Apa arti "Persekutuan Orang Kudus" dalam pengakuan iman/syahadat rasuli?

Setelah beriman yang datang dari pendengaran akan Firman Tuhan, maka iman itu dinyatakan dengan pengakuan mulut, dipercaya dalam hati.

Damai tanpa pentung.

Yes, Bro!
Iman pun keluar dlm perkataan
Perkataan juga ttg firman Tuhan

Kata adalah awal utk menjadi, maka
Menjadi anak2 Tuhan itu dimuali dgn kata2
Lalu berpikir dan percaya, bekerja dan menjadi

Salam Damai!

Setelah beriman yang datang dari pendengaran akan Firman Tuhan, maka iman itu dinyatakan dengan pengakuan mulut, dipercaya dalam hati.

Judul topik adalah tentang pengakuan iman. Tidak perlu menyeret pembahasan ke segala sesuatu tentang kata.

Damai tanpa pentung.

Melihat ke pokok kalimat trit:
Apa arti “Persekutuan Orang Kudus?”

Menurutku, ialah semua org yg telah menerima ROH KUDUS
Baik para pengajar, maupun yg diajar, yg adalah satu tubuh
Setiap anggota tubuh bersekutu di dlm Tuhan Yesus Kristus

Salam Damai!

Kelompoknya, atau denominasinya belum satu.

Damai tanpa pentung.

Aya aya wae, si Bro! Tadi sepakat:
Jamaah Kristus bukan denominasi,
Bukan instritusi, bukan gedung tinggi
Apa persekutuan org kudus bukan jamaah-Nya?

Salam Damai!
NB:
Yg tadi:

Kata kita pada ayat tersebut adalah orang-orang,
bukan kelompok-kelompok.
Setuju, Bro!
Kita adalah org2, pribadi lepas pribadi yg beriman kpd Yesus Kristus Tuhan
Bukan kelompok: Vatikan, bukan Katolik, bukan Protestan, bukan Karismatik

Tubuh Kristus yang diartikan sebagai jemaat atau Gereja adalah kumpulan orang,
bukan kumpulan kelompok-kelompok orang.
Ya!
Jamaah itu kumpulan org,
Bukan denominasi, bukan institusi, bukan gedung tinggi

Jadi, Tubuh Kristus yang diartikan sebagai jemaat atau Gereja adalah adalah
kumpulan orang, hanya satu, bukan banyak.
Yes!
Jamaah itu kumpulan org yg satu iman
Satu tubuh yg berhati petros berisi Mesias
Yesus membangun image-Nya di atas Petra

Salam Damai!
NB:
Kita ingat lagi diskusi kita, sbb:

Gunakan nalar sehatmu.
Memang jemaah Kristus bukan denominasi. Anggota Tubuh Kristus, atau anggota Gereja, atau anggota jemaah Kristus bukan denominasi, melainkan orang perorangan. Seluruh anggota Tubuh Kristus, atau anggota Gereja, atau anggota jemaah Kristus itu berkelompok satu kawanan, satu gembala, dalam “kandang ini”, itu bukan denominasi.

Denominasi itu muncul sejak abad XVI, ketika ada pihak yang dirasuki roh pemecah, mencerai-beraikan diri dan membentuk kelompok baru yang kemudian dinamai denominasi. Kelompok baru atau denominasi itu sudah beranak-pinak, sekarang sudah ribuan denominasi. Jika menamai kelompok anggota Tubuh Kristus, atau anggota Gereja, atau anggota jemaah Kristus sebagai denominasi, maka denominasi hanya satu, yang didirikan oleh Yesus Kristus di atas Petrus, dan penggembalaannya diberikan kepada Petrus.

Damai tanpa pentung.

Ya! Denominasi itu merek2 duniawi?

Jamaah-Nya Petros didirikan di atas Petra
Penggembalaan dr Yesus diberikan kpd Petrus
Dr Petrus diberikan kpd gembala2 yg bisa dipercaya, dst.

Gembala2 itu menyuarakan suara-Nya, pemilik kawanan domba2 itu.
Yg tidak bisa mendengar sura-Nya, berarti bukan satu kawanan, bukan satu tubuh
Itu saja patokannya, “suara-Nya”, periksalah gembala2 yg tidak memperdengarkan “suara-Nya”

Salam Damai!

Back to selisih pokok topic:

Aku mengemukakan ROH KUDUS yg menyatukan
Kau menyoal belum satu denominasinya, kelompoknya
Kurasa itu bukan urusan kita, bukan urusan manusia

Maka periksalah, bw mereka bukan anggota tubuh Kristus
Bw mereka tak mendengar suara-Nya, tak beriman kpd-Nya
Sebab banyak domba2 malah beriman kpd Kitab2, dll ciptaan

Mungkin lebih baik kemukakan saja menurutmu:
Apa arti “Persekutuan Orang Kudus?”
Mengapa menyoal kelompoknya dan denominasinya
Siapa menyatukan denominasinya dan kelompoknya?

Salam Damai!

Dengan adanya kehendak bebas manusia, maka Roh Kudus yang menyatukan jemaat Kristus tidak akan berhasil jika manusia yang menamakan diri anggota Tubuh Kristus namun mendirikan denominasi yang sesuai selera sendiri.
Dengan membentuk kelompok sendiri, berarti mencerai-beraikan dari kelompok yang sudah eksis sejak Hari Pentakosta.

Adanya orang yang mengaku pengikut Kristus, namun tidak mematuhi Yesus Kristus, itu adalah kebohongan.
Mengaku pengikut Kristus namun bertahan di “bukan kandang ini”, patut menanyakan hatinya sendiri, benaran pengikut Kristus ato pengikut kata hati?
Menentukan pilihan menjadi anggota dari suatu kelompok, adalah urusan diri sendiri, Bukan urusan Roh Kudus atau Yesus kristus.

Menurut pendapatku, jika disebut bersekutu, maka masing-masing pihak meleburkan diri sesuai dengan yang dikehendaki persekutuan. Jika masing-masing membentuk kelompok, itu bukan mempersatukan tetapi untuk mencerai-beraikan.

Persekutuan orang kudus ialah perhimpunan, atau persatuan para pihak yang menamakan diri pengikut Kristus, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup di dunia ini, menyatukan pendapat dan keinginan hati untuk berdoa dan menjadi jemaat Kristus secara bersama-sama.

Damai tanpa pentung.

ROH KUDUS tidak akan berhasil?
Wah! Itu sudah melecehkan Allah, menurutku
Seolah penerus rasul ydskaz lebih terandalkan
Apa dgn cara meniadakan kehendak bebas?

Itu bukan cara Yesus Kristus bekerja, Bro!
Sebarkan, biarkanlah firman-Nya yg bekerja
Domba2-Nya mengenal suara gembala yg baik

Manurutmu, apa yg dimaksud dgn selera?
Bukankah Allah yg mengacaukan bahasa di Babel,
Hingga manusia berpencar menjadi ragam selera budaya?

Allah adalah kasih
Yahudi tahu keharusan mengasihi Allah
Juga tahu keharusan mengasihi sesama manusia
Tapi yg dimaksud sesama manusia ialah sesama Yahudi

Prinsip itu yg dibatalkan Yesus,
Maka rasul hrs keluar kandang menyebarkan firman
Menjadikan seluruh bangsa murid-Nya dlm janji Allah [Yoh 3:16]

Salam Damai!

[color=blue]ROH KUDUS tidak akan berhasil?
Wah! Itu sudah melecehkan Allah, menurutku
[/quote]
Gunakan kata yang Anda pandang sesuai.
Menurutmu, itu melecehkan.
Anda merdeka berpendapat.
Menurut pendapatku, kehendak bebas manusia bertentangan atau sedikitnya, berbeda dengan kehendak Allah. Perbedaan itu, mengakibatkan manusia mengikuti kehendak diri sendiri yang berbeda dari kehendak Allah, maka walau Roh Kudus mengehendaki kesatuan jemaat, jika jemaat mengikuti kehendak sendiri, kesatuan jemaat tidak akan tercapai.

Benar.
Rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman lebih mungkin menyatukan jemaat, karena rasul dapat menunjukkan kehendak Roh Kudus dengan bahasa manusia. Sementara, sebagian jemaat tidak mengerti bahasa Roh, maka, jemaat akan bertegar tengkuk jika diajar Roh Kudus. Jemaat akan patuh bila mendengar arahan dengan bahasa manusia. Tentu, bagi yang menggunakan nalar sehat.

