apa tujuan anda melayani di gereja ?

apapun pelayanan anda : usher, singer, kolektan, pendoa, guru sekolah minggu, wl, pemusik, ketua komsel, diaken, dll. Apa tujuan anda melakukan semuanya itu ? apakah karena panggilan ? apakah utk mengasah talenta ? apakah krn hobi ? karena kewajiban / tugas ? karena rutinitas ? karena cinta Tuhan / mengasihi jiwa-jiwa? apakah utk status / utk kebanggaan ? Bagaimana jika suatu saat anda terjebak ke dalam suatu rutinitas dan tidak merasa Tuhan memanggil Anda untuk melayani di bidang2 tersebut ? Apa yg akan Anda lakukan ?

mo tau ajah ato pake banget niy… :tongue: rahasia dunk… :ashamed0004:

Well, dulu sih pernah ngalami rutinitas selama pelayanan di gereja. Sekarang, udah nggak lagi. Karena aku pelayanan di luar gedung gereja. Lebih cenderung ke passion melayani jiwa-jiwa. :happy0025:

Motivasi saya melayanin yang sudah-sudah karna panggilan hati (saya senang masuk dalam dunia pelayanan) dan punya talenta yang kudu disalurkan agar tdk mampet, talenta harus dikembangkan bukan disembunyikan. Buat saya pribadi, beda saja ketika masuk dalam dunia pelayanan dan yang tidak sama sekali. Meski banyak yg bilang pelayanan tdk kudu di gereja, dimana saja bisa melayanin. Tapi tetap saja saya merasakan pelayanan yang rohaniawan itu ada di dunia gereja karna situasinya memang sudah terbentuk rohani. Di luar gereja, kita kudu mandiri dalam hal kerohanian dan harus menjadi “garam” contoh suri tauladan bagi orang luar.

Bagi saya melayanin Tuhan di gereja itu menyenangkan, menjaga api cinta kepada Tuhan tetap menyala-nyala (bertemu dengan rekan2 seiman yang punya passion sama) dan kesempatan untuk pengembangan diri lebih besar lagi. Asal setia di ladang Tuhan dan setia pada perkara-perkara kecil maka akan Tuhan lipat gandakan ke perkara2 yang lebih besar lagi. Lagipula dengan melayanin, waktu bisa saya pergunakan pd hal yang bermanfaat jadi tidak menyia-nyiakan waktu dengan kongkow yang tidak jelas, tidak punya waktu mikirin yang aneh-aneh. Jika ngobrol jelas arahnya. Pokok e’ semua aktivitas jelas, padat dan berisi. No useless time.

Makanya saya always kangen dunia pelayanan di gereja, saya terpanggil untuk melayanin Tuhan sampai maranatha sesuai talenta yang Tuhan percayakan :slight_smile: Oh sweet Jesus :angel:

Dulu malah kepikiran pingin tinggal di gereja (rasanya dekat dengan Tuhan (!’ ˆ▾ˆ){н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅]…‎​ namanya juga rumah Tuhan), tapi sekarang bertetanggaan dengan gereja sudah cukup puas meski bukan gereja tmpt saya beribadah. Suasana gereja itu loh beda dengan suasana yang bukan gereja. Ada sesuatu yang beda antara suasana gereja dengan yang bukan :slight_smile:

kemarin2 saya melayani di Gereja dan sangat bersemangat malah, tapi awal2nya saja… kenapa hanya di awal2??
karna orang2 di dalamnya sebagian besar sama sekali bukan melayani, tapi hanya ingin bergaul dan mncri pasangan masing2. BETE pokoknya melayani dengan mereka… memang sih yang lain melayaninya baguus… tapi hanya satu dua orang saja. jadi, saya lebih memilih, melayani di luar saja…
tapi msh ttp bergaul dengan mereka yang sejemaat dengan saya donk tentunyaaaaaaaaaaaa

Menyedihkan ya gereja kamu @shipboat. Memang sih tidak akan pernah ada gereja yang sempurna tapi yang better always tersedia. Sedih juga baca priview beberapa member FK yang berkisah nasib gerejanya yah tdk seperti nuansa gereja. Tapi mau gimana lagi, perjalanan hidup orang masing-masing sih,… Dan pertumbuhan gereja juga variasi, tidak sama satu sama lainnya tergantung isi orang-orang di dalamnya juga.

Dan saya bersyukur Tuhan menempatkan saya di tempat yang better tsb :slight_smile:
Well lagipula saya belajar fokus untuk melihat Tuhan Yesus nya bukan manusianya, jd apapun yang terjadi iman saya tetap berdiri teguh karna Yesus yang saya pandang. Bosan kalo hanya melihat si a si b, ya masing2 orang so sudah punya kehidupan dan baik buruknya so terima sendiri toh. Yang penting bagi dewasa rohaninya, ya sudahlah hadapilah dengan bijaksana. Makin kesini2 saya memang sudah sedikit banyak mengerti harus bersikap seperti apa karna “Hikmat Tuhan” juga. Saya di ajarin Tuhan, bahkan saya suka tanya Tuhan dan minta tuntunan Roh Kudus agar setiap tindakan yang saya ambil sesuai dengan kebenaranNYA. Yeahhhh nobody’s perfect tapi setiap kita bisa banyak belajar memperbaiki diri dari setiap kejadian yang kita alamin, kita lihat, kita dengar dan kita rasa untuk ambil sisi baiknya :afro:

Pelayanan itu menurut saya harus melihat apa yg telah dilakukan oleh Tuhan Yesus dan para rasul,
kalau konteksnya tdk bersentuhan spt yg mereka lakukan, kayanya gak layak disebut melayani.
Dalam pelayanan/melayani harus ada unsur melakukan Amanat Agung Yesus.

Sudah menjadi hal yg umum bahwa mereka yg merasa sdh melayani itu hanya berkiprah dilingkungan gedung gereja,
banyak diantara mereka yg ketika di tengah keluarga tdk menjadi pelayan,
banyak juga yang ragu2 ketika ditanya tt konsep keselamatan,
ragu2 juga ketika harus menuntun org lain utk bertobat, mengusir setan, mendokan org sakit, menghibur, memberikan konseling keluarga/pribadi.
Ayo instrospeksi diri masing2,
sdhkan kita menjadi pelayan spt yg diinginkan oleh Tuhan Yesus?
sdh pantaskan saya disebut pelayan Kristus?

Pelayanan di gereja apapun itu, seperti yang TS tuliskan berguna yang penting melayanin dengan hati.

Iya betul kebanyakan spy dilihat org sbg aktivis/pelayan, spy dipuji
cap aktivis/pelayan itu seringkali tdk sesuai dgn fakta dlm kehidupannya

Pelayanan Tuhan Yesus adalah pelayanan yg Holistik,
yg terutama untuk memberitakan keselamtan, bkn spy terlihat aktif dan mendpt pujian.

Yang penting dengan hati yang tulus sehingga nama Tuhan Yesus dipermuliakan, smoga gereja yang belum merasakan kasih Kristus dengan sempurna merasakan lawatan Tuhan jd tidak perlu menyedihkan pergi ke gerejanya :smiley:

Saya sudah banyak keliling gereja-gereja dari yang model dan jenis apa sudah saya rasakan bahkan bersosialisasi, untungnya saya bukan jenis jemaat yang suka kritik makanya Tuhan Yesus memperhatikan setiap perkembangan kerohanian saya dan dijawab sesuai kebutuhan saya :smiley: Di gereja saya berusaha enjoy saja, karna itu rumah Tuhan.

Ya saya tahu mana gereja sehat dan tidak tapi, ya sekali lg yang penting bawa hati yang tulus, smakin banyak komeng yang ngga-ngga semakin mengurangi pahala sendiri apalagi yang suka kritik. Pantes aja kerohaniannya stuck ga berkembang alias bantet, suka lihat kejelekan dan tidak mensyukuri.

