apa sih yang dibutuhkan Tuhan saat ini ???

ada yang tau ?

Tuhan tidak butuh apa-apa bro… Tuhan adalah sempurna dan tidak ada cacat atau kekurangan pada diriNya. Jadi lupakan bahwa Tuhan butuh sesuatu.

Tuhan menyelamatkan dan mengasihi manusia, bukan karena kebutuhan Tuhan, tetapi karena kebutuhan manusia. Ia tahu manusia butuh dicintai dan butuh diselamatkan dari dosa dan kesalahan kita, karena itu Ia menyatakan cintaNya kepada kita, bukan karena kebutuhanNya tetapi karena kita. Saat hari Sabat ditetapkan, itu bukan untuk Tuhan, tetapi Yesus katakan, “Hari Sabat diadakan untuk manusia, bukan manusia untuk hari sabat” Semua untuk manusia, demikian juga semua janji-janji Allah didalam FirmanNya, untuk kita.

Mulailah anda mengubah paradigma anda, bahwa Allah itu sempurna, Ia tidak membutuhkan apa-apa lagi dari kita, tetapi Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk mendekat kepadaNya karena Ia tahu kita butuh Allah, sekarang dan selamanya.

Karena Ia tidak membutuhkan apa-apa dan tetap juga memberikan yang terbaik bagi kita, bukankah kita harus lebih dari sekedar bersyukur… Allah mencintai kita walau kita sampah atau cacing asalkan kita bersungguh-sungguh mencariNya.

Tuhan tidak butuh apa apa sama sekali
Tuhan tidak butuh Perpuluhan
Tuhan tidak butuh lemak domba , seperti yang diclaim menjadi mkesukaan tuhan dalam kitab PL

GBU

dia butuh persekutuan dan keintiman dengan manusia :smiley:

Dia uda punya segalanya, Dia pencipta segalanya, Dia gak butuh apa2

tp Dia ingin memakai kita, uang kita, pekerjaan kita,dll utk jadi dipakai utk jadi sarana memberkati orang2 laen, menjangkau jiwa…mgkn kita ga bisa apa, mgkn uang kita ga ada artinya bagi Dia, bahkan pekerjaan kita biasa2 aja tp di mataNya tetep berharga bro…

Roma
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

Apa sih yang dibutuhkan Tuhan saat ini ???
Hati yg meng-Hamba
yg siap diutus-Nya utk memberitakan bahwa keselamatan hanya melalui Yesus
Dengan mempersembahkan hidupnya utk kemuliaan Tuhan (Roma 12:1)
karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (II Petr.3:9)
GBU all

yg demikian hakikatnya adalah kebutuhan manusia…

Tuhan hanya ingin semua manusia yg dikasihi selamat… ternyata keinginan TUhan itu ngga selamanya tercipta ya? :smiley:

Tuhan ga butuh apa-apa tapi manusia yang butuh Tuhan…

mungkin melalui trit ini ane bisa jg bertanya…

apa sih yg diperlukan Tuhan saat ini? ya emang dia ga butuh harta benda kita krna IA mahakaya dan maha segalanya.

tapi mungkin yg ane tanyakan disini adalah

  • apa sih yg harus ane lakukan buat Tuhan?
  • manusia spt apa yg Tuhan inginkan dari diri ane?
  • gimana sih menjadi pelaku firman yg baik?

dsb.

Yang dibutuhkan Tuhan saat ini adalah : "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya (Matius 6:19-20).

Mengapa Tuhan inginkan kita manusia jangan kumpulkan harta dibumi, sebaliknya Yesus inginkan kita untuk mengumpulkan harta disorga? Padahal kita masih dibumi bagaimana caranya untuk uang yang kita kumpulkan ini ditabung disorga, apa kita harus pergi kesorga dan tabung disana dan kemudian turun lagi kebumi? Namun tidak demikian.

Jadi yang seharusnya bagaimana? Apakah juga kita tidak boleh kaya dibumi, berarti kita tidak boleh bekerja dan tidak ada harta/uang karena ini juga bertentangan dengan banyak ayat didalam Alkitab.

2 Tes. 3:7,10 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Titus 3:14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Ayat ini juga tidak berarti bahwa kita tidak boleh kaya. Ingat bahwa banyak orang beriman sperti Abraham, Ayub, Salomo, dsb, yang adalah orang kaya! jadi apa arti dari ayat ini?

