Apa maksud dari kosakata "dosa" ? Satu meaning ? ataukah lebih dari satu ?

Ya betul bold. Dengan demikian perempuan itu sudah duluan berdosa, sima.

KALO sebelum makan buah Hawa tidak berdosa, tidak cinta-diri, ego, mao enaknya aja
MAKA Hawa tidak akan makan buah yang dilarang :happy0062:.

Markus 7 7:21 sebab dari dalam, dari hati[b] orang[/b], timbul segala pikiran jahat, percabulan,

hal hal yang ku list tersebut, yaitu segala macam bentuk kejahatan di muka bumi ini DIMULAI dari Sifat alami manusia yang sudah dirusak oleh dosa.

Ya. Itu sifat alami manusia. Adam Hawa adalah manusia… ORANG —> ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah

So, DIMULAInya iya bener
—> DIMULAI oleh sifat alami Adam Hawa yang sudah dirusak oleh dosa SEBELUM mereka makan buah.

Dengan demikian ajaran yang berupa “KainHabilSeth melakukan perbuatan dosa KARENA bonyoknya melakukan perbuatan dosa” itu kan dongeng, sima.

Dengan kata laen, bahkan pada asumsi AdamHawa tidak pernah melakukan perbuatan dosa sampai KainHabilSeth pada gede, hal ini TIDAKlah sertamerta menjadi : “dengan demikian KainHabilSeth PUN tidak akan pernah berbuat dosa” dimana alesannya “kan bonyoknya tidak pernah berbuat dosa”.

bro @odading kurang Jeli dan terlalu terburu buru menangkap penjelasanku.. Tetangga, Lingkungan sekitar dan Media Sosial itu bukan kutuk dosa, [u][b]apa yang terjadi [/b][/u]di sekitar anda, tetangga anda dan Media Sosial disitulah terdapat kutuk kutuk yang diakibatkan dosa.
Lah... bukankah dongeng ajarannya : "[i]KainHabilSeth lahir berdosa adalah HASIL dari kutuk dosa[/i]", sima ? Nah... gimana pula sima bilang "tetangga itu BUKAN kutuk dosa" sementara padahal [i]"tetangga (dan orang2 penemu aplikasi medsos, internet, dll), itu lahir berdosa adalah HASIL dari kutuk dosa"[/i] ?

bersambung

dimana dalam ruang lingkup dunia ini, baik di dunia nyata dan di dunia maya [b]kejahatan merajalela[/b], memenitngkan diri, tidak berbelas kasihan, tidak punya pengendalian diri dan sebagainya terjadi di dalam dunia ini.
Kejahatan merajalela, internet merajalela, medsos merajalela ---> ini kan semua adalah produk orang yg kena kutuk dosa, sima.

Para ilmuwan penemu TV, listrik, hape, internet, dlsb —> ini adalah orang2 yang memenitngkan diri, tidak berbelas kasihan, tidak punya pengendalian diri dan sebagainya ato bukan, sima ?

Berdasarkan ajaran dongeng-nya, kekonsistenan jawabannya adalah :
YA… mereka (dan bukan mereka saja, melainkan semua manusia) adalah orang2 yang memenitngkan diri, tidak berbelas kasihan, tidak punya pengendalian diri dan sebagainya KARENA kutuk dosa.

Selanjutnya…
Nah… kalo mereka adalah produk kutuk dosa, begimana pula sima bilang produk (tv, hape, listrik, internet, dlsb) dari produk kutuk dosa BUKAN produk dari produk kutuk dosa yah?

Firman Tuhan sangat jelas mencatat bahwa [b]karena Iri hati dan Cemburulah [/b] mengapa Kain Berbuat Dosa dan membunuh adiknya..
Ya. Demikian pula nyokap mereka ---> [b]KARENA rakus/serakah/cinta-diri lah mengapa mereka makan buah yang dilarang[/b].

Anehnya, sima tidak mengakui bold … sementara padahal sima sendiri mengajarkannya :D.
Nih ya saya quote ulang tulisan sima :

[b]manusia itu[/b] tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

Selanjutnya saya masukin kalimat di quote atas ke Hawa :

[b]Perempuan itu[/b] tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan [b]hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan[/b] untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi [b]JIKA[/b] engkau tidak berbuat baik, maka dosa sudah mengintip di depan pintu;

ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

betapa sungguh mengerikan akibat dosa ini

Coba deh perhatikan kosakata “JIKA” dan perhatikan kalimat : “dosa sudah MENGINTIP didepan pintu”.

So, begimanapula ajaran dongengnya menjadi :
KARENA didalam diri Kain sudah ada dosa/berdosa
MAKA Kain tidak berbuat baik

sementara padahal baca-an kalimatnya:
JIKA Kain tidak berbuat baik
MAKA dosa sudah mengintip didepan pintu

IF you do not do what is right,
sin is crouching at your door;
it desires to have you,
but you must rule over it

Silahkan sima perhatikan deh kalimat merah terjemahan bahasa Inggrisnya, lalu bandingkan dengan kalimat ijo. Selanjutnya coba sima tolong jawab :

Begimana itu ajaran jadi berupa dosa ada didalam diri Kain sementara padahal bacaan kalimat it desires to have you menunjukkan bahwa dosa masih BARU mau “menyerang” —> di pertegas lagi di kalimat selanjutnya “you must rule over it” ? :rolleye0014:

hanya di generasi pertama dari manusia itu saja, sudah terjadi pembunuhan pertama.
Ya. Dan itu adalah KARENA Kain tidak rule over sin yang desire to have Cain, kan sima. Bukan karena Adam Hawa makan buah.

So…

betapa sungguh mengerikan [b]akibat dosa ini[/b], hanya di generasi pertama dari manusia itu saja, sudah terjadi pembunuhan pertama..
Begimanapula itu ajarang dongeng sima MENENTANG dari apa yang terbaca ?

Begimana pula ajaran sima menyatakan :
Kain membunuh AKIBAT bonyoknya makan buah

sementara padahal bacaannya menunjukkan :
Kain membunuh AKIBAT Kain tidak rule over the sin yang sedang crouching at Cain’s door and desire to have Cain ? :char12:

Kalimat coklat itu kan MENANTANG bacaan yang ada, sima.

bersambung

Kan argumen dari ajaran-nya: KALAU TIDAK ADA rakus/tamak/cinta-diri MAKA manusia tidak akan berbuat dosa
jangan memelintir kalimat bro,, quote diatas ini adalah kalimat dan kesimpulan bro odading, bukan kalimat dan kesimpulan @simatupang
Nggak ada plintar-plintir, sima.

Sima sendiri yang mengajukan demikian, tak quote ulang yah:

manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

betapa sungguh mengerikan akibat dosa ini, hanya di generasi pertama dari manusia itu saja, sudah terjadi pembunuhan pertama.

sima :
KARENA ada dosa … AKIBAT dosa …
hanya di generasi pertama dari manusia itu saja, sudah terjadi pembunuhan pertama

oda :
KARENA ada dosa… AKIBAT dosa …
hanya baru idup sekian lama di Eden, sudah terjadi pelanggaran pertama —> Hawa makan buah.

[b]Firman Tuhan mencatat[/b] tidak ada sifat tamak, rakus dan cinta diri pada manusia yang pertama diciptakan itu
Mohon tunjukkan saya CATETANNYA, dimana di catetan tsb terbaca bahwa AdamHawa tidak ada sifat tamak/rakus/cinta-diri, sima. Saya juga tidak menemukan bacaan yang jadinya bisa disimpulkan bahwa pembunuhan pertama tsb terjadi AKIBAT dosa, sima.

Anyway, berangkat dari ajaran yg seperti biru itulah makanya saya ajukan :
KALO tidak ada dosa
MAKA manusia tidak akan berbuat dosa.

KALO tidak ada dosa (kalo tidak ada akibat dosa)
MAKA Kain tidak membunuh (maka tidak terjadi pembunuhan pertama)

Selanjutnya saya nerusin :
KALO tidak ada dosa
MAKA Hawa tidak akan makan buah

realita:
Hawa makan buah

Dengan demikian kalimat biru yang sima ajukan itu BETUL :
KARENA ada dosa (akibat dosa)
MAKA pelanggaran pertama terjadi

KARENA ada dosa (akibat dosa)
MAKA pembunuhan pertama terjadi

Sementara padahal kan yg sesuai dgn yg terbaca, yg bisa disimpulkan adalah:
pembunuhan pertama tsb terjadi AKIBAT Kain tidak over rule dosa yg sedang mengintip at Cain’s door and desire to have Cain.

kalau menurutku anak bro @oda tersebut makan es krim di kulkas ijo adalah [b]karena ingin tahu dan penasaran[/b]
Selanjutnya, anak saya itu ingin [u]memuaskan keingin-tahuan/kepenasarannya[/u] ato nggak, sima ?
anak anak harus dilatih untuk menggunakan kuasa kemauannya "Free Will" dan perasaannya semenjak dari kecilnya.
apapun itu, pertanyaannya tetep : anak saya berkeinginan memuaskan dirinya dari rasa penasaran ato kagak sehingga dia makan es krim di kulkas ijo tsb, sima ?
bro @odading lagi lagi keliru,, manusia berbuat dosa bukan karena sifat alamiahnya tamak, rakus dan cinta diri tetapi karena manusia itu tertipu, dan akhirnya manusia itu tidak percaya dan meragukan perkataan Tuhan, karena ditipu.
Masih tetep.... taroh kata temen anak saya bilang : [i]pasti bokap elu ngelarang elu makan es krim yg di kulkas ijo ya[/i]

anak saya njawab :
Iya… katanya kalo makan es krim di kulkas ijo saya akan sakit perut.

temen:
oh nggak… kamu nggak akan sakit perut makan es yg di kulkas ijo.
kamu jadi tambah cakep kalo makan es tsb.

anak saya melihat, bahwa es krim di kulkas ijo itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya,
lagipula es krim itu menarik hati karena bisa bikin dirinya tambah cakep

silahkan perhatikan kalimat yg bold sima.
Kalimat bold mengisahkan efek/hasil perkataan temen anak saya yang di perihal cinta-diri kan sima.

Kisah terbacanya kan nggak mengajukan benak anak saya spt sbb :
lagipula es krim itu tidak akan membuatnya sakit perut

Perhatikan pula kalimat :
anak saya melihat, bahwa es krim di kulkas ijo itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya

So… mao ada itu rumpian temen anak saya atopun gak ada,
posibilitas memuaskan keinginan-nya sudah ada duluan kan, sima.

manusia itu tertipu, dan akhirnya manusia itu tidak percaya dan meragukan perkataan Tuhan, karena ditipu
versi sima : KARENA Hawa kemakan rumpian uler (tertipu), MAKA mengabaikan-nya Hawa perintah Tuhan bukan dosa.

Begitu ? :rolleye0014:

manusia itu makan buah karena manusia [b]tertipu dan meragukan [/b] Firman Allah.
So, tipu/ragu/mengabaikan perintah Tuhan ---> ini akibat dosa ato bukan?
sesudah manusia jatuh di dalam dosa, tanpa di goda pun [u]sifat alamiah manusia itu kecenderungan hatinya ke arah dosa semata mata[/u].
parafrase : sesudah AdamHawa jatuh di dalam dosa, tanpa di goda pun [u]sifat alamiah AdamHawa itu kecenderungan hatinya ke arah dosa semata mata[/u]

Tolong kasih saya CATETAN-nya yang menggambarkan bhw setelah Adam Hawa berdosa, sifat alamiah mereka kecenderungan hatinya ke arah dosa semata mata. Demikian pula KainHabilSeth… kasih saya catetannya yang menggambarkan kecenderungan hati mereka ke arah dosa semata mata, sima.

Karena yang saya saya tau, setelah time-frame-nya sudah lewat sekian lama DAN orang2nya sudah banyak, barulah terbaca :
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Soo… sementara padahal “KETIKA Tuhan melihat” disitu time-frame-nya sudah sekian lama DAN orang2nya sudah banyak, kok hebat sekali ajaran-nya malah melebihi Tuhan dengan beraninya bilang : Setelah AdamHawa makan buah, sifat alamiah mereka adalah kecenderungan hati kedua orang ini ke arah dosa semata mata, ya sima ? :rolleye0014:

Dengan kata laen, kalimat terbaca di Kejadian 6:1 tsb kan dimanipulasi ke time-frame jadul dimana : “KETIKA Tuhan melihat” time-frame-nya di manipulasi ke timeframe bbrp lama setelah AdamHawa makan buah :
Ketika dilihat Tuhan bahwa kejahatan kedua manusia tsb besar di bumi dan segala kecenderungan hati kedua manusia tsb selalu membuahkan kejahatan semata-mata AKIBAT mereka makan buah… :rolleye0014:

Mungkin sima belon nangkep yg saya maksudkan.

Secara versi saya sendiri :
Tidak ada pelanggaran apapun sebelum AdamHawa makan buah, sima.

However, berangkat dari kalimat2 sima yang salah satunya berupa :

[b]manusia itu[/b] tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

Akibatnya saya melanjutkan sbb :

[b]Perempuan itu[/b] tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

Berangkat dari diatas, thdp pertanyaan sima yg sbb :

manakah dari 3 definisi dosa diatas yang dilanggar oleh Adam dan Hawa sebelum mereka memakan Buah larangan itu.. ??
TIDAK ADA di 3 definisi yang sima ajukan di ungu. Adanya di definisi yang sima ajukan di oranye.

So…
sebelum makan buah, Hawa tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut.

Yang saya gak ngerti,
sima sendiri yang ngajuin oranye…
sima sendiri pula yang gak setuju dengan oranye :rolleye0014:.

Dimana sima jadinya bilang kayak semacem gini (case-1)
Oh nggak… Hawa itu TIDAK tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut. Hawa itu ketipu uler, jadi dia nggak dosa SEBELUM makan buah.

Anyway, kalo berangkat dgn spt patokan case-1 diatas, kekonsistenannya kan:
Ketika ada ABG dibohongin temennya bahwa keluar malem malem diem diem ke disko itu gak apa apa, malah mengasyikan (sementara padahal ortu si ABG udah ngelarang) … dan hasilnya anak itu keluar malem2 —> maka kalo pov sima konsisten maka itu jadinya berupa : anak ini TIDAK oranye (kosakata allah ganti ke ortu di oranye) sebelum keluar malem2. Anak ini ya cuma sekedar ketipu aja oleh temennya.

Berangkat dari kekonsistenan tsb, jadinya timbul pertanyaan :
Lah… jadi kan gak bisa bilang diketika seorang anak keluar malem2 (melanggar perintah ortunya) KARENA kemakan omongan temennya itu AKIBAT DOSA si anak yg berupa oranye?

salam.

Makna dosa yg terpenting adalah :
1.Pemberontakan kepd Allah (paradosis)
2.Tidak mengena sasaran (hamartia)
3.Tidak memenuhi standar

baik… mari kita sama sama analisa ayat berikut ini:
Kejadian 3
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. "
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan i itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

perhatikan yang ku Bold Merah diatas, sampai disitu apabila kita cermat mengamati ayat itu, sebenarnya tidak ada niat sama sekali bagi Hawa untuk memakan itu buah,
Jawab Perempuan itu:
Kejadian 3:3 [color=red][i][b]tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.

Jawaban tersebut adalah bukti bahwa sebenarnya sedikitpun tidak ada niat di hati manusia untuk melanggar Hukum Tuhan…

namun mengapa manusia itu pada akhirnya melanggar… ??
terjawab diayat selanjutnya:
Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan i itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Terjawab: karena Manusia Meragukan Firman Allah, dan tertipu perkataan Ular

dari ayat diatas, sebenarnya kita sudah dapat menyimpulkan, bahwa Manusia pertama tidak memiliki Jiwa pemberontakan, Pemberontakan terjadi karena manusia itu tertipu…

KALO sebelum makan buah Hawa tidak berdosa, tidak cinta-diri, ego, mao enaknya aja MAKA Hawa tidak akan makan buah yang dilarang :happy0062:.

dan kenyataannya memang seperti itu bro, kita tidak mengetahui berapa lama Adam dan Hawa di taman eden sebelum kejatuhan, mungkin ratusan atau puluhan tahun mereka berada di Taman Eden…
dan selama itu mereka fine fine aja, sebab mereka tidak memakan buah yang dilarang itu,

segala sesuau berubah ketika Penipu itu datang dan berhasil menipu manusia…

So, DIMULAInya iya bener ---> DIMULAI oleh sifat alami Adam Hawa yang sudah dirusak oleh dosa SEBELUM mereka makan buah.

tidak bro, sifat manusia berubah secara alamiah menjadi cenderung kepada dosa dimulai semenjak manusia melanggar Hukum Tuhan…

Dengan demikian ajaran yang berupa "[i]KainHabilSeth melakukan perbuatan dosa KARENA bonyoknya melakukan perbuatan dosa[/i]" itu kan dongeng, sima.

Kisah Kain dan Habel, itu cerita berbeda, semua itu terjadi setelah manusia melanggar Hukum…
lihatlah betapa hebatnya dosa merusak alamiah manusia itu, hanya di generasi pertama dari manusia itu sudah terjadi pembunuhan…

Lah... bukankah dongeng ajarannya : "[i]KainHabilSeth lahir berdosa adalah HASIL dari kutuk dosa[/i]", sima ?

sifat alamiah dosa atau lahir di dalam dosa artinya adalah: tanpa di ajari berbuat dosapun, atau tanpa dibujuk untuk melakukan dosa sekalipun, sifat alami manusia itu adalah cenderung melakukan dosa semata mata…

artinya adalah: sekalipun setan tidak membujuk manusia untuk berbuat dosa, sifat alamiah manusia itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum…

sangat beda dengan Pelanggaran Adam dan Hawa… yang melanggar karena di goda dan tertipu…

bersambung

bersambung juta…

sangat tidak nyambung apabila bro @odading mengaitkan Kejahatan dengan teknologi…

Kejahatan adalah Pelanggaran Hukum, sedangkan teknologi tergantung kepada penggunaannya dapat menjadi sarana penegakan hukum dapat pula menjadi sarana pelanggaran hukum…

Para ilmuwan penemu TV, listrik, hape, internet, dlsb ---> ini adalah orang2 yang memenitngkan diri, tidak berbelas kasihan, tidak punya pengendalian diri dan sebagainya ato bukan, sima ?

bro @odading sudah melakukan FITNAH, bagaimana pula bro berani beraninya berkata bahwa para ilmuwan, tukang service TV, para Penemu adalah orang yang tak berbelas kasihan… ??
kesimpulan yang sangat keliru,

banyak diantara para Ilmuwan dan Pakar adalah orang orang yang takut akan Tuhan…

  1. Yusuf bin Yakub seorang Ekonom di Mesir.
  2. Musa, Daniel adalah Pakar administrasi…
  3. Nuh: dengan Ilham dari Tuhan men-Desain Bahtera, yang bahan bahannya dari kayu namun dapat menampung semua binatang binatang dan manusia…
  4. Issac Newton: Ilmuwan yang takut akan Tuhan…
  5. DR. Ben Carson… Ben Carson - Wikipedia, seorang ahli bedah saraf yang berhasil memisahkan bayi kembar yang kepalanya berdempetan…
  6. dst, kalau kita me list terlalu banyak…
Berdasarkan ajaran dongeng-nya, kekonsistenan jawabannya adalah : YA.... mereka (dan bukan mereka saja, melainkan semua manusia) adalah orang2 yang memenitngkan diri, tidak berbelas kasihan, tidak punya pengendalian diri dan sebagainya KARENA kutuk dosa.

Firman Tuhan berkata pula:
Kejadian 3:15, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

ayat ini adalah Nubuatan mengenai Yesus Kristus, sekaligus Nubuatan bahwa sekalipun sifat alamiah manusia adalah melakukan dosa semata mata, namun manusia yang jatuh dalam dosa tersebut melalui pertolongan Kristus dapat dilahir barukan, mereka akan berperang melawan sifat alamiah mereka, dan melalui Kristus dilahir barukan…
dan terbukti sekalipun dunia ini adalah tempat orang berdosa, banyak kok contoh manusia manusia yang hidupnya suci dan saleh.
Habel, Enos, Henokh, Metusalah, Nuh, Abraham, Ishak, Musa, Daniel, Yesus Kristus, Rasul Paulus, John Wiclift, Martin Luther, dst… dst… dst…
terlalu banyak contoh untuk membuktikan kepada dunia dan alam semesta ini, bahkan sekalipun di dalam daging ini, Hukum Tuhan dan Firman-Nya dapat dituruti…

mereka adalah Contoh yang tidak bisa disangkal, bahwa Manusia yang berdosa dapat Hidup sesuai dengan Firman Allah, mansusia yang mementingkan diri dan golongannya menjadi pengasih dan mengasihi sesamanya manusia…

bersambung

bersambung juga…

Firman Tuhan berkata:
Kej 6:5
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

tahukah bro @odading pengertian Cenderung… ??
Cenderung artinya menurut KBBI adalah Condong atau agak miring…

itulah yang terjadi dengan manusia setelah manusia melanggar Hukum Allah…
pada mula pertama: Tidak ada Kecondongan ini…
Pikiran Manusia itu di mula pertama adalah: …SEIMBANG…
Pikiran dan Perasaan-nya sama sama memuliakan Tuhan,
Pikiran Manusia pertama itu Cerdas, dan Perasaan-nya murni dipenuhi simpati dan belas kasihan…

tidak ada itu perasaan perasaan yang dipenuhi hawa nafsu, mementingkan diri, kesombongan, Penipuan…

manusia pertama itu Perfect di dalam Karakter… sangat sempurna memantulkan Gambar Illahi…

Namun setelah Manusia itu melanggar, maka kecondongan atau kecenderungan hatinya adalah berbuat dosa semata mata…
artinya adalah: tanpa perlu di godapun untuk berbuat jahat, manusia akan cenderung untuk berbuat jahat, Gambar Allah di diri manusia itu hilang, manusia itu menjadi segambar dengan Iblis yaitu Memberontak dan Pelawan Hukum…

Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk memulihkan Gambar Allah yang hilang dalam diri manusia itu…
Karakter di dalam Diri Yesus adalah Karakter yang harus di capai oleh para Pengikut Yesus…
yaitu: “SEMPURNA di dalam KASIH”
Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

salam
TYM

Amin…
Puji Tuhan,
maka dengan demikian kita harus berani dan tegas untuk berkata bahwa:
tidak ada kecenderungan manusia pertama itu untuk berdosa.
atau dengan kata lain:
Tidak ada Dosa di Taman Eden… :afro: :afro: :afro:

Adanya di definisi yang sima ajukan di oranye. So.... sebelum makan buah, Hawa tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut.

pengertian tersebut sama dengan definisi Dosa berikut ini: Dosa adalah Pelanggaran Terhadap Hukum Allah. 1 Yohanes 3:4

artinya adalah:

  1. Hukum Allah sebagai yang Pertama dan Terutama…
  2. Jiwa sebagai Pemilik Pikiran dan Perasaan harus menjaga dirinya untuk tetap setia dan taat kepada Firman Tuhan…

sebelum Setan menggoda manusia dan sebelum makan buah yang di larang, tidak ada pelanggaran Hukum di taman eden,

Dimana sima jadinya bilang kayak semacem gini (case-1) [i]Oh nggak... Hawa itu TIDAK tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut. Hawa itu ketipu uler, jadi dia nggak dosa SEBELUM makan buah.[/i]

itulah mengapa kukatakan di awal, bahwa Tuhan tidak menciptakan manusia yang berdosa, tapi manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa…

manusia melanggar Hukum karena timbul keraguan kepada Perintah Tuhan dan tertipu oleh Iblis…

Anyway, kalo berangkat dgn spt patokan case-1 diatas, kekonsistenannya kan: Ketika ada ABG dibohongin temennya bahwa keluar malem malem diem diem ke disko itu gak apa apa, malah mengasyikan (sementara padahal ortu si ABG udah ngelarang) ... dan hasilnya anak itu keluar malem2 ---> maka kalo pov sima konsisten maka itu jadinya berupa : anak ini TIDAK oranye (kosakata allah ganti ke ortu di oranye) sebelum keluar malem2. Anak ini ya cuma sekedar ketipu aja oleh temennya.

kasus ini berbeda jauh dengan apa yang terjadi di Taman Eden…
di taman Eden, tidak ada itu niat sama sekali untuk melanggar Hukum…

sekarang ini kecenderungan hati manusia adalah melanggar hukum semata mata…

Berangkat dari kekonsistenan tsb, jadinya timbul pertanyaan : [i]Lah... jadi kan gak bisa bilang diketika seorang anak keluar malem2 (melanggar perintah ortunya) KARENA kemakan omongan temennya itu AKIBAT DOSA si anak yg berupa oranye?[/i]

kalau sekarang, tanpa di bujuk teman pun keinginan untuk melanggar Hukum itu sudah jadi alamiah manusia…

salam
TYM

Nggak ngerti saya kok sima bisa jadi seperti Tuhan ya ? dimana perihal NIAT seorang manusia bisa sima ketahui melalui perkataan manusia ybs… dan selanjutnya sima aplikasikan secara FOREVER. :rolleye0014:

“forever” :
1 menit yang lalu sima ngedenger anak saya berkata ke temennya :
tetapi tentang es krim yg ada di lemari es ijo, bokap gue bilang :
“Jangan kamu makan es krim itu, nanti kamu sakit perut”

berangkat dari pendengeran sima spt diatas, selanjutnya versi sima mengajukan :
dengan demikian SELAMANYA anak oda itu gak akan pernah ada niat utk makan eskrim tsb.

oda :
ADA/TIDAK ADA niat orang itu gak selalu sertamerta selamanya, kan sima.
Detik ini saya GAK ADA niat utk nonton TV,
sekian menit kemudian it’s always possible saya ADA niat nonton TV.

dari ayat diatas, sebenarnya kita sudah dapat menyimpulkan, bahwa [b]Manusia pertama tidak memiliki Jiwa pemberontakan[/b], Pemberontakan terjadi karena manusia itu tertipu
That's the point.

Di detik sima “ngedenger” Hawa berkata Kejadian 3:3
—> sima bilang : [kalimat tsb menunjukkan bahwa Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak].
Dimana selanjutnya sima bilang : dengan demikian ya Hawa SELAMANYA tidak memiliki jiwa pemberontak.

sementara kalo versi saya :
—> oda bilang : [kalimat tsb menunjukkan bahwa SAAT ITU Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak]
Dimana selanjutnya saya bilang : mengenai nanti nanti, saya TIDAK TAU apakah Hawa akan MASIH TETEP tidak memiliki jiwa pemberontak.

Tapi yang lebih terasa aneh lagi buat saya adalah kalimat sima yg sbb :

Pemberontakan terjadi karena manusia itu tertipu
Kalimat diatas buat saya itu menunjukkan : Di saat Hawa berkata Kej 3:3 ---> SAAT ITU Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak. However, ketika Hawa tertipu ---> di SAAT INI Hawa memiliki jiwa pemberontak.

Perihal logis nggak memerlukan catetan terbaca.
Hawa percaya perkataan uler, dimana dilain sisi Hawa gak percaya perkataan Allah :
Hm… ternyata Allah mbohongi gue… ternyata gue gak modar kalo makan buah tsb, padahal malah jadi tambah pinter. Bah… kalo gitu gue makan aja deh buahnya… gue jadi tambah pinter gitu loch

Nah… begimana pula sima bilang : [Oh… itu cauma karena ketipu saja si Hawa makan buah…] sementara padahal DI ANTARA point ketipu dan point aksi makan buah, logis kesimpulannya adalah timbul jiwa pemberontakan at the same time cinta-diri pada Hawa ?

kita tidak mengetahui berapa lama Adam dan Hawa di taman eden sebelum kejatuhan, mungkin ratusan atau puluhan tahun mereka berada di Taman Eden.. dan [b]selama itu mereka fine fine aja, sebab mereka tidak memakan buah yang dilarang itu[/b]
Lagi, kalimat bold sima buat saya membingungkan, karena buat saya gak jelas jadinya mao-nya sima itu gimana :

So… Adam Hawa selama itu fine fine aja … KARENA :
A. tidak makan buah selama itu ?
ataukah
B. tidak ada tipuan selama itu ?

Antara A dan B mirip, tapi kalo ditinjau dari kelogisan sebenernya nggak mirip karena yang point B itu ada sisipan event, dimana logika kesimpulan selanjutnya menjadi :
KALO tidak ada tipuan selamanya
MAKA Adam Hawa fine fine aja selamanya

Taroh kata sima menjawab yang B (dgn demikian sima setuju dgn kronologika ijo), maka kekonsistenan selanjutnya adalah : ADA sisipan event antara point ketipu ke point aksi makan buah, dimana logis kesimpulannya adalah yang ungu :wink:.

bersambung

segala sesuau berubah ketika Penipu itu datang dan berhasil menipu manusia
Kalimat diatas menunjukkan sbb : 1. SEBELUM terjadi event penipuan, ada dosa di Eden 2. SESUDAH terjadi event penipuan SEBELUM terjadi event makan buah, ada perubahan pada Hawa. (warna ungu disini terkait ungu saya di post sebelumnya).

Apa tanggepan sima thdp kedua point yg saya ajukan diatas ?

tidak bro, sifat manusia berubah secara alamiah menjadi cenderung kepada dosa dimulai semenjak [b]manusia melanggar Hukum Tuhan[/b]
Ada baiknya penyampaian sima itu kata2nya sebisa bisanya se spesifik mungkin, sima. Kalimat bold di quote atas buat saya ambigu KARENA berdasarkan penyampaian2 sima sebelum2nya, buat saya jadi gak jelas APA ITU mksdnya sima di kalimat bold :

A.
Adam Hawa makan buah ?

ataukah

B. Adam Hawa oranye (dibawah ini).

manusia itu tunduk dibawah [b]perasaan [/b]dan disaat yang sama, [b]pikiran [/b]menjadi hamba kepada [b]perasaan [/b]dan hukum Allah dikesampingkan dan [b]dilupakan [/b]untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

Yang A atokah yang B yang sima mao sampaikan ?

Kisah Kain dan Habel, itu cerita berbeda,, semua itu terjadi setelah manusia melanggar Hukum
Sekali lagi, mohon kasih penyampaian kalimat2nya secara lebih spesifik, sima. Anyway, point yg sima mau sampaikan itu jadi yg gimana ?

A.
KALO Adam Hawa tidak makan buah
MAKA tidak akan pernah terjadi aksi dosa

B.
KALO Adam Hawa tidak ketipu uler
MAKA tidak akan pernah terjadi aksi dosa

Silahkan sima perhatikan yang point-A.
Yang point-A itu menuntun ke logika sbb :
HARUS ADA DOSA DULU
MAKA BARULAH BISA ADA AKSI DOSA

Kalo TIDAK ADA DOSA
Maka tidak ada aksi dosa —> event pembunuhan

Kalo TIDAK ADA DOSA
Maka tidak ada aksi dosa —> event makan buah

Sementara yang point-B menuntun ke logika sbb :
HARUS ADA PENIPU DULU
MAKA BARULAH BISA ADA AKSI DOSA

Kalo TIDAK ADA PENIPU
Maka tidak ada aksi dosa —> event pembunuhan

Kalo TIDAK ADA PENIPU
Maka tidak ada aksi dosa —> event makan buah

Nah… yg sima mao ajukan itu yang mana ?
Yang A atokah yang B ?

tanpa di ajari berbuat dosapun, atau tanpa dibujuk untuk melakukan dosa sekalipun, [b]sifat alami manusia itu adalah cenderung melakukan dosa semata mata[/b].
apa apa yang sima sampaikan membingungkan saya. Nih ya tak quote tulisan sima :
kalau menurutku anak bro @oda tersebut makan es krim di kulkas ijo adalah karena [b]ingin tahu dan penasaran[/b]
Karena membingungkan buat saya, akibatnya saya tanya ulang jadi kayak sbb :

KARENA APA anak saya melanggar perintah saya sbg ortu ?
Nah… yang sima mao jawab itu sebenernya gimana ?
KARENA biru ? ataukah KARENA coklat ?

bersambung

Jiah… sepertinya sima belon nangkep yang saya ajukan.

Begini loh sima…
Sima kan ngajuin kronologika sbb :
KARENA ADA DOSA
MAKA ADA AKSI DOSA

So… begimana pula sima bilang [teknologi tergantung kepada penggunanya] sementara padahal berangkat dari kronologika versi sima itu sendiri menggambarkan bahwa bisa bisa aja membuat internet/medsos/teknologi adalah AKSI DOSA para ilmuwan dimana internet/medsos/teknologi memang sengaja mereka bikin untuk merusak orang ?

bro @odading sudah melakukan FITNAH, bagaimana pula bro berani beraninya berkata bahwa para ilmuwan, tukang service TV, para Penemu adalah orang yang tak berbelas kasihan.. ??
wkwkwk... saya disitu mengajukan demikian berangkat dari yg sima bilang sbb :
dalam ruang lingkup dunia ini, baik di dunia nyata dan di dunia maya kejahatan merajalela, memenitngkan diri, tidak berbelas kasihan, tidak punya pengendalian diri dan sebagainya terjadi di dalam dunia ini.
banyak diantara para Ilmuwan dan Pakar adalah orang orang yang takut akan Tuhan
Bukan point-nya. Pointnya yg lagi dibicarakan disini kan di perihal yang menurut sima berupa [u]ADA AKSI DOSA KARENA ADA DOSA[/u]
Manusia yang berdosa dapat Hidup sesuai dengan Firman Allah
Berlawanan dari apa apa yang sima sampaikan sebelumnya. Sbb :
Sifat alami manusia itu adalah [b]cenderung melakukan dosa semata mata[/b]
Begimana pula itu jadinya yang sima sendiri bilang bahwa [orang yang cenderung melakukan dosa semata mata adalah orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah] ?

kelogisannya kan gini :
Orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah adalah orang yang TIDAK cenderung melakukan dosa semata mata.

sekalipun setan tidak membujuk manusia untuk berbuat dosa, sifat alamiah [b]manusia itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum[/b]
Berangkat dari kalimat sima diatas, saya aplikasikan ke diri Adam dan Hawa. Mereka adalah manusia.

Sebuah statement (sekali lagi, ini berangkat dari apa yang sima sendiri ajukan di quote atas) :
sifat alamiah Adam Hawa itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum.
Hidup mereka cenderung melakukan dosa semata mata.

Nah… tolong sima kasih saya bacaan catetan-nya dimana bisa disimpulkan bahwa sifat alamiah Adam Hawa itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum. Hidup mereka cenderung melakukan dosa semata mata.

bersambung

Kej 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
Makanya saya heran, kenapa ajaran sima itu MENANTANG dari apa yang terbaca.

YANG TERBACA :
SAAT ITU… KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Allah melihat kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

itulah yang terjadi dengan manusia setelah manusia melanggar Hukum Allah
ajaran PENENTANG dari apa yang terbaca : SAAT ITU ... SETELAH Adam Hawa makan buah, Allah melihat kejahatan kedua orang ini besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hati kedua orang ini selalu membuahkan kejahatan semata-mata.
tahukah bro @odading pengertian Cenderung.. ??
Tentu tau donk, sima :D.

Sekarang giliran saya nanya :
tahukah sima melalui proses gimana sehingga observer LAYAK untuk menyatakan bahwa [MANUSIA Adam Hawa (Kain Habil Seth) cenderung melakukan dosa semata mata gara gara Adam Hawa ketipu uler] ?

tahukah sima bahwa apabila orang TIDAK PUNYA PENGETAHUAN (hasil observasi) Di SAAT ITU kayak gimana kehidupan para manusia itu, maka dia TIDAK LAYAK untuk menyatakan [para manusia itu cenderung melakukan dosa semata mata gara gara Adam Hawa ketipu uler] ?

tahukah sima bahwa apabila orang PUNYA PENGETAHUAN (hasil observasi) DI SAAT INI mengenai SAAT ITU kayak gimana kehidupan para manusia SAAT ITU, orang ybs ini tidak layak meng-aplikasikannya to the past ? ke para manusia sebelum SAAT ITU?

tahukah sima bahwa apabila diketahui bahwa SAAT ITU, KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Allah melihat kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata … maka adalah tidak layak untuk menyatakan bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata adalah gara gara Adam Hawa ketipu ?

tahukah sima bahwa ajaran sima itu MENANTANG dari apa yang terbaca?
Dimana dari bacaan-nya itu sendiri tidak ada yang bisa disimpulkan bhw gara gara Adam Hawa ketipu, sifat alamiah Adam Hawa (MANUSIA) sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum, hidup KEDUA MANUSIA tsb cenderung melakukan dosa semata mata …

however ajaran sima kekeuh bilang spt ungu ?

Saya rasa sima tau ini, namun mungkin sima tutup mata aja :smiley:

Selanjutnya…

orang yang bener akan berani dan tegas untuk berkata :
Kita TIDAK TAU… setelah ketipu uler, sifat alamiah Adam Hawa itu kayak gimana.
Hidup kedua manusia tsb kayak begimana kita juga gak tau.

anyway,

KARENA
berdasarkan observasi kita SAAT INI dan berdasarkan bacaan dimana kisahnya PADA SAAT ITU, saat manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Allah melihat kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

MAKA
kita aplikasikan itu to the past … kita bikin DONGENG ajaran berupa :
setelah Adam Hawa ketipu uler, sifat alamiah Adam Hawa sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum, hidup kedua manusia tsb cenderung melakukan dosa semata mata. Allah melihat kejahatan kedua manusia tsb besar di bumi dan segala kecenderungan hati kedua manusia tsb selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Berani dan tegas kah sima bilang seperti ijo diatas ? :coolsmiley: :smiley:

atau dengan kata lain: Tidak ada Dosa di Taman Eden
sebelum Hawa makan buah.... jadi TIPUAN uler itu apa menurut sima kalo menurut sima sendiri di Eden gak ada dosa ?
Dosa adalah Pelanggaran Terhadap Hukum Allah.

sebelum Setan menggoda manusia dan sebelum makan buah yang di larang,
tidak ada pelanggaran Hukum di taman eden

sebelum Hawa makan buah…,
TIPUAN uler itu apa menurut sima, sementara menurut sima sendiri dosa adalah Pelanggaran Terhadap Hukum Allah dan tidak ada pelanggaran Hukum di Eden sebelum event makan buah ?

itulah mengapa kukatakan di awal, bahwa Tuhan tidak menciptakan manusia yang berdosa, tapi [b]manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa[/b].
Dengan demikian TIDAKLAH perlu membuat dongeng : [Kain membunuh KARENA bonyoknya ketipu uler] donk sima.
manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa
Dengan demikian, TIDAK HARUS ADA TIPUAN ULER donk sima. Dengan kata laen, tanpa ada tipuan uler PUN, atau gak usah ada yang ngajar2in ---> Adam Hawa itu sendiri possible melakukan dosa.

Dengan demikian selanjutnya : dosa tidak berwujud DULUAN ada SEBELUM terjadi aksi dosa —> berdasarkan dari apa yg sima sampaikan yg saya quote berulang-ulang. Sbb :

manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

So… menurut saya kalimatnya yang lebih pas, BUKAN berupa :
A. manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa

melainkan berupa:

B. manusia diciptakan dengan kemungkinan tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut.

Diketika oranye terpenuhi, maka ungu terjadi.

di taman Eden, tidak ada itu niat sama sekali untuk melanggar Hukum.. [b]sekarang ini[/b] kecenderungan hati manusia adalah melanggar hukum semata mata.
As you can see, bold ... hasil observasi sekarang ini

Mau ditambahin
SAAT ITU, KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

ya silahkaaaaaan… :smiley:

tapiiiiii…
NGGAK PANTES itu jadinya serta merta dibikin dongeng :
hasil observasi yang berupa ijo didongengkan : ijo itu gara gara Adam Hawa ketipu.
pengetahuan kisah yang berupa coklat didongengkan menjadi : coklat itu gara gara Adam Hawa ketipu.

KARENA
merah itu otomatis menyatakan : setelah Adam Hawa ketipu, sifat alamiah Adam Hawa sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum, hidup kedua manusia tsb cenderung melakukan dosa semata mata

bersambung

manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa manusia melanggar Hukum karena [b]timbul keraguan kepada Perintah Tuhan[/b] dan tertipu oleh Iblis
Sekali lagi, saya tidak menemukan bacaan-nya yang bisa disimpulkan bahwa setelah ketipu iblis - sebelum makan buah, timbul keraguan kepada perintah Tuhan, sima.

So,
karena tidak ada bacaannya yg bisa disimpulkan gimana gimana,
maka yg bisa diambil itu logis kesimpulan.

Dan logis kesimpulannya versi saya itu adalah :
setelah ketipu iblis sebelum makan buah, sementara Hawa tau bhw desire-nya itu jadi menyebabkan dia melanggar perintah - YET Hawa berkeinginan memuaskan desire-nya

Nah, pabila sima mao bawa bawa itu perihal [timbul keraguan kepada Perintah Tuhan], maka baiknya ini di kronologi kan :

  1. Hawa ngedenger rumpian uler

  2. Hawa jadi ragu kepada perintah Tuhan
    Jadi mana yang bener sih ? Nggak bikin gue modar ato bikin gue modar kalo makan ni buah ?

  3. Hawa ngliat pohon PBJ lalu dibenaknya :
    buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya

thdp nomor 3,
versi oda : TANPA ADA rumpian ulerPUN, event point-3 possible terjadi, desire.
versi sima : KALO gak ada rumpian uler, MAKA impossible event point-3 terjadi

  1. Hawa kemakan rumpian iblis
    Wah… rupanya Tuhan bo’ong nih… Gue gak modar kalo makan ni buah

  2. NAMBAH lagi dibenak Hawa atas hasil rumpian uler :
    lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

  3. Hawa beraksi :
    Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya

Nah… silahkan sima liat, ada sisipan event diantara setelah rumpian uler bunyi (krono-1) dan sebelum makan buah (krono 6). Pengajuan versi sima di perihal ragu (biru) itu ada di krono-2. Begimana pula itu ceritanya krono sima jadi kayak sbb ?

  1. Hawa ngedenger rumpian uler
  2. Hawa jadi ragu kepada perintah Tuhan
  3. Hawa beraksi

Sedangkan versi saya, perihal memuaskan desirenya (ijo) ada diantara krono 5 dan krono 6:
5. NAMBAH lagi dibenak Hawa atas hasil rumpian uler :
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

Hawa berkeinginan memuaskan desire-nya

  1. Hawa beraksi
di taman Eden, tidak ada itu niat sama sekali untuk melanggar Hukum
Yang saya ajukan TIDAK berupa : [Hawa berkeinginan melanggar perintah Tuhan], sima. Coba dibaca itu yang ijo berulang ulang deh :D.

So… silahkan sima bilang :
SEBELUM ada rumpian iblis, tidak ada itu niat sama sekali utk melanggar Hukum pada diri Hawa.

TAPI informasi yang Hawa denger berupa :
Sekali-kali kamu tidak akan mati - kamu akan menjadi seperti Allah

Menimbulkan desire, menggiurkan.
So, sekalipun misal bbrp saat sebelumnya (spt yg sima ajukan Kej 3:3), Hawa tidak ada niat melanggar Hukum… tapi niat memuaskan desirenya yang dia tau bahwa itu jadi melanggar hukum, ADA. Kembali lagi ke penyampaian sima yang berulang ulang kali saya quote :

manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan [b]hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan[/b] keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

Ijo = oranye.

Anehnya, sima sendiri yang ngajuin sendiri, sima sendiri pula yang menangkal oranye… sbb:
Oh… Hawa TIDAK mengenyampingkan Hukum Allah dan Hawa TIDAK berkeinginan memuaskan desirenya. Melainkan Hawa itu RAGU kepada Hukum Allah, makanya Hawa makan itu buah.

Penangkalan sima thdp oranye sima sendiri itu jadi idem kayak gini :
Oh… Hawa nggak kepengen jadi tambah pengertian. Hawa cuma sekedar ragu perintah Allah. Hawa makan itu buah cuma utk nge-test —> bener ato kagak gue modar kalo makan ini buah ya ? :cheesy:.

Gak sekalian aja sima bilang :
Hawa ragu thdp rumpian uler, makanya dia makan itu buah utk nge-test —> bener ato kagak gue NGGAK modar kalo makan ini buah ya ? ;D

Sementara padahal ADA informasi terbaca:
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

salam.

kalau sekarang, tanpa di bujuk teman pun keinginan untuk melanggar Hukum itu sudah jadi alamiah manusia
Lalu kenapa yang sima jawab berupa sbb ?
kalau menurutku anak bro @oda tersebut makan es krim di kulkas ijo adalah karena ingin tahu dan penasaran

Sekali lagi, sima itu jawabnya GIMANA/APA ?

anak saya melanggar perintah saya sbg ortu adalah KARENA :
A. ingin tau dan penasaran ?
ataukah
B. melanggar Hukum itu sudah jadi alamiah anak saya ?

manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa
Dengan demikian, terjadinya event Hawa makan buah itu ya alamiah, sima. Sifat alamiah Hawa sewaktu diciptakan : POSSIBLE melakukan dosa.

Selanjutnya :
dengan demikian, —karena Hawa diciptakan dengan ABILITY melakukan pelanggaran perintah— maka terjadinya Hawa melanggar perintah TANPA ADA rumpian uler ya tetep possible laaaaah :happy0062:.

kurang pas, kalau contoh perumpamaan yang digunakan untuk mengumpamakan keadaan Adam dan Hawa dahulu kala sebelum berdosa dengan manusia sesudah berdoosa…

sekalipun contohnya adalah anak kecil, yang sepertinya lugu dan polos, kecenderungan manusia setelah manusia jatuh dalam dosa adalah: membuahkan kejahatan semata mata…

oda : ADA/TIDAK ADA niat orang itu gak selalu sertamerta selamanya, kan sima. Detik ini saya GAK ADA niat utk nonton TV, sekian menit kemudian it's always possible saya ADA niat nonton TV. That's the point.

contoh diatas ini terjadi setelah manusia jatuh dalam dosa…
disinilah penggunaan “WILL atau KEHENDAK” dilatih…
sekalipun ada niat untuk nonton TV, sesorang dengan "WILL"nya dapaat memilih untuk tidak menonton TV…

Di detik sima "ngedenger" Hawa berkata Kejadian 3:3 ---> sima bilang : [kalimat tsb menunjukkan bahwa [u]Hawa tidak memiliki[/u] jiwa pemberontak]. Dimana selanjutnya sima bilang : [i]dengan demikian ya Hawa SELAMANYA tidak memiliki jiwa pemberontak.[/i]

betul… :afro: :afro: :afro:
Kejadian 3:3 adalah bukti bahwa: Hawa Ingat Perkataan Tuhan, yang dikatakan Tuhan kepada suaminya…
Tuhan tidak mengatakan Firman itu langsung kepada Hawa, tapi kepada Adam, dan Adam menyampaikan kembali perintah tersebut kepada Istrinya…
Kejadian 2
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia (ADAM) : "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Firman TUhan kepada ADAM jangan kau makan Buahnya, tapi Hawa lupa perkataan suaminya dengan menambahkan kalimat, Jangan Makan dan Raba…

Tapi yang lebih terasa aneh lagi buat saya adalah kalimat sima yg sbb : Kalimat diatas buat saya itu menunjukkan Di saat Hawa berkata Kej 3:3 ---> SAAT ITU Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak. However, ketika Hawa tertipu ---> di SAAT INI Hawa memiliki jiwa pemberontak.

kalau yang saya pelajari, sekalipun secara alamiah Adam dan Hawa sudah berubah menjadi lebih lemah secara fisik dan condong kepada dosa,
tidak ada catatan Alkitab bahwa Adam dan Hawa melanjutkan hidup yang memberontak…
melalui Kurban yang melambangkan Pengorbanan Kristus Manusia itu menyesal dari dosa dosa mereka, dan sangat kuimani, Adam dan Hawa bertobat dan menerima Jasa Penebusan Kristus, dan kelak akan dibangkitkan Kristus dari kematian dan untuk menerima Keselamatan.

Kej 3:21
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

binatang yang mati lalu kemudian dikuliti dan kulitnya dibuat menjadi Pakaian Adam dan Hawa adalah Lambang Kematian Kristus, lambang kulit Yesus Kristus yang terkoyak koyak, sehingga dengan melalui kematian Yesus manusia itu diselamatkan dan Jubah Kebenaran Kristus akan dipakaikan Allah kepada Adam dan Hawa untuk menutupi ketelanjangan dosa dosa mereka…

dan kelak Adam dan Hawa oleh Iman kepada Yesus Kristus akan diselamatkan.

Nah... begimana pula sima bilang : [[i]Oh... itu cauma karena ketipu saja si Hawa makan buah...[/i]] sementara padahal [u]DI ANTARA point ketipu dan point aksi makan buah[/u], logis kesimpulannya adalah timbul jiwa pemberontakan at the same time cinta-diri pada Hawa ?

ya betul Dosa diawali di dalam pikiran yang meragukan perkataan Allah…
bro @odading tidak boleh mengabaikan begitu saja peran ular yang melakukan penipuan di taman eden,
meskipun begitu tertipu dan lupa tetap bukanlah alasan untuk melanggar Hukum Allah.

Adam tetap terdakwa sebagai Pelanggar Hukum, tapi Iblis sebagai Bapa segala dusta adalah dalang dari semua pemberontakan ini…

So... Adam Hawa selama itu fine fine aja ... KARENA : A. tidak makan buah selama itu ? ataukah B. tidak ada tipuan selama itu ?

Yups betul, Singkat, Jelas dan Padat… :afro: :afro: :afro:

bersambung…

DIMULAI oleh sifat alami Adam Hawa yang sudah dirusak oleh dosa SEBELUM mereka makan buah.

Sifat alami Adam dan hawa adalah BAIK

Allah yang maha kuasa menciptakan dengan BAIK .

Karena Allah adalah Allah

Bukan karena RAKUS Adam Hawa memakan buah larang, tetapi karena KEINGINAN MEREKA INGIN SEPERTI ALLAH , MENGETAHUI YANG BAIK DAN JAHAT.

Kej 3
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Demikian pula dengan anda , anda INGIN mempunyai pandangan bahwa pada mulanya Allah menciptakan Adam dan Hawa sudah berdosa dan rakus pada buah.

Maka jadilah ini merupakan KEINGINAN ANDA SENDIRI .

Manusia selalu jatuh pada KEINGINAN KEINGINAN SENDIRI YANG SUDAH CENDRUNG BERDOSA, MELAWAN ALLAH.

ITULAH DOSA, MELAWAN HUKUM ALLAH.

Allah memberikan HUKUM BAGI MANUSIA, Allah pencipta manusia, tentu mengetahui KELEMAHAN KELEMAHAN YANG ADA PADA MANUSIA.

Manusia yang diciptakan dari debu tanah.

Manusia yang tidak tahu diri yang ingin MENGATUR ALLAH.

Tujuan Allah menciptakan manusia adalah UNTUK MEMULIAKAN ALLAH.

Sedangkan dosa adalah TIDAK MENCAPAI STANDARD ALLAH , dimana manusia melakukan hal hal yang tidak memuliakan Allah.

Pemerintah menetapkan hukum2 dan undang2, kalau tidak ada hukum dan undang2 tentu negara menjadi kacau.

Dapat manusia hidup tanpa hukum dan standard ???

Anda mencela Adam dan Hawa , artinya anda mencela nenek moyang anda sendiri, karena mereka adalah presentatif manusia pertama, nenek moyang seluruh umat manusia.

Adam dan Hawa diciptakan dengan standard :

  • Tidak dapat berbuat dosa
  • Dapat berbuat dosa

Mereka mempunyai free will atas itu .

Ternyata mereka gagal atas ujian yang datang .

Demikian juga kita yang sekarang ini, pada masa keadaan yang makin canggih , seharusnya kita merenungkan , apakah kita siap sedia untuk menghadapi semua cobaan cobaan ???