Apa konsekuensinya kalau salah menafsirkan Alkitab ??

Orang kristen mempunyai Alkitab yang sama.
Sebenarnya semua orang kristen harus lewat di satu jalan yang sama, untuk dapat sampai ke rumah Bapa di Sorga.
Masa sekarang dengan adanya 30 000 denominasi gereja, berarti kita mempunyai penafsiran Alkitab, yang satu berbeda dengan yang lain.

Apakah mungkin kita lewat dijalan yang berbeda-beda, tapi akhirnya bersama-sama bertemu sampai di rumah Bapa di Sorga ??

Apa konsekuensinya kalau ternyata penafsiran kita tidak sesuai dengan arti yang sebenarnya yang dimaksud oleh Yesus ??

Kalau yang tidak sesuai itu adalah masalah kecil, yah masih OK lah, akan tetapi kalau yang tidak sesuai adalah masalah yang prinsip, apakah tidak terjadi yang Fatal, sehingga pelayanan kita sia-sia.

Berarti sebagian dari orang kristen akan mengalami penolakan, jadi apakah kita begitu yakin bahwa saudara dan saya, pasti bisa sampai ke rumah Bapa di Sorga ??

Masalah prinsip yang mana di Alkitab menurut anda, yang ikut menentukan keselamatan kita ??

Bagaimana pendapat anda sekalian ??

menurut anda sendiri mana yang benar ??

Salah menurut siapa ?
Alkitab tidak berguna jika tidak ada Rhema dari Roh Kudus. Semua orang harus bergantung pada Roh Kudus.

GBU

hanya satu yang benar, siapa dia ?? :cheesy: :cheesy:

Wahhh…jika kita menjadi oran penakut…?? maka appaun tidak akan kita perbuat…

Tapi jika kita sudah menjadi Orang KRISTEN…MAKA hendaknya yang namanya takut…?? tidak akan menjadi persoallan bukan…?? KARENA KIta SUDAH MEYAKINI DIRI KITA TERHADAP JANJI TUHAN KEPADA KITA…BAHWA KITA AKAN DITOLONg DAN DI BANTU OLEH ROH KUDUS YANG SUDAH ADA DALAM DIRI KITA…DALAM HAL APPAPUN YANG DIINGINKAN OLEH KITA MANUSIA YANG SESUAI DNG KEINGINAN TUHAN BUKAN…??
So…??? apa pula yang kita takukan dng kita salah menafsir…??..semuanya jika niat kita demi kemulyaan Tuhan maka
yng namanya konsekwensi…kok tidak menjadi persoallan sama sekali pada diri saya pribadi…Apakah itu suatu kesombongan diri saya…?? ya tolong dikoresi untuk hal itu…namanya saja kita berbuat dan kita pun berani bertanggung jawab disitu…apakah nanti saya di caci…di maki…di katakan sok pintar dll…Ya terima saja sebagai resiko yang tidak bisa dihindari…biarlah semuanya diserahkan pada yang Empunya FIRMAN…

Salam GBU.

salah menafsirkan … ya ngga soal… ,nanti suatu waktu kan diluruskan Tuhan :smiley:
namanya juga belajar…
orang belajar salah … hal yang biasa

dari pada takut salah… malah ngga pernah belajar :cheesy:

Re: Apa konsekuensinya kalau salah menafsirkan Alkitab ??

GIGO

JIKA TIDAK ADA KETEGUHAN IMAN…maka untuk melangka keluar rumah pun pasti memperhitungkan APAKAH ADA KONSEKUENSINYA APA TIDAK YA…?? .ini dan itu…?? hehehehe…akhirnya sama saja anda menisbikan nilai keimanan pada diri anda sendiri…artiny anda sama sekali tidak menghormati ROH KUDUS DALAM DIRI ANDA…??

Begitupun utk masalah menafsir…?? apakah dilarang di dalam Alkitab…?? Sama sekali tidak ada larangannya…

Apalagi jika ditanyakan apakah ada konsekwensinya jika salah menafsirkan Alkitab…?? Ya sudah pasti ada konsekwensinya untuk apapun itu sebuah kesalahan…baik di segi penafsiran Alkitab atau appapun juga…

Lantas kita harus menjadi takut…??? lha wong namnya saja menafsir…ya mungkin saja benar dan mungkin juga salah…itu suatu hal yang biasa…dan wajar … Tapi apakah kemudian disitu kita di katakan berdosa…?? hahahahah.
Lha…kembali lagi…harus dimengerti yang namanya saja menafsir bukan…??? Jika sudah tau arti dan makna sebenarnya kenapa juga harus menafsir dan ditafsir bukan…???.

Isyarat dalam Alkitab yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sangat jelas dan tegas sekali…bahwa Tuhan sering mengutarakan suatu perumpamaan-perumpamaan dalam pengajaran-NY…nah inilah isyarat bahwa suata persoallan dapat dinilai dan harus diSELIDIKI … jika semua orang ingin mengetahui apa sebetulnya arti hakikinya …??
Tapai Tuhan jug menegaskan…tidak semua orang dapat memahaminya…karena yang bertelingapun kadang tidak mendengar, yang punya matapun tidak melihat…bla…bla…bla…

Jadi menafsir bukanlah hal yang tabu dan dilarang dlam Alkitab…dan pasti ada konsekwensi dibalik kita menafsr tsb…baik apakah tafsiran itu benar maupun salah…Yang penting kita jangan menjadi manusia Kristen penakut dan pengecut…dng takut menafsir Alkitab. Karena kita MEYAKINI punya Roh Kudus yang membinmbing kita dalam niatan kita menafsir tsb.

