apa maksud dilaksanakannya event pembaptisan ?

udah dikasih tau, ini yang kedua kalinya loh ya… “jangan lagi bilang2 logika bablas !” … mao tetep ngotot ? so, artinya kamu lagi menyatakan bbrp denom Gereja menjalankan logika bablas !

[i]Just like in a marriage ceremony, the candidate will be asked some big questions during their baptism:

Do you acknowledge Jesus Christ as your Saviour and Lord?

When the candidate says ‘I do’ the Minister lowers the candidate under the water[/i]

“Are you trusting Jesus Christ as your Lord and Savior? If so, please respond by saying, ‘Jesus is my Lord.’”
http://www.rayfowler.org/sermons/baptism-service/

We ask those who are candidate for baptism questions like “do you believe that Jesus is the Son of God, who died on the cross and on the third day he rose from the dead for the forgiveness of your sins?”
http://evidenceforchristianity.org/what-is-the-correct-formulawords-to-say-for-doing-a-baptism-are-there-historical-accounts-which-help-can-decide-this-question/

The speaker then invites all baptism candidates to answer two simple questions as one way to make a verbal “public declaration” of their faith.

We feel it is proper for the baptismal candidate to publicly express his faith. You will be asked to answer a question or two along these lines: “Do you believe that Jesus Christ is the Son of God, and do you proclaim Him as your Lord and Savior?” Your response would be, “Yes, I do!” http://www.pikespeakchristian.org/pastoral-care/baptism/

Nggak malu ? ternyata ada gereja Kristen yg juga berlogika bablas ?
sakit jiwa :char11:

mereka menanyakan hal itu sesuai dengan apa yang dikatakan di Alkitab
sesuai dengan apa yang diperbuat Filipus :
Apakah kau percaya Yesus?
Percaya !
wes dibaptis

hal itu biasanya ditanyakan pas saat katekisasi / pelajaran pas saat baptis / mengisi form baptis

kalopun ada yang menanyakan hal itu, mereka melakukannya karena percaya Firman Tuhan, bukan karena bablasnya logika mereka yang seperti ini :
Diketika Filipus mendengar sidasida berkata : Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah —> ini “dihadapan” Filipus artinya si sidasida itu telah selamat/diselamatkan ? ato belon ?
ngga ada urusannya orang tersebut telah selamat / diselamatkan dihadapan Filipus
itu urusan ybs sama Tuhan

pertama :
setelah saya kasih bukti bhw ADA itu gereja yg menanyakan spt waktu orang ngadain ritual perkawinan … sekarang kamu berkelit mengenai apa yg kamu bilang bablas logika, yakni pihak yang membaptis menanyakan perihal percaya ke orang ybs.

saya nemenin puluhan orang dibaptis ngga pernah ada tuh ditanya dulu kamu percaya Yesus? baru jawab ya, baru kemudian dibaptis, seperti yang kamu analogikan dengan pernikahan itu

So, bold itu alasanmu bilang “bablas logika” karena saya berpendapat bhw sebelon di baptis - si pihak yang membaptis ada bertanya ke yg akan dibaptis terkait Yesus.

Makanya BACA pake otak itu tulisan saya :

Idem pasangan penganten menjawab "I do" - ngapain juga ditanya lagi apakah mereka bersedia sehidup-semati ? Itu juga logika bablas kan ? Memangnya mereka akan bilang "I don't" ? Tapi bukan [b]ini point saya[/b]. Saya nggak segoblog itu berlogika.
saya nemenin puluhan orang dibaptis [b]ngga pernah ada tuh ditanya dulu kamu percaya Yesus? [/b]baru jawab ya, baru kemudian dibaptis, seperti yang kamu analogikan dengan pernikahan itu

gak usah berkelit laaaah… :char11:

kedua :
Setelah nyadarin bhw ADA gereja yg bertanya ke orang yg akan dibaptis - sekarang jadinya kamu belokin ke perihal orange dibawah.

BACA lagi itu kalimat ungu pake otak.
Disitu terdapat tanda tanya !
ini “dihadapan” Filipus artinya si sidasida itu telah selamat/diselamatkan ? ato belon ?

ngga ada urusannya orang tersebut telah selamat / diselamatkan dihadapan Filipus [b]itu urusan ybs sama Tuhan[/b]
aduh ... goblog jangan dipiara atuh hen :char11:.

Saya bertanya ungu ke orang Kristen, dimana saya menjabarkan pengertian saya sbb :

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Berangkat dari ayat diatas (imo) konsekwensi logik dari pov pihak yg membaptis adalah :
mereka percaya bhw orang ybs tsb sudah selamat/diselamatkan melalui pengetahuan mereka mengenai sikon orang ybs (contoh misal, Saulus / Kornelius) … ataupun melalui ucapan dari si orang ybs itu percaya (contoh misal, sidasida) barulah mereka mao membaptis.

mereka menanyakan hal itu sesuai dengan apa yang dikatakan di Alkitab sesuai dengan apa yang diperbuat Filipus : Apakah kau percaya Yesus? Percaya !
So... nggak bablas kan logikanya, bhw ADA itu gereja yg menanyakan ke orang ybs sebelon dibaptis kayak di ritual perkawinan ? :tongue:
mereka menanyakan hal itu sesuai dengan apa yang dikatakan di Alkitab sesuai dengan apa yang diperbuat Filipus : Apakah kau percaya Yesus? Percaya !
Sekali lagi saya tanyakan :

ini “dihadapan” pihak Gereja artinya si orang yg akan dibaptis itu telah selamat/diselamatkan ? ato belon ?

Baca lagi itu bold dan gunakan otak dalam mencerna kalimat tsb.
Saya tidak tulis “dihadapan pihak Allah” !
Dan itu kalimat bertanya !

Terkait pertanyaan ungu, saya kemukakan pendapat saya spt orange.
Kalo orange itu = SALAH … nyatakan salah, lalu paparkan begimana yang bener !

JELAS GAK, HAH ?!

oke… makasih brc atas masukannya.

Kembali mengenai pertanyaan saya, saya ingin tau dari pihak agama Kristen :
“dihadapan” pihak Gereja artinya si orang yg akan dibaptis itu telah selamat/diselamatkan ? ato belon ?

Sekali lagi, yang saya tanya adalah dari kacamata pihak Gereja (pov ajaran agama Kristen) BUKAN dari kacamata Allah.

Sementara menurut saya adalah :
Gereja percaya bhw orang ybs tsb sudah selamat/diselamatkan
Kalo orange saya salah, mohon dijelaskan yang begimana yang sebenarnya.

:slight_smile:
salam.

Seperti di atas sudah saya ebutkan, bahwa baptis adalah gerbang awal keelamatan. Yang belum melalui gerbang berarti belum masuk kan? Jadi yang belum dibaptis berarti belum selamat.

Baptisan air tidak bisa dijadikan jaminan pasti keselamatan orang yang melakukannya.

Baptisan air hanya merupakan tanda –kesungguhan– seseorang yang mau diselamatkan oleh TUHAN… itupun hanya teori saja (menurut pendapet saya); sedangkan kebenarannya sendiri hanya TUHAN saja yang menilainya.

Apakah yang sudah dibaptis pasti selamat?

Yesus Kristus mengatakan:
Mrk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. :smiley:

“PASTI”-nya akan diselamatkan; bukan PASTI-NYA DISELAMATKAN.

Saya mencoba membandingkan ayat Mrk 16:16 tersebut di interliner Biblehub dan menemukan sebagai berikut :

He who having believed and having baptized will be saved, the (one) however having disbelieved will be condemned.

Kata percaya menggunakan kata “pisteusas” sebagai Verb - Aorist Participle Active - Nominative Masculine Singular.

kata dibaptis menggunakan kata “baptistheis” sebagai Verb - Aorist Particple Passive - Nominative Masculine Singular.

kata tidak percaya menggunakan kata “apistēsas” sebagai Verb - Aorist Participle Active - Nominative Masculine Singular.


Kenapa pakai “AKAN” dan bukan “PASTI”?

Saya mundur 1 ayat ke ayat 15 :
(15) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Saya menafsirkan bahwa ada empat kemungkinan yang terjadi antara waktu para Rasul memberitakan Injil sampai sebelum waktu “will be saved” atau “will be condemned” tiba :

  1. Ada orang yang percaya dan dibaptis.

  2. Ada orang yang tidak percaya.

  3. Ada orang yang tadinya sudah percaya dan sudah dibaptis menjadi tidak percaya (apistēsas / having disbelieved) atau mengkhianati apa yang sudah dia percayai dan mengkhianati baptisannya.

  4. Ada orang yang tadinya tidak percaya menjadi percaya (pisteusas / having believed) dan dibaptis (baptistheis / having baptized).


Berdasarkan tafsiran saya di atas, tidak.

yang saya bilang bablas logika itu adalah mengenai hal “rontgen hati”, mengenai hal ini nih :

ini “dihadapan” pihak Gereja artinya si orang yg akan dibaptis itu telah selamat/diselamatkan ? ato belon ?

karena pihak gereja/yang membaptis gak bakalan lah bisa memastikan hal tersebut, emangnya kita bisa lihat hati orang beneran percaya atau kagak? justru hal tersebut hanya Allah yang bisa memastikannya, kita membaptis berdasarkan pengakuan ybs, setelah itu pun ybs wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup
itu menurut saya pertanyaan yang bablas

makanya saya tegaskan dikalimat ini kan :
kalo kamu masih nanya lagi artinya logikamu itu kebangeten

baca lagi post saya

Akur… :smiley:

Bro oda,

pertanyaan oda ini

bagi saya agak aneh, karena sepengetahuan saya, pengetahuan bro oda ttg Alkitab lebih banyak dari wilef.

Apakah oda lupa atau pura-pura lupa ttg nats

MT 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Mark 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Jadi di pov yg membaptis dan yg dibaptis, baptisan adalah pelaksanaan perintah Yesus sebagai bentuk Iman/ ketaatan dan sekaligus sebagai salah satu syarat Keselamatan.

wilef, saya pernah sempet tau mengenai ayat ayat … NAMUN saya kan nonK … sudut pandangnya ya cuma secara nonK, jadi saya sendiri tentunya tidak tau pandangan dari orang2 Kristen itu sendiri.

Saya ada ngobrol sama siip, henhen, brc dan sekarang wilef di thread ini.

berangkatnya thread ini dari pertanyaan aleph di thread laen :
Apakah anda mau bilang, supaya selamat harus pakai ritual baptisan?

siip :
1 Petrus 3
21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus,

  1. henhen :
    apakah baptisan menyelamatkan? ngga

  2. brc :
    Jadi yang belum dibaptis berarti belum selamat.

  3. wilef :
    baptisan adalah pelaksanaan perintah Yesus sebagai bentuk Iman/ ketaatan dan sekaligus sebagai salah satu syarat Keselamatan.

Saya nggak sedang menyangkal pendapat henhen bhw baptisan tidak menyelamatkan. NAMUN (imo), ini adalah pov general … BUKAN pov ajaran agama Kristen. IMO, secara pov ajaran agama Kristen (pihak Gereja - pihak yg membaptis) orang yang akan dibaptis itu dipercayai sudah selamat/diselamatkan - dimana baptisan adalah bentuk ketaatan dari diri sso yg sudah selamat/diselamatkan. Dengan demikian : baptisan itu adalah tanda dari sso yg sudah selamat/diselamatkan —> selanjutnya “sah” disebut beragama Kristen. Mohon jangan lupa, pointnya disini adalah secara dari pov agama Kristen menurut saya.

