Apa artinya mati jasmaniah bagi orang kristen ?

Orang yang percaya kepada Yesus dan sudah dilahirkan kembali, berarti dia sudah pernah mati, sekalipun jasmaniah dia sebenarnya masih hidup.

Banyak orang kristen mempunyai pandangan yang berbeda-beda, maka tentunya baik kalau persoalan kematian jasmaniah ini di-diskusikan di Forum ini.

APA ARTI KEMATIAN JASMANIAH BAGI ANDA ??

Mohon semua teman-teman memberikan pendapatnya.

Hanya istilah, lebih cocok jika diterjemahkan kematian daging, dari pada pakai istilah jasmani. Sebab arti jasmani (KBBI) itu adalah yang kasat mata, kebalikannya dari yang rohani. Sedangkan kematian daging yang dimaksud Allah adalah kematian secara rohani, bukan mati secara jasmani (sel dan organ tubuh), yaitu mati diliang kubur.

Roma 8:13, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

Ayat diatas seharusnya sudah menjelaskan tentang kematian daging atau tubuh daging. Mamatikan daging atau daging mati, adalah usaha dalam mematikan atau meniadakan perbuatan-perbuatan tubuh, perbuatan yang lahir dari hawa nafsu tubuh daging. Tentang hawa nafsu daging itu saya rasa semua sudah jelas.

Jika mengaku percaya kepada Kristus, maka Galatia 5:24, wajib digenapi: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Filipi 1:21
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Mati jasmaniah berarti kita menyelesaikan tugas di dunia dan menunggu dibangkitkan kembali untuk hidup yang kekal.

Setiap orang yang mengaku percaya kepada Yesus, memang masih hidup dalam dunia ini tetapi yang sesungguhnya hidup jangan mirip dunia ini karena sesungguhnya mereka bukan dari dunia ini atau mereka bukan penduduk dunia ini…kehidupannya sangat berbeda dari dunia ini itulah kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan…Kehidupang yang menyenagkan hati Tuhan adalah kehidupan yang dipersembahkan kepada Allah…

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatikan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah:itulah ibadahmu yang sejati…

Kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan adalah kehidupan yang dipersembahkan kepada Tuhan…

Dalam PL korban adalah sesuatu yang sangat penting dalam ibadah. Tanpa korban tidak ada ibadah, korban yang dipersembahkan itu adalah binatang (Kambing atau domba) dan harus dalam keadaan hidup dan tidak boleh bercacat atau berluka dan memang itu di khususkan utk Tuhan, dengan demikian itulah yang disebut korban yang bekenan kepada Allah…Jadi ibadah yang lama telah berakhir dengan matinya Kristus diatas salib…Yang menjadi ibadah orang Kristen PB sekarang ini bukan lagi dipersembahkan kambing atau domba tetapi tubuh kita sendiri…korban itu harus kudus dalam artian dikhususkan bagi Allah.Ini semua adalah ibadah yang sejati…

Nuh adalah satu contoh hidup ditengah-tengah dunia yang rusak tetapi ia tidak ikut rusak…dengan demikian dia menyenangkan hati Tuhan…lihat Maz 1:1 Pemazmur mau katakan orang yang berbahagia adalah mempunyai tekad utk hidup berbeda dari dunia…

Demikian juga hal iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada kakekatnya adalah mati…Kehidupan yang seimbang antara pengetahuan tentang Allah dan pratek hidup yang sesuai dengan kepercayaan terhadap Allah itu.

Tuhan tidak senang dengan anak-anak-Nya yang taat secara buta terhadap Dia tanpa memahami-Nya dan Ia juga tidak senang dengan anak-anankNya yang hanya memahami Dia tanpa taat kepada Nya.

Jikalau anda adalah orang yang hanya mau taat kepada-Nya tetapi tidak mau belajar kitab suci lebih dalam lagi maka anda gagal menyenangkan hati Tuhan…

Sebaliknya jika anda adalah orang yang tekun belajar kitab suci tapi tidak pratekkannya maka anda tidak ada beda dengan ahli-ahli Taurat yang juga gagal menyenangkan hati-Nya…

Kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan adalah kehidupan yang menyeimbangkan antara pengetahuan akan firman Tuhan dan prilaku hidup yang sesuai dengan pengetahuan itu.

