Apa dimaksud Allah menyesal ?

Ayat-ayat Allah menyesal :

  1. Kejadian 6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

  2. 1Sam15:11 ‘‘Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.’’ Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

  3. 1Sam15:35 Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.

  4. Yer8:18 Tapi ketika bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.

  5. Yer26:13 Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu.

  6. Yl2:13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

  7. Amos7:3 Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. ‘’ Itu tidak akan terjadi,’’ Firman Tuhan.

  8. Yunus3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Pertanyaan : Apa dimaksud Allah menyesal ? sebagai metafora / Anthropomorphism / personifikasi / hanya peringatan saja atau inginkan dengan cara mengisolasi ayat-ayat Alkitab dari konteksnya ?

Silahkan berkomentar. Terimakasih.

GBU.

Arti menyesal pada ayat itu bisa berbeda2,
tapi arti menyesal bagi Tuhan bukan berarti Tuhan telah melakukan kesalahan
Dlm point 1) artinya Tuhan kecewa, demikian jugaa pd point 2) & 3)
Itu sedikit yg saya dpt berikan.

tapi kenapa tuhan yang omniscient harus kecewa atau terkejut?
sifat omniscient tuhan tidak terbatas oleh waktu, jadi tuhan sudah tau dari jauh jauh jauh jauhhhh hari sebelum manusia melakukannya

lebih lengkap baca disini: http://katolisitas.org/5061/firman-yang-terdengar-janggal-dalam-alkitab

  1. Kej 6:6-7

“maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN,” Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu… sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”

Pada perikop ini, dipergunakan gaya bahasa antropomorfis, yang artinya menggambarkan Allah dari perspektif manusia, atau menggunakan penggambaran yang umum digunakan oleh manusia. Gaya bahasa macam ini memang digunakan di dalam Alkitab.
Karena dalam Kitab Suci, selain gaya bahasa antropomorfis/ personifikasi dipergunakan juga gaya bahasa simili, metafor, perkiraan/ prediksi, fenomenologi, dan hiperbolisme)

Maka jika dikatakan Allah menyesal, itu adalah untuk menggambarkan, bahwa jika manusia yang ada di posisi Allah, maka ia akan menyesal. Namun sebenarnya, Allah sendiri telah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi, sebab Ia adalah Maha Tahu, sehingga keputusan-Nya tidak berubah. Tentang Allah yang tidak berubah ini disebutkan dalam Bil 23:19. Jadi ungkapan “Allah menyesal” ini adalah untuk menghubungkan akan apa yang kemungkinan dirasakan oleh Allah, jika ditinjau dari sudut pandang manusia.

Tetap saja Allah memberikan kebebasan utk memilih kpd setiap org
Spt kejatuhan Adam & Hawa Allah sdh tahu jauh sebelumnya, tapi Dia tetap menciptakan mereka

Itu Bahasa Antropomorph/antropomorfis. Yaitu memberikan sifat manusia pada Allah. Ex: Allah melihat Adam menutupi badannya, Allah mendengar doa hambaNya

Allah tidak “melihat,” “mendengar,” ataupun “menyesal” semua adalah atribut manusia yang dipakaikan ke Allah supaya manusia bisa mengerti Allah karena tanpa bahasa semacam ini maka Allah yang sifatnya trancendant akan susah dikomunikasikan.

Bagaimana allah menciptakan manusia serupa dan segambar dgn Dia?
kalau Allah sendiri tdk punya mata, telinga?
Kejadian 1
1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Kejadian 5
5:1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
Apakah ayat diatas salah tulis? :slight_smile:

Memahami makna “Allah Menyesal”, perlu memahami kata Ibrani נָחַם - ‘NAKHAM’. Dan ungkapan ‘NAKHAM’ ini adalah ungkapan yang bersifat anthropomorfisme.

Silahkan pelajari study makna-nya di http://www.sarapanpagi.org/allah-menyesal-vt369.html#p786

@ om TegasFirman
Tuh kan, jawaban om SP sama persis kek jawaban gw.

Udah gw bilangin om SP sekarang koncoan ama gw :smiley:

GBU

Benar kesimpulan bersama:

1. Jadi kesimpulan Bro Sarapanpagi :
Ungkapan Allah “menyesal” itu sebenarnya menggambarkan adanya suatu perasaan " bersedih " di dalam diri Allah.

2. Kesimpulan saya :
Allah bisa mengatakan AKU menyesal karena ada penyebabnya membuat Allah menyesal, jadi Allah menyesal bukan suatu ungkapan basa basi berupa metafora / Anthropomorphism / personifikasi atau hanya peringatan saja,

Jadi Allah kita bukan dibayangkan oleh penganut Osas dan Tulip.

