"Apa arti : MAKAN DAGING & MINUM DARAH ANAK MANUSIA?"

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya,
kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. - Yohanes 6:53

Dalam Yohanes 6:60 dituliskan bahwa : Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata:
“Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”
Memang sulit untuk dpt memahami apa yg dikatakan Tuhan Yesus, mereka mengartikannya secara literal/menurut yg sebenarnya,
masa mereka harus melakukan kanibalisme? Bagi orang Yahudi untuk minum darah atau bahkan hanya makan daging yang masih mengandung darah yang belum dibersihkan saja adalah dosa, apalagi untuk meminum darah manusia.

Apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 6 ini berkaitan erat dgn Perjamuan Kudus, dan menunjuk kepada kebenaran yang sama ketika Tuhan Yesus berkata : “Ambillah, inilah tubuh-Ku.”(Markus 14:22) dan "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang (Markus 14:24).

Jadi apa kebenaran yang ingin disampaikan oleh Tuhan Yesus?
Hidup dalam Kristus dgn iman dan ucapan syukur adalah arti sebenarnya dari makan daging Anak manusia dan minum darah-Nya,
karena hanya dengan cara itu kita bisa memperoleh kehidupan yang kekal.
GBU all.

Darah Yesus hanya dicurahkan satu kali & Tubuh-Nya pun hanya satu kali dipecah2kan:
Darah Yesus hanya satu kali dicurahkan ketika Yesus di salib di Golgota.
Tubuh-Nya pun hanya satu kali dihancurkan dan dipecah2kan saat Tuhan Yesus di salibkan.
Itu semua cukup untuk menebus dosa semua umat manusia yg mau percaya kepada-Nya, sampai selama2nya.

Pada saat Perjamuan Kudus, kita hanya memperingati pengorbanan Yesus di kayu salib,
dimana Tubuh-Nya dipecah2kan & Darah-Nya dicurahkan.

Ibrani 9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.
GBU all

Bisa dianalogikan:

  • Tubuh dan darah adalah sumber kehidupan utama bagi setiap makhluk
  • Tubuh dan darah Yesus, sebagai Allah yang menjadi manusia, adalah tanda penebusan bagi setiap manusia.

Dengan demikian menerima tubuh dan darahNya sama dengan menerima dan percaya sepenuhnya terhadap Yesus di dalam kasih dan karya keselamatan itu.
Itulah mengapa dalam ajaran Protestan, hanya orang yang sudah mengaku percaya secara pribadi yang boleh mengikuti sakramen perjamuan kudus

Daging artinya tubuh… darah artinya roh… tubuh yang dimaksud adalah tubuh manusia TUHAN YESUS yang artinya segala sesuatu yang kita lakukan harus sama seperti yang TUHAN YESUS lakukan selama menjadi manusia… maksudnya pekerjaanNYA… yaitu memberitakan injil dan menolong sesama manusia sampai menderita dianiaya oleh dunia… untuk melakukan itu harus ada darah… darah ini adalah darah TUHAN atau ROH TUHAN atau ROH KUDUS… maksudnya dalam melakukan aktifitas tersebut kita harus mengutamakan untuk kehendak TUHAN… jadi sebenarnya perjamuan kudus itu adalah ritual yang dilakukan agar kita teringat kembali akan perintah TUHAN itu yaitu mengasihi TUHAN dan sesama manusia… agar setelah perjamuan tersebut akan menyegarkan ingatan kita lagi yang mudah lupa untuk melakukan kehendak TUHAN…

1 Kor 11 : 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

baca aja sendiri dan kesimpulan untuk anda aja. . . ;D

Betul sekali, menjadi peringatan bahwa Yesus telah mati bagi org yg percaya kpd-Nya.
Itu sesuai dgn ayat2 berikut:

Makan Daging dan Minum Darah Anak Manusia adalah Makan Firman dan ROH KUDUS, yaitu Bagian dari Roh TUHAN yang pernah tinggal dalam Adam dan Hawa yang telah menjadi TUBUH MANUSIA, YESUS KRISTUS

:smiley: Salam

klo kamu bilang gak perlu,
ya jangan melakukan,
biarkan lain melakukan, gak ganggu kamu khan ??

itu aja kok repot - gus dur - :cheesy:

@roderick

bila semua jemaat TUHAN sudah melakukan kehendak TUHAN… mo ga dilakuin lagi juga ga masalah… yang menjadi masalah adalah dalam setahun diadakan berapakali perjamuan kudus untuk mengingatkan kita sebagai jemaat… namun berapa orangkah yang tersadarkan dan melakukan kehendak TUHAN…??? apakah orang yang melakukan kehendak TUHAN tidak melakukan lagi perjamuan kudus…??? apalagi bila di gereja sudah tidak dilakukan lagi perjamuan kudus… TUHAN selalu mengingatkan kita untuk melakukan kasih melalui perayaan natal, pentakosta, jumat agung, paskah, perjamuan kudus… namun bagi sebagian besar jemaat itu semua hanya dijadikan perayaan yang tak berarti dan setelah perayaan itu usai… kembalilah mereka ke keduniawian… sangat disayangkan…