Salam GBU.

dapet embel embel julukan pengajar sesat :’(

wAHH…kalupun sampai sebegitu rupa bentuk dari konsekwensinya…??? Terima sajalah sebagai karunia Tuhan juga…dan wajib juga bersyukur…karena apapun bentuk dari perbuatan manusia adalah resiko yang kita dapat.
Tapi perlu diingat…julukan negatif ( sesat ) adalah produksi manusia bukan…?? bukan Allah yang berbicara dari langit…?? Nah…dengan demikian julukan tsb sifatnya subjektif…tergantung bentuk manusia yang seperti apa yang mengengelurakan penilaian seperti itu bukan…?? Jadi jangan lah menjadi gusar dan takut untuk tetap melakukan yang menurut Alkitab adalah hal memulyakan Tuhan.
Wong…yang di Alkitab saja diceritakan…bukan saja di hujat sesat …tapi sampai di bunuh sega la bukan…??

Salam GBU.

Kalau menurut sy salah satu yg sngt prinsip sudah diajarkan dlm Alkitab .
(Yoh 15:5)“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
(Yoh 15:6)“Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.”
Sudah jelaskan ayat itu…sy analogikan bhw hidup kita ini adalah suatu pertandingan,bertanding kita untuk melakukan apa yg menjadi kehendak Tuhan,sehingga nantinya kita benar2 di sebut sbg “PEMENANG”,dan layak menerima Mahkota itu,bila Tuhan dtg yg ke-2 kali.

Semua orang kristen setuju, bahwa kita harus dijangkokan dengan Yesus.
Yang menjadi masalah ialah : Bagaimana cara mencakokannya itu ?

Cara disatukan dengan Yesus ini, diantara orang kristen ada perbedaan.
Kalau caranya salah, berarti kita tidak menyatu dengan Yesus.

Bertanding untuk melakukan apa yg menjadi kehendak Tuhan.
Apa yang anda katakan bertanding itu benar, artinya: sekalipun kita sudah disatukan dengan Yesus, yang berarti Roh Kudus itu sudah berada didalam sanubari kita, akan tetapi kita diberi kehendak bebas didalam kedagingan kita ini.
Apa yang sering terjadi !
Aku yang tetap memegang kemudi, sedangkan Roh Kudus disuruh duduk dibelakang, sehingga perbuatan kita tetap saja seperti manusia lama, tidak ada perubahan.

Masalah perbuatan ini, diantara orang kristen ada perbedaan, menganggap bahwa, setelah mempunyai Roh Kudus, perbuatan sudah tidak berpengaruh pada keselamatan kita lagi, kita pasti selamat, tidak perlu berusaha.

Kalau salah ya belajar lagi. :tongue:
Sesederhana itu.

GBU

Alitab itu bak peta. apa akibatnya kalau salah baca peta? ya… cuma tersesat dan tidak mencapai tujuannya. itu bila secara pribadi…

Karena itu rasul Petrus dalam suratnya mengingatkan bahwa tidak boleh menafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia. Hanya oleh dorongan ROH KUDUS, orang-orang berbicara atas nama Allah.

Nah kalau untuk diajarkan, Yesus mengingatkan “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.”

Jadi… apa ya… :cheesy:

apakah anda sudah merasa benar dicangkokkan Yesus ?
caranya gimana ?

Saya sangat setuju dengan pendapat anda,
Dengan Ayat Mat.7 ; 21 -23., saya merasa khawatir.
Dimana kita melayani dalam nama Yesus, tetapi akhirnya pada hari penghakiman kita ditolak.

Saya masuk Forum Kristen ini, maksud saya diantaranya ialah: Untuk mengecheck apakah yang selama ini saya imani, adalah masih benar sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah.

Buat saya gereja itu adalah cuma sarana, maka semua orang kristen bagi saya adalah saudara seiman.

Syalom.

Tersesat cuma kalau gembalanya bukan Yesus.
Kalau gemalanya Yesus, maka Dia akan meninggalkan dombaNya yang lain dan mencari domba itu sampai ketemu.

Jadi jangan ikut yang lain, ikut Yeus saja ya!

GBU

Kalau tidak fatal, ya tidak masuk neraka; paling upah di surga yang dikurangi.

1Jn 5:17 Semua ketidakadilan adalah dosa, tetapi ada dosa tidak sampai pada kematian.

2Co 5:10 Sebab, seharusnyalah kita semua dibuat nyata di hadapan takhta pengadilan Kristus, sehingga tiap-tiap orang dapat menerima sesuatu pada tubuhnya, sesuai dengan apa yang telah dia lakukan, entah baik ataupun buruk.

Shalom,

Orang kristen tidak masuk ke hari penghakiman/penghukuman, Matius 7:21-23 adalah kristen murtad.

Joh 5:24 Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang mendengarkan firman-Ku, dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia memiliki hidup kekal dan tidak masuk ke dalam penghakiman, melainkan telah berpindah dari kematian kepada kehidupan.”

Rom 8:1 Oleh karena itu, sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus YESUS, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Rom 8:2 Sebab hukum Roh kehidupan di dalam Kristus YESUS telah membebaskan aku dari hukum dosa dan maut.

Shalom,

Mau tanya sdr. Enjoy ,

Pertama : Kalau ada ayat yang mengatakan bahwa pada hari penghakiman, Yesus memisahkan kambing diantara domba-domba.
Yang dimaksud Kambing dan domba itu orang yang percaya Yesus atau bukan ??

Kedua : Firman mengatakan, syarat untuk dapat pengampunan, harus mengampuni.
Kalau ada orang yang tidak bisa mengampuni, berarti semua dosanya tidak ada yang diampuni,
bukan ! Orang ini lalu masuk mana ??

Syalom.