Apa tanggapan anda mengenai Miracle of Lanciano.

Bukan gak sanggup komentar, tapi gak sanggup buktikan :smiley:
Jadi sebenarnya kan hoax

GBU

Pertanyaan:
Mengapa daging dan darah Yesus yang sudah berumur 1200 tahun, dan tersimpan dalam keadaan biasa, sampai sekarang, tetap segar, tidak mengering dan juga tidak membusuk ?
Kita tahu, semua daging dan darah apapun juga dalam waktu beberapa hari, dan tersimpan dalam keadaan biasa, pasti akan membusuk dan mengering !

Daging Yesus yang harus kita makan, dimana Yesus menamakan Roti Hidup, adalah penggenapan manna yang dimakan oleh umat Israel waktu di padang gurun, yang berada di Tabut Perjanjian.
Kita tahu, manna yang jatuh setiap hari, tidak dapat disimpan sampai besok, kalau disimpan manna itu akan berulat dan menjadi busuk.
Sedangkan manna yang ada di Tabut Perjanjian, yang telah digenapi oleh Yesus sebagai daging Yesus, bisa tetap segar selama 40 tahun.

Yoh.6:48-51.
Akulah roti hidup.
Nenek moyangmu telah makan manna dipadang gurun dan mereka telah mati.
Inilah roti yang telah turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.

Kesimpulan:
Penggenapan Yesus yang berfungsi sebagai:

  1. Firman yaitu mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. (Loh Perjanjian )
  2. Roti hidup yaitu daging Yesus untuk dimakan. (Manna)
  3. Imam Agung, yang telah mempersembahkan darahNya sendiri. (Tongkat Harun)

Menjadi lebih mantap dan jelas, tidak perlu diragukan lagi,
AMIN.

“…dan darah itu mempunyai golongan darah AB…”

Persis sama dengan hasil penelitian terhadap kain kafan dari Turin. Sungguh, ane agak absurd menerima kalo golongan darah Manusia Yesus itu AB karena keberadaan Manusia Yesus di dunia ini bukan karena proses pembuahan sel telur oleh sperma.

TETAPI membaca kalimat “sampai sekarang daging dan darah itu, sekalipun sudah berumur 1200 tahun, masih tetap segar, tidak mengering dan tidak membusuk.” Jika itu benar adanya, maka Miracle of Lanciano adalah perkara Tuhan.

Memang benar dari hasil penelitian, golongan darah Yesus di Lanciano, yaitu AB sama dengan golongan darah yang ada di kain kafan di Turin, dan juga sama dengan banyak peristiwa roti Hosti berubah menjadi daging yang terjadi di beberapa negara.

Kalau anda berpandapat bahwa golongan darah Yesus yang ternyata AB, agak absurd, tidak logik, ridiculous, mentertawakan, maka anda pilihkan saja golongan darah Yesus, menurut anda yang cocok apa,

Anda katakan bahwa, “Miracle of Lanciano adalah perkara Tuhan”,
sama halnya dengan anda mengatakan bahwa:
Yesus menderita, Yesus mati dan Yesus bangkit adalah perkara Tuhan,
Anda anggap bukan perkara kita, orang kristen, yang sudah ditebus dibayar dengan penderitaan Yesus dan darahNya.

Tidak, sama sekali tidak benar, bahwa Miracle of Lanciano adalah perkara Tuhan.
Miracle of Lanciano, Yesus ingin berbicara dan membuka mata kita, bahwa roti Hosti itu adalah benar-benar dagingNya.
Bukan seperti yang dianggap oleh sebagian orang kristen, bahwa pernyataan roti menjadi dagingNya, hanya merupakan peringatan belaka.
Makan daging Yesus dan minum darah Yesus adalah janji Allah di perjanjian Baru yang sudah dimeteraikan.
Dimeteraikan berarti, harus dan mutlak kita lakukan.
Miracle of Lanciano adalah merupakan warning, peringatan buat semua orang kristen, sebab orang yang disesatkan menolak makan Yesus semakin banyak.

Apa kata Yohanes apabila mereka menolak perintah Allah yang sudah dimeteraikan itu !
2Yoh.1:7.
Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai daging. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

Dan apa peringatan yang diberikan oleh Yesus sendiri.
Mat.7:21-23.
Bukan setiap orang yang berseru kepada Ku: Tuhan, Tuhan ! akan masuk kedalam Kerajaan Sorga melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di Sorga.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama Mu, dan mengusir setan demi nama Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Mu juga ?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu !
Enyahlah dari pada Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan !

Ayat diatas, jelas mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus, seperti anda dan saya, bahkan sudah melangkah melayani demi nama Yesus, tapi sayangnya mereka menolak disatukan dengan Yesus, maka Yesus berkata:Aku tidak pernah mengenal kamu !
Yoh.6:56.
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Apa Anda bisa membuktikan bahwa itu hanyalah hoax?
Kalau cuma bicara hoax sih gampang :slight_smile:

Salam

Menurut sumber ini, golongan darah-Nya O
http://alkitab.mobi/2/kidung/kj/36/

O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku! Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus.
Hanya intermezo saja :)

Salam

Justru yang mengatakan seperti itu (Miracle of Lanciano) yang harus membuktikan bahwa pernyataannya bukan hoax.
Sama misalnya tiba-tiba gw bikin pernyataan bahwa ada ayam yang bisa makan mobil. Lalu orang lain disuruh membuktikan sebaliknya, kan repot.

Secara ilmiah adalah seperti itu, bahwa yang menyatakan sesuatu punya kewajiban membuktikan. Isac Newton mengeluarkan teori gravitasi misalnya, maka Isac Newton yang punya kewajiban membuktikan teorinya, bukan orang lain. Jika yang bersangkutan tidak bisa membuktikan oltomatis sah-sah saja dianggap tidak ilmiah atau kasarnya hoax. :slight_smile:

Dalam hukum juga seperti itu. Jika polisi menyatkan gw bersalah maka beban pembuktian ada di pihak polisi, sedangkan gw tidak punya kewajiban untuk membuktikan bahwa tidak bersalah. Jika pembuktian polisi tidak valid maka otomatis pernyataannya tidak sah alias hoax. Yang mengeluarkan pernyataan, dialah yang harus membuktikan bukan orang lain :happy0025:

GBU

Sisi lain dari Miracle of Lanciano, dari pandangan skeptik :

Pada intinya adalah: tidak ada bukti secara ilmiah dan kembali lagi kepada iman kepercayaan: mau percaya apa kagak, sebab jika bicara bukti ilmiah maka tidak ada.

Jika demikian, ya gw milih percaya berdasarkan bible ketimbang hal-hal yang gak jelas juntrungannye :slight_smile:

GBU

Di postingan pertama: "Anda bisa lihat sendiri di Google cari: “Miracle of Lanciano”.
Cari saja, ada banyak referensi tentang topik tersebut.

Kalau Anda punya referensi bahwa itu adalah hoax, tinggal cantumkan saja link-nya.
Tidak perlu dibikin repot.

Nah, maksud saya yang seperti ini.
Walau link tsb tidak menyatakan tentang hoax, Anda punya referensi juga.
Kalau begini kan jelas, tidak sembarangan bilang hoax.

Salam

Waduh, kalau miracle of Lanciano ini bener, gawat dong, berarti ekaristi yang dilakukan di misa-misa katolik salah semua, karena rotinya kagak berubah jadi daging seperti yang di Lanciano ini?

Kalau memang itu benar, berarti ada yang salah dengan imam-imam Katolik yang memimpin misa-misa lainnya sehingga rotinya tidak berubah menjadi daging seperti yang di Lanciano.

Logika seperti itu absurd. Mujizat bukan lagi mujizat jika selalu terjadi di mana-mana.

