apa artinya..kata NATAL...??? apakah ada ayat nya??

apa artinya…kata NATAL…??? apakah ada ayat nya??

Natal” (origin dari bahasa latin) = kelahiran. Memperingati Natal = memperingati kelahiran (Yesus Kristus).

Christmas” (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus).

Tidak ada anjuran dalam Alkitab untuk “merayakan” Natal, tidak ada anjuran untuk memasang pohon terang dan segala pernik-perniknya. Tetapi “Memperingati” kelahiran Yesus Kristus itu harus!. Kita lihat ayatnya.

* 2 Timotius 2:8
LAI TB, "Ingatlah inil: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
KJV, Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel:
TR, μνημονευε ιησουν χριστον εγηγερμενον εκ νεκρων εκ σπερματος δαβιδ κατα το ευαγγελιον μου
Translit interlinear, mnêmoneue {ingatlah} iêsoun {Yesus} khriston {Kristus} egêgermenon {(yang) telah dibangkitkan} ek {dari} nekrôn {(orang-orang) mati} ek {dari} spermatos {(lahir dari) keturunan} dabid {daud} kata {menurut} to euaggelion {kabar baik} mou {-ku}

Menurut ayat di atas, ada dua hal penting yang diberitakan dalam Alkitab:

  1. Kebangkitan dari kematian Yesus Kristus
  2. Kelahiran Yesus Kristus (natal).

Perhatikan kata “ingatlah” menggunakan kata ‘μνημονευε - mnêmoneue’ dari kata dasar ‘μναομαι - mnaomai’, meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Akar kata yang sama juga dijumpai dalam ayat ini:

* Lukas 22:19
LAI TB, Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: ‘Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.’"
KJV, And he took bread, and gave thanks, and brake it, and gave unto them, saying, This is my body which is given for you: this do in remembrance of me.
TR, και λαβων αρτον ευχαριστησας εκλασεν και εδωκεν αυτοις λεγων τουτο εστιν το σωμα μου το υπερ υμων διδομενον τουτο ποιειτε εις την εμην αναμνησιν
Translit interlinear, kai {lalu} labôn {mengambil} arton {roti} eukharistêsas {setelah mengucap syukur} eklasen {Ia membelah-belah} kai {dan} edôken {memberikan} autois {kepada mereka} legôn {berkata} touto {ini} estin {adalah} to sôma {tubuh} mou {-Ku} to uper {bagi} humôn {kamu} didomenon {diberikan} touto {ini} poieite {perbuatlah} eis {menjadi} tên emên {Aku} anamnêsin {sesuatu untuk mengenang}

“Peringatan akan Aku”, ‘εις την εμην αναμνησιν ; eis tên emên anamnêsin’. Kata ‘αναμνησιν - anamnêsin’ juga berasal dari kata yang sama ‘μναομαι - mnaomai’.

‘αναμνησιν - anamnêsin’ adalah bentuk akusatif dari ’ αναμνησις - anamnêsis’.

‘αναμνησις - anamnêsis’ berasal dari ‘αναμινησκω - anamimnêskô’ yaitu preposisi ανα - ana’ (ke/ di tengah-tengah) dan ‘μιμνησκω - mimnêskô’. Nah, ‘μιμνησκω - mimnêskô’ ini berasal dari ‘μναομαι - mnaomai’, meletakkan sesuatu di dalam pikiran.

Pertanyaan :

  • Apakah kita hanya “mengingat” kematian Kristus?
  • Apakah kita tidak “mengingat” kebangkitan-Nya, dan
  • Apakah kita tidak “mengingat” kelahiran-Nya?

Justru kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi “inti” pemberitaan dari ayat yang tertulis dalam 2 Timotius 2:8 di atas.

“Merayakan” jelas berbeda dengan “memperingati” atau “mengingat”. Merayakan cenderung berhura-hura, berpesta.
Tetapi “mengingat” adalah lawan dari kata “melupakan”. Tentu kita tidak akan melakukan tindakan seperti lawan kata ini…

Maka, dengan dasar 2 Timotius 2:8, memperingati Kelahiran Kristus, bukan hal yang dilarang.

Natal, yang konon dimaksudkan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Hampir setiap agama yang mengaku Kristen merayakannya. Tetapi, tidak ada bukti bahwa murid-murid Yesus pada abad pertama merayakannya. Buku Sacred Origins of Profound Things (Asal Usul Sakral dari Hal-Hal yang Bermakna Dalam) menyatakan, ”Selama dua abad setelah lahirnya Kristus, tidak seorang pun tahu, dan hanya sedikit yang peduli, kapan persisnya ia lahir.”
(1) Apakah Yesus Lahir pada Tanggal 25 Desember?
Kebiasaan: Menurut tradisi, kelahiran Yesus terjadi dan dirayakan pada 25 Desember. Ensiklopedi Indonesia menjelaskan bahwa Natal adalah pesta peringatan hari kelahiran Yesus di Betlehem.
Asal usulnya: ”Proses penetapan tanggal 25 Desember tidak berdasarkan Alkitab,” kata The Christmas Encyclopedia, ”tetapi dari perayaan kafir Romawi yang diadakan pada akhir tahun”, sekitar waktu titik balik matahari pada musim dingin di Belahan Bumi Utara. Salah satunya ialah perayaan Saturnalia, untuk menghormati Saturnus, dewa pertanian, ”dan perayaan gabungan untuk dua dewa matahari, Sol dari Roma dan Mitra dari Persia”, kata ensiklopedia yang sama. Hari lahir kedua dewa itu dirayakan pada tanggal 25 Desember, titik balik matahari pada musim dingin menurut kalender Julius.
Perayaan-perayaan kafir itu mulai ”dikristenkan” pada tahun 350, sewaktu Paus Julius I menyatakan 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus. ”Kelahiran Kristus ini perlahan-lahan diterima atau menggantikan semua ritus titik balik matahari lainnya,” kata Encyclopedia of Religion. ”Lambang-lambang matahari semakin digunakan untuk menggambarkan Kristus yang telah dibangkitkan (yang juga disebut Sol Invictus), dan lambang kuno lingkaran matahari . . . menjadi lingkaran cahaya di kepala para santo Kristen.”
Apa kata Alkitab: Alkitab tidak menyebutkan tanggal kelahiran Yesus. Tetapi, kita bisa dengan yakin menyimpulkan bahwa ia tidak lahir pada 25 Desember. Mengapa? Alkitab memberi tahu kita bahwa sewaktu Yesus lahir, para gembala ”tinggal di tempat terbuka” menjaga kawanan mereka pada malam hari di daerah sekitar Betlehem. (Lukas 2:8) Musim hujan yang dingin biasanya dimulai pada bulan Oktober, dan para gembala—khususnya di dataran tinggi yang lebih dingin, misalnya di sekitar Betlehem—memasukkan domba-domba mereka ke dalam kandang pada malam hari agar terlindung. Cuaca paling dingin, yang adakalanya disertai turunnya salju, terjadi pada bulan Desember.*
Menarik bahwa orang Kristen masa awal, yang kebanyakan menyertai Yesus selama pelayanannya, tidak pernah merayakan kelahirannya pada tanggal mana pun. Sebaliknya, sesuai dengan perintah Yesus, mereka hanya memperingati kematiannya. (Lukas 22:17-20; 1 Korintus 11:23-26) Namun, ada yang mungkin mengatakan, ’Apakah keterkaitan Natal dengan kekafiran perlu dipersoalkan?’ Jawabannya? Ya, itu hal yang serius bagi Allah. ”Para penyembah yang benar akan menyembah Bapak dengan roh dan kebenaran,” kata Yesus Kristus.—Yohanes 4:23.
(2) ”Orang-

[email protected]

hihihi…jangan berpikiran naif…seperti pikiran orang dunia produk zaman moderen lah broo.@thong
Akhirnya Alkitab pun anda anggap suatu isapan jempol saja…sehingga masalah perayaan hari kelahiran saja membuat anda menjadi sangat penasaran untuk mencari kesahihannya…??
Padahal yang penting bukan kapan lahirnya tapi yang lahir itu loh…siapa bgitu…?? itu yang perlu anda cermatai dng teliti…hahahaha…

Salam GBU

Saya kira pertanyaannya sungguhan, ternyata mau dijawab sendiri :smiley:

Salam

natal adalah kelahiran
maknanya Tuhan yang menghampiri manusia

GBU