Apa itu kematian ?

Jika mengacu kepada mbah wiki :

Death is the term used to describe when biological functions that sustain a living organism cease. Phenomena which commonly bring about death include old age, predation, malnutrition, disease, and accidents or trauma resulting in terminal injury. Bodies of living organisms begin to decompose shortly after death.

Sedangkan tanda tanda kematian adalah :

Cessation of breathing
Cardiac arrest (No pulse)
Pallor mortis, paleness which happens in the 15–120 minutes after death
Livor mortis, a settling of the blood in the lower (dependent) portion of the body
Algor mortis, the reduction in body temperature following death. This is generally a steady decline until matching ambient temperature
Rigor mortis, the limbs of the corpse become stiff (Latin rigor) and difficult to move or manipulate
Decomposition, the reduction into simpler forms of matter, accompanied by a strong, unpleasant odor.

Untuk menentukan batas apakah seseorang sudah atau belum meninggal, kedokteran menggunakan rumusan ‘Brain death’ dan ‘detak jantung’

Nah, sebagai orang beragama (Kristen), tentu kita percaya, bahwa tubuh kita memiliki roh (dan atau jiwa), tergantung apakah denom anda termasuk penganut dichotomy atau trichotomy.

Pertanyaannya, dimana terletak roh (dan atau jiwa) itu berada di dalam tubuh kita?
Kapan saat roh (dan atau jiwa) kita meninggalkan tubuh saat kematian (mengikuti brain death, detak jantung yang terhenti, atau bahkan nafas)?

Ada yang bisa membantu?

Syalom

kalo menurut gambaran filmologi dan hantumologi, maka roh kita adalah badan kita yang sempurna, persis seperti badan ini, tetapi bersifat transparent (non materi) yang hanya terpisah dengan badan oleh triger yg di film/hantumologi nggak terlalu jelas apakah jantung berhenti berdetak atau batang otak telah mati.

tetapi dari filmologi setidaknya boleh disimpulkan bahwa momen terpisah adalah matinya batang otak, karena jantung masih berdetak disupport oleh mesin penunjang hidup. buktinya ketika roh itu kembali ke tubuh, tubuhnya sendiri masih ada di ranjang ICU.

hahahaha ini bukan kebenaran sebenarnya, melainkan versi pemikir fantasi film:D

yang sebenarnya saya ingin tahu juga sama seperti anda bro bruce, menurut Alkitab seperti apa.

waiting mode on

kalau mengacu pada proses penciptaan manusia, sepertinya nafas menyatu dengan nafas manusia,
kita lihat Kitab Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Mahluk hidup yg lain memiliki nafas, tapi tdk memiliki roh karena tdk ada hembusan nafas Allah.
GBU

Tetapi bro, jika kita mau artikan ayat itu secara literal, dan nyawa/jiwa/roh adanya di nafas, seseorang yang sudah mati batang otak nyapun masih bisa terus bernafas dengan bantuan alat, di ICU disebut ventilator, menyuplai oksigen dan memberi tekanan kepada paru paru untuk terus bergerak, dan betul si pasien tetap bernafas.

Betul bro, dgn kemajuan bidang medis memang bisa demikian,
bukankah jantung juga bisa tetap dibuat berdenyut diluar tubuh saat menanti saat pencangkokan?
Bantuan nafas dgn peralatan itu kan sebenarnya semu, Biasanya fasilitas itu hanya utk mempertahankan spy pasien tampak seolah masih hidup, sebenarnya kan semuanya sdh tdk ada artinya, krn sdh kembali kpd Tuhan. Rasanya belum pernah mendengar org yg sdh dibantu fasilitas spt itu dpt kembali hidup normal, betulkan?
GBU

Bro burce, sumbang pendapat jika diizinkan.

Saya sedikit condong ke arah dikotomi, dan saya percaya bahwa PSIKOSOMATIS adalah satu kesatuan, jadi tidak terpisah, sehingga, ketika seorang meningal, atau dalam kacamata kita sebagai theis, kematian fisikal, maka jiwa seorang tersebut, menurut saya akan berada dalam kondisi pasif, seperti fase hibernasi.

maaf jika OOT

izin menyimak dlu — sapa tahu dapat penjelasan yang mantabs :slight_smile:

Ada ayat2 tentang roh adalah nafas :
Ayub 7:7 Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.
Ayub 12:10 bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia?
Ayub 27:3 selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku,
Ayub 33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
Ayub 34:14 Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya,
34:15 maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.
GBU all

Betul bro, jika seseorang sudah dibantu fasilitas ventilator dan alat pacu jantung, biasanya ybs sudah menjadi seperti tanaman, tidak mati, tetapi tidak lai hidup.

