apa maksud dilaksanakannya event pembaptisan ?

Mohon diketahui, point dari thread ini bukan mengenai cara2 pelaksanaan ritual baptis. Selam kek, percik kek bukan fokusnya - melainkan : ritual pembaptisan itu sendiri diadakan maksudnya untuk apa baik secara dari sudut pandang yg membaptis maupun yang dibaptis.


Topik ini berangkat dari pertanyaan sbb :

berikut respond saya :

Sepanjang yg saya pendapati, event pembaptisan adalah tradisi.
Ibarat kata “nggak jauh beda beda amat dgn event pernikahan”.
So, setelah menikah : pasangan ini legal sbg suami istri (sudah sah)
setelah dibaptis : orang ybs ini legal sbg orang yg beragama Kristen (sudah sah).

Selanjutnya
setelah menikah, maka bisa diterapkan bagaimana itu pasangan suami istri bertindak/berbuat sesuai “Law” yg berlaku secara “setempat”.

idem dgn setelah dibaptis…
setelah dibaptis, maka bisa diterapkan begimana itu sso yg beragama Kristen bertindak/berbuat sesuai “Law” yg ada di agama Kristen.

So, menjawab directly pertanyaan orange :
tidak - saya tidak sedang mao bilang bhw supaya selamat harus pakai ritual baptisan

setara dengan event pernikahan :
untuk berhubungan sex antara pria dan wanita yg telah saling mengucap ikrar (tanpa ada orang laen lagi) tidak diperlukan tradisi pernikahan.


Namun diatas itu saya sendiri tidak tau bener/kagaknya kalo ditinjau secara agama Kristen … karena apa yg saya kemukakan diatas adalah pov general (per individu).

So… ungu diatas :wink:

:slight_smile:
salam.

Nanti anda bertanya, saat baptis itu saat mengucapkan janjinya, atau saat air pertama tersentuh, atau malah setelah selesai bersentuhan dengan air baptisan…

Urusannya sama sama puyeng… he he heh e…

Ada ayat Oda,
…memohonkan hati nurani yg baik kpd Allah…

1 Petrus 3
21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Wowwww…

wowowwww?

nantikan respon kriting Oda selanjutnya

So…

pertanyaan saya : ritual pembaptisan itu sendiri diadakan maksudnya untuk apa baik secara dari sudut pandang yg membaptis maupun yang dibaptis ?

jawabannya adalah : kalimat merah.

Bener gak kalo saya ilustrasi-in kira2 sbb :
Di baptisnya cuplis adalah simbolisasi bhw cuplis datang kepada Allah memohon agar diberikan hati nurani yang baik olehNya.

Please CMIIW.

Selanjutnya saya tekankan point saya pada kalimat bold underlined : Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus,

berangkat dari kalimat bold underlined, saya ajukan pertanyaan dari aleph ke temen2 yg udah respond disini :

Nah… apa jawaban-nya dari temen2 ?

:slight_smile:
salam.

Maksud event pembaptisan?
Bukankah Tuhan Yesus Kristus memerintahkan agar rasul memuridkan semua bangsa melalui pembaptisan?
Namun demikian, tiap orang dimerdekakan bersedia dibaptis ato tidak ato murtad setelah dibaptis, ato bagaimanapun. Yang pasti, tiap pilihan mempunyai konsekuensi. Keselamatan itu diberikan, tiap orang merdeka, mau ambil silahkan, mau ncuwek bwebwek, monggo. Terima konsekuensi.

Salam logika macam-macam.

Nah itu. Untuk apa dilakukan event pembaptisan ?

dari henhen dan siip, katanya : untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah.

Dimana sikonnya saya duga kayak sbb :
Di baptisnya cuplis adalah simbolisasi bhw cuplis datang kepada Allah memohon agar diberikan hati nurani yang baik olehNya.

Please CMIIW.

:slight_smile:
salam.

yup Oda

Kristen dibaptis, itu karena perintah Yesus sendiri, serta meneladani Yesus yang pada waktu hidup di dunia ini pun dibaptis sebelum memulai pelayananNya

apakah baptisan menyelamatkan? ngga, makanya disebutkan baptisan itu kiasan dalam ayat tersebut kan
yang menyelamatkan hanya Yesus Kristus saja
ada orang yang percaya Yesus ngga punya kesempatan dibaptis pun tetap selamat, Yesus sendiri yang jamin

tetapi orang yang punya kesempatan haruslah melakukan baptisan
untuk memohonkan hati nurani yang baik, untuk kemudian bisa hidup sama seperti Kristus telah hidup

saya dibaptis karena itu adalah perintah Yesus, so buat saya itu bukan simbolisasi, itu bentuk suatu bentuk ketaatan

boleh juga anggap baptisan itu sebagai langkah iman untuk memenuhi ayat “iman tanpa perbuatan adalah mati”

saya dibaptis karena itu adalah perintah Yesus, so buat saya itu bukan simbolisasi, itu bentuk suatu bentuk ketaatan

boleh juga anggap baptisan itu sebagai langkah iman untuk memenuhi ayat “iman tanpa perbuatan adalah mati”

Betul, setuju…

Maap saya masih tidak/belon mengerti pada kalimat bold, hen.

Mari kita tinjau dari kacamata gereja, pihak yang membaptis.
Sso itu sudah sah sebagai orang yg beragama Kristen itu diliatnya begimana ?
a. sso yg belon dibaptis tidak bisa dibilang sbg orang beragama Kristen yg sudah sah
b. sso yg walopun belon/tidak dibaptis bisa dibilang sbg orang beragama Kristen yg sudah sah

apakah baptisan menyelamatkan? ngga
Pertanyaannya : apakah yg dibaptis itu sudah diselamatkan ?

X. Kalo jawabnya : ya … sudah diselamatkan
Dengan demikian, baptisan itu BUKAN perihal keselamatan - melainkan perihal ketaatan sbg orang yg telah diselamatkan. Selanjutnya pertanyaan yg spt ungu itu gak bisa diajukan.

Y. Kalo jawabnya : tidak … belon diselamatkan
Dengan demikian, baptisan itu adalah salah satu syarat yg mesti ditaati oleh orang yg belon diselamatkan. Selanjutnya pertanyaan yg spt ungu bisa diajukan.

ada orang yang percaya Yesus ngga punya kesempatan dibaptis pun tetap selamat, Yesus sendiri yang jamin
Hanya saja orang ini belon secara sah beragama Kristen (karena belon dibaptis) ? ataukah orang ini sudah sah beragama Kristen (walopun belon dibaptis) ?
saya dibaptis karena itu adalah perintah Yesus, so buat saya itu bukan simbolisasi, itu bentuk suatu bentuk ketaatan
Dengan demikian sikonnya point-X. Please CMIIW.

Kembali lagi secara dari kcmt gereja sbg pihak yg membaptis, ini begimana ya ?
Yang A ? atokah yg B ?

contoh-1
Ananias (sbg pihak yg membaptis) bilang ke Saulus :
Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

contoh-2
Petrus (sbg pihak yg membaptis) di kisah Kornelius :
Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus

contoh-3
Filipus (sbg pihak yg membaptis) di kisah sidasida :
Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”
Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah

contoh 1 dan 2 menuntun ke kesimpulan pihak yg membaptis tidak lagi memerlukan mao/kagak-nya si orang ybs, karena di pov pihak yg membaptis percaya/yakin bhw orang2 ybs itu memang sudah sbg orang percaya (Believer).

dilain sisi,
contoh 3 menggambarkan bhw walopun si pihak yg dibaptis udah menyatakan bhw dirinya mao dibaptis namun dr pov pihak yg membaptis (Filipus) dia masih memerlukan pengetahuan terlebih dahulu apakah sidasida percaya dgn segenap hati. Kalo YA … boleh dibaptis. Kalo Tidak/Belon … ya artinya Filipus tidak akan membaptis sidasida ini.