Jadi apa arti ayat ini , artinya adalah kita tidak boleh mengumpulkan harta demi harta itu sendiri (banding dengan Luk. 12:16-21) Perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh). Juga kita tidak boleh mengumpulkan harta secara egois. Jangan menumpuk untuk dirimu sendiri harta dibumi. Mengapa kita tidak boleh menimbun hatrta dibumi karena 2 alasan: 1. karena semua itu tidak awet. ke-2 semua itu dicuri/ ditampok.

Dan sebaliknya Yesus ingin kita untuk mencari harta disorga. Mengapa Tuhan inginkan kita harus melakukan ini? karena 2 alasan juga.

  1. Ini bersifat kekal.
  2. Sangat terjamin.

1Pet. 1:3-4 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

Caranya bagaimana utk mengumpulkan harta di Surga?.

  1. Dengan hidup utk Yesus, bahkan dalam kondisi yang parah sekalipun. Lihat Luk. 6:22-23).
  2. Dengan mengikuti pengajaran-Nya. Lihat Luk. 6:35.
  3. Dengan mendukung pekerjaan Tuhan Lihat di Markus 9:41. Amin.

TUHAN butuh KASIHNYA dan ANUGERAHNYA tersebar merata pada setiap mahluk di bumi… dan itu menjadi tugas manusia yang harus melakukannya…

Hebat ya… kok bisa pada tahu ya?

Berarti kebijaksanaan & pengetahuannya sudah bisa setara dengan Tuhan, karena sudah mampu memahami secara komprehensif firman Tuhan di Kitab suci, seperti yang seutuhnya dimaksudkan oleh Tuhan ya berarti? sehingga bisa muncul konklusi yang definitif gitu ya…

hehe… saya takut ah… kurang ajar pada Tuhan karena sok tahu hehe…

Mari kita stay humble, and always realise that we are merely finite humans, as opposed to The Infinite Almighty God.

coba skrg km baca kitab
di PB. LALu km akn tahu.

km brlebihan

Ah, kang ammirz jangan gitu ah… jadi malu saya… hehe…

Bukan berlebihan mas… tapi saya selalu mawas diri… supaya tetap sederhana dan rendah hati dalam beriman.

Contoh paling simpel:
Kutipan paling populer: “Hanya melalui Aku-lah jalan kebenaran …bla bla…”

  1. Orang-orang yg habis baca kalimat itu, dengan yakinnya langsung bilang: BACALAH SENDIRI, ITULAH FIRMAN TUHAN LANGSUNG YANG SUDAH AMAT JELAS ARTINYA… dan sebagainya…

  2. Padahal, coba ya mas, kita renungkan, betapa distortif dan subjektifnya pernyataan tersebut:
    a. Dari Yesus yang berkata langsung, sampai masuk ke kepala kita sudah melewati berapa critical distortive points, coba, misal:

  • Yesus emang ngomong aslinya gimana sih?
  • Yg nulis jadi kalimat spt itu apa sudah akurat 100,00 % ? atau barangkali cuma akurat 97,35%?
  • Yang translate dari aramaic ke latin, brp persen bisa transliterasi komprehensif etiologi semantiknya? 98,9%?
  • Yang translate dari latin ke inggris / belanda / bhs indonesia, brp persen komprehensif transliterasi? 98,5%?
  • Nah skrg yang mbaca kan kita-kita manusia (walaupun sudah dibantu dgn doa).
  • Apa mungkin membaca & mengartikan kata-demi-kata itu bisa Zero Distortion? apa bisa Zero Subjectivity? apa bisa zero connotation?
  • Kadar distorsi, kadar subjektifitas & kadar konotasinya aja pasti beda-beda antara saya, mas ammirz, mas jack, mbak inem, pak RT, dan lain-lainnya kan?
  • nah, skrg Point yang paling Krusial: yang berfirman kan TUHAN melalui YESUS, yang kita sudah sepakat bahwa Tuhan itu Infinite & Maha segalanya.
    Mungkin gak sih, kita ini mampu menyelami jalan pikiran & runtutan logika kebijaksanaan Tuhan secara komprehensif? paling kan mampunya secuil ujung kuku doang kan?
    kalau dikuantifikasi paling nol koma nol sekian persen kan kebijaksanaan kita dibanding Tuhan?

b. Nah, sekarang dengan fakta sedemikian distortifnya & sedemikian terbatasnya kemampuan akal budi kita sebagai Manusia,

  • Saya jelas TIDAK BERANI mengatakan dengan lantang (apalagi teriak-teriak) bahwa “Itu-lho… sabda Tuhan… yang jelas banget… coba baca… masa gak bisa baca… wong udah jelas nyata gitu…”
  • Apalagi kalau ngomong: “Ini lho… kehendak dan perintah Tuhan atas kita semua… wajib dan harus dilaksanakan… kalau gak nanti akan… blabla bla…”

c. Tapi saya akan secara GENTLEMAN mengakui dengan teguh bahwa:

  • Apa yang saya baca & pahami adalah: “HASIL INTERPRETASI SAYA SEBAGAI MANUSIA yang serba TERBATAS ini (dengan BANTUAN DOA) atas KALIMAT dalam KITAB SUCI TERSEBUT.”
  • Saya gak akan menghindar atau takut mengakui bahwa itu adalah hasil interpretasi.
  • Lha kalau bukan interpretasi, terus gimana caranya kita bisa mudeng artinya & apalagi nyuruh-nyuruh orang ikutan baca.
  • Lha kalau membaca dengan iman, ya jelas gak bisa… Yang bisa adalah: membaca dengan mata, mengartikan dengan interpretasi, dan menghayati dengan iman.
    Emang bisa cuman menghayati dengan iman, tanpa diartikan dulu? jadinya Srimulat nanti hehe…

Jadi, kesimpulan saya:
Silakan masing-masing dengan kepasrahan diri kepada Tuhan membaca & memahami Kitab Suci kita, tapi mbok ya jangan sok yakin berlebihan gitu, sampai nyalah-nyalahin orang kaya kita aja yang paling bener & paling tahu.

Kan jadi malu, padahal kita kan cuma seujung kuku dibanding Tuhan, kok ngaku-ngaku bisa paham & jelas & nyata akan Kehendak Tuhan hehe…

ngono yo ngono ning ojo ngono, katanya orang jerman…

hehe…
Salam,

apakah Tuhan butuh untuk menciptakan? apakah tanpa mencipta sesuatu, Tuhan berhenti menjadi Tuhan?

cadangdata & ammirz
tolong buat suasana yang nyaman di thread ini ya, jangan memulai membuat keributan!

Bu Modist… eh… bu moderator…
Jgn terlalu kaku gitu ah… saya msh nyaman2 aja koq baca ni thread.
Salam.

Stuju banget masbro…

Tanpa ada apa-apa pun Tuhan tetap lah Tuhan
Tanpa ada yang memusuhi atau membela pun, Tuhan tetaplah Tuhan.
Semakin banyak yang berdoa kepada Tuhan, TIDAK BERARTI Tuhan bertambah Hebat
Semakin sedikit manusia yg percaya kepada-Nya, TIDAK BERARTI Tuhan berkurang ke-Agungan-Nya.

Kan yang butuh ini sebenarnya MANUSIA-nya, cuman sering aja bawa-bawa nama Tuhan, biar lebih keren apa biar keliatan lebih religius, apa punya motif-motif lain gitu kali ya?

Hhhh… gak tau deh…
Yang lebih sedihnya lagi: Sebagian besar Manusia Lainnya itu:
apakah Belum Menyadari bahwa itu sebenarnya Nafsu Duniawi Manusia yg bawa-bawa nama Tuhan?
apakah Sudah menyadari tapi tutup mata & malah ikut-ikutan ambil kesempatan?
atau gimana ya?

Hhhhhhhh… maklum ya… namanya kita ini manusia… yang serba terbatas & punya ego.

Salam,

TS ga taw y? :smiley:
Sini sini ada yg taw nih :happy0062:
Yg Tuhan butuhkeun ga jauh beda dg apa yg para AYAH (orangtua) butuhkeun terhdap anak2nya. Seorang GURU kpd murid2nya. Seorang SOBAT kpd buddiesnya.
BUTUH utk TETAP DEKAT, tetap bersama2 saling mencintai dlm suka duka tangis tawa sendu bahagia.
:wink: