Apa kabar GKI Yasmin

Sekedar mengingatkan, pemerintah SBY, pemprov Jabar, Walkot Bogor, masih punya hutang yang belum dibayar, terhadap Pancasila, UUD’45, Keputusan MA, dan Ombudsman.

[b]GKI Yasmin Masih Disegel[/b] Kamis, 3 April 2014 | 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bona Sigalingging mengatakan sampai saat ini gereja masih disegel. Selain itu, gereja juga masih digembok terkait pencabutan izin mendirikan bangunan (IMB) yang diberikan Wali Kota Bogor terdahulu.

“Belum ada perkembangan dari pemerintah. Gereja masih disegel,” ujar Bona Sigalingging di Wahid Institute, Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Ia menuturkan, saat ini kondisi GKI Yasmin terlihat tidak terurus. Beberapa bagian gereja mulai menunjukkan kesan kumuh. Pertumbuhan ilalang, lanjut Bona, semakin subur di area gereja. Pengurus gereja juga dilarang untuk masuk ke area gereja. Niat mereka untuk membersihkan rumput pun akhirnya urung dilakukan.

“Kami yang memiliki properti ini dilarang masuk bahkan untuk bersihkan rumput,” kata Bona.

Bona mengatakan, perkembangan dari pemerintah Kota Bogor atas putusan Mahkamah Agung dan Ombudsman RI belum terlihat. Padahal, putusan ini telah berlangsung bertahun-tahun. Putusan yang tidak dilaksanakan ini seolah pembangkangan terhadap hukum.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta memenangkan GKI Yasmin dalam sengketa IMB yang berbuntut penyegelan tersebut.

Mahkamah Agung (MA) melalui keputusan Nomor 127 PK/TUN/2009 tanggal 9 Desember 2010 juga telah menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Pemkot Bogor. MA tertanggal 9 Desember 2010 telah mengeluarkan putusan PK MA Nomor 127 PK/TUN/2009 terkait izin mendirikan bangunan (IMB) GKI Yasmin. Namun, saat itu, Wali Kota Bogor justru menerbitkan Surat Keputusan Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan IMB GKI Yasmin pada tanggal 11 Maret 2011.

Alasan Wali Kota Bogor tidak mau mematuhi putusan MA tersebut karena adanya pemalsuan tanda tangan oleh Munir Karta yang kala itu menjabat sebagai ketua RT. Keluarnya IMB GKI Yasmin ini dikarenakan adanya pemalsuan tanda tangan ini. Imbas dari masalah ini, Wali Kota Bogor pun mencabut IMB GKI Yasmin.

Ombudsman RI pun kemudian mengeluarkan rekomendasi dengan nomor 0011/REK/0259.2010/BS-15/VII/2011 pada 8 Juli 2011 tentang pencabutan keputusan Wali Kota Bogor tentang IMB GKI Yasmin, tetapi tetap tidak ada tindakan dari Pemerintah Kota Bogor.

Coba tanyakan kasus ini kepada capres yang akan maju. Tolak pilih capre yang takut bertindak adil.

:coolsmiley:

:afro: Walikota Bogor sekarang dari Partai apa sih ? Yang duduk di DPR Prop Jabar dari partai mana aja sih ? Mari, boikot mereka !!

Walkot Bogor : Bima Arya Sugiarto, dari PAN

Harapan Jemaat GKI Yasmin kepada Wali Kota Bogor Terpilih
Jumat, 4 April 2014 | 07:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pergantian kepemimpinan di Kota Bogor memberi harapan bagi jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin. Mereka menyurati Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto untuk memberi dukungan dan mengungkapkan harapan.

“Surat ini berisi harapan dan dukungan untuk Pak Bima Arya,” ujar Bona Sigalingging, juru bicara GKI Yasmin, pada Kamis (3/4/2014) di Wahid Institute, Jakarta.

Dalam surat tersebut, pengurus dan jemaat GKI Yasmin mengharapkan agar mereka bisa terbebas dari diskriminasi yang selama ini dialami. Mereka menginginkan kembali hak beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka di gereja yang sah di Perumahan Taman Yasmin, Jalan KH Abdullah bin Nuh kav 31, Bogor.

Mereka menyatakan, gereja telah dirampas oleh Wali Kota Bogor terdahulu, Diani Budiarto, dengan melawan putusan Mahkamah Agung dan Ombudsman RI. GKI Yasmin bersama Lintas Iman (kelompok yang selama ini mendampingi mereka) memperjuangkan penegakan hukum dan konstitusi terhadap permasalahan yang sudah menahun tersebut.

Selain itu, mereka mendukung penuh Bima Arya untuk bertindak benar dalam masa kepemimpinannya. Mereka menungkapkan, munculnya sosok pemimpin alternatif ini dapat mengubah kualitas pelayanan positif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menata perkotaan, dan menegaskan bahwa Kota Bogor memiliki supremasi hukum, berkeadilan, dan memelihara keberagaman sesuai UUD 1945.

GKI Yasmin memastikan, jika Bima Arya patuh pada hukum dan konstitusi, maka artinya ia menorehkan satu kinerja nyata sebagai kepala daerah di kota hujan tersebut. Pada akhir surat, terdapat dukungan penuh terhadap GKI Yasmin.

Surat ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris GKI Yasmin, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Alissa Wahid, Indonesian Legal Research Centre (IRLC), Kontras, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Setara Institute, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, The Wahid Institute, dan Todung Mulya Lubis.

Surat ini nantinya akan diserahkan langsung ke kediaman Bima Arya di Bogor pada Jumat (4/4/2014) pukul 10.00. GKI Yasmin menyertakan enam perwakilan untuk berbincang langsung dengan wali kota tersebut, esok.

Mari kita lihat bersama. Apakah orang dari PAN benar bisa nasionalis.

:coolsmiley:

Adakah yang anggota jemaat GKI Yasmin di FK?
Bagaimana dengan walkot Bima Arya yang baru ini, apakah ada perubahan?

sampai sekarang jemaat GKI Yasmin masih terlantar

inikah negara yang menjunjung UUD 1945, kebebasan beragama ?

tanya presiden nya, kenapa ini dibiarkan… Gus Dur yang cuma sebentar saja bisa menyelesaikan ini… kenapa SBY tidak bisa ? tidak bisa atau sengaja tidak mau ?

Bukankah bupati dan walikotanya sudah berganti?
Coba dong ajukan lagi untuk dibuka, atau jangan jangan kita perlu tunggu presiden ganti?
Tetapi harus dijaga jangan sampai penggantinya adalah presiden yang didukung oleh pihak sana, bisa tambah repot.