Dimanapun anda berada syukuri :afro:

BTT, Re: apa tujuan anda melayani di gereja ?
Pelayanan itu sebenarnya tdk bisa hanya dilakukan di gereja,
Pelayanan yg hanya dilakukan di gereja itu adalah pelayanan semu
Tujuan pelayanan sebenarnya untuk memberitakan Firman Tuhan,
supaya banyak org yg bisa ditobatkan, dihiburkan, dimenangkan, disembuhkan, dan dibebaskan.
Jadi pelayanan itu tdk bisa hanya dilakukan dilingkungan gereja, apalagi hanya di jam2 ibadah/kebaktian saja.
Pastilah pendapat ini akan menuai protes dari mereka yg merasa sdh jadi pelayan walau cuma dibalik gereja.

Yang penting hati tulus itu saja, itu saja untuk topik ini yang paling fudamental untuk membangun iman.

Yg ditanyakan TS : apa tujuan anda melayani di gereja ?
Masa ada yg jawab : Yang penting hati tulus itu saja, itu saja untuk topik ini yang paling fudamental untuk membangun iman.
Lho itukan gak jawab, betul kan TS?

Silahkan dibaca lagi dari awal semua opini saya, semua mendukung dan menjawab pertanyaan TS.

Justru opini sodara yang malah berteori ga nyambung. Yang ditanya itu motivasi hatimu, jawablah baik2. Ketahuan si @ship_boat walau jawab begitu itulah motivasi hatinya. Jawab saja toh sesuai motivasi hatimu, beres. TS tanya apa, dijawab apa ga nyambung bro. Makanya saya jadi memberi penekanan di hati, itu semua adanya di hati mas bro. Anda melayanin ga pake hati hanya modal ilmu dan teori, ga ada guna mas bro. Smoga saja mas bro tdk sedang berteori :smiley: makanya usah OOT mas bro, ga nyambung koment nya.

Salam

.
Motivasi dalam melayani yg di tanyakan sama TS adalah bagian dari proses kedewasaan rohani yg bersangkutan dalam pengenalan akan kehendak Tuhan. Kelak bila saatnya tiba, yg bersangkutan akan mendapatkan Hikmat, tentang kemana dan harus bagaimana serta seperti apakah pelayanan yg harus dilakukannya tsb.
.
.
Setiap individu memiliki tugas dan panggilannya masing2, sesuai dgn apa yg telah DIA utus atau pun apa yg telah DIA karuniakan pada setiap pribadi yg bersangkutan. Apakah mau melayani di dalam gereja ataukah diluar gereja, dan akan seperti apakah bentuknya pelayanan tsb. Proses pertumbuhan kedewasaan Iman yg bersangkutanlah yg akan menuntun dan yg akan membimbing langkah2nya dalam membuat keputusan.
.
.
Hal yg paling utama dalam pelayanan adalah bahwa kita telah melakukan apa yg menjadi kehendakNYA atas diri kita, dan bukannya kita melakukan pelayanan karena kita lebih menuruti keinginan2 ataupun kesenangan2 hati kita dengan kata lain yakni mengabaikan apa yg sesungguhnya Tuhan ingin dan Tuhan harapkan atas kehidupan kita.
.
.

Itu bukan teori tapi prakteknya memang harus spt itu,
cuma saja yg biasa pelayanan dibelakang tembok gereja pasti gak ngerti
pikirnya pelayanan itu scopenya pasti gereja dan lingkungannya, makanya tersinggung berat
pelayanan itu gak usah ditonjol2kan spy org lain tahu, biar cuma Tuhan yg tahu krn hanya bagi Dia :slight_smile:
jadi dipikirnya paparanku itu adalah teori melulu, bukan praktek yg holistik yg seharusnya dilakukan
Org yg bener2 mau melayani dgn motivasi yg tulus itu gak