Point 2 dari brc, logik-nya masih masuk / keterima oleh saya, namun itu pabila sikon-nya itu sendiri lagi “jauh” dari event pembaptisan. Sedangkan kalo orang ybs itu sendiri sudah ada dihadapan Gereja dalam bbrp jangka waktu lagi akan dibaptis oleh Gereja —> maka saya jadinya nggak sependapat dgn masukan dari brc lagi, karena (imo) di pov Gereja ya itu ijo :char11:

Point 2 dari brc dengan point 3 dari wilef mirip.
Anyway, terlepas dari adanya perbedaan pendapat saya dengan wilef (atopun brc) —> maka sikon selanjutnya setelah pembaptisan adalah : (imo) secara pov ajaran agama Kristen, Gereja percaya bhw orang yg sudah dibaptis itu telah selamat/diselamatkan.

bersambung

Sekarang mari kita posisikan yang point-1 dari henhen itu adalah pov ajaran agama Kristen : [baptisan tidak menyelamatkan]. Maka timbul pertanyaan : lalu ngapain baptis/membaptis kalo ajaran agama Kristennya : [baik itu dibaptis belon tentu orang masuk surga - baik itu tidak dibaptis belon tentu orang masuk neraka] ?

wilef memberikan jawaban, dimana wilef ada bilang bhw baptisan adalah [bentuk Iman/ ketaatan] dari kedua belah pihak, yakni pihak Gereja yg membaptis dan pihak orang yg dibaptis.

Oke…
dari pihak Gereja yg membaptis —> pihak ini lagi mentaati perintah Yesus untuk melakukan ritual baptisan.

NAMUN… pertanyaannya :
di pov Gereja, diketika AKAN membaptis sso —> eksis ato kagak di pov Gereja orang yg akan mereka baptis ini adalah orang yg sudah percaya Yesus ---- Gereja percaya bhw orang yg akan dibaptis ini adalah orang yg sudah percaya Yesus ?

IMO, jawabannya yg pas adalah : YA eksis ungu.
Dengan demikian secara dari pihak yg akan dibaptis ini, membaptiskan dirinya adalah bentuk iman/ketaatan si orang ybs kepada Yesus. Point wilef masuk, yakni kedua belah pihak taat.

TAPI :
begimana itu ceritanya dipendapati oleh pihak Gereja (pov ajaran agama Kristen) bhw [baptisan adalah salah satu syarat keselamatan] ? Sementara diketika akan membaptis ungu - tidakkah dititik point ungu ini konsekwensi logiknya adalah eksis pula di pov Gereja orang ybs itu telah selamat/diselamatkan — Gereja percaya orang ybs itu telah selamat/diselamatkan ? Ini mengacu pada respond aleph di thread satu lagi :

Anda tentu merefer pada Mrk 16:16 bukan?
Benar, disitu disebutkan, Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tapi jangan cuman tutup mata liat ayat itu aja.

Rm. 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Gak ada pembabtisan disana.

Yoh 3:16 juga cuma menyebut barangsiapa percaya, gak ada disebut dibaptis.

Kis 16:31 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Disebut percaya doang maka akan selamat. Baru setelah itu dibaptis.

Mohon jangan lupa, point saya disini adalah secara dari pihak Gereja, pov ajaran agama Kristen.
Saya kuatir takutnya nanti ada pembaca yg ngerespond kira2 kayak begini : pihak gereja/yang membaptis gak bakalan lah bisa memastikan hal tersebut, emangnya kita bisa lihat hati orang beneran percaya atau kagak? :char11:. Saya sudah paparkan bhw kalimat spt orange adalah pov general … sedangkan point yg saya maksud disini adalah di pov ajaran agama Kristen (ungu dan ijo). Titik ungu konsekwensi logiknya ijo = bener apa kagak ?

Nah… begimana menurut wilef ?

:slight_smile:
salam.

Mengapa baptisan adalah syarat keselamatan, krn untuk selamat harus percaya dan menaati perintah Yesus. Lha perintah-Nya adalah dibaptis, kl ga nurut ga selamat dong?

Mat 3:7-8
Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Pandangan saya saat ada orang mau dibaptis pandangan gereja adalah orang tersebut mau bertobat, seperti kata Yohanes Pembaptis bahwa baptis adalah tanda pertobatan, kata Paulus dibaptis bersama Kristus untuk bangkit dalam hidup yang baru.
Pandangan brc bahwa baptis adalah gerbang keselamatan benar juga, pandangan Henhen bahwa baptis tidak menyelamatkan ada benarnya.
Bila minta sekedar formalitas gereja untuk menanyakan “apakah kamu percaya?”, “ya, percaya” lalu dibaptis.
Logisnya gereja percaya bahwa orang yg minta dibaptis adalah orang percaya.
CMIIW

Salam

namun bagi wilef @oda sdh mengetahuinya walaupun tdk mengimaninya :smiley:

Saya ada ngobrol sama siip, henhen, brc dan sekarang wilef di thread ini.

berangkatnya thread ini dari pertanyaan aleph di thread laen :
Apakah anda mau bilang, supaya selamat harus pakai ritual baptisan?

siip :
1 Petrus 3
21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan–maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus,

  1. henhen :
    apakah baptisan menyelamatkan? ngga

  2. brc :
    Jadi yang belum dibaptis berarti belum selamat.

  3. wilef :
    baptisan adalah pelaksanaan perintah Yesus sebagai bentuk Iman/ ketaatan dan sekaligus sebagai salah satu syarat Keselamatan.

Saya nggak sedang menyangkal pendapat henhen bhw baptisan tidak menyelamatkan. NAMUN (imo), ini adalah pov general … BUKAN pov ajaran agama Kristen. IMO, secara pov ajaran agama Kristen (pihak Gereja - pihak yg membaptis) orang yang akan dibaptis itu dipercayai sudah selamat/diselamatkan - dimana baptisan adalah bentuk ketaatan dari diri sso yg sudah selamat/diselamatkan. Dengan demikian : baptisan itu adalah tanda dari sso yg sudah selamat/diselamatkan —> selanjutnya “sah” disebut beragama Kristen. Mohon jangan lupa, pointnya disini adalah secara dari pov agama Kristen menurut saya.

Point 2 dari brc, logik-nya masih masuk / keterima oleh saya, namun itu pabila sikon-nya itu sendiri lagi “jauh” dari event pembaptisan. Sedangkan kalo orang ybs itu sendiri sudah ada dihadapan Gereja dalam bbrp jangka waktu lagi akan dibaptis oleh Gereja —> maka saya jadinya nggak sependapat dgn masukan dari brc lagi, karena (imo) di pov Gereja ya itu ijo :char11:

Point 2 dari brc dengan point 3 dari wilef mirip.
Anyway, terlepas dari adanya perbedaan pendapat saya dengan wilef (atopun brc) —> maka sikon selanjutnya setelah pembaptisan adalah : (imo) secara pov ajaran agama Kristen, Gereja percaya bhw orang yg sudah dibaptis itu telah selamat/diselamatkan.

bersambung

sesuai jawaban wilef, bhw baptisan adalah salah satu syarat keselamatan, namun bukan satu-satunya syarat keselamatan.

ini sinkron dgn jawaban @brc, @henhen,

namun untuk jawaban @aleph saya pandang bertentangan dgn nats yg saya kutip,

Mark 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

dlm nats, agar selamat hrs percaya dan dibaptis, ini adalah perkataan yg keluar dari “mulut” Yesus, jadi karena tdk ada satu manusiapun dikolong langit yg namanya lebih “hebat” dari Yesus, , maka ucapan Yesus ini tdk bisa dianulir oleh siapapun termasuk aleph

Kembali lagi ke post sebelumnya,

baptisan tok (hanya baptisan saja) tdk menyelamatkan, namun tanpa dibaptis ya tdk selamat.

begitu keadaan nya bro oda.

Ibarat, ada testing untuk PNS,

syarat IPK 3.6, maka yg IPK 3,5 tdk mungkin bisa jadi PNS, namun yg IPK 4.0 tdk otomatis jadi PNS :cheesy: :cheesy:

seperti itulah, baptisan salah satu syarat yg bersifat mandatory untuk mendapatkan keselamatan.

wilef memberikan jawaban, dimana wilef ada bilang bhw baptisan adalah [bentuk Iman/ ketaatan] dari kedua belah pihak, yakni pihak Gereja yg membaptis dan pihak orang yg dibaptis.

Oke…
dari pihak Gereja yg membaptis —> pihak ini lagi mentaati perintah Yesus untuk melakukan ritual baptisan.

dari sisi “gereja” dan “org yg dibaptis”, baptis adalah bentuk ketaatan sbg bukti iman.

dilain pihak, baptis itu sendiri adalah syarat yg bersifat mandatory untuk mendapatkan keselamatan

NAMUN... pertanyaannya : di pov Gereja, diketika AKAN membaptis sso ---> eksis ato kagak di pov Gereja orang yg akan mereka baptis ini adalah [b]orang yg sudah percaya Yesus[/b] ---- Gereja percaya bhw orang yg akan dibaptis ini adalah [b]orang yg sudah percaya Yesus[/b] ?

Gereja tdk mempunyai alasan/ dasar untuk mencurigai seseoraang yg mau dibaptis dlm kondidi “tdk percaya”

IMO, jawabannya yg pas adalah : YA eksis ungu. Dengan demikian secara dari pihak yg akan dibaptis ini, membaptiskan dirinya adalah bentuk iman/ketaatan si orang ybs kepada Yesus. Point wilef masuk, yakni kedua belah pihak taat.

YUP :afro:

TAPI :

kenapa hrs ada 'TAPI" lagi?

begimana itu ceritanya dipendapati oleh pihak Gereja (pov ajaran agama Kristen) bhw [baptisan adalah salah satu syarat keselamatan] ? Sementara diketika akan membaptis ungu - tidakkah dititik point ungu ini konsekwensi logiknya adalah eksis pula di pov Gereja orang ybs itu telah selamat/diselamatkan

kan baru salah satu syarat bro oda, jangan dilupakan bhw masih ada syarat lainnya gitu lho

dan …

syarat lainnya ini apakah seseorang sdh benar-benar percaya dan taat, hanya Tuhan yg berwewenang untuk menentukannya /menghakiminya.

--- Gereja percaya orang ybs itu telah selamat/diselamatkan ? Ini mengacu pada respond aleph di thread satu lagi :

Firman Tuhan bukan saling menggugurkan, namun saling melengkapi.

Nats yg aleph kutip bukan menagnulir Perkataan yg telah diucapkan Yesus pada Markus 16.16, tapi penjelasan yg lebih detail ttg bagaimana keselamatan itu dapat diperoleh.

Jangan Alkitab dianggap sbagai kumpulan Surat kepurtusan, diman Keputusan yg satu menganulir keputusan yg lain.
namun Alkitab hrs diartikan sebagai satu kesatuan yg saling melengkapi.

Coba tanya aleph, berani nggak gerejanya meniadakan baptisan.
Jika berani, ini baru betul konsekuen dan konsisten dan saya angkat jempol atas keberaniannya menentang perkataan Yesus. :mad0261: :mad0261:

tapi saya yakin tdk ada satupun gereja ( Kristen) yg berani meniadakan baptisan.

Perhatikan juga, dgn kata-kata dalam nats yaitu 'akan", bukan “telah” atau “sudah”

Mohon jangan lupa, point saya disini adalah secara dari pihak Gereja, pov ajaran agama Kristen. Saya kuatir takutnya nanti ada pembaca yg ngerespond kira2 kayak begini : pihak gereja/yang membaptis gak bakalan lah bisa memastikan hal tersebut, emangnya kita bisa lihat hati orang beneran percaya atau kagak? :char11:. Saya sudah paparkan bhw kalimat spt orange adalah pov general ... sedangkan point yg saya maksud disini adalah di pov ajaran agama Kristen (ungu dan ijo). Titik ungu konsekwensi logiknya ijo = bener apa kagak ?

