apa perbedaan yesus dengan "bapa di sorga" ?

perkenalkan saya member baru disini.
berikut pertanyaan saya:

  1. apa saja perbedaan yesus dengan “bapa di sorga” ?
  2. Tuhan manakah yang disembah oleh bunda maria ? yesuskah yang disembahnya ?

:azn: Evolusinya @Maryam-Khoo ya…?

YESUS = ROH yang sama dengan Bapa di-Sorga yang adalah YHWH, yang adalah nama yg tak terucapkan
YESUS KRISTUS adalah Anak yang didalamNya ada Bapa di-Sorga yang adalah ROH YHWH

TUHAN yang disembah oleh Maria saat YESUS masih ada di dunia adalah Bapa di-Sorga (YHWH) yang juga ada didalam Yesus Anak Manusia. Saat Yesus Anak ELOHIM kembali kepada BAPA dan bersatu kembali dengan BAPA maka Maria tetap menyembah BAPA di-Sorga melalui Anak ELOHIM yang adalah YESUS KRISTUS. Jadi artinya yang disembah oleh Maria adalah YESUS KRISTUS yang adalah ROH YHWH (ROH BAPA) itu sendiri :happy0025:

“Tidak ada seorang-pun yang sampai kepada BAPA kalau tidak melalui AKU (Yesus Kristus)” :happy0062:

Salam

Tidak mungkin yesus = “bapa di sorga”.

Yesus sangat bersifat manusia, seperti makan dan minum.
Padahal ALLAH tidak butuh makan dan minum.

Yesus juga melewati masa 9 bulan dalam kandungan.
Padahal ALLAH tidak dilahirkan.
Kira2 saat yesus dalam kandungan maria, apakah “bapa” juga berada dalam kandungan maria ??

Dalam pandangan saya, yesus itu sepangkat dengan adam, abraham, musa, david, solomo.
Mereka adalah utusan yang menyampaikan ajaran Tuhan.

Berbicara hal rohaniah memang tidak bisa dinalar dengan fikiran atau logika.
Perlu terlebih dahulu terbuka terhadap perkataan firman, terhadap kebenaran alkitab, baru akan nyambung konsepnya.
Selama masih bersandar pada pengertian sendiri tidak akan bisa konek.

Yesus dan Bapa seperti bola lampu dengan sinarnya. Bapa sumber terang Yesus memancarkan terangnya.

Dalam sejarah islam, salah satu pemimpinnya yang dipandang tinggi adalah Harun Al-Rasyid. Harun Al-Rasyid ini terkenal dengan kegemarannya untuk “menyelinap” ke tengah-tengah rakyatnya. Tanpa mengenakan segala atribut yang menunjukkan dirinya sebagai kepala negara, mengenakan penampilan yang sama dengan penampilan rakyat di sekitarnya, sehingga banyak yang tidak mengetahui kalau dia adalah pemimpin mereka. Hanya mereka yang mengenal Harun Al-Rasyid secara langsung yang mengetahui kalau berhadapan muka

Dalam konotasi yang sama, Yesus adalah YHWH yang “menyelinap” ke tengah-tengah ciptaanNya. Dia datang tanpa segala keagungan dan kemuliaannya sebagai Allah yang maha tinggi, tapi sebagai manusia biasa sebagaimana manusia-manusia lain di sekitarnya. Perbedaan "menyelinap"nya YHWH dengan Harun Al-Rasyid adalah, karena tidak ada seorang manusia pun yang tahu bagaimana rupa YHWH, "menyelinap"nya YHWH ke dunia ini telah diberitahukanNya terlebih dulu melalui nubuatan yang disampaikan nabi-nabiNya. Bagi mereka yang meneliti nubuatan-nubuatan ini, tentu saja mereka mengenali YHWH yang menyelinap, Seperti SImeon dan Hana dalam Lukas 2:25-38.

Bayangkanlah kondisi Harun Al-Rasyid dalam salah satu "penyelinapan"nya. Apabila dia berpapasan dengan seseorang yang lebih tua di jalan yang sangat sempit di mana salah satu harus mengalah dan mundur, apakah dia akan mengatakan, “Orang tua, aku adalah rajamu. Mundur!” dan dengan begitu membongkar penyamarannya sendiri? Tentu saja tidak.

Sama seperti itu, YHWH dalam "penyelinapan"Nya sebagai Yesus tidak mungkin membongkar "penyamaran"Nya dengan menunjukkan perbedaan yang mencolok dengan manusia lain seperti tidak makan atau minum layaknya manusia biasa.

Bayangkanlah dalam salah satu “penyelinapan” Harun Al-Rasyid tanpa sengaja bertabrakan dengan orang lain di tikungan jalan lalu dia dibentak-bentak. Apakah dia akan menyatakan kuasanya dan menghukum orang yang membentak-bentaknya, dan dengan begitu tidak mencapai tujuannya untuk mengenal rakyatnya lebih dekat, pada saat itu juga? Tentu saja tidak. Bahkan kalau ada yang berbuat kebaikan padanya atau pada orang lain yang dipandang Harun Al-Rasyid sebagai sebuah perbuatan yang layak mendapat upahnya, dia akan menunggu hingga dia kembali tampil sebagai Harun Al-Rasyid sang pemimpin untuk memberikan upah tersebut.

Begitu pula YHWH dalam "penyelinapan"Nya sebagai Yesus. Tidak mungkin dia menunjukkan kuasaNya bahkan saat orang lain berusaha mencelakakanNya dengan mendatangkan kilat untuk menyambar mereka hingga tewas pada saat itu juga. Dan sama seperti Harun Al-Rasyid, YHWH menunggu hingga akhir jaman nanti, saat Dia datang dengan segala kebesaranNya, untuk memberikan upah kepada manusia sesuai dengan perbuatan dan imannya.

Apa yang tidak mungkin bagi manusia itu sangat mungkin bagi Elohim (TUHAN/YHWH)

Saya pelajari aliran2 dalam kristen, ternyata ini yang paling masuk akal.

Allah adalah Esa (Monotheis).
Allah bukanlah Yesus.
Yesus hanyalah seorang Nabi dan Hamba Allah.

Kontroversi tentang Trinitarian berlangsung dari abad ke-4 dan melibatkan sebagian terbesar anggota gereja, orang-orang percaya yang sederhana
dan para biarawan, serta para uskup dan kaisar. (sumber: wikipedia)

sebuah sebuah sumber lain di internet:

Pengikut Unitarian (Adopsionisme) yang selalu menentang keputusan konsili itu ditangkapi, dan sebagian dibunuh, dan yang tak mau tobat untuk menerima doktrin Trinitas dijebloskan dan disiksa di penjara bawah tanah. Arius sendiri sejak tahun 325 M, telah dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah di pulau kecil sekitar selat Bosporus.

Jadi aliran trinitas yang berkembang sekarang adalah bikinan paulus, dan terus berkembang karena romawi menyetujui polytheisme.

Kalau nyasar jangan kejauhan, dik.

  1. Aliran yang anda setujui itu dikenal dengan nama Saksi Yehova. Dan mereka yang berpandangan bahwa Trinitas tidak sesuai dengan Alkitab bukan hanya Saksi Yehova, tapi hanya Saksi Yehova yang menganggap Yesus sebagai manusia biasa sekali pun sekelas nabi. Aliran non-trinitarian lainnya tetap memandang Yesus adalah sama dengan YHWH.

  2. Masa yang anda sebutkan itu bukan sekadar kebenaran atau kesalahan Trinitas. Tapi juga terkait pelarangan membaca Alkitab oleh orang awam mau pun penolakan atas keabsahan Paus sebagai pemimpin.

  3. Tentu saja anda memandangnya masuk akal karena tolok ukur berpikir anda adalah agama anda. Kalau anda mempelajari agama lain, jangan pernah memakai tolok ukur agama anda sendiri sebagai pembenaran. Bagaimana pun juga, ayam selalu mengatakan bebek itu gila karena begitu senangnya berada di air sementara bebek keheranan melihat ayam tidak mengetahui betapa senangnya bermain di air.

  4. Paulus tidak pernah mengajarkan Trinitas. Silahkan anda cari di Alkitab atau bukti sejarah. Penyimpangan kekristenan dengan Paulus sebagai pelaku utamanya adalah isapan jempol ustadz anda yang didapat dari ustadznya yang juga mendapatkan dari ustadznya. Tidak pernah ada bukti sejarah yang bisa kalian sodorkan untuk mendukung tuduhan itu.

  5. “Aliran yang berkembang” sekarang sebagaimana anda ketahui hanyalah sebagian dari kenyataan “aliran yang berkembang” yang ada. Apa yang anda ketahui hanyalah seujung kuku dari kenyataannya dan pengetahuan ustadz anda pun tidak lebih baik. Silahkan menelitinya sendiri di Internet dengan membuka bukan hanya situs penjelasan dari agama anda sendiri tapi juga situs-situs seperti data statistik dan yang lainnya. Dan, sekali lagi, jangan gunakan tolok ukur agama anda sebagai ukuran karena toh agama anda ukurannya kacau balau.

  1. apa saja perbedaan yesus dengan “bapa di sorga” ?
    Bila kita berbicara tentang Yesus, maka kita berhadapan dengan Satu Pribadi yang Sangat Unik, karena sebagaimana doktrin Kristen yang menyatakan Yesus adalah 100% Allah dan 100% Manusia, maka demikianlah keadaanNya.
    Injil Yohanes secara gamblanbg bersaksi tentang Yesus sebagai berikut:

Joh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Joh 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Joh 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Joh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Joh 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Joh 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Jadi YESUS adalah FIRMAN ALLAH YANG MENJADI MANUSIA, Firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia Yesus, sehingga di dalam statusNya sebagai MANUSIA, maka Ia disebut sebagai Anak Manusia dan dalam statusnya sebagai Allah Ia adalah Allah Anak.

Dalam Joh 6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Joh 7:16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.

dari kedua Firman Tuhan ini, maka jelas ada suatu perbedaan STATUS antara Yesus sebagai Anak Manusia dengan Allah Bapa, dimana Anak Manusia yang DIUTUS itu berkedudukan lebih rendah dari Allah Bapa YANG MENGUTUSNYA sebagaimana yang dicatat dalam
Php 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Php 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
Php 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Php 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

tetapi di dalam STATUSNYA sebagai Allah Anak, maka Yesus memiliki KEDUDUKAN YANG SAMA TINGGI dengan Allah Bapa

Tuhan manakah yang disembah oleh bunda maria ? yesuskah yang disembahnya ?
Sebagai seorang keturunan Daud, maka dengan sendirinya Tuhan yang disembah oleh Maria adalah YHWH yang menyatakan dirinya sebagai I AM THAT I AM ( ECHYE EZER ECHYE) kepada Musa yang kemduian menyatakan diriNya sebagai ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK dan ALLAH YAKUB.

Memang Yesus bukanlah Bapa di sorga, Ia adalah gambaran dari Bapa yg tidak kelihatan, Ia adalah manusia yg memiliki pribadi dan kuasa Bapa di sorga…

Yesus adalah “kepribadian” Bapa dalam eksistensi manusia…

Yesus adalah Anak Allah, dalam arti ia keluar dari Bapa, memiliki Roh Bapa di sorga.
Tentu saja dalam “form” manusia, yesus juga perlu makan minum, di kandung dari seorang wanita, namun Ia tdk berdosa seperti manusia biasa yg memiliki dosa Adam.

Namun Ia bukan di kandung atas keinginan laki2 (bukan hasil persetubuhan manusia), tapi di kandung dari roh suci/kudus. Jadi bukan Bapa yg di sorga menjadi manusia Yesus.

Salam

Term trinitas bukanlah dari paulus, tapi dari Tertulian, saya pun tidak memegangnya sebagai sesuatu yg harus di imani,

Jika sdr ingin tau penjelasan ttg Yesus Kristus, carilah dlm keyakinan yahudi tentang mesias, sdr akan menemui istilah “Adam Kadmon” / heavenly Adam, itulah kristus…

Jadi sekali lagi, Anak bukanlah Bapa

Salam

benar, Yesus dikandung dalam kandungan Maria, tetapi bukan karena akibat hubungan suami dengan istri, tetapi oleh ROH KUDUS.
hal ini sulit diterima oleh akal manusia dan ilmu pengatahuan.

Mat. 1 : 18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

benar, Allah tidak di lahirkan, DIA ADALAH ROH… . .

tetapi begitu besar kasih sayangnya kepada manusia, agar tidak binasa - neraka - maka IA mengutus Anaknya :

John 3 : 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

:azn: Jawaban singkat dari @simonsez

Tambahkan sedikit pandangan sederhana :rolleye0014:
Sejak semula sebelum TUHAN yang adalah ROH menjadikan segala sesuatu Sang Anak sudah ada didalam TUHAN yang adalah ROH dan Utuh Menyatu/ESA. Sang Anak adalah TERANG dari TERANG yang bertahtah dalam TERANG yang tidak terhampiri.

Saat TUHAN memutuskan untuk menciptakan segala sesuatu maka TERANG (Sang Anak) keluar dari dalam TERANG (Sang Bapa) yang adalah TERANG yang tidak terhampiri, jadi saat itu TUHAN yang ROH menjadi BAPA dan ANAK karena ada Aksi dan Reaksi yaitu ada Karya/Pekerjaan/Penciptaan yang TUHAN laksanakan.
Makanya YESUS KRISTUS dikatakan sebagai permulaan dari “Ciptaan” tetapi Dia “tidak termasuk pada ciptaan” atau YESUS KRISTUS itu “Bukan Ciptaan”.

Jadi saat TERANG itu keluar dari TERANG maka “jadilah terang yang terpisah dengan gelap” atau
Saat Roh itu keluar dari ROH maka “terciptalah materi dari non materi”
“Apa yang dilahirkan oleh ROH adalah Roh” :happy0025:
Jadi Bapa adalah Anak, tetapi Anak tidak sama dengan atau bukan Bapa setelah ada yang tercipta, tetapi Mereka, Bapa dan Anak tetap Satu ROH (ESA) :happy0025:
Salam

Aneh sekali kalau Allah harus menyelinap untuk mengetahui keadaan manusia.
Padahal Allah maha tahu dengan segala isi hati manusia.

Saya menemukan penjelasan yang mencerahkan dari member “Josua” dalam topik “Ke-Tuhanan Yesus”.
Berikut saya copy paste.

Pertama, “Tuhan itu Allah yang Maha Tahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji” (I Samuel 2:3). Yesus tak tahu kapan hari kiamat (Matius 24:36), tak tahu kapan pergantiuan musim (Markus 11:13), tak tahu suapa yang menjamahnya (Lukas 8:45-46), kesaksian Yesus salah (Yohanes 5:31), dan ramalannya meleset (Lukas 22:34, matius 26:34, Yohanes 13:38 dan Markus 14:67-72).

Kedua, Allah adalah Tuhan yang mengabulkan doa (Amsal 15:29). Maka, tak layak jika Tuhan berdoa pada yang lain. Tapi Yesus, masih berdoa memohon pada Allah (Lukas 5:16, Matius 26:36, dan lainnya).

Ketiga, Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa (Yesaya 40:26, Ayub 23:6, II Korintus 6:18). Sedangkan Yesus tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah (Yohanes 5:30). Yesus tidak bisa bermukjizat banyak di daerah asalnya, kecuali hanya satu mukjizat (Markus 6:5).

