Apa itu legalisme?

Menurut kalian, legalisme itu apa, sih? Dan bagaimana pengaruhnya bagi kekristenan?

  1. legalisme spt yg dilihat dalam Kekristenan
Question: "What does the Bible say about legalism? How can a Christian avoid falling into the trap of legalism?"

Answer: The word “legalism” does not occur in the Bible. It is a term Christians use to describe a doctrinal position emphasizing a system of rules and regulations for achieving both salvation and spiritual growth. Legalists believe in and demand a strict literal adherence to rules and regulations. Doctrinally, it is a position essentially opposed to grace. Those who hold a legalistic position often fail to see the real purpose for law, especially the purpose of the Old Testament law of Moses, which is to be our “schoolmaster” or “tutor” to bring us to CHRIST (Galatians 3:24).

Many legalistic believers today make the error of demanding unqualified adherence to their own biblical interpretations and even to their own traditions. For example, there are those who feel that to be spiritual one must simply avoid tobacco, alcoholic beverages, dancing, movies, etc. The truth is that avoiding these things is no guarantee of spirituality.

Legalists may appear to be righteous and spiritual, but legalism ultimately fails to accomplish God’s purposes because it is an outward performance instead of an inward change.


perhatikan warna merah

  1. legalisme yang berangkat dari luar
In Chinese history, Legalism (Chinese: 法 家; pinyin: Fǎjiā; Wade-Giles: Fa-chia; literally "School of law") was one of the main philosophic currents during the Warring States Period (and before), although the term itself was invented in the Han dynasty and thus does not refer to an organized 'school' of thought

Legalism was a utilitarian political philosophy that does not address higher questions like the nature and purpose of life


bandingkan dg 3 jenis pencobaan YESUS setelah masa puasa/sebelum mengawali misi

a. pencobaan batu - roti

ini menjadikan manusia sbg manusia materialisme

b. pencobaan menjatuhkan diri - ditatang Malaikat Tuhan

ini menjadikan manusia sbg manusia utilitarian - memanfaatkan sstu untuk kepentingan pribadi

c. pencobaan penyembahan diri

ini menjadikan manusia hedonisme

lihat point b.

dari kedua hal ini (1) dan (2), sepertinya apa yg anda tanyakan lbh kuat ke arah ya (1), meskipun yg (2) juga cukup berarti.

karena baanyak diantara kita yang sering memperalat Tuhan :wink:

salam

Legalisme yang aku tau itu adalah kelesuan or kemunduran dlm kehidupan kekristenan, karna kita punya Allah yang luar bisaa maka seharusnya orang kristen tidak boleh menganut paham legalisme, contoh legalisme sprti ini,

bila lita mendengar sebuah bencana alam, perang, penganiaya, dst, pokoknya hal jelek yang tidak siapapun inginkan terjadi, namun kita sebagai orang percaya cuma bisa berkata:
oh…tragisnya.
oh…jahatnya.
oh…semoga saja mereka kuat menahan cobaan ini.
oh…semoga saja Tuhan memberikan kekuatan pada yang kena bencana
maka kita secara tidak lngsung sudah masuk ke paham legalisme, sebab selain sebagai orang percaya, kita adalah prajurit2 Tuhan.
Prajurit itu berperang dan dalam contoh di atas kita berperang dalam doa ( Nah pendoa safaat paling mahir dlm bidang ini)

lah contoh misalnya klo dlm contoh di atas bukan kehendak Tuhan maka dah pasti dong kehendak setan.

berhadapan dgn urusn setan ya kita lawan, ga bisa pura2 ga tau, ga bisa pake damai agar selamat.

ini menurut yang aku tau.

Tapi, bukannya di gereja sendiri sadar ato ga sadar, legalisme udah masuk dan parahnya kebanyakan gereja ga sadar akan hal ini…

ya begitulah adanya, hal ini bisa terjadi karena klo bicara ttg kelesuan kita sebagai orang percaya bukan merupakan topik yang digemari, bahkan orang2 lebih banyak menghindarinya.
Jika kita ga panas 0r ga dingin, apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan…?
Semua kini tergantung bagaimana kita menghadapi sifat legalisme tsb secara pribadi.

Legalisme brasal dari kata dasar ‘legal’.
Term ‘legal’ dgunakan saat kita bicara mengenai masalah ‘hukum’.
Sesuatu dkatakan legal apabila sesuai dg hukum.

Kl mnrt pngertian saya pribadi,
Legalisme adalah pengaturan sistem mnurut hukum.