Baik itu contoh 1 2 3, kesimpulan saya adalah :
dari pihak yg membaptis itu harus eksis dulu percaya bhw orang ybs memang sudah sbg orang percaya (Believer) - barulah mereka mao/bisa membaptis.

Yang menjadi pertanyaan :
apakah di pihak yg membaptis itu juga eksis percaya bhw org ybs tsb sudah diselamatkan - oleh karena itu mereka mao membaptis ?

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Berangkat dari ayat diatas (imo) konsekwensi logik dari pov pihak yg membaptis adalah :
mereka percaya bhw orang ybs tsb sudah selamat/diselamatkan melalui pengetahuan mereka mengenai sikon orang ybs (contoh misal, Saulus / Kornelius) … ataupun melalui ucapan dari si orang ybs itu percaya (contoh misal, sidasida) barulah mereka mao membaptis.

Apakah pengertian saya mengenai yg dari kcmt pihak yg membaptis adalah benar ?
Please CMIIW.

:slight_smile:
salam.

saat itu agama Kristen lom ada
pengikut Kristus baru disebut Kristen puluhan tahun kemudian
jadi sejak dari mulanya baptisan itu sebenarnya bukan “alat legitimasi” seseorang untuk jadi beragama Kristen, saat itu orang dibaptis karena diperintah Yesus, meneladani Yesus

sampai sekarang pun orang bisa saja beragama Kristen tanpa dibaptis
kan ga pernah ketemu orang yang dilarang ke gereja kalo ga dibaptis toh

selamat / tak selamat itu karena percaya Yesus
bukan karena dibaptis
salah satu langkah iman / bentuk ketaatannya adalah dibaptis

pihak yang membaptis mereka melakukan apa yang diperintahkan Yesus
dibuat simple aje bro

ya
asal percaya saja sudah bisa dibaptis (walaupun ngga salah juga ada beberapa gereja yang mewajibkan belajar terlebih dahulu sebelum bisa dibaptis)

soal pengetahuan, kadangkala ada orang yang mesti ngerti dulu baru dirinya mau rela dibaptis
kan kita ngga bisa maksa orang

dari pihak pembaptis dia melakukan perintah Yesus dan percaya yang dibaptis sudah percaya Yesus berdasarkan pengakuan iman
dari yang dibaptis mereka melakukannya sesuai apa yang sudah dijelaskan diatas

lagipula… ngapain juga orang ngga percaya Yesus minta dibaptis sih? kadang2 logikamu itu terlalu bablas…

@Hen

sampai sekarang pun orang bisa saja beragama Kristen tanpa dibaptis kan ga pernah ketemu orang yang dilarang ke gereja kalo ga dibaptis toh

Betul, tetapi ybs tidak tercatat di gerejanya sebagai anggota, juga tidak berhak menerima sakramen (di Gereja Katolik).

ya belon ada, anyhow Filipus tetep bilang kayak gini : Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh ke sidasida.

lagipula.... ngapain juga orang ngga percaya Yesus minta dibaptis sih? kadang2 [b]logikamu itu terlalu bablas[/b]....
So, demikian juga logika Filipus terlalu bablas, kan ? :char11:

Idem pasangan penganten menjawab “I do” - ngapain juga ditanya lagi apakah mereka bersedia sehidup-semati ? Itu juga logika bablas kan ? Memangnya mereka akan bilang “I don’t” ? Tapi bukan ini point saya. Saya nggak segoblog itu berlogika.

pengikut Kristus baru disebut Kristen puluhan tahun kemudian jadi sejak dari mulanya baptisan itu sebenarnya bukan "alat legitimasi" seseorang untuk jadi beragama Kristen, saat itu orang dibaptis karena [b]diperintah Yesus[/b], meneladani Yesus
para Rasul ... ya memang diperintah oleh Yesus utk membaptis.