Keempat, Allah adalah Tuhan yang tidak dapat dicobai oleh yang jahat (Yakobus 1:13). Sedangkan Yesus dicobai oleh iblis yang jahat di puncak gunung (Matius 4:1-11).

Kelima, Allah adalah Tuhan Yang Maha Hidup dan tak takluk pada maut (I Timotius 6:16). Bibel menceritakan, Yesus mati terbunuh jam tiga sore di atas gantungan tiang salib hanya mengenakan sehelai kain yang menutupi kemaluannya (Lukas 23:44-46).

Keenam, Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan (Mazmur 34:19). Tapi Bibel menyebutkan, Yesus minta keselamatan pada Tuhan (Yohanes 12:27). Yesus juga tidak bisa menyelamatkan dirinya ketika disiksa, diolok-olok, diludahi dan dibunuh (Markus 10:33-34).

Ketujuh, Allah adalah Tuhan Yang Maha Baik, sehingga manusia harus bersyukur padanya (I Tawarikh 16:34). Tapi Yesus menolak disebut orang baik (Markus 10:18).

Kedelapan, Allah adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi yang tidak tidur dan tidak terlelap (Mazmur 121:2-3). Sedangkan Yesus tidur seperti manusia biasa (Matius 8:24, Lukas 8:23, Markus 4:38).
Argumenyang menyatakan, Yesus anak Allah, juga tak kuat jika dijadikan dasar ketuhanan Yesus. Sebab, orang pertama dalam Bibel yag disebut “anak Allah” adalah Nabi Adam (Lukas 3:38). Bahkan penyebutan “anak Allah” dalam Bibel, banyak sekali.

Diantaranya, orang yang membawa perdamaian (Matius 5:19), orang yang memiliki sifat kasih (Lukas 6:35), orang yang mendapat berkah kasih dari Allah ( I Yohanes 3:1) dan lainnya. Jika istilah “anak Allah” disamakan dengan Tuhan, alangkah banyaknya jumlah Tuhan dalam Bibel.

Brur, sudah saya katakan kalau orang-orang seperti anda dan seperguruan anda pasti berkeras kepala dan menolak jawaban apa pun kecuali pembenaran terhadap agama anda.

Kenyataannya, kapan saya katakan YHWH “menyelinap” ke tengah manusia untuk mengetahui isi hati manusia? Itu harun Al-Rasyid yang “SENGAJA” anda kacaukan dengan Yesus supaya bisa membendarkan diri sendiri.

Kedatangan Yesus ke dunia pertama kali adalah sebagai “PENEBUS YANG DIJANJIKAN.” Bukan untuk mengetahui isi hati manusia, brur.

namanya saja datang bukan untuk mengetahui kebenaran, melainkan untuk membenarkan diri sendiri

mau di jelaskan kaya apapun, mah kayaknya spt perbuatan sia sia.

ada yang masih ingat dengan si maryam_khoo/Exia/AKu disini/ bla bla bla

satu kampung, satu perguruan., tingkah laku sama saja

mending ayat dibawah ini diresapi baik baik

Yoh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa (YAHWEH) yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

apa yang kamu tulis atau copy paste kemudian load di forum ini, menunjukkan bahwa kamu tidak mengerti. . . apa makna sebenarnya dari ayat ayat yang kamu kutip.
sebab itu, kamu belajarlah alkitab lebih banyak lagi, dan pasti pertanyaan pertanyaan yang kamu ketemu di web lainnya, kamu bisa mengerti, karena kamu sudah punya basic. . .

alkitab, tidak sulit dipelajari. . .
tetapi sulit bagi yang tidak mau melakukannya
bila anda sudah mempelajari dengan cermat, maka anda akan menemukan siapa sebenarnya Yesus yang lahir dari ROH KUDUS. . . .

pernyataan yg paling bodoh.

entah ini bodoh atau tidak mengerti ??? 11-12