APA SEBENARNYA YANG MAU DIBANGUN OLEH GEREJA ? CURHAT

kayaknya anda belum menjawab pertanyaan saya, yang mana duluan ?

kalau menurut anda yang mana dulu mengasihi Tuhan dengan segenap hati atau mengasihi sesama kita ? GBU

Kalau menurut saya, dalam konteks: " apa sebenarnya yg mau di bangun gereja ", masalah2 dan fakta yang terjadi, dan tantangan gereja ke depannya, lebih baik gereja mengasihi dan memperhatikan sesama, menjadi terang di masyarakat, dgn demikian kekristenan dapat menjadi jawaban hidup bagi masyarakat, dan nama Allah di permuliakan.

@Yung Sen
ya saya juga kembali menegaskan, bahwa FOKUS utama gereja adalah IMAN, dan tugas UTAMA gereja adalah mewartakan kabar baik, jadi garam dan terang.
bukankah yang anda tulis itu sudah tercakup dalam tugas UTAMA gereja ?

@Yung Sen ya saya juga kembali menegaskan, bahwa FOKUS utama gereja adalah IMAN, dan tugas UTAMA gereja adalah mewartakan kabar baik, jadi garam dan terang. bukankah yang anda tulis itu sudah tercakup dalam tugas UTAMA gereja ?

Kita pun kalau terus terang mengabarkan, bisa di tangkap, jadi lebih baik melalui kesaksian hidup dan perbuatan baik…
cuma skrg banyak gereja yg “meleset”, bro. Banyak gereja yang menggunakan memperalat Tuhan utk mencari uang…

@Yung Sen
betul sekali, kita harus dengan cerdik bagaimana ‘menginjili’ tanpa terus terang dan itu butuh hikmat dan pelatihan kan?
yang disebut Tuhan kita sebagai garam itu adalah yg anda kemukakan, jauh lebih efektif dan membangun didalam lebih kokoh dan solid, lewat hidup kita menjadi kesaksian daripada menginjili lewat debat dan teori.

di akhir zaman ini kebutuhan akan uang sudah tidak bisa di elakkan Yung Sen, tiap orang butuh yg namanya uang dan bersifat mendesak.
mamon ini bisa digunakan sebagai sarana penginjilan, bahkan agama sebrang pun melakukan hal itu, bukan rahasia umum.

tapi mamon ini bisa menjadi senjata balik, karena Yesus membandingkan dirinya dengan mamon, artinya bukan hal yang kecil dalam hidup manusia, godaannya memang berat, tapi jika gereja bisa lolos dan mempergunakan mamon dengan bijaksana, mau teori kelimpahan pun akan menjadi sarana yang luar biasa untuk jiwa-jiwa.
tergantung pada masing2 kita, apakah kita sanggup.
kebanyakan hamba Tuhan ‘jatuh’ karena mamon ini, tp saya pribadi melihat tidak semua begitu, beberapa hamba Tuhan diurapi dalam keuangan sanggup mendanai penginjilan dunia.
bukankah itu berkat yang luar biasa ? tergantung dari pribadi kita sendiri, sejauh mana kita dengan Tuhan.

kalau kita melihat kondisi ekonomi mayoritas bangsa ini, separuhnya berada di garis menengah kebawah.

apakah anda pernah “mendeteksi” bahwa sesungguhnya banyak orang miskin yang berminat
menerima keselamatan Kristus tetapi undur karena tersandung batu yang dipasang oleh gereja2
yang tidak berwawasan ? adapun batu itu adalah ajaran perpuluhan.

seharusnya membantu masarakat miskin menjadi agenda yg tidak boleh dilupakan gereja.

Paulus menghayati bahwa ia menjadi rasul bukan karena keinginan atau karena cita-citanya, melainkan karena kehendak Allah. penginjil itu bukan suatu gelar profesi yang mengandung nilai ekonomi dan juga bukan suatu tingkat karier yang mempunyai standar penghasilan, tetapi suatu panggilan Allah untuk menjadi hamba, dan menjadi pelayan tanpa mengharapkan imbalan materi.

Berangkat dari pehaman tersebut, Rasul Paulus melihat dan memahami tugasnya untuk mewartakan Injil sebagai suatu pengabdian dan kewajiban moral. tanpa mengharapkan penghasilan, seperti pengakuannya sendiri; Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini, oleh karena itu kami tidak tawar hati (2 Korintus 4:1)

Paulus bekerja siang malam mencukupi nafkahnya
1 Tesalonika 2:9
Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu,

9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Paulus meminta saudara2 seiman agar menjauhkan diri dari orang yg tidak bekerja/mencari nafkah
2 Tesalonika 3:6
Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya …

2 Tesalonika 3:7-8
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.

@bushman
sebaiknya mengulas tentang perpuluhan bisa di buat topik sendiri.