Terlepas sudah ada ato kagak itu agama Kristen … emangnya secara dari pov para Rasul itu sekarang jadi berobah pov-nya secara dari pov Gereja sekarang (pihak yg membaptis) ?

Entah apa jawaban dari pihak Gereja Kristen … yang saya ngertikan, kayaknya nggak berubah … yakni : pihak yg akan membaptis itu memerlukan suatu pengetahuan dulu bhw orang yg akan dibaptis itu percaya baik itu melalui pengetahuan sikon si ybs spt contoh Saulus/Kornelius maupun melalui ucapan spt contoh sidasida.

contoh ilustrasi :
cuplis yg udah dikenal orang2 gereja sebagai jemaat gereja tsb namun belon dibaptis.
suatu hari cuplis dateng minta dibaptis —> ya disini mungkin nggak diperlukan lagi gereja nanya “apakah sodara bener2 percaya ?” sebelon melakukan pembaptisan. (event Saulus/Kornelius).

dilain sisi,
ada orang gak dikenal ujug2 nongol ke suatu gereja minta dibaptis.
Ya tentunya pihak gereja akan memerlukan ucapan dari si ybs melalui pertanyaan “apakah sodara bener2 percaya ?” sebelon melakukan pembaptisan. (event sidasida).

sampai sekarang pun orang bisa saja beragama Kristen tanpa dibaptis kan ga pernah ketemu orang yang dilarang ke gereja kalo ga dibaptis toh
Ya... Jaman sekarang juga ada banyak pasangan yg udah di consider sbg layaknya suami istri tanpa pernikahan :char11:... namun point saya adalah event pembaptisan itu sendiri dari pihak yg membaptis, hen.

bersambung

selamat / tak selamat itu karena percaya Yesus bukan karena dibaptis
Ya... saya tau itu. Point saya disini adalah konsekwensi logik dari pov pihak yg akan membaptis itu kayak apa ?

Contoh misal Filipus.
Diketika Filipus mendengar sidasida berkata : Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah —> ini “dihadapan” Filipus artinya si sidasida itu telah selamat/diselamatkan ? ato belon ?

pihak yang membaptis [b]mereka melakukan apa yang diperintahkan Yesus[/b] dibuat simple aje bro
amat sangat simpel sekali kok. Bold itu tidak sekedar didalam sikon yg kayak sbb : ada orang dateng ke gereja minta dibaptis - [b]tanpa babibu[/b] gereja langsung membaptis karena diperintahkan Yesus.

Susah banget sih, padahal udah saya rinci tapi kok diabaikan ?
Disini saya mengeluarkan pendapat bhw gereja (pihak yg membaptis) tidak tanpa babibu langsung membaptis karena ada orang minta dibaptis. Pihak yg membaptis memerlukan pengetahuan dulu apakah orang yg akan dibaptis itu emang percaya baik liwat sikon contoh spt Paulus/Kornelius maupun liwat ucapan dari si ybs spt sikon sidasida. —> ini bener apa kagak pendapat saya ?

[b]ya asal percaya saja sudah bisa dibaptis[/b] (walaupun ngga salah juga ada beberapa gereja yang mewajibkan belajar terlebih dahulu sebelum bisa dibaptis)
Nah itu. Dengan demikian pihak gereja memang memerlukan pengetahuan terlebih dahulu bhw orang yg datang minta dibaptis itu percaya, baik itu berupa sikon spt Saulus/Kornelius maupun berupa ucapan dari orang ybs.

Jangan lagi bilang logika saya terlalu bablas …
saya juga jadinya akan bilang logika gereja terlalu bablas, wong orang dateng minta dibaptis kok masih ditanyain dirinya percaya ato nggak ? Ngapain juga orang ga percaya dateng minta dibaptis ?

