Apa kita berdosa kalau tidak bisa berbahasa roh?

Apa kita berdosa kalau gak bisa bahasa roh? Apa sebenernya bahasa roh itu? Karna denger-denger banyak juga yang “pura-pura” berbahasa roh. Tolong dijelasin ya. Thanks. :slight_smile:

Tidak. Yang berbahasa roh tidak lebih tinggi daripada yang tidak berbahasa roh. Demikian pula sebaliknya.

Ada 2 macam:

  1. Xenolalia
    Di sini kata-kata orang percaya terdengar sesuai bahasa pendengarnya.
    Ada di Kisah Para Rasul 2:1-13

  2. Glossolalia
    Bahasa roh yang berfungsi membangun iman pribadi orang percaya
    I Korintus 14:4
    Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Memang ada. Karena itu, jika belum berbahasa roh, cukup minta saja pada Tuhan. Kita tidak perlu meniru orang lain atau mempelajari bahasa roh, sebab hasilnya adalah bahasa roh yang palsu.

Salam

Tidak berdosa. Karena bahasa ROh adalah karunia (gift).

Yang pura-pura bahasa roh, itu urusan yang bersangkutan dengan Tuhan.
Demikian juga yang memandang rendah karunia TUhan.

GBU

Tidak berdosa.
Tetapi berbahasa roh (yang benar), itu fenomena yang pada waktu sekarang sangat jarang, kalau masih ada. Sayanglah sekarang ada banyak gereja yang menyebarkan bahasa roh yang palsu, dengan meminta jemaat untuk mengucapkan sesuatu seperti blablablablablablabla… Janganlah bahasa roh itu dikejar orang ya, karena bahasa roh itu tidak dari Roh Tuhan…

Begini saja, klo di Gereja anda diharuskan bs brbahsa roh segera minggat dr Gereja itu, dijamin “ngawur”, krna bahasa roh akan lenyap dan yg tersisa hanyalah kasih, kita dikenal krna kita mengasihi bukan krna bisa bahsa roh, kalau anda pnya karunia itu gunakan, jika tidak jgn niru-niru yg bisa.

Semoga berkenan… :smiley:

Makasi semuanya :afro:

Pandangan teman2 di atas, saya pandang cukup dan patut diterima dan diperhitungkan sebagai kebenaran :afro:
:onion-head53: dan TS sepertinya dipuaskan dengan jawaban teman-teman :azn:

Numpang sedikit share aja, kalau mau penjelasan seperti apa sih sebenarnya asal-usulnya dan penjelasannya mula2 glossolalia yg ada di Karismatik/Pentakosta, bisa Anda coba baca di buku karya Hans Maris dalam judulnya GERAKAN KARISMATIK dan GEREJA KITA.

Semoga terberkati,

Amin :afro:

itu orang nekad yang berani meniru bahasa roh,udah tahu itu karuniaNya.
apa mau dipandang lebih rohani klo ikut2an bahasa roh???
siapa yang beriman tidak beranilah niru2 karunia yang belum diberi olehNya.
niru itu seperti barang palsu dari duplikat asli,hasilnya gak sama barang palsu cepet rusak/kodian ,yang asli tetap berjalan sebagaimana mestinya.
orang yg bahasa roh palsu itu menipu dirinya sendiri,mau lebih dihormati atau dianggap lebih rohani,<-apa ini ga dosa dihadapan Tuhan Yesus Kristus?klo takut Tuhan ya,tobat dan jangan ulangilah.
saya ga tahu bahasa roh itu ada orang kristen bilang itu karunia,tidak bisa diminta?terus ada orang kristen juga bilang kita bisa minta kepadaNya?

Dosa sudah tidak ada setelah terima Yesus, Tuhan Yesus menebus dosa manusia yaitu dosa yang lampau, dosa sekarang, dosa yang akan datang, karena kita tidak dibawah hukum taurat lagi, jadi siapa yang berdosa ? jawabanya adalah orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, percayalah bahwa kalau kita percaya kepada hal yang benar dengan sendirinya kita mengikuti cara hidup pribadi yang benar itu, begitu juga sebaliknya kalo kita tidak mengikuti cara hidup pribadi yang benar (Tuhan Yesus Kristus) dengan sendirinya kita bukan orang percaya.

Dosa si engga la :slight_smile:

tidak…

wah… pertanyaannya bikin saya bingung nih… ehehe…

Setahu saya lho…
Kayaknya yang berdosa itu justru yang Mengaku-aku Bisa Berbahasa Roh deh…

tapi walahualam juga ding…

salam,

Ya dosa klo pura-pura bs, kan nipu umat namanya…,. ;D

ehmm… masmbak renna…

jangan keras-keras yukkk… bisik bisik aja…
gak enak ntar kalo ada yang kesepet… ehehe…

tapi lumayan lho… dengan sales pitch demikian bisa menggaji dirinya sendiri berapa tahun…
bisa bangun gereja yang besaaaarrr sekali…
bisa lebih membuat Calon Convert-an “semakin terkesima” dan takjub akan “Berkat & Karunia” yang AJAHIB itu tadi… ehehe…
sehingga lebih mudah meyakinkan calon convert-an kan?

apalagi ditambahin bumbu NYALAH-NYALAHIN denom lain…
wah… tambah laris deh…
kan udah serasa paling suci & paling deeekkkeeeeettt banget masuk surga-nya… ehehehe…

Kalo kata Marketing Guru:
Positioning - Differentiation - Brand… ehehehe…

Urun rembug ya…seandainya demikian yg terjadi…saya yakin gereja ga akan berkembang tuh. Jemaat sekarang kan ga bodoh2 amat. Kita ke gereja cari Tuhan bukan pendeta atau penguasa2 yg ada disana. Jemaat kalau hadir tidak mendapat sesuatu di dalam hati pasti uda pindah cari tempat lain. Biasanya begitu. Karena tiap2 orang yg datang biasanya bisa rasakan apakah tempat tersebut sesuai dg apa kata hati nurani msg2 pribadi yg datang. Menurut pengalaman n share tmn2 sih LBH kurang seperti itu. Meski ada jg jemaat yg msh mencari pendeta nya dan minta dukungan doa atau minta nasihat.

Memangnya jemaat hadir buat dapat apa sis? Terus pindah tempat lain? Ya justru yg suka pindah-pndah itu justru mencari pndetanya atau setidaknya tata ibadahnya yg beda, bukaan semata cari kebenaran… :slight_smile:

dulu aku suka pindah2 gereja… waktu masih jd jemaat biasa c… for me it’s ok… aku dapet banyak berkat dari banyak gereja… dg tidak mendeskriditkan salah satu gerejapun…
mereka punya fungsi masing2… ada yg jadi tangan, kaki, dll… dg Tuhan Yesus menjadi kepalanya…

God bless :slight_smile:

Pindah keanggotaan mungkin…memang skrang bukan jemaat biasa bro?

jemaat aja, ga pake biasa… nanti berarti ada jemaat yg luar biasa… hehe :slight_smile: