apa ada hewan tertentu yg diharamkan u/ dikonsumsi dlm ajaran kristen/katolik?

maaf saya kurang tau…
meskipun saya Katolik
tapi saya sekuler
hampir nggak pernah baca Alkitab

Kata Tuhan Yesus :
" BUKAN yg masuk kedalam mulut yg MENAJISKAN tetapi yg keluar dari Mulut yg menajiskan !"
Apa si Bro berani dan mampu menyantap MUNTAH atau DAHAK/REAK yg keluar dari mulut manusia ? :coolsmiley: :mad0261:

Tidak semua, ada yang haram!! makanan beracun… makanan basi…

Salah tafsir !! Yang keluar dari mulut manusia maksudnya adalah Caci-maki, kata-kata yang menghina, yang menyakiti.

sejak perjanjian baru, sudah larangan makanan haram/halal sudah diangkat. dalam perjanjian lama, bila anda makan babi, anda akan terhitung najis dan ada beberapa konsekuensi (tidak boleh ikut ibadah kalau tidak salah, silakan di cek sendiri bila tertarik). kalo sekarang, anda mau makan apapun terserah, tapi binatang-binatang tersebut diharamkan karena memang ada alasan medisnya. cacing pita dalam babi memiliki kait yang bisa melukai dinding usus, udang dan kepiting adalah haram karena mereka pembersih alam alias pemakan bangkai dan banyak contoh lainnya. jadi makanan yang “haram” tersebut tidak akan membuat anda najis, hanya membuat anda masuk rumah sakit.

ada teman saya dari adven, dia masih mentaati hukum taurat, usianya 40an tapi waktu olah raga (basket)lebih kuat secara fisik dibandingkan yang umur 20-30an tahun, padahal olah raganya sama dengan yang lain, hanya basket 2 kali seminggu. mungkin memang ada alasan kesehatan dibalik makanan haram dan halal.

Kalau baca di alkitab (PL) hanya binatang yang bersirip dan bersisik di dalam air yang boleh dimakan. serta hewan2 berkuku belah dan memamah biak kalau tak salah.

babi termasuk yang diharamkan, sampai sekarang pun Yahudi mengenal adanya kosher yang salah satunya melarang makan daging babi.

Namun di perjanjian baru Yesus mengatakan :
BUKAN yg masuk kedalam mulut yg MENAJISKAN tetapi yg keluar dari Mulut yg menajiskan.

Disini jelas bahwa kita makan apapun juga tidak dilarang, namun dengan ilmu pengetahuan sekarang ini kita tahu tidak semua makanan itu berguna/sehat bagi tubuh kita.

Jadi sebenarnya yang saya percaya makanan haram yang dimaksud di Alkitab adalah makanan yang tidak sehat yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia karena berakibat buruk bagi kesehatan.

Alkitab sudah memberikan kepada kita garis besar makanan yang sehat dan tak sehat, namun semua itu tinggal pilihan kita aja mau ikut yang mana.

Jadi hati2lah mengkonsumsi makanan karena itu adalah pembunuh manusia no 1 di dunia

Shalom,

Kalau hanya mengandalkan apa yg tertulis di forum ini atau di berbagai tulisan lainnya (hard atau soft-file), Bro tidak akan mendapatkan yang Bro ingin ketahui dengan sebaik-baiknya. Bro harus membaca Alkitab.

Nah, di dalam Alkitab jelas dikatakan bahwa ada yang haram dan ada yang halal. Di seluruh kitab Perjanjian Lama tidak ada yang menyatakan firman Tuhan itu sudah berubah atau dicabut. Demikian pun, di seluruh kitab Perjanjian Baru, tidak ada yang menyatakan firman Tuhan itu sudah diganti atau dicabut. Seluruh ayat-ayat yang diajukan yang dianggap menyatakan firman Tuhan tentang yg halal dan haram sudah diganti atau dicabut, hanyalah karena pembacaan yang sepotong dan out of context, dsb, misalnya Mat 15:11.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Tidak ada hewan yang diharamkan, semua hewan boleh dimakan, asal dimakan dalam keadaan matang.

Yang diharamkan ialah makan daging hewan yang masih segar, sebab daging itu masih mengandung darah.
Kata Allah, nyawa makhluk berada didalam darahnya, dan Allah akan menyediakan darahNya sendiri untuk menghidupkan roh yang berada didalam tubuh kita.
Allah tidak mau tubuh manusia yang akan dipersiapkan menjadi bait Allah, dicemari oleh nyawa-nyawa yang berada didarah binatang.

Im.17:10-11.
"Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.
Karena nyawa makhluk ada didalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

Mengenai nyawa makhluk berada didalam darahnya, terbukti sudah: bahwa binatang yang sama dapat diperbanyak dengan cara cloning.

Mengenai janji Allah bahwa Dia akan menyediakan darahNya sendiri diatas mezbah, terbukti sudah: bahwa yang disatukan dengan darah kita itu bukannya anggur lagi, akan tetapi benar-benar adalah darah Tuhan Yesus. Dengan persekutuan antara darah kita dengan darah Yesus, berarti ada pendamaian antara roh kita dengan Roh Yesus.

Yoh.6:56.
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Roh Allah inilah yang nanti akan mendampingi kebangkitan roh kita, mengikuti jejak kebangkitan Yesus sebagai kebangkitan yang sulung.

Semoga jelas, kalau ada yang masih mau ditanyakan silahkan.

Shalom,

Ayat ini menyatakan ada hewan yang haram.

Imamat 11:7 (TL):
dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu.

Yes 66:17:
Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Anda bebas memilih,
Apakah masih mau hidup menurut hukum Taurat.
atau
Apakah anda mau mengikuti ajaran Yesus, dimana hukum Taurat itu sudah digenapi semua.

Larangan makan beberapa binatang itu adanya dihukum Taurat, di perjanjian baru sudah tidak berlaku lagi.
Yang haram di Perjanjian baru ialah: Kata-kata yang dengki yang keluar dari hati kita yang busuk.

Perjanjian lama dan perjanjian baru, jangan dicampur aduk, harus pilih salah satu.

Shalom,

Tampaknya melebar Bro. Atas pertanyaan apakah ada yang haram, saya tunjukkan dua ayat saja. Masih banyak lagi ayatnya. Tapi biarlah itu saja dulu. Nah tentang itu, tdk ada dalam kitab Perjanjian Lama maupun kitab perjanjian baru yang menyatakan tentang yg haram itu sudah diubah atau telah dicabut.

Selanjutnya, apa yang Bro maksud dengan parjanjian lama dan perjanjian baru? Perjanjian atau Alkitab yang diberi sekat dengan judul Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?

Lalu, yang mana yang harus dipilih satu, dan yang paling penting, mengapa harus dipilih? Apakah Tuhan merevisinya? Kalau Tuhan merevisi, mengapa? Di mana letak kesalahannya yang direvisi? Kalau ada yang salah lalu direvisi? Berarti Tuhan pernah berbuat kesalahan?

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Kisah Rasul 21:25, “Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.”

Hanya dari makanan yang dipersembahkan kepada dewa-dewa, kepada berhala ini dan itu, kepada langit, bumi dan sebagainya, juga darah dan juga binatang yang sebelum dimasak matinya darahnya tertahan (dicekik) sebaiknya dihindarkan maka kita telah melakukan kebaikan. Tetapi bukan berarti itu makanan haram. Sebab tidak ada makanan yang haram dan halal, Markus 7:19 menuliskan, “karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Demikian yang dapat dijelaskan.

Shalom,

Dalam TL sbb:

Mrk 7:19 Karena itu bukannya masuk ke dalam hati, melainkan ke dalam perut, lalu keluar ke dalam jamban, dengan demikianlah membersihkan segala makanan itu?"

Lalu bagaiaman dgn yg telah saya post itu:

Im 11:7 dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu.

Yes 66:17 Yaitu orang yang menyucikan dirinya dan membersihkan dirinya di dalam taman-taman, dan mengikut satu yang di tengah-tengahnya; orang yang makan daging babi dan pelbagai barang yang keji dan lagi tikuspun; maka bersama-sama mereka itu akan dihapuskan, demikianlah firman Tuhan.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Mengapa anda memberi takaran berat sebelah? Ada ratusan peraturan dalam Taurat, mengapa hanya peduli dengan babi saja? Perjanjian Lama memuat hukum Allah yang terselubung, dan saat Kristus datang selubung itu dibukakan dan sejak saat itu tidak ada lagi makanan yang membuat seorang berdoa (haram) atau membuat dekat kepada Allah (halal).

“Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.” (1 Korintus 8:13)

Sama dengan pernyataan Yesus bahwa tidak ada lagi makanan yang disebut halal dan haram, yang ada adalah apa yang halal itu adalah tentang kehidupan kita, bukan tentang makanan. Demikian juga soal sunat, bukan sunat jasmani melainkan sunat rohani yaitu tentang kehidupan kita. Demikian juga terhadap semua hukum Taurat, dan semua itu tertulis dalam Alkitab bagian PERJANJIAN LAMA.

“Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.” (2 Korintus 3:14)

Apakah Yesus lebih besar dari Musa yang menurunkan hukum Taurat dan yang menyebut babi itu haram??? Sementara Yesus menyatakan tidak ada makanan yang dapat menajiskan orang.

Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Shalom,

Saya tidak memberi takaran berat sebelah? Tidak hanya babi, bila berkenan boleh dibaca lengkap Imamat 11.

Di bagian mana yg ini dikatakan dalam Alkitab?
“Perjanjian Lama memuat hukum Allah yang terselubung, dan saat Kristus datang selubung itu dibukakan dan sejak saat itu tidak ada lagi makanan yang membuat seorang berdoa (haram) atau membuat dekat kepada Allah (halal).”

Mengenai yang ini: “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.” (1 Korintus 8:13)".

Klu makanan tidak membawa lebih dekat kepada Allah, apakah dengan itu firman Tuhan yang mengatakan ada yang haram, menjadi halal yang haram itu? Klu tidak rugi apa-apa kalau makan atau tidak makan, apa itu membuat yg haram menjadi halal?