Yang anda uraikan itu semuanya benar, saya setuju,
Dalam arti menyalibkan kedagingan kita dan berjalan menurut firmanNya, selama jasmani kita masih hidup.

Akan tetapi yang dipertanyakan disini ialah:
Bagaimana kalau kita sudah meninggal, dalam arti tubuh kita sudah dibongkar,
Apa arti kematian jasmaniah bagi anda ?

bagi orang percaya (kristen)

Kematian adalah selesainya perziarahan di dunia fana.
kematian adalah gerbang menuju kehidupan kekal, kematian adalah langkah menuju tujuan hidup yang sejati.

kematan jasmani adalah meninggalkan dunia fana ini…

kematian absolut atau yang sering disebut kebinasaan kekal hanya bagi orang2 tidak beriman.
sedangkan bagi orang kristen, kita telah diselamatkan oleh Allah dari kematian kekal. kini kita tetap hidup selamanya.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

maka aneh jika ada orang kristen yakin selamat namun disisi lain dia tidak yakin kalau ia tetap hidup walaupun sudah mati jasmani (meninggal dunia).

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

Klo anda tanya arti kematian kepada saya…tidak ada lagi pengampunan sesudah kita mati…buktinya Lazarus sama orang kaya lihat orang kaya itu berdoa meminta supaya seseorang diutus kembali ke dunia utk memberitahukan bahwa nereka sunguh-sungguh ada dan janganlah orang-orang datang kesana, tetapi tidak diizinkan…Jadi ceritera dalam PB ini jelas setelah kematian jiwa tidak lenyap begitu saja (tidak seperti hewan)…mau bukti lagi dalam wahyu 19:20 bahwa Pendurhaka (Antikristus) dan nabi palsu dilemparkan kedalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerangh, lalu sesudah k-1000 thn iblis sendiri yang dilemparkan ke situ, bersama-sama dengan mereka (Wah.20:10) inilah kenyataan bahwa jiwa orang-orang itu tidak lenyap…

Bagi saya orang Kristen yang percaya Kristus memiliki jaminan kebangkitan kelak Ketika Kristus datang yang kedua (1Tes. 4:16-17), namun kita masih saat ini mengalami kematian jasmaniah, tetapi jiwa kita tidak lenyap atau hilang, masih ada dan nyata…Tetapi orang percaya menghadapi kematian bukan merupakan akhir hidup…tetapi awal yang baru…kematian bagi orang percaya adalah kelepasan dari aneka kesulitan di dunia ini (lihat 2Kor.4:17) dan dari tubuh duniawi, supaya dikenakan hidup dan kemuliaan sorgawi (2Kor.5:1-5)…Paulus berbicara ttg kematian jasmani sebagai tidur (1Kor.15:6,18,20; 1Tes.4:13-15)…Kematian berarti pergi utk tinggal bersama nenek moyang kita yang saleh yang telah mati sebelumnya (lihat Kej. 25:8)…
Alkitab mengajarkan kematian orang percaya “berharga di mata TUhan” (Maz. 116:15)…kematian masuk ketempat damai (Yes. 57:1-2) dan kedalam kemuliaan (Maz. 73:24) dibawa malaikat ke pangkuan Abraham (Luk 16:22) masuk firdaus luk.23:43; pergi kerumah Bapa (Yoh. 14:2) mati dalam Kristus (1Kor.15:18; banding Yoh 11:11; 1Tes. 4:13;) suatu keuntungan…itu memang jauh lebih baik (Fil 1:21,23) dan saat utk menerima mahkota kebenaran (2Tim.4:8)…

Alkitab mengajarkan pada saat kemtian orang percaya di bawa ke hadapan Kristus (lihat 2Kor.5:8 dan Fil.1:23)

kalau yang mati itu orang kristen saleh tapi masih mempunyai dosa gimana tuh?

itu bukannya tidak di ijinkan atau tidak mungkin, atau tidak ada pengampunan, melainkan kisah tersebut hendak berkata, bahwa, SEANDAINYA ada orang yang bangkit diantara orang mati pun kamu TIDAK akan PERCAYA, bukannya TIDAK ADA PENGAMPUNAN. ini perlu digarisbahwahi…

sebaliknya, alkitab menyatakan bahwa di alam setelah kematian, manusia masih mempunyai kesempatan untuk di injili

Ia, yang yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan oleh Roh, dan di dalam Roh itu pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang ada di dalam penjara, yaitu roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah…” (1 Pet 3: 18-20). Roh-roh yang ada di dalam penjara ini adalah jiwa-jiwa yang masih terbelenggu di dalam ‘tempat’ sementara, yang juga dikenal dengan nama ‘limbo of the fathers’ (‘limbo of the just‘). Selanjutnya Rasul Petrus juga mengatakan bahwa “Injil diberitakan juga kepada orang-orang mati supaya oleh roh, mereka dapat hidup menurut kehendak Allah” (1 Pet 4:6).

Yesus juga mengungkapkan secara tidak langsung bahwa ada dosa yang bisa diampuni: “…tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.” (Mat 12:32) Di sini Yesus mengajarkan bahwa ada dosa yang dapat diampuni pada kehidupan yang akan datang.

sesungguhnya tidak akan masuk akal doktrin keselamatan, tanpa pengampunan.

Kalo mati secara jasmaniah mustinya artinya ya waktunya di absen sama Yang Mulia mbah…tp kan banyak org termasuk saya blm siap… tapi topik ttg mati itu emang harus ada supaya kita selalu ingat bahwa di bumi in gak pernah lama hidup kita

Dear fitzz,
Sekalipun manusia sudah siap, tetap saja pasti masih ada dosa yang tertinggal, pada waktu jasmaniah kita dibongkar.
Baik dosa-dosa yang kita tahu, maupun mungkin ada dosa-dosa yang tidak kita sadari, akan tetapi dimata Allah tetap dianggapnya berdosa, misalnya: dosa-dosa yang ada dipikiran kita, atau mungkin kita tidak taat dan kurang berterima kasih sama Tuhan, dsb.

Dengan dosa-dosa yang masih ada ini, menyebabkan kita tidak bisa melihat Tuhan.
Ibr.12:14.
Sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Maka bagi orang yang percaya kepada Yesus dan mati, roh dan nyawa rohani nya dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Kristus, untuk dimurnikan sebelum masuk ke sorga.
1Tes.4:14.
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Setuju mbah, oleh karena itu yg membuat jadi sebuah tantangan adalah membersihkan pikiran kita, shg kita mempunyai pikiran dan perasaan Kristus bukan hanya melakukan apa yg baik. Kalo boleh tau ayatnya dimana ya mbah untuk dimurnikan sebelum masuk ke sorga?

Allah itu kudus, sehingga orang yang yang mendapat bagian dalam kerajaan Allah disurga itu adalah orang-orang yang kudus menurut Allah, sehingga tidak boleh ada satu titik dosa pun yang ada pada manusia yang bisa masuk kesurga.

Manusia tidak bisa menentukan jalan keselamatannya sendiri, jadi Allah sendiri yang menentukannya dan jalan itu adalah Kristus, Kristus adalah jalan keselamatan satu-satunya.

Sama seperti dalam kasus air bah di mana Allah memberikan hanya satu jalan keselamatan yaitu bahtera, lalu Ia juga memberikan hanya satu jalan pada zaman ini yaitu dengan percaya kepada Yesus. Karena itu, percaya kepada Kristus agar saudara selamat. Tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat selamat.

sebaliknya, alkitab menyatakan bahwa di alam setelah kematian, manusia masih mempunyai kesempatan untuk di injili

Salah satu pandangan yang benar ialah bahwa Kristus, setelah kematian dan kebangkitan-Nya memberitakan injil mengenai kematian dan kebangkitan-Nya(ayat 1Pet 3:18), pergi kepada malaikat-malaikat terpenjara yang berbuat dosa di zaman Nuh (1Pet 3:18; 1Pet. 3:20).

lihat dan banding. 2Pet 2:4-5) “Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik”.

Dan jelas bahwa kematian dan kebangkitan-Nya pergi kepada malaikat-malaikat terpenjara yang berbuat dosa di zaman Nuh dan memberitakan kepada mereka kemenangan-Nya atas kematian dan Iblis, bukan dalam arti iblis ada kesempatan yg kedua utk masuk surga, tidak ada. Anda perhatikan ayat ini (lihat 1Pet 3:22) bahwa:

"Yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya".

Dan juga 1Pet. 3:19-20 membertitakan roh-roh didlm penjara pada zaman Nuh yg tidak taat kepada Allah, sehingga dibinasakan dgn air bah (3:20) dgn memberitakan Injil (kemenangan kematian dan kebangkitan-Nya) kepd mereka itu memperlihatkan bahwa Kristus sangat berkuasa atas mereka yg sudah mati yg tidak mau taat, bukan dlm arti mereka ada kesempatan yg kedua masuk surga.

Jadi tafsiran yang tepat bahwa Kristus oleh ROH KUDUS memberitakan suatu peringatan melalui mulut Nuh ketika mereka masih hidup (bd. 2Pet 2:5)

Dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;

kepada angkatan Nuh yang tidak taat, dan kini berada di Hades menantikan penghakiman terakhir. Penafsiran ini lebih cocok dengan konteks yang berbicara tentang umat yang tidak taat dan tidak selamat di zaman Nuh. Penafsiran ini juga akan selaras dengan pernyataan Petrus bahwa Roh Kristus berbicara di masa lalu melalui para nabi (2Pet 1:20-21).

Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan ROH KUDUS orang-orang berbicara atas nama Allah.

Baik ayat ini maupun 1Pet 4:6 tidak mengajarkan bahwa orang berdosa yang tidak dilahirkan kembali akan mempunyai kesempatan kedua untuk menerima keselamatan setelah mati. Setelah kematian datanglah penghakiman (lih. Ibr 9:27)

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”

“Dan tempat menetap abadi bagi seseorang” (lihat Luk 16:26) .

Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Jadi sangat jelas dan pasti dalam cerita Lazarus dan orang kaya ini harus ditafsirkan secara hurufiah karena disebut nama seseorang yaitu Lazarus. 15:19-31 bahwa tidak ada pengampunansesudah kematian. Bahwa orang kaya ini berdoa supaya siksaannya dikurangi, tetapi tidak dapat. Bahwa orang kaya berdoa meminta supaya seseorang diutus kembali ke dunia utk memberitahukan bahwa neraka sungguh-sungguh ada dan nyata jangan orang-orang datang kesana, tetapi tidak diizinkan…Ayayt2 lain PB juga menerangkan bahwa sisksaan itu kekal, oleh sebab itu jelas bahwa sesudah kematian jiwa kita tidak lenyap, tetapi pergi kedua tempat neraka atau surga…

Harap dibaca Reply no. 7.

Walaupun tidak tertulis dalam Alkitab, rasanya aneh dan saya tidak percaya jika Allah sejak semula merancangkan kematian manusia.
Kematian manusia itu (pertama kematian rohani, kemudian disusul kematian jasmani) adalah dampak dari dosa. Allah tidak pernah merancangkan kematian, tetapi yang Ia rancangkan adalah hidup kekal.

Bagi orang percaya, kematian jasmani adalah kembali kepada hidup kekal yang memang dirancangkan Allah. Sedangkan bagi orang yang tidak percaya, kematian jasmani adalah keterpisahan secara permanen dengan Allah. Itulah yang disebut neraka.

Mengapa keterpisahan dari Allah mendatangkan banyak penderitaan (neraka) ?
Karena manusia (bukan hanya manusia, tetapi seluruh alam semesta ciptaan-Nya) dirancang untuk hidup bergantung kepada Penciptanya.
Karena itu Alkitab mengutuk kemandirian manusia (fasik). -
Didalam kemandirian, manusia menolak Allah. - Disinilah penderitaan.