Yah dilakukan saja perjamuan kudus dengan pengertian yg bener…bukan dijadikan mistis.

melakukan karena mengasihi :afro:
melakukan karena sesuai ajaran :afro: :afro:

:afro: :afro: :afro:

@roderick

justru orang yang sudah melakukan kehendak TUHAN akan selalu melakukan perayaan itu termasuk perjamuan KUDUS… bukan karena tradisi… akan tetapi semangat atau spirit yang dirasakan dari setiap perayaan itu yang akan membuat kita lebih kuat dan lebih bersuka cita… untuk mengenang kembali anugerah terbesar yang sudah TUHAN YESUS bawa untuk manusia… yaitu KASIH… namun sekali lagi tidak masalah tidak melakukan juga bagi orang yang sudah mengerti dan melakukan kehendak TUHAN… hanya, apakah kita sudah melakukan kehendak TUHAN seluruhnya…??? kadang seseorang yang paling taat juga bisa jatuh…

untuk perjamuan KASIH menurut bro… itu bisa saja dilakukan… ide yang bagus… namun semakin waktu berlalu bila perjamuan kudus tidak dilakukan(dengan kondisi beratus2 tahun lewat), orang2 akan semakin lupa apa maksud TUHAN dari memakan daging dan meminum darah… yaitu untuk bersatu dengan TUHAN… itulah mengapa harus selalu dilakukan yaitu untuk mengingat tentang itu… sedangkan perjamuan KASIH adalah melakukan kegiatannya (prakteknya)… seperti kita sekolah… belajar ilmu(mengerti akan dasar dari segala sesuatu) yaitu perjamuan kudus dan praktek ( melakukan dari segala sesuatu yang sudah dipahami) seperti yang bro sebut perjamuan KASIH…

Setidaknya begitulah yang saya mengerti… ^^

@roderick

Sekali lagi mengingatkan kembali… mengenang kembali… agar spirit itu tetap ada di hati… tidak berkurang… sebab manusia mudah lupa… ini yang menjadi masalah brooo… manusia mudah lupa…

Ya jika bro cukup jenius sih sekali juga gapapa… namun manusia pada umumnya… yang masih memegang erat keduniawian… misalnya : baru aja pulang dari gereja… seakan ajaran kasih itu tertinggal pula di gereja… harus terus diingatkan kembali…

Mengenai bersatu dengan TUHAN… sudah dikatakan bahwa perjamuan kudus itu untuk mengenang atau mengingatkan kembali akan KASIH yang dibawa oleh TUHAN… bersatu dengan TUHAN adalah segala perbuatan yang kita lakukan sampai hal remeh sekalipun… kita lakukan untuk TUHAN… untuk mencapai itu dibutuhkan perubahan sikap dalam hidup kita dengan didasari kasih… untuk itulah perjamuan kudus perlu dilakukan agar kita selalu diingatkan akan dasar kasih ini untuk melakukan segala sesuatu aktivitas kita… (perlu diingat kadang manusia suka lupa dan berakhir dengan kesombongan)… memang disayangkan sekarang ini perjamuan kudus sudah dikesampingkan arti mendalammnya… sehingga tampak hanya seperti acara rutin yang harus diikuti…

sesuai dengan yang tertulis dalam alkitab. :afro:

jangan jadi pendengar saja, tetapi marilah jadi pelaku FIRMAN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI. :afro:

@roderick

hahahaha… anda nampaknya punya banyak ide yang bagus buat gereja… mungkin anda sebenarnya ingin mencoba menyadarkan gerja untuk mulai do bukan nato… ^^ kayanya anda banyak menemui gereja yang keracunan perpuluhan yaa… ^^

iye bunda jannet, tapi kalo pelakunye ngambil ayat2 ne di pelintir susah juga ye, mending jadi pelaku yang lebih hikmat dalam roh kudus dan sesuai dengan kelakuan kite ye, kalo kite baik kite bisa jadi acuan, kalo kite gak baik ya mah boro2 jadi acuan malah jadinye penolakan ye ;D ;D ;D ;D

klo ada yang gituan, biarkan aja,
apa yang ditabur akan dia tuai sendiri.

klo dia menabur kasih
gak mungkin menuai duri. . . . .

Tubuh dan Darah Yesus simbolik dgn roh kristus, dan yg berhak membagikan adalah yesus kristus sendiri, bukan manusia ataupun gereja.

Salam