapa semua orang beriman tidak tahu “hari terpenting dalam hidup manusia” versi advent. Sabat harus dikuduskan mengingat perbudakan di Mesir, sedangkan antara Adam sampai Abraham belum ada perbudakan di Mesir.

Semua hari umat Katolik menguduskannya dengan melakukan Perjamuan Kudus (misa) setiap hari, so, baik minggu maupun sabat dikuduskan oleh umat Katolik dan lebih pada perintah Tuhan, kita mewartakan YESUS yang disalibkan, wafat, dan BANGKIT…
Nah kalau kita merayakan Sabat, kita mewartakan Adam dan Musa, tetapi kalau kita merayakan Minggu, berarti kita mewartakan KRISTUS yang BANGKIT.

Untuk kisah YESUS dan para Rasul yang mengajar pada hari Sabat harus melihat substansinya, Paulus mewartakan pada hari Sabat karena orang Yahudi berkumpul pada hari Sabat, termasuk ayat dimana para rasul mewartakan dipasar keramaian, intinya adalah apabila anda mewartakan pada orang lain yang tidak mengenal Sabat dan anda beribadat pada hari Sabat, anda akan ditanya: mengapa anda beribadat pada hari Sabat? Anda pasti menjawab: karena Tuhan memerintahkannya melalui Musa karena Tuhan beristirahat pada hari Sabat ketika penciptaan Adam. Akan tetapi jika anda beribadat pada hari minggu maka ketika ditanya mengapa anda beribadat pada hari minggu maka anda akan menjawab: karena YESUS bangkit pada hari minggu! Maka anda sedang mewartakan Injil bukan Taurat. Hal ini dilakukan oleh gereja awal dimana mereka berkumpul setiap hari pertama minggu itu dan juga berkumpul setiap hari memecahkan roti. Berkumpul setiap minggu gereja awal sedang mewartakan YESUS yang bangkit, sedangkan berkumpul tiap hari perjamuan kudus mewartakan kisah sengsara YESUS. Harusnya ini cukup jelas, karena ada tertulis, (surat rasul Paulus)tugas kita mewartakan KRISTUS yang disalib dan bangkit… Tertulis juga semua hari suci dan kerajaan Surga bukan masalah makanan dan minuman… Ada tertulis juga janganlah perayaan Sabat menjadi batu sandungan.

Inti dari Paulus berkotbah pada hari Sabat karena orang Yahudi berkumpul pada hari Sabat, seluruh rasul berkotbah ditempat yang ramai termasuk pasar maupun tengah kota, YESUS sendiri sering berkotbah di Sinagoga mengingat pada hari Sabat orang Yahudi berkumpul semua sehingga mudah dalam penyampaian informasi.

Tq

Saudara ku ST_Yopi seorang Katolik, pasti percaya kepada Paus Pius XI yang tidak pernah salah kan?

Jadi, mohon di baca baik-baik surat berikut ini (download original letter nya disini: http://www.box.net/shared/ua5kld5de9 )

Asking the Pope about the Change of the Sabbath
(A Letter to the Pope)

Thomaston, Georgia May 22, 1934

Pope Pius XI Rome, Italy

Dear Sir:

Is the accusation true, that Protestant’s accuse you of? They say you changed the seventh’ day Sabbath to the, so called, Christian Sunday; identical with the first day of the week. If so, when did you make the change and by what authority?

Yours truly, (Signed) J. L. Day

(Reply)

THE CATHOLIC EXTENSION MAGAZINE (The largest Catholic Magazine published in USA) 180 Wabash Avenue, Chicago, Illinois (Under the blessing of Pope Pius XI)

Dear Sir:

Regarding the change from the observance of the Jewish Sabbath to the Christian Sunday, I wish to draw your attention to the facts:

(1) That Protestants, who accept the Bible as the only rule of faith and religion, should by all means go back to the observance of the Sabbath (Paus Pius XI nyatakan Protestant yg berdasarkan Alkitab harus kembali kepada pemeliharaan Sabat). The fact that they do not, but on the contrary observe the Sunday, stultifies them in the eyes of every thinking man.

(2) We Catholics do not accept the Bible as the only rule of faith. Besides the Bible we have the living Church, the authority of the Church, as a rule to guide us. We say this Church, instituted by CHRIST, to teach and guide men through life, has the right to change the Ceremonial laws of the Old Testament and hence, we accept her change of the Sabbath to the Sunday. We frankly say, "Yes, the Church made this change, made this law, (Paus Pius XI mengakui dengan tegas, gereja Katolik yg mengubah Sabat ke Minggu) as she made many other laws, for instance, the Friday Abstinence, the unmarried priesthood, the laws concerning mixed marriages, the regulation of Catholic marriages, and a thousand other laws."

(3) We also say that of all Protestants, the Seventh-day Adventist are the only group that reason correctly and are consistent with their teachings (Paus Pius XI mengakui Sevent-day Adventis yg memiliki alasan yg benar dan konsisten dgn ajaran Alkitab). It is always somewhat laughable to see the Protestant Churches, in pulpit and legislature, demand the observance of Sunday, of which there is nothing in the Bible. (Paus Pius XI nyatakan bahwa adalah lucu melihat Gereja Protestant dlm aturan gereja mereka meminta umatnya memelihara hari Minggu yang mana TIDAK TERDAPAT dalam Alkitab)
With best wishes, (Signed) Peter R. Tramer, Editor

Mr. James L. Day first heard the teachings of the Seventh-day Adventist Church at an evangelistic meeting in Thomaston, Georgia in 1934. Upon hearing the sermon on the change of the Sabbath he was greatly perplexed and thought the way to find out for himself the truth of the matter was to write to the Pope.

This letter was written by Mr. Day personally, upon his own initiative, to Pope Pius XI, who was then the ruling Pope of the Catholic Church. He said he waited thirty days for a reply and then received this letter from the editor of THE CATHOLIC EXTENSION, which is printed under Mr. Day’s letter. The Pope had sent Mr. Day’s letter to Mr. Tramer, who was editor of the Question Box of this magazine, for reply. The answer was sent under the blessing of the pope.

Jadi, silahkan di ambil kesimpulan sendiri oleh sdr. ST_Yopi sehubungan dengan postingan saudara diatas, dan teman-teman boleh memberikan penilaian sendiri :slight_smile:

Tuhan YESUS memberkati saudara ST_Yopi