Gereja yg legalis adalah gereja yg sistemnya diatur, ditentukan dan distandarkan pd hukum.

Agar gereja mjd legalis, gereja harus memiliki sperangkat hukum tertulis dan aturan pelaksanaan (dalam kasus tertentu juga adat-istiadat) yang dijadikan pedoman serta standar.

(Di atas itu adl bahasa mnrt pendapat saya sendiri)


Mengapa sih legalisme dalam gereja blakangan ini tampaknya mdapat konotasi negatif?

Pilar dalam kehidupan kekristenan ada 2 :

  1. Hukum
  2. Kasih

Kedua pilar tsb dtujukan agar kita mengenal, bersekutu dan intim dg Allah.

Tanpa kasih, Allah tidak akan bisa kita alami,
Tanpa hukum, Allah tidak akan bisa kita dekati.

Kedua pilar tsb kita dalami secara berimbang.

Jika Gereja menjadi sangat dominan mbritakan hukum, maka gereja tsb dianggap legalist (inilah yg mbuat term legalisme mjd cenderung negatif bagi bbrp kalangan).

Mjelaskan legalisme bukan hal yg mudah.
Mngapa?
Sbenarnya legalisme bukan hal yg fully negatif.
Hukum adalah bagian dari sifat Allah.
Legalisme hanya mjadi negatif saat manusia lupa akan kasih Allah yg sangat besar.

Saya brikan contoh :

Pernahkah mdengar kasus dimana orang tidak berani/merasa malu utk berdoa kpd Tuhan krn mrasa bhw dirinya masih hidup dalam dosa (berdosa)?
Orang ini merasa jika dia sudah menang atas dosa, barulah dia layak bdoa kpd Tuhan.

Itulah legalisme.

Mngapa?
Krn dia lupa bhw Yesus sudah mati bagi dia (kasih Allah) bahkan sebelum dia kenal siapa itu Allah.
Dia lupa bhw Yesus tidak mnunggu domba utk pulang, mlainkan aktif mencari domba yg hilang (kasih Allah).

Pernahkah dengar kasus dimana orang mbanding-bandingkan kerohanian orang lain atas standar aktivitas?
Maksudnya spt orang yg saat teduh 1 jam pasti lebih rohani daripada dia yg saat teduh 1/2 jam? Atau orang yg tiap hari baca 5 pasal lebih rohani daripada dia yg baca 3 pasal?

Itulah legalisme.

Mngapa?
Krn dia lupa bhw kerohanian sso tidak diukur bdsk banyaknya aktivitas.
Dia lupa bhw Tuhan mhargai kerendahan hati lebih daripada rasa pembenaran diri.
Ingatkah dg prumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai?

Ada lagi kasus dimana org bisa mrasa sangat bsalah dan sangat tertuduh krn bolos ke gereja 1 kali. Dia baru mrasa lega apabila dalam bulan brikutnya dia ngga bolong ke gereja.

Itu juga legalisme.

Mngapa?
Krn dia mengukur kebenaran dirinya melalui aktivitas/perbuatan.
Pdhl, intisari khidupan kekristenan adl seseorang mengalami dan bersekutu dg Allah scr pribadi, bukan sekedar mhadiri/mlakukan aktivitas.

Atau kasus dimana sso beranggapan bhw jika saya rutin mbri pd orang miskin senilai minimal 5000 rupiah maka Tuhan senang dan berkenan pd saya, sdangkan kl saya gagal memberi pd standar tsb maka Tuhan kurang senang/mungkin marah pd saya shg timbul rasa bersalah.

Itu juga legalisme.

Mngapa?
Apakah di Alkitab ada standar brapa kali dan brapa jumlah yg harus kita brikan pd orang miskin?
Jika tidak ada standarnya, maka brarti Tuhan tidak menuntutnya hingga sdmikian.
Kl gitu darimana datang standar itu?
Perintah dan ajaran manusia (baik dari diri sendiri maupun orang lain).

Jika sso mletakkan perintah dan ajaran manusia di atas firman Allah dan di atas kasih Allah,
Maka itulah legalisme yg negatif.

Ada banyak lagi kasus legalisme yg negatif krn manusia mngabaikan aspek kasih dan pribadi Allah.


Susah utk mjelaskannya lewat tulisan.
Biarlah Tuhan ajar kita semua ttg kasih dan pribadiNya yg begitu amat baik.

Legalisme ialah aliran yang melegalkan sesuatu

GBU