Selain itu, Anda juga perlu menerapkan logika tsb ke mujizat lain. Misalnya ada pendeta kharismatik yang melakukan mujizat kesembuhan. Tentu kita tidak bisa menyebut pendeta kharismatik lain salah karena tidak membawa mujizat kesembuhan.

Salam

Aleph,

Betul katamu, Miracle of Lanciano ini memang bertentangan dengan konsep transubstansia, kerana yang berubah bukan hanya substance sahaja tetapi juga accidentnya, sementara pada Transubstantia, accidentnya (roti) tetap tidak berubah.
jangan lupa bahwa kejadian ini adalah mukjijat.

Syalom.

Tergantung apa yang kita percaya tentang peristiwa itu sendiri.
Kalau mujizat kesembuhan misalnya, saya percaya Tuhan menyembuhkan tidak selalu dengan mujizat, bisa juga dengan cara yang dipandang orang sebagai natural, melalui dokter atau obat.

Sedangkan dari katolik memandang roti dan anggur benar-benar berubah menjadi daging dalam ekaristi, kemudian mencontohkannya dengan Miracle of Lanciano. Dari sini timbul kebingungan, jadi yang dimaksud roti dan anggur berubah menjadi daging dan darah dalam ekaristi itu apakah dalam arti daging dan darah itu bisa diverifikasi melalui sains seperti Miracle of Lanciano atau yang tidak bisa diverifikasi seperti yang terjadi dalam misa-misa katolik biasa.

Mana yang benar?

Ya, sekarang saya menangkap maksud Anda.
Tapi saya tidak berhak menanggapi lebih lanjut karena tidak mewakili Katolik.
Biar nanti TS saja yang menjawabnya.

Salam

Ok, jadi anda percaya yang mana?

Aleph,
mujijat ini diperuntukkan terutama bagi yang meragukan transubstantia. Bagi yang sudah percaya, tidak perlu ada tanda lagi bukankah demikian?

Syalom

Betul juga, kita ini kadang-kadang perlu relax, jangan terlalu serius selalu.
Sehingga suasana persaudaraan bisa lebih akrab.

Thanks mod.

Memang benar, mujizat ini diperuntukkan terutama bagi orang yang tidak percaya atau meragukan transubstantia.
Dari dahulu, waktu Yesus pertama kali berbicara mengenai roti hidup, yaitu daging Yesus untuk dimakan, langsung saja antara orang-orang Yahudi bertengkar dan banyak murid-murid Yesus yang meninggalkan Yesus.

Sudah saya tekankan diuraian terdahulu yang tertulis dibawah ini, bahwa mujizat ini adalah merupakan warning dan peringatan buat mereka yang menolak untuk percaya dan mengimani bahwa roti yang kita makan adalah benar-benar daging Yesus.

Dengan menolak makan daging Yesus, Yohanes tidak tanggung-tanggung, langsung menamakan mereka adalah : Antichrist.
Mengapa Yohanes menamakan mereka Antichrist ?
Jawab: Dengan menyingkirkan salah satu janji Allah yang sudah dimeteraikan, berarti mereka akan menyesatkan banyak orang, orang yang sebenarnya menjadi tuaian buat Allah, dibelokkan akhirnya menjadi tuaian si iblis.

Sayangnya mereka tetap bersikeras, mengukuhi bahwa perjamuan kudus, dengan makan daging Yesus itu, hanyalah merupakan peringatan belaka.

Lho, tanda untuk transubstansia kok malah bertentangan dengan transubstansia?

Aleph,

Betul katamu, Miracle of Lanciano ini memang bertentangan dengan konsep transubstansia, kerana yang berubah bukan hanya substance sahaja tetapi juga accidentnya, sementara pada Transubstantia, accidentnya (roti) tetap tidak berubah.
jangan lupa bahwa kejadian ini adalah mukjijat.

Syalom.