Berikut ini sebenernya udah saya tulis, namun karena belon dijawab - saya ulang lagi

ya
asal percaya saja sudah bisa dibaptis
Nah… dengan adanya pengetahuan di pihak yg akan membaptis bhw orang yg akan dibaptis itu percaya … dari pov pihak yg akan membaptis ini orang ybs itu sudah selamat/diselamatkan ato belon ?

(imo) konsekwensi logik dari pov pihak yg akan membaptis (gereja/Ananias/Filipus) adalah :
mereka percaya bhw orang ybs tsb sudah selamat/diselamatkan melalui pengetahuan mereka mengenai sikon orang ybs (contoh misal, Saulus / Kornelius) … ataupun melalui ucapan dari si orang ybs itu percaya (contoh misal, sidasida).

Please CMIIW.

Dengan demikian, secara pov Gereja Katolik :
sso yg belon dibaptis tidak bisa dibilang sbg orang beragama KristenKatolik yg sudah sah

Bener gak saya brc ?
Please CMIIW.

Mohon dimengerti, disini saya tidak sedang “ngadu-in” mengenai adanya perbedaan2 regulasi yg ada di masing2 Gereja. Point saya adalah event pembaptisan itu sendiri dari kcmt gereja (pihak yg membaptis). So… saya menerima segala masukan baik itu yg dr kcmt gereja Katolik, kcmt gereja Protestan, kcmt gereja denom2 lainnya.

:slight_smile:
salam.

Diadu juga gak apa apa, koq, karena memang itu apa adanya.

Di Katolik, seseorang baru tercatat sebagai anggota Gereja Katolik, saat seseorang di baptis secara Katolik, atau seseorang yang telah dibaptis di gereja lain, menyatakan diri masuk ke gereja Katolik.
Dalam ha ini, baptis, di Gereja Katolik adalah pintu gerbang yang harus dilalui.

tetap saja Oda,
logikamu itu terlalu bablas

Filipus menanyakan suatu hal yang wajar, bukan kayak logikamu itu
baca lagi ayatnya :

Kisah 8
35. Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
36. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”
37. (Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")

udah byurrrr baptis, jawaban sida sida itulah yang Filipus pegang, ngga pake ribet, ngga pake embel2 logika aneh2
kalo kamu masih nanya lagi artinya logikamu itu kebangeten
ya mungkin cuma saya aja yang merasa seperti ini
tapi itulah apa yang saya pikirkan tentang kamu apa adanya

asal percaya kepada Yesus, siapapun boleh dibaptis (titik)
syarat keselamatan adalah percaya kepada Yesus (titik)
taunya darimana? ya kita percaya aja sama ucapannya, masa kita mesti rontgen hatinya? kan konyol logikamu itu

soal ini harusnya sudah clear
kita ga perlu mastiin apakah hati seseorang murni atau tidak waktu dibaptis, itu urusan ybs dengan Tuhan sendiri
jgn dilogikain lebih jauh lagi

saya nemenin puluhan orang dibaptis ngga pernah ada tuh ditanya dulu kamu percaya Yesus? baru jawab ya, baru kemudian dibaptis, seperti yang kamu analogikan dengan pernikahan itu

barangsiapa datang untuk memberikan diri dibaptis, kita percaya mereka datang dengan niat yang baik dan sudah percaya Yesus
kalo ada yang datang kesuatu event baptisan tapi ngga percaya Yesus mungkin dia salah masuk ato mungkin dia pengen numpang mandi

Dari kacamata seorang Petrus yang diutus kepada bani Israel, pembaptisan memang harus dilaksanakan –mengingat baptisan air itu tradisi dari ajaran Taurat–; Sedangkan bagi kita yang gentile, harus didasarkan pada pemberitaan rasul Paulus sebagai rasul yang diutus kepada gentile.

Rasul Paulus mengatakan:

1Kor. 1:17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Namun demikian bukan berarti gentile tidak boleh melakukan baptisan air… boleh-boleh saja, asalkan gentile tsb bersedia juga mengikuti semua aturan atau kebiasan-kebiasaan (tradisi) bani Israel yang Taurat :smiley: