Apa Manfaat Kristen ?

Jika kita sedikit keluar dari diri kita sendiri, sejenak melupakan kalau kita adalah orang Kristen. Kemudian dari luar, kita melihat Kristen dan orang Kristen secara lebih bebas.
Kemudian, kita bisa bertanya dengan sudut pandang dunia.

  1. “Apa manfaat agama Kristen bagi dunia?”
  2. “Apakah dunia menjadi lebih baik sejak Kekristenan hadir?”
  3. “Apakah ada perbedaan sikap dari seseorang sebelum dan setelah menjadi Kristen?”

Adakah yang bisa menjawab pertanyaan ‘mudah’ seperti di atas?

:mad0261:

Salam kenal,
Saya coba menjawab duluan ya…

  1. Manfaat agama Kristen, Kristen jelas telah menyumbangkan begitu banyak bagi peradaban dan kemanusiaan…bahkan melebihi pengaruh agama-agama lain.
  2. Bisa ya bisa juga tidak. Kalau membayangkan bahwa kekristenan tidak pernah ada, tentu dunia ini akan lebih buruk daripada kondisi sekarang ini.
    Tetapi tentu saja kondisi saat ini tidak bisa dibilang ideal juga, karena kekristenan juga telah banyak menyeleweng dari ajaran-ajaran Kristus tentang kasih. Kekristenan di sini yang saya maksud adalah peradaban kristen/dunia kristen, bukan “kristen sejati.” Peradaban kristen sekarang banyak dicela karena tercemar nilai2 kebebasan yang kebablasan, kekuasaan dan kadang2 ketamakan. Tetapi bukan berarti Kristen sejati tidak ada sama sekali.
  3. Kalau dia sungguh-sungguh menjadi Kristen, pastilah ada perubahan. Kalau tidak ada perubahan berart dia cuma kristen-kristenan. Memangnya kita tidak percaya lagi kepada kuasa Roh Kudus yang mampu mengubah hidup kita?

Salam

;D ok :afro: bagus ini :smitten: dari ini :love0030:

Salam

  1. Memastikan adanya jalan keselamatan melalui Yesus, manusia tdk ush mencari dgn caranya sendiri.
  2. Pasti lebih baik, karena pasti ada org2 yg betul2 berubah hidupnya sejak mengenal Kristus.
  3. Adalah ya, kan sejak ybs bertobat hrs melakukan apa yg berkenan kpd Tuhan.
    GBU

bro, gimana kalau pertanyaannya dikembangin pk standar " 5W 1H " ;D

Kristen menunjuk kepada pengikut-pengikut Kristus, pengikut yang baik akan mengikuti segala ajaranNya dalam setiap aspek kehidupannya dan menjadikan Kristus sebagai pusat. Jika itu yang dilakukan oleh para pengikut Kristus, maka saya percaya:

  1. Setiap pengikut mempengaruhi orang-orang disekitarnya untuk berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan
  2. Tentu akan lebih baik, karena Firman Tuhan adalah kebenaran
  3. Ya.

Untuk Kristen yang hanya percaya tapi bukan termasuk kelompok pengikut, saya rasa kehidupannya berbeda dimana Kristus bukan menjadi pusat kehidupannya, dalam setiap aspek kehidupannya apakah berpedoman pada Firman Tuhan.

Sekedar introspeksi bagi kita umat Kristen.

  1. “Apa manfaat agama Kristen bagi dunia?”

Agama Kristen telah berada di dunia selama 2012 tahun, waktu yang cukup panjang. Jika kita melihat kondisi dunia yang tidak menjadi lebih baik dengan adanya Kristen, apakah ada gunanya Kristen diajarkan kepada manusia manusia yang belum mengenal Kristen?

Segala kejahatan, mulai dari pencurian, penipuan, perampasan, pemerkosaan, pembunuhan, korupsi, perjudian, kekerasan, genosida, dll; tidak satupun yang tidak dilakukan oleh orang Kristen. Lantas dimana bedanya orang Kristen dan nonKristen? Parahnya, dunia barat yang identik dengan Kristen justru semakin lama semakin berantakan dalam moral. Apa artinya seseorang menjadi Kristen?

  1. “Apakah dunia menjadi lebih baik sejak Kekristenan hadir?”

Sepertinya tidak menjadi lebih baik. Penganut Kristen bertambah dari tahun ke tahun, tetapi kondisi dunia tetap memburuk dari tahun ke tahun. Betul, ada orang Kristen yang berkarya nyata, menolong tanpa pamrih, tetapi jumlahnya sungguh tidak sebanding dengan jumlah orang Kristen di dunia ini.

Sementara orang Kristen yang milyaran jumlahnya, lebih banyak hanya ‘baik’ untuk dirinya sendiri, mengejar ‘keselamatan’ bagi dirinya sendiri. Dan tidak mempedulikan sesamanya.

  1. “Apakah ada perbedaan sikap dari seseorang sebelum dan setelah menjadi Kristen?”

Kalau hanya dari ucapan dan kata kata, YA, betul, seseorang yang telah menjadi Kristen dan mengaku telah lahir baru, berkata kata dengan fasih mengutip ayat Alkitab. Tetapi dalam kehidupan sehari hari, tidaklah beda dengan manusia yang lain. Kadang lupa dengan pengertian menjadi garam dan terang dunia. Bukanlah asin sendiri dan benderang sendiri, tetapi bagi lingkungannya, bagi dunia sekitarnya.

Bagaimana dengan kerusakan alam yang dilakukan oleh orang Kristen? Bagaimana dehgan hancurnya ekosistem, bagaimana dengan bencana kelaparan dan penyakit serta kemiskinan di dunia ini. Dimana peran orang Kristen yang merasa sudah lahir baru? Menyelamatkan diri sendiri sambil tutup mata terhadap penderitaan dan kerusakan lingkungan?

Syalom

Saya setuju dng pandangannya [email protected] PEARE…Mantabsszz…!!! GBU…

Bayangkan kondisi seperti ini:

Pada suatu lingkungan dimana mayoritas adalah non-Kristen. Kemudian anda sebagai orang Kristen hadir di tengah tengah mereka. Apakah anda disambut baik sebagai orang Kristen, atau justru dicurigai?

Pada suatu pemilihan ketua/pimpinan/komandan/wakil rakyat, apakah kita bisa yakin seseorang lebih baik karena ia adalah seorang Kristen? Jika tidak, maka apa bedanya antara Kristen dan nonKristen?

Syalom

@bruce

  1. “Apa manfaat agama Kristen bagi dunia?”

Banyak sih kalau bicara manfaat karena dalam hal filsafat, banyak juga filsafat2 kristen yang membentuk perubahan dunia kearah yang lebih beradab. Tetapi apakah hanya manfaat? Banyak juga oknum2 yang memanfaatkan kekristenan untuk tujuan2 merusak dan tidak memberi manfaat seperti memanfaatkan kristen untuk urusan "politik praktis, penaklukan wilayah, egosentris nasionalisme, maupun kepentingan keuangan. Dan ini nyata, siapapun sudah tahu hal ini menyadari atau tidak, mau mengakui atau tidak. Bahkan akhir akhir ini berkembang bahwa kekristenan dimanfaatkan dengan menyimpangkan filosofinya menjadi sebuah filosofi kebebasan yang mutlak, dimana mereka2 ini sebenarnya dididik dalam lingkungan kristen tetapi enggan terhadap kekristenan.

  1. “Apakah dunia menjadi lebih baik sejak Kekristenan hadir?”

Menjadi lebih baik dalam banyak hal, tetapi tidak merubah sesuatu dalam hal lain. Contoh, keserakahan dan penaklukan wilayah dan kekayaan bangsa lain, faktanya filosofi kesederhanaan kristen belum mampu diserap orang kristen. Filosofi damai dan kebebasan juga belum sepenuhnya masuk, filosofi tentang kasih dan penyerahan juga belum bisa masuk secara penuh. (Ini agaknya kelemahan manusia)

  1. “Apakah ada perbedaan sikap dari seseorang sebelum dan setelah menjadi Kristen?”

Ada, tapi dosisnya seberapa dan mempengaruhi sejauh apa? Itu sangat relatif.

[email protected]

Ini ajakan yang baik untuk berpikir rasional…dan sungguh menggugah…hehehe
Tapi kalau kata [email protected] ini pertanyaan yang mudah…?? itu pasti…!! Tapi jawabannya yang sulit…( bagi saya loh ).

Kalau boleh saya berkomentar…?? pertanyaan ini dilihat dari sekala besar / global bukan…?? ( kita pagari dulu disitu konteks penilaiannya )
Jadi kalau mau menjurus pada efek yang ditimbulkan secara global juga atau secara komulatif penduduk dunia yang beragama Kristen, maka ke 3 poin pertanyaan tsb dapat dijawab secara satu persatu secara global juga bukan…?? Supaya jangan nanti konteksnya DIBATASI oleh teritorial benua, negara maupun komunitas masyarakat…Namun titik awal permulaannya jangan dilupakan…pasti ada sbg bukti faktual sejarahnya.

Dengan demikian menurut saya , jawaban / respon saya di nomor :

1). MANFAATNYA SANGAT SIGNIFIKAN ( LUAR BIASA SEKALI…)…HAL ITU DIMULAI DARI KEKAISARAN ROMAWI DI ROMA DAN BERLANJUT KE WILAYAH DAERAH JAJAHANNYA…HINGGA MERAMBAH SAMPAI KEPENJURU DUNIA DNG BERJALANNYA WAKTU.

2). DUNIA MENJADI LEBIH BAIK TENTUNYA, KARENA SEMAKAIN BANYAK TIMBUL PERSAINGAN ( KOMPETISI ) DALAM PERADABAN KEBUDAYAAN YANG DINSPIRASIKAN DARI ROMA SANA…ADA GEJOLAK DINAMIKA KEHIDUPAN ,SEHINGGA SEMUA WILAYAH PUNYA CIRI TERSENDIRI - SENDIRI DALAM MEMBANGUN SEGALAMACAMNYA. ( POLITIK,EKONOMI, AGAMA…DLL ).

3). SUDAH TENTU ADA PERBEDAAN SIKAP…DAN DIREFLEKSIKAN DALAM GERAK KEHIDUPAN SETIAP ORANGNYA DIDALAM DIMANA TEMPAT DIA HIDUP BERNEGARA DAN BERMASYARAKAT DAN BERSPIRITUALITAS…

hEHEHE…ITU JAWABAN GLOBAL SAJA TANPA MELIHAT HASIL SURVEY…YANG KHUSUS.

Salam GBU

[email protected]

Jika anda bertanya sampe sedemikian rupa…maka saya sangat prihatin sekali loh…!! Kenapa demikian…?? karena seakan akan kita sudah menghukum diri kita sendiri sbg orang yang sudah mengikuti Kristus Yesus. Dan dng demikian kita sudah menyangkal diri kita sendiri akan KEBESARAN TUHAN KITA YESUS KRISTUS…!!

Wahh…kalau mau menjawab apa yang menjadi pandangan [email protected]…itu sama saja, saya mau menyombongkan diri memploklamirkan kesaksian hidup saya di tanah NKRI ini…sampai detik ini…hahahaha…

HEHEHE,MENURUT saya pandangan anda tsb tidak beralasan…bagi saya pribadi…Karena apa…?? karena dimana saya
mulai hidup bermasyarakat, berdomisili, beribadah, bersekolah dahulu, sekarang bekerja…Wahh…luar biasa …SAYA DAPAT MELEWATI DIATAS STANDART RATA-RATA…!! tidak ada kendala sama sekali…( ingat…!! tidak ada kendala samasekali )…Maaf ini bukan mau menyombong loh…Tapi anggap saja saya bersaksi demi Kemulyaan Nama Tuhan SAYA YESUS KRISTUS…
Jadi…Anda mau tau kenapa…??? karena bukan saya nya yang hebat untuk dapat melalui itu semua loh…
Tapi dikarenakan "SAYA PUNYA TUHAN YANG HEBAT…TUHAN YESUS KRISTUS…!!! hehehe…AMIN,