Tidak pernah Yesus berkata tidak ada lagi yang haram.

Kitab Perjanjian Lama? Cermati yang ini:

Yoh 5:46-47:

Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.
5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Dear mas Jericho,

Rugi banget mas engga makan babi…
Tekstur daging yang lembut, rasa yang delicate,
kandungan protein yang tinggi, persentasi High Density Lipoprotein yang balance, dll…

Btw, rasanya belum pernah disebutkan bahwa yang makan babi bakal masuk neraka…
atau at least, saya belum pernah ketemu dengan orang yang masuk neraka gara-gara makan babi…

atau mas Jer berkenan share bila udah pernah ketemu?

5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"
imo, yang mas jer percayai adalah HASIL INTERPRETASI JERICHO atas suatu tulisan, lho.. soalnya dari TULISAN yg SAMA, ternyata HASIL INTERPRETASI CADANG bisa sangat berbeda lho..

NB: saya rasa sudah lewat waktunya untuk membenturkan si A yg berbeda pendapat seolah-olah Menentang Tuhan, padahal cuma sekedar menentang Interpretasi si B yang kebetulan berbeda…

demikian, semoga bermanfaat

Shalom,

Nda tuh Bro. Saya tdk rugi tdk makan babi.

Tekstur yg lembutkah, delicatekah, kandungan protein yg tinggikah kriterianya? Kriteria apa?

HDL dan LDL yg seimbang? Tampaknya itu pernyataan menyesatkan. Klu itu hasil riset, tampaknya itu riset dan hasil riset menyesatkan.

Yang makan daging babi disebut seperti ini:
Yes 66:17 Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.

Krn itu pula saya nda rugi nda makan daging babi. Lagian, sebutan itu kurang enak di dengar. Di dengar aja jijik, apalagi dimakan.

Belum pernah ketemu dengan orang yang masuk neraka gara-gara makan babi? Syukurlah, berarti Bro belum pernah ke neraka dan tidak sedang di neraka. Puji Tuhan. Alhamdulillah.

Tentang interpretasi? Adakah kepahitan ketika pernyataan Bro ditekuk-tekuk pada ronde yg lalu? Belum sembuh? Mencari kepuasan merasa menang? Lalu kini ingin revans? Baiklah, agar Bro puas, saya nyatakan saja saya kalah, agar kepahitan yg mungkin Bro rasakan terobati.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

ciyus bro??
elo belum pernah makan daging babi / steak babi / mie goreng pake minyak babi, dll??

ya iya lah…
gimana bisa tahu mas…
wong belum pernah…

btw…
elo ngomong apa sih mas? lipat-lipat-an apa sih?
lho??
saya menyatakan pendapat, kok malah situ yg menyangkut2-kan ke masa lalu??
yg kepahitan itu elo kali bro… hehe…

oo… gue inget…
elo masih ngebet ya?
karena Jericho belum berhasil membuktikan bahwa Jericho bisa ZERO INTERPRETATION?
hehe…

jadi gimana?
masih belum berani mengakui telah melakukan interpretasi juga mas?
ya gakpapa…
itu tanggung jawab masing-masing kok…
hehe…

misi ya bro…
saya mau makan pork tenderloin dulu ya…
uenakkk dan bernutrisi sekali…

btw… mas jericho udah pernah ketemu orang yg masuk neraka / binasa gara-gara makan babi?
sharing dong bro…
biar kita-kita ini lebih yakin dengan Interpretasi Jericho itu…

Shalom,

Baiklah, klu sudah merasa terpuaskan revans dgn mengatakan yg Bro rasa memuaskan diri, meski tidak begitu? Silahkan puaskan Bro, mumpung saya kasih kesempatan.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

lho??
ehehehe…

mas jericho yang punya kesempatan yah?
kok bisa ngasih-ngasih gitu?
hehe…

jangan suka oot…
mari btt…

pertanyaan dari tadi yg belum mas jawab adalah:

  1. Kalau memang mas jer meyakini bahwa Yesus akan MEMASUKKAN para pemakan babi ke Neraka, maka
    a. Apakah mas udah pernah ketemu / sharing / curhat dgn orang yg masuk ke neraka gara2 mkn babi?
    b. Gimana dgn para pemakan babi yang emang bukan Kristen
    —> masuk neraka juga?
    ataukah Neraka / Surga nya mas jericho itu cuma buat orang Kristen doang?

  2. Apakah mas masih tetap belum berani mengakui bahwa:
    “Jericho MENG-INTERPRETASI-kan dari hasil baca-baca kutipan: Menurut yg Jericho baca dan pahami, orang Kristen engga boleh makan babi, atau bakal masuk neraka…”
    ataukah mas Jericho masih tetep ngotot bahwa “Yang ngomong gitu itu Tuhan langsung, dan saya ini tidak punya daya nalar sama sekali sehingga pasti ZERO-INTERPRETATION” ?

demikian, semoga bermanfaat

btw…
revans itu opo toh mas… itu kata2 yg sangat menjijikkan ah…
katanya mas Jer ngaku-ngaku anak Tuhan… kok revans-revons gitu sih… malu ah…
atau itu sodaranya ivan?