Nah… begimana menurut wilef ?

:slight_smile:
salam.

menurut wilef

Baptisan adalah salah satu syarat “mandatory” untuk mendapatkan keselamatan

Ikut nimbrung y

Karena ada contoh, penjahat yg disalib bersama-sama dengan Yesus, tidak dibaptis tetapi menerima keselamatan… maka apakah yang dimaksud perkataan Yesus kemungkinan bukanlah baptisan air, karena jelas penjahat itu tidak menerima baptisan air. Salam

Kalimat di quote atas pabila secara pandangan dari sudut ajaran agama Kristen, saya mengerti BL.

oda nanya :
Sebelon event pembaptisan sbentar lagi terjadi,
kayak begimana pov dari pihak Gereja thdp org yg akan dibaptis ?

BL sudah menjawabnya sbb :

Logisnya gereja percaya bahwa orang yg minta dibaptis adalah orang percaya.

Selanjutnya setelah event pembaptisan terjadi,
kayak begimana pov dari pihak Gereja thdp org yg sudah dibaptis oleh Gereja ini ?

pilih :
a. logisnya gereja percaya bhw orang yg dibaptis ini telah selamat/diselamatkan
so… “berangkat” pov ajaran agama Kristennya disini : [baptisan menyelamatkan]

b. logisnya gereja TIDAKpercaya bhw orang yg dibaptis ini telah selamat/diselamatkan
so… “berangkat” pov ajaran agama Kristennya disini : [baptisan TIDAK menyelamatkan]

[b]Pandangan saya[/b] saat ada orang mau dibaptis [b]pandangan gereja[/b] adalah orang tersebut mau bertobat, seperti kata Yohanes Pembaptis bahwa baptis adalah tanda pertobatan, kata Paulus dibaptis bersama Kristus untuk bangkit dalam hidup yang baru. [b]Pandangan brc[/b] bahwa baptis adalah gerbang keselamatan benar juga, [b]pandangan Henhen[/b] bahwa baptis tidak menyelamatkan ada benarnya.
Terdapat 4 pandangan disitu :
  1. pandangan BL
  2. pandangan brc
  3. pandangan henhen
  4. pandangan Gereja

Yang nomor-1 adalah pandangan BL thdp pandangan Gereja.
IMO, sikon-nya disini bagi diri saya : saya belon mendapatkan APA itu yg pandangan Gereja … melainkan pandangan seseorang (BL) mengenai pandangan Gereja.

Sekarang taroh kata, baik pandangan BL, brc, henhen dan wilef adalah mewakili APA itu yg emang ada di pandangan Gereja (ajaran agama Kristen). Maka akibatnya : APA itu yg ada dipandangan Gereja berbeda-beda. Pabila Gereja X “berangkat” pov ajaran agama Kristennya : [baptisan menyelamatkan] —> (imo) konsekwensi logiknya adalah ijo setelah event pembaptisan terjadi. Pabila Gereja Y “berangkat” pov ajaran agama Kristennya : [baptisan TIDAK menyelamatkan] —> (imo) konsekwensi logiknya adalah orange setelah event pembaptisan terjadi.

So… apakah emang demikian yg ada di jaman sekarang ?
yakni, pov Gereja (ajaran agama Kristen) itu berbeda-beda mengenai baptisan.

Kalo jawaban-nya [Ya berbeda-beda … ajaran agama Kristen Gereja X mengenai baptisan berbeda dgn ajaran agama Kristen Gereja Y], maka pertanyaannya selanjutnya : bagaimana dgn jadul ? apakah pov tiap2 Rasul berbeda-beda juga spt yg ada di jaman sekarang ?

:slight_smile:
salam.

Peristiwa penjahat terjadi sebelum ada nats

Bukankah sebelumnya juga sdh ada pembaptisan bro?