Salam GBU

Begini bro, memang saya sulit menjabarkannya. Tetapi secara mudah, kira kira bayangan saya seperti ini :

Setiap manusia, ketika hidup di bumi ini, meninggalkan pengaruh, menggunakan sumber daya alam, memberi arti bagi lingkungannya. Setuju ya? Nah, apakah sebagai manusia Kristen, kita menjadi lebih baik bagi sekitar kita? Apakah kita menjadi lebih ramah lingkungan dan lebih mencintai bumi ini? Apakah kehadiran kita bermanfaat bagi sesama? Apakah kita memberi arti lebih kepada kehidupan ini karena kita adalah orang Kristen? Ataukah tidak ada bedanya kecuali hal hal yang bersifat rohani saja?

Begitu kira kira.

Syalom

@bruce

Saya pernah coba mencari tahu pandangan religius dari beberapa orang yang terkenal, bahkan terkaya di dunia. Hasilnya seperti ini :

"Ketika aku berusaha mempertimbangkan relevansi kekristenan dengan orang terkaya di dunia (Bill Gates), inilah yang kutemukan :

“Just in terms of allocation of time resources, religion is not very efficient. There`s a lot more I could be doing on a Sunday morning.” – Bill Gates
(http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20091005131149AAPrXmf)

Demikian juga dalam sebuah wawancara dia menjawab demikian mengenai hal2 yang berhubungan dengan hal2 rohani :
Frost: Do you believe in the Sermon on the Mount?

Gates: I don’t. I’m not somebody who goes to church on a regular basis. The specific elements of Christianity are not something I’m a huge believer in. There’s a lot of merit in the moral aspects of religion. I think it can have a very very positive impact.

Frost: I sometimes say to people, do you believe there is a god, or do you know there is a god? And, you’d say you don’t know?

Gates: In terms of doing things I take a fairly scientific approach to why things happen and how they happen. I don’t know if there’s a god or not, but I think religious principles are quite valid.

(http://www.celebatheists.com/index.php?title=Bill_Gates)

Selain Bill Gates, salah satu konglomerat dunia yang terkenal adalah Donald Trump. Aku berusaha mencari tahu padangan rohani dia tapi aku gagal menyimpulkan kepercayaannya. Sejauh yang dapat kusimpulkan adalah bahwa dia mengimplementasikan kasih tidak peduli apa pun kepercayaan dia. Dia banyak berderma pada kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Selain itu ada link yang menyebutkan bahwa Donald Trump mempelajari Islam. Tapi bukan hanya Islam, ada pula yang menyebutkan bahwa Trump juga mempelajari Kristen.

Berbeda dengan Gates ataupun Trump. Oprah jelas-jelas menentang kekristenan. Sekarang dia mendirikan Gerejanya sendiri yang bernafaskan ajaran New Age (spiritualisme). Bahkan dalam acaranya, Oprah pernah menyebutkan dengan lantang bahwa Yesus bukanlah penyelamat manusia sebagaimana yang dipercayai orang Kristen. Dia menyebutkan bahwa Yesus hanya menginspirasikan kepada kita sikap supaya kita diselamatkan (mencapai pencerahan). Perubahan sikap Oprah disebabkan oleh firman yang menyebutkan bahwa Allah Israel adalah Allah yang pencemburu. Bahwa Allah menghukum orang-orang yang tidak sepaham dengan-Nya. Pandangan global Oprah tidak bisa menerima konsep ini. Sangat disayangkan bukannya berusaha memperkenalkan Allah Israel yang menjanjikan keselamatan melalui karya penebusan sang Putera, Yesus Kristus, justru mendirikan sebuah agama baru yang bisa diterima oleh semua orang dari semua golongan.

Larry King mengakui bahwa dirinya seorang agnostik, orang yang mengakui eksistensi Tuhan tapi tidak tahu Tuhan yang macam apa. Tapi dalam sebuah acaranya, ketika orang yang diwawancarainya mengatakan dengan lantang bahwa Yesus tidak pernah ada dia berdiam diri dan acara itu pun segera dipotong jeda iklan."

(diambil dari catatanku sendiri yang kutujukan ke beberapa orang rekanku)

– bersambung –

– lanjutan –

Dalam buku “Deliver Us from Evil”, Ravi Zacharias menyebutkan bahwa ada sentimen terhadap argumen dari kalangan religius jika dibandingkan dengan argumen dari kalangan politis, ekonom, scientis, atau budayawan. Kalangan religius umumnya dipandang irasional dan kolot. Bahkan ada upaya keras untuk membatasi ekspresi iman kekristenan di Amerika dengan menghapus istilah “Son of God, Son of Man” dari lagu-lagu Natal.

  • n.b : buku ini dibuat tahun kisaran akhir tahun 90-an. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah tweet dari media tertentu (Times jika saya tidak keliru) yang mengatakan bahwa otoritas Katolik Amerika kehilangan pengaruhnya di parlemen. Saya pribadi tidak sempat membaca link yang disodorkan di tweet tersebut (secara paket bb saya cuma yang gaol getu loh :onion-head53:). Tapi dari sekilas saya membaca judul tweet itu saya merasakan semakin semptinya pengaruh agama, khususnya Kristen, dalam kehidupan sekarang ini.

Saya tidak tahu bagaimana penilaian orang sekuler terhadap otoritas Vatikan. Apakah mereka melihatnya sebagaimana mustinya, sebagai perwakilan Kristus (sebagaimana yang diklaim umat Katolik), sehingga mereka yakin bahwa at least sebagai otoritas religius yang “sangat kelihatan” dan berdaulat Vatikan menjadi pengingat bahwa Tuhan ada dan bekerja di dunia ini. Atau sekedar mengambil yang menurut mereka relevan dengan kebutuhan mereka (kebutuhan akan perdamaian, humanisme, dlsb).

Beberapa waktu lalu di Gereja di kampung saya ada surat edaran yang dibacakan Romo Paroki yang menyinggung privatisasi. Kebetulan waktu itu saya sedang membaca buku Ravi Zacharias yang saya sebutkan di atas, yang menyinggung kuasa jahat sekularisasi, relatifisme, privatisasi, dan pluralisasi.

Privatisasi, seingat saya, merupakan kebijakan (saya agak takut mengklaim bahwa ini “kebijakan”, mungkin saja sekedar “wacana”) yang dirasakan perlu di Amerika di mana ekspresi iman kekristenan dibatasi hanya boleh dilakukan di rumah dan dilarang mengekspresikan iman Kristen di tempat-tempat umum.

Jadi jika kita melihat pengaruh kekristenan secara kasat mata di ruang publik, saya rasa percuma. Karena dunia sekarang ini sedang mengumpulkan dan melancarkan serangan yang dahsyat dan memojokannya pada sudut yang benar-benar sempit.

@Velmar,
membaca postinganmu diatas, saya jadi ingat pernyataan atau bahkan mungkin bisa disebut ramalan St. Paus Pius X dalam ensiklik nya yang diterbitkan tahun 1907 yang diberi judul PASCENDI DOMINICI GREGIS (39), mengenai modernisme :

“modernisme merupakan sintesis (perpaduan) dari semua bidat (ajaran sesat)”

Dikatakan modernisme menggabungkan semua ajaran bidat karena modernisme ingin menghilangkan semua hal yang berhubungan dengan Tuhan dari seluruh sendi kehidupan,
yang akibat yang ditimbulkan kurang lebih seperti digambar berikut :

sumber gambar

:slight_smile:
sekedar selingan

tak lengkap rasanya masuk ke thread ini, tanpa menjawab pertanyaan TS, menurut saya :

  1. Yang utama : mengajarkan perihal iman dan moral termasuk kabar keselamatan dari Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dan merupakan tiang penopang dan dasar kebenaran yang menyeluruh.
  2. Lebih baik, ex : dalam hal perbaikan moral, coba lihat karya misionaris di afrika, amerika latin, yang dulunya masyarakatnya cenderung “barbar” setelahnya dibuat lebih “jinak”.
  3. Sepertianya sudah begitu banyak kesaksian hidup yang mendukung perubahan sikap baik seseorang setelah menerima agama kristen.

Pertanyaan yang sukar, karena jawabannya akan bergantung pada cara pandang terhadap Kekristenan sendiri,

ketika Kekristenan dirumuskan sebagai suatu “agama” yang dituliskan dalam tanda pengenal, akte, kartu jemaat, maka jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut adalah:
TIDAK ADA PERBEDAAN yang signifikan

namun jika Kekristenan adalah perubahan pola pikir, revolusi jiwa dari pendosa menjadi jiwa yang mirip Kristus maka dunia ini akan jauh lebih indah dan kebahagiaan akan menghiasi peradaban manusia dari kutub ke kutub.

bayangkan, satu orang Yesus saja mampu merubah sekian banyak orang, apa yang terjadi jika kita memiliki 200 orang mirip Kristus? Pelacuran pun akan menjadi katedral.

weww…pertanyaan sulit kalau mau dijawab dengan jujur

coba ah…
bentar, membayangkan jadi orang dunia dulu di luar Kristen nee…kwwkwk

dari sudut pandang dunia, rasanya agama Kristen tidak banyak bermanfaat - banyak penemuan dalam ilmu pengetahuan yang disumbangkan oleh ilmuwan yang beragama Kristen, tapi kalaupun mereka tidak beragama Kristen, pasti mereka juga akan memberi sumbangan terhadap ilmu pengetahuan

dari sudut pandang dunia, rasanya dunia tidak bisa dikatakan lebih baik dibanding jika seandainya tidak muncul agama Kristen di dunia ini

dari sudut pandang dunia, perbedaan sikap orang sesudah menjadi Kristen, jadi lebih menyebalkan…kwkkwwk

kayaknya itu dah jawaban jujur kalau saya jadi orang dunia ini di luar Kristen…kwwk

Agama Kristen dan orang-orang Kristen diperlukan dalam dunia agar menjadi garam yang diperlukan untuk dapat melezatkan makanan yang dihidangkan dan garam dapat mencegah dan pengawetkan makanan dari pembusukan, demikian orang-orang Kristes harus merupakan teladan yang saleh didalam dunia dan harus melawan keboborokan moral dan kecurangan yang nyata dalam masyarakat.

2. "Apakah dunia menjadi lebih baik sejak Kekristenan hadir?"
Oleh karena itu sebagai orang-orang Kristes harus merupakan teladan yang saleh didalam dunia disamping itu juga kita harus menjaga diri dan selalu berwaspada sehingga kita tidak terjerumus juga. Apalagi berkompromi dengan dunia mengikuti dunia dan tidak berani melawan keboborikan dunia dan selalu mengikuti kecenderungan berdosa dunia maka: orang-orang Kristen yang demikian akan dimuntahkan oleh Allah (lih. Wahyu 3:15-16)

1 Yoh. 2:15-16 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

3. "Apakah ada perbedaan sikap dari seseorang sebelum dan setelah menjadi Kristen?"
Tentu seharusnya orang kristen ada perbedaan sikap sebelum (dulu mengikuti dunia) dan setelah menjadi kristen karena kuasa Roh Kudus selalu perbaharui hati kita dan menjadi baru dan hidup baru dan tidak berkompromi dengan dunia dan pintar pintar memisahkan diri dari dunia, sebab orang kristen adalah pendatang dan perantau dalam dunia (ibr.11:13; 1Pet.2:11) mereka harus keluar dari dunia dan tidak boleh kompromi dengan dunia (Yoh.15:19) tidak boleh derupa dengan dunia (Rom.12:2) tidak mengasihi dunia (1Yoh.2:15) mengalahkan dunia (1Yoh.5:4) membenci kejahatan dunia (Ibr.1:9).