Menurut pendapatku, Tuhan tidak akan mencabut kehendak bebas yang sudah diberikan kepada manusia.

Ya, pencabutan kehendak bebas manusia bukan cara Yesus Kristus. Rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman diberi kewenangan mengajar. Jika jemaat yang diajar selalu kurang ajar, jemaat itu akan menanggung ganjaran sikapnya. Seperti Yudas Iskariot yang selalu diajar oleh Yesus Kristus, namun memilih menghianati Yesus demi 30 keping uang perak, kepada yang orang seperti itu kata Yesus: “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan. (Mat 26:24)”

Untuk apa mencari tahu tentang selera?
Secara ringkas, selera itu adalah keinginan, kegemaran, kesukaan, nafsu makan.
Kekacauan bahasa di Babel menurut pendapatku bukan mengakibatkan beda selera budaya, tetapi mengakibatkan salah mengerti seorang akan yang lain atau sekelompok dengan kelompok lain. Karena kesalahmengertian, segala sesuatu menjadi kacau, bukan hanya selera.

Setuju.

Prinsip apa yang Anda maksud dibatalkan Yesus?
Yang kupahami, Yesus yang adalah keselamatan berhadir di dunia melalui rahim Yahudi. Yesus mengabarkan kabar keselamatan pertama kali kepada Yahudi. Yesus mengajarkan: “Kasihi Tuhanmu, kasihi sesamamu”.
Yahudi memandang sesama hanya Yahudi.
Yesus memberi contoh dengan mengasihi orang Samaria yang dipandang oleh Yahudi sekelas dengan anjing kurap. Untuk mengasihi sesama itu pula maka para rasul mengabarkan Yesus Kristus kepada bangsa lain, selain karena perintah Tuhan Yesus kristus. Sebagian bangsa lain (Non Yahudi) menerima kabar keselamatan dengan sukacita. Maka, yang terdahulu mendapat kabar keselamatan menjadi yang terkemudian, yang belakangan menjadi yang terdahulu.

Damai tanpa pentung.

Yes!
Itu bukan pendapatku, itu dr perkataan Yesus sendiri
Yesus yg mengutus para rasul2 itu utk mengerjakan kasih-Nya
Yesus mengutus ROH KUDUS utk mengajari, mengingatkan dan
Memimpin rasul2 dan org2 yg terpanggil kpd seluruh kebenaran

ROH KUDUS menyertai org2 yg percaya selamanya
ROH KUDUS dicurahkan ke atas segenap bangsa lain juga
Tanpa ROH KUDUS kita tidak bisa/tdk berani berkata, “Yesus Tuhan”

Sebab itu Dia istimewa, Yesus “me-warning”:
Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni,
tetapi hujat terhadap ROH KUDUS tidak akan diampuni. [Mat 12:31]

Ini efek domino yg lainnya
Bw penerus rasul ydskaz lebih berhasil
Inilah yg kumaksudkan melecehkan Allah (Roh)
Kriteria keberhasilan-mu kau kenakan kpd Allah

Salam Damai!

Yes!
Itu bukan pendapatku, itu dr perkataan Yesus sendiri
Yesus yg mengutus para rasul2 itu utk mengerjakan kasih-Nya
Yesus mengutus ROH KUDUS utk mengajari, mengingatkan dan
Memimpin rasul2 dan org2 yg terpanggil kpd seluruh kebenaran
[/quote]
Jika bukan pendapat Anda, kemukakan, pendapat siapa itu?
Jika hanya berdasar tulisanmu terquote di atas, tidak memuat pengertian bahwa Roh Kudus berhasil menyatukan semua domba Kristus (-domba Kristus ada yang dalam kandang ini, ada yang di luar kandang ini-).

Yang kubaca di Alkitab, Yesus Kristus berjanji senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman, bukan menyertai jemaat. Mungkin ada yang terlewat dari pembacaanku, silahkan kemukakan di mana dicatat bahwa Roh Kudus menyertai orang-orang percaya selamanya.

Waktu pencurahan Roh Kudus pertama secara massal pada hari Pentakosata, yang mendapat curahan Roh Kudus hanya orang percaya yang berkumpul di satu tempat. Walau waktu itu semua orang Yahudi yang saleh berdiam di Yerusalem, mereka tidak mendapat curahan Roh Kudus. Mereka termangu-mangu mendengar para orang percaya yang berbicara berbagai bahasa sesuai daerah asal orang Yahudi yang saleh itu. Sejak itu, Roh Kudus berdiam pada tiap orang yang dibaptis.

Setuju.

Kupikir, quote ini merupakan hal berbeda dengan kepenyertaan Roh Kudus.

Ini efek domino yg lainnya
Bw penerus rasul ydskaz lebih berhasil
Inilah yg kumaksudkan melecehkan Allah (Roh)
Kriteria keberhasilan-mu kau kenakan kpd Allah
[/quote]
Seolah lebih berhasil.
Jangan memastikan lebih berhasil.
Kutulis seolah(seolahnya minjam dari pertanyaanmu) lebih berhasil, karena rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman menggunakan bahasa manusia. Sementara Roh Kudus, menggunakan bahasa Roh yang tidak dimengerti semua manusia. Maka, jika Roh Kudus langsung ke manusia, tidak akan dimengerti oleh manusia yang tidak faham bahasa Roh. Sementara, dengan rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, cukup dimengerti oleh manusia, tinggal lagi, kerelaan manusia tersebut menerima atau menolak.
Kupikir, dengan demikian maka efek domino yang Anda maksudkan perlu ditinjau.
Bukan kepastian usaha rasul yang senantiasa disertai lebih berhasil daripada karya Roh Kudus, melainkan upaya rasul yang senantiasa disertai lebih dimengerti manusia secara umum daripada karya Roh Kudus yang hanya dimengerti oleh mereka yang mengerti bahasa Roh.

Nah, pada manusia yang mempunyai kehendak bebas, walaupun mengerti ajaran yang diterima, belum tentu patuh. Pada manusia yang tidak mengerti ajaran yang diajarkan, patut diduga akan berontak.

Damai tanpa pentung.

Jika bukan pendapat Anda, kemukakan, pendapat siapa itu?
Itu bukan pendapat, itu perkataan Yesus

Jika hanya berdasar tulisanmu terquote di atas, tidak memuat pengertian bahwa ROH KUDUS berhasil menyatukan semua domba Kristus (-domba Kristus ada yang dalam kandang ini, ada yang di luar kandang ini-).
Pengertian berhasil bagimu apa?
Maka kau sebut gagal, jika tak sesuai bagimu

Yang kubaca di Alkitab, Yesus Kristus berjanji senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman, bukan menyertai jemaat i[/i]. Mungkin ada yang terlewat dari pembacaanku, silahkan kemukakan di mana dicatat bahwa ROH KUDUS menyertai orang-orang percaya selamanya.
Sebab iblis selamanya mengintai kita

Tetapi kamu tidak hidup dlm daging, melainkan dlm Roh, jika memang Roh Allah
diam di dlm kamu. Tetapi jika org tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Tetapi jika Kristus ada di dlm kamu, maka tubuh memang mati karena dosa,
tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
Dan jika Roh Dia, yg telah membangkitkan Yesus dr antara org mati, diam di dlm kamu, maka Ia,
yg telah membangkitkan Kristus Yesus dr antara org mati, akan menghidupkan juga tubuhmu
yg fana itu oleh Roh-Nya, yg diam di dlm kamu. [Rm 8:9-11]

Waktu pencurahan ROH KUDUS pertama secara massal pada hari Pentakosata, yang mendapat curahan ROH KUDUS hanya orang percaya yang berkumpul di satu tempat. Walau waktu itu semua orang Yahudi yang saleh berdiam di Yerusalem, mereka tidak mendapat curahan ROH KUDUS. Mereka termangu-mangu mendengar para orang percaya yang berbicara berbagai bahasa sesuai daerah asal orang Yahudi yang saleh itu. Sejak itu, ROH KUDUS berdiam pada tiap orang yang dibaptis. Setuju.
Kupikir, quote ini merupakan hal berbeda dengan kepenyertaan ROH KUDUS.
Dia tak beda dgn yg di Samaria atau yg diminta dr Bapa [Luk 11:13]

Seolah lebih berhasil.
Jangan memastikan lebih berhasil.
Ya, itu dr “Seeing is believing”, Bro!

Kutulis seolah(seolahnya minjam dari pertanyaanmu) lebih berhasil, karena rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman menggunakan bahasa manusia. Sementara ROH KUDUS, menggunakan bahasa Roh yang tidak dimengerti semua manusia.
Ini juga melecehkan menurutku
Seolah2 ROH KUDUS tidak mengerti bahasa manusia
Seolah2 ROH KUDUS tidak mengerti keinginan manusia

Maka, jika ROH KUDUS langsung ke manusia, tidak akan dimengerti oleh manusia yang tidak faham bahasa Roh. Sementara, dengan rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, cukup dimengerti oleh manusia, tinggal lagi, kerelaan manusia tersebut menerima atau menolak.
Berarti [Luk 11:13] bisa sia2, dong!
Aku tidak mengharapkan bisa berbahasa roh
Tapi aku yakin diajari utk dpt memilah kata

Bahkan dlm diam aku hrs bisa mendengar-Nya
Banyak org hanya bisa dengar bisikan setan saja

[i]Kata Yesus:
Karena bukan kamu yg ber-kata2, melainkan Roh Bapamu;
Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. [Mat 10:20]

Tetapi kpd tiap2 org dikaruniakan penyataan Roh utk kepentingan bersama.
Sebab kpd yg seorg Roh memberikan karunia utk ber-kata2 dgn hikmat,
dan kpd yg lain Roh yg sama memberikan karunia ber-kata2 dgn pengetahuan.

Kpd yg seorg Roh yg sama memberikan iman, dan kpd yg lain Ia memberikan karunia utk menyembuhkan.
Kpd yg seorg Roh memberikan kuasa utk mengadakan mujizat, dan kpd yg lain Ia memberikan karunia utk bernubuat, dan kpd yg lain lagi Ia memberikan karunia utk membedakan ber-macam2 roh. Kpd yg seorg Ia memberikan karunia utk ber-kata2 dgn bahasa roh, dan kpd yg lain Ia memberikan karunia utk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yg satu dan yg sama, yg memberikan karunia kpd tiap2 org secara khusus, spt yg dikehendaki-Nya.

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota2-nya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik org Yahudi, maupun org Yunani, baik budak, maupun org merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. [1Kor 12:1-7][/i]

Jadi, ROH KUDUS tdk hrs berkata2 spt penerus rasul
Banyak cara Dia menuntun kita pd seluruh kebenaran

(sambungan)

Kupikir, dengan demikian maka efek domino yang Anda maksudkan perlu ditinjau.
Pasti kutinjau ulang lain kali

Bukan kepastian usaha rasul yang senantiasa disertai lebih berhasil daripada karya ROH KUDUS, melainkan upaya rasul yang senantiasa disertai lebih dimengerti manusia secara umum daripada karya ROH KUDUS yang hanya dimengerti oleh mereka yang mengerti bahasa Roh.
Ini spt kalimat pertentangan lagi
“Bukan rasul lebih berhasil dr ROH KUDUS”, melainkan
“rasul yg lebih dimengerti dr pd ROH KUDUS”

Ketahuilah, rasul, apa lagi penerus rasul
Tidak berani bersaksi tanpa ROH KUDUS
Fungsi roh kita adalah utk me"wifi"-Nya

Nah, pada manusia yang mempunyai kehendak bebas, walaupun mengerti ajaran yang diterima, belum tentu patuh. Pada manusia yang tidak mengerti ajaran yang diajarkan, patut diduga akan berontak.
Ya! Belum tentu
Baik Pastor pun pendeta belum tentu
Yudas Iskariot yg dipilihnya juga bisa jeblok

Sebab itu kita tidak perlu cemas mendekati-Nya
Baik melalui penerus rasul atau siapa saja pun
Baca apa kata logos dengar apa kata rhema

Salam Damai!

[/quote]
[color=blue]Itu bukan pendapat, itu perkataan Yesus

[Quote=Sotardugur Parreva on August 13, 2019, 02:21:27 PM]Di mana dicatat? Silahkan di-quote-kan.
[/quote]

[/quote]
Kupikir, jika karya menyatukan domba itu berhasil, maka semua domba, tanpa kecuali, berada pada tempat yang sama. Semua berada dalam satu kandang, atau semua berada di luar kandang.
Jika domba ada yang di dalam kandang, ada yang di luar kandang, yang begitu belum menyatu, dan karya menyatukan domba itu gagal, karena domba masih dua kelompok.

[/quote]
Maksud Anda, karena Iblis selamanya mengintai kita, mengakibatkan Yesus Kristus senantiasa menyertai kita?
Kenapa makin aneh?
Iblis mengintai, kenapa yang diintai oleh Iblis harus disertai oleh Yesus Kristus?
Menurut pendapatku, kalo Iblis mengintai, alias mengintip, alias memperhatikan kita, rapopo. Nggak ada dampak apa-apa kalo diintai, diintip, diperhatikan oleh siapapun, bukan?
Ato, menurut pendapatmu, jika kita diintai oleh Iblis, lantas kita akan meleleh?
Agar tidak meleleh, maka kita perlu disertai. Begitu?

Sebelum bergeser ke soal lain, jawab lebih dahulu, di mana Yesus Kristus mengatakan akan senantiasa menyertai jemaat.
Yang begitu belum pernah kubaca. Mungkin terlewat.
Yang kubaca ialah janji Yesus Kristus akan senantiasa menyertai rasul-Nya sampai kepada akhir zaman.

[/quote]
Luk 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.
Apa hubungan Luk 11:13 ke pembicaraan di atas?

[/quote]
Ooo… maksudmu, “Seeing is believing” itu ialah membicarakan hal yang tidak nyambung?

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

[/quote]
Bah.
Roh Kudus pasti mengerti bahasa manusia.
Manusialah yang tidak semua mengetahui Bahasa Roh. Ada manusia yang mengerti Bahasa Roh, tapi tidak semua manusia.
Anda semakin aneh, ya? :smiley:

[/quote]
Apa kaitan Luk 11:13 ke poin diskusi ini?
Harapan Anda, itu urusan Anda.
O begitu. Artinya, karena Anda yakin diajari memilah kata, dan Anda menuruti ajaran-Nya, maka Anda menganggap bahwa semua orang juga diajari dan menuruti ajaran-Nya. Begitu?
Uji lagi, benarankah Anda menuruti ajaran-Nya? Benarankah orang lain menuruti ajaran-Nya?

Hebat.
Karena begitu pula sehingga ketika dikonfirmasi atau diklarifikasi hal yang Anda tulis, Anda sering mingkem dan mencoba menggeser poin pembicaraan, ya?
Benar-benar hebat.

Bukan poin itu yang sedang kita bicarakan.
Anda menulis bahwa ada perkataan Yesus yang seingatku belum pernah kubaca, dan kuminta Anda meng-quote-kan agar menjadi pengetahuan bersama. Tidak perlu Anda ngalor-ngidul tak karuan.

Dengan kata-kata yang dimengerti manusia saja masih banyak yang membangkang, bagaimana pula dengan tanpa kata?

Damai tanpa pentung.

[/quote]
Terima kasih.

[/quote]
Di bagian mana pertentangannya?
Keberhasilan suatu karya yang mempengaruhi pihak lain, tergantung pada kesediaan atau kerelaan pihak yang dipengaruhi untuk menuruti, bukan?
Jika pihak yang dipengaruhi, menolak hal yang disampaikan kepadanya walaupun sudah dimengerti, maka karya mempengaruhi itu akan gagal.
Jika pihak yang dipengaruhi, tidak mengerti hal yang disampaikan kepadanya, besar kemungkinan pihak yang dipengaruhi tidak akan mematuhi karena tidak mengerti, maka karya mempengaruhi itu akan gagal.

Itu kuketahui.
Poin pembicaraan kita bukan berani ato tidak beraninya rasul/penerus rasul mengajar jemaat, melainkan pengajaran rasul/penerus rasul kepada jemaat seolah lebih berhasil daripada pengajaran Roh Kudus langsung kepada anggota jemaat. Kenapa pengajaran rasul/penerus rasul seolah lebih berhasil?
Karena rasul/penerus rasul mengajar dengan menggunakan Bahasa yang diketahui jemaat. Sementara, Roh Kudus mengajar menggunakan bahsa Roh, yang tidak semua jemaat mengerti Bahasa Roh.
Bisa ditangkap?

[/quote]
Lhah, pembicaraan [b]bukan tentang cemas ato tidak cemas mendekati-Nya.

Damai tanpa pentung.

Orang orang kudus menurut ajaran Alkitab adalah orang2 percaya yang masih hidup yg dikhususkan bagi melayani Tuhan dalam hidupnya,bukan orang2 mati yg dikuduskan oleh gereja.