Masak manusia bisa memakai otak berakal budi, lalu Allah berpengetahuan tak terhingga bisa tidak bisa memakai Akal-Nya untuk berpikir ? Gawat !

Salah satu contoh mengapa Allah menyesal Saul dijadikan Raja ?

Jawaban Akal Budi Allah tidak sama dengan jawaban akal budi penganut Osas & Tulip yang sangat dangkal :

1Sam 15:11 … sebab Saul telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.’’ Ini penyebab Allah menyesal ! :

  • " raja Saul berbalik dan melawan perintah Allah. "

Dasar gak tahu malu ikut nimbrung mengaku koncoan dengan Bro SarapanPagi, sudah gak becus berkomentar tanpa FT i Baca Tuh tulisan2 @SarapanPagi, semuanya berdasarkan ayat2 FT sangat banyak, tapi anda hanya memiliki gigi ompong tanpa FT sama sekali !

Salam dan GBU buat @BroSarapan Pagi dan kawan2 yang telah berkomentar atas dasar FT yang susuai judul topik sini baik dengan sungguh2 maupun bagi memeber bergumul.

Loh kan jawaban om SP sama dengan postingan gw sebelumnya:

Postingan gw:

Postingan om SP:

Om TegasFirman ini ada-ada saja dech :slight_smile:

GBU

Tapi ada juga ditulis Allah punya “sayap” ( כָּנָף - KANAF)

* Rut 2:12
TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

Adakah manusia punya sayap?

Itulah pentingnya memahami ungkapan “anthropomorfisme”

:slight_smile:

Reff: http://www.sarapanpagi.org/allah-anthropomorphisme-vt23.html#p47

Salam
wah ini menarik , antara pny telinga dan tidak…
Yesus punya tapi Allah ya Allah ;D

@ bro sp, bro pembela, bro yeha
Apapun terjemahan yang benar, entah terkejut, sedih, kecewa, etc, omniscient god pasti sudah tau mengenai yang akan terjadi
Human free will hanya membuat alternatif/kemungkinan yang bisa terjadi menjadi banyak ataupun tidak terbatas
Tapi inipun seharusnya sudah bisa diketahui oleh tuhan dari dulu kala

Lalu mengenai personifikasi, katakanlah tuhan tidak begini atau begitu, itu cuma manusia menambahkan atribut kepada tuhan
Lalu tuhan sebenernya ngapain?
Mana yang kenyataan mana yang cuma ditambahkan?

Manusia tdk punya sayap, krn memang tdk perlu sayap
sayap Tuhan sdh pasti merupakan ungkapan saja
sayap Tuhan menggambarkan perlindungan Tuhan
semua pasti tahu karena ungkapan sayap Tuhan itu sangat mudah dimengerti
Lalu menurut anda, Tuhan itu spt apa? apakah hanya Zat spt yg di-imani oleh tetangga?
Bagaimana mungkin Allah menciptakan manusia serupa & segambar dgn Dia?
kalau ternyata menurut anda Tuhan tdk memiliki mata & telinga?

Makanya Anda perlu banyak belajar, tidak harus hanya mendebat apa kata orang lain, atau menang-menangan argumentasi dalam suatu diskusi, supaya kelihatan pinter.

Diskusi bukan sekedar menang-menangan argumentasi, tetapi juga pembelajaran, kalau Anda belum paham apa itu antropomorfisme ya belajarlah dulu. Orang yang selalu “mendebat” bukan cerminanorang pintar/ berwawasan luas.

Alkitab selalu menggambarkan Allah secara antropomorf, Allah yang dikenal dalam kapasitas tempurung otak manusia. Namun dengan cara inilah Allah berkenan dikenal oleh umat-Nya, bahkan Dia mau inkarnasi (menjadi daging) sama seperti manusia dalam diri Yesus Kristus. Tetapi tentu hakikat Allah jauh melampaui itu.

Bayangkan apabila seekor ikan menggambarkan Sang Penciptanya, dia tentu anggep Allah itu juga dalam “kapasitas otak ikan”, Allah yang punya sirip, berenang di air dll… Namun apakah Allah itu bersirip, berbentuk seperti ikan…?

Hakikat Allah jauuuuhhhh melampaui itu.

Banyak-banyaklah membaca dulu, buat modal diskusi.

:slight_smile:

waduh…
saya khawatir dgn postingan ini lho mas sarapan…

khawatir apa nyampe daya pikirnya membaca kalimat mas sarapan itu…
hehe…

jangan-jangan memang kualitas manusia model demikian ini juga perlu dipelihara oleh si Sales Manager-nya kali…
karena yang dicari adalah semangat militansi-nya yang biasanya berakar dari Tingkat Pengetahuan yang Terbatas…
sehingga Maju Terus Pantang Mundur biar salah atau benar pokoknya NGOTOT…
mirip spt di tetangga yang suka bersorban putih itu kan? hehe…

soalnya kalao semua jemaat-nya sudah mengdayagunakan karunia Tuhan itu, maka pastilah mereka tidak lagi mau di-setir untuk bersikap “asal tubruk” spt ini…
jadi Marketing Cost-nya agak-agak mahal nantinya…

nah kalo ini… sales force militan ini kan gratisan…
lumayan ngirit…hehe…

yang mau menang2an itu siapa?
apakah anda tdk merasa sedang memaksakan pendapat spt biasanya?
Untuk anda ketahui, Refleksi Allah itu ada pada manusia,
jadi kalau anda tdk punya sayap, itu artinya cuma ungkapan saja
Lain halnya kalu anda punya sayap, dipastikan Allah punya perlengkapan itu
Apakah Allah menciptakan ikan serupa & segambar dgn Dia, pikir yg benar jangan asbun :mad0261:
Jadi jangan terlalu mengajari dan terlalu merasa hebat, kita disini sama2 diskusi kok
terus terang saya agak muak dengan gaya anda yg menjurus ke arogan walau dgn polesan yg apik
Silakan saja anda berpendapat, demikian juga saya dan teman2 yg lain
mengenai anda punya hubungan khusus dgn member ttt silakan dan itu hak anda
Banyak membaca juga gak ada artinya kalau tdk berhikmat akan keluar pernyataan spt ini > Bayangkan apabila seekor ikan menggambarkan Sang Penciptanya, dia tentu anggep Allah itu juga dalam “kapasitas otak ikan”, Allah yang punya sirip, berenang di air dll… Namun apakah Allah itu bersirip, berbentuk seperti ikan…?

waduhh mas sarapan…

kekhawatiran saya ternyata memang terbukti yah…

hehe…

mungkin memang engga perlu dipaksakan…
allah barangkali juga menciptakan manusia dengan tingkat kemampuan dan daya pikir yang berbeda-beda sih…
mungkin sudah kodrat beliau-beliau ini demikian…
mau diapain lagi… barangkali itu juga kehendak Tuhan.

Barangakali ada yang bisa bantu @sarpag?
silakan . . .

[quote="SarapanPagi post:16, topic:183605"] [b]Makanya Anda perlu banyak belajar, tidak harus hanya mendebat apa kata orang lain, atau menang-menangan argumentasi dalam suatu diskusi, supaya kelihatan pinter.[/b]

Diskusi bukan sekedar menang-menangan argumentasi, tetapi juga pembelajaran, kalau Anda belum paham apa itu antropomorfisme ya belajarlah dulu. Orang yang selalu “mendebat” bukan cerminanorang pintar/ berwawasan luas.

Alkitab selalu menggambarkan Allah secara antropomorf, Allah yang dikenal dalam kapasitas tempurung otak manusia. Namun dengan cara inilah Allah berkenan dikenal oleh umat-Nya, bahkan Dia mau inkarnasi (menjadi daging) sama seperti manusia dalam diri Yesus Kristus. Tetapi tentu hakikat Allah jauh melampaui itu.

Bayangkan apabila seekor ikan menggambarkan Sang Penciptanya, dia tentu anggep Allah itu juga dalam “kapasitas otak ikan”, Allah yang punya sirip, berenang di air dll… Namun apakah Allah itu bersirip, berbentuk seperti ikan…?

Hakikat Allah jauuuuhhhh melampaui itu.

Banyak-banyaklah membaca dulu, buat modal diskusi.

:slight_smile:
[/quote]
yang mau menang2an itu siapa?
apakah anda tdk merasa sedang memaksakan pendapat spt biasanya?
Untuk anda ketahui, Refleksi Allah itu ada pada manusia,
jadi kalau anda tdk punya sayap, itu artinya cuma ungkapan saja
Lain halnya kalu anda punya sayap, dipastikan Allah punya perlengkapan itu
Apakah Allah menciptakan ikan serupa & segambar dgn Dia, pikir yg benar jangan asbun :mad0261:
Jadi jangan terlalu mengajari dan terlalu merasa hebat, kita disini sama2 diskusi kok
terus terang saya agak muak dengan gaya anda yg menjurus ke arogan walau dgn polesan yg apik
Silakan saja anda berpendapat, demikian juga saya dan teman2 yg lain
mengenai anda punya hubungan khusus dgn member ttt silakan dan itu hak anda
Banyak membaca juga gak ada artinya kalau tdk berhikmat akan keluar pernyataan spt ini > Bayangkan apabila seekor ikan menggambarkan Sang Penciptanya, dia tentu anggep Allah itu juga dalam “kapasitas otak ikan”, Allah yang punya sirip, berenang di air dll… Namun apakah Allah itu bersirip, berbentuk seperti ikan…?