Nah, biasanya kita katakan hidup normal itu jika ybs kembali sadar, betul? Jadi, bolehkah kalau disimpulkan bahwa seseorang itu hidup jika otaknya bekerja.

Terus terang saya tidak menemukan ayatnya di Alkitab, sementara saya berpendapat bahwa kalaulah nyawa (kehidupan) seseorang berada pada setiap sel tubuhnya, sedangkan roh nya terdapat dalam otaknya.

Ada yang bisa bantu tentang ayat2 Alkitabnya?

Syalom

Kalau di Katolik, memang Dikotomi bro, yakni tubuh dan roh/jiwa. jika tubuhnya mati maka roh/jiwa nya kembali kepada Bapa di Surga.

Tetapi sepertinya, dengan melihat kondisi seseorang dalam keadaan coma, maka sepertinya roh nya sudah tidak ada lagi, sementara tubuhnya belum berpisah dari nyawa (atau jiwa?) nya.

Bagaimana menjelaskan hal seperti ini?

Syalom

@ Bruce ini mungkin yah “dimana terletak roh (dan atau jiwa) itu berada di dalam tubuh kita?” jawabnya didarah dan Hati(Heart)
Kapan saat roh (dan atau jiwa) kita meninggalkan tubuh saat kematian (mengikuti brain death, detak jantung yang terhenti, atau bahkan nafas)?
Jawabnya : Fungsi Jantung ( Heart ) sudah Berhenti maka Roh meninggalkan Tubuh memasuki dimensi yang lain .( bukan berarti FINISH )
GBU

Bro, jika dikatakan bahwa roh berada di dalam jantung dan darah, maka apakah bisa diterima pengertian bahwa roh seseorang berpindah kepada orang lain, kalau jantungnya ditransplantasikan ke orang lain?

Bahkan pernah ada kasus dimana seorang wanita, bisa hidup (normal) selama 44 hari tanpa jantung, hanya menggunakan mesin, dan dalam kondisi sadar lho, dan kemudian dipasang jantung donor. Tentu saja terjadi di US, bukan di Indonesia.

Kalau otak, sementara ini sepertinya belum bisa ditransplantasikan.

Syalom

Bro, menurut saya sih roh ada pada nafas kita yg adalah hembusan nafas Allah

kalau menurut saya ayat2 dibawah ini cukup mengukuhkan pendapat itu :

GBU

@Pa_ul

Betul bro, jika mengacu pada ayat kitab Kejadian dan juga kitab Ayub, memang jelas tertulis bahwa nafas itu roh.
Tetapi secara keras kepala, saya harus katakan, bahwa nafas itu ternyata cuma sekedar alirah udara yang dihirup dan dihembuskan oleh paru paru, dalam rangka tubuh kita menyerap oksigen dan mengeluarkan CO2.

Saya beranggapan, bahwa saat kitab kitab itu ditulis, memang kemampuan manusia dalam mengenal fungsi tubuh manusia masih terbatas, maka apa yang ‘disampaikan’ oleh Tuhan, ‘diterima’ sebagai nafas oleh penulis.

Dan seharusnya ada penjelasan lebih lanjut mengenai roh di dalam tubuh manusia ini dalam Alkitab, entah secara literal ataupun secara simbolis, cuma memang saya belum menemukannya.

Syalom

saya rasa yg perlu di perjelas terlebih dahulu adalah, kematian yg anda maksud adalah kematian tubuh/daging. dan roh tidak ikut mati. jiwa sendiri akan memasuki fase dimana roh mendominasi, namun tidak lengkap karna jiwa manusia adalah unik karna memerlukan kehidupan daging. jiwa akan didominasi roh setidaknya sampai darah dalam daging mengeras seluruhnya. inilah masa dimana kita sering mengatakan roh orang yg baru meninggal bergentayangan. saat darah telah mengeras seluruhnya dalam daging. jiwa akan “beristirahat”, kecuali Allah berkehendak lain.
kalau pertanyaan dibagian tubuh mana terletak jiwa dan atau roh. ini kurang mengena, karna sebenarnya interaksi roh dengan daging adalah berasal sejak dari dasar pembentuk materi/daging.

Wow, saya bukan seorang Katolik, tapi sejauh ini, apa yang menjadi pandangan saya memilki banyak kemiripan dengan apa yang orang orang Katolik percayai.

Nah, kembali ke permasalahan,

Pada kondisi koma, kok saya melihatnya sebagai keadaan dimana kondisi fisikal seseorang tidak mampu mendukung suatu kesadaran, artinya, permasalahan terletak pada fisik, namun, karena saya mempercayai PSIKOSOMATIS, maka hal tersebut juga menyebabkan kesadaran terganggu.

Bagaimana kalau menurut pendapat Bro?

Mungkin lebih mudah dibayangkan jika saya beri contoh ekstrim, bro.

  1. Sebutlah seseorang bernama A, coma berbulan bulan di rumah sakit akibat stroke, jantungnya masih berdetak normal, darahnya masih mengalir baik, paru parunya (pernafasannya) dibantu dengan alat (ventilator). Dokter menyatakan hari ini batang otaknya sudah mati, apakah secara agama (Kristen) kita bisa menyatakan bahwa ybs sudah meninggal, dan boleh mencabut alat bantu dan infus yang terpasang?

  2. Seseorang bernama B, karena jantungnya sudah sangat parah, dokter menyarankan A menerima transplantasi jantung, dan kebetulan ada seorang donor bernama C yang baru saja dinyatakan meninggal karena batang otaknya mati karena terjatuh dari motor. Apakah kita bisa berkesimpulan bahwa B ini sekarang yang memiliki jantung C adalah tetap B yang sama?

  3. Seorang bernama D, coma berbulan bulan, kehidupannya ditunjang dengan berbagai alat bantu, higga secara mengejutkan D tiba tiba sadar. Apakah bisa kita katakan bahwa roh D pernah pergi dan kembali lagi?

  4. Kasus tetap pada pemuda D, ketika tersadar, ternyata sikap dan perilaku D berubah. Makanan yang dulu disukainya sekarang ditolaknya, sedangkan yang dulu tidak suka sekarang suka. D lupa kepada orang orang yang pernah dekat dengan D, termasuk keluarganya. Apakah kita bisa katakan bahwa D sekarang bukanlah D yang dulu, dalam pengertian roh D sudah bukan roh D yang dulu ?

  5. Seorang yang sudah tua E, sakit di rumah sakit dan ketika semaki parah dipindahkan ke ICU. Secara perlahan lahan, kondisinya semakin buruk.

a.Kesadarannya mulai hilang,
b.kemudian untuk pernafasannya dibantu dengan ventilator,
c. kemudian tekanan darahnya merosot terus,
d. diikuti dengan detak jantung yang semakin lama semakin lemah,
e. rekam aktifitas otak akhirnya menunjukan garis lurus. Dokter berkata E meninggal dengan tenang.

Pertanyaannya, kapan kita bisa katakan jiwa E mati ? Kapan roh E meninggalkan tubuhnya.

Syalom

jiwa E tidak mati, roh bisa datang dan pergi kapan saja.

Oke, bro, kalau begitu seseorang itu dikatakan mati (kehilangan nyawa atau jiwa?) karena apa?
Kalau dikatakan roh bisa datang dan pergi kapan saja, dimanakah kira kira peristiwa itu terjadi (a - e), atau disembarang waktu, tidak masalah sebelum a atau tidak masalah setelah e ?

Thanks

Syalom

anda mungkin perlu memahami perbedaan jiwa dan roh. bahwa manusia terdiri dari roh,jiwa dan daging.
daging akan mati (secara medis) pada saat batang otak telah berhenti berfungsi.
jiwa tidak mati seperti daging, tapi bisa disebut “beristirahat” nantinya akan bangun saat kebangkitan daging.
roh, itu sebernarnya oknum diluar daging dan jiwa manusia. “mereka” yg akan mempengaruhi jiwa manusia utk mengambil tindakan.
roh jahat/iblis “membisikan” manusia utk berbuat jahat dimata Tuhan. sedangkan roh baik dari Tuhan “membisikan” yg sebaliknya.
dalam konteks waktu hidup manusia, banyak roh yg datang dan meninggalkan kita. contohnya roh percabulan, saat terjadi pelepasan roh itu pergi, namun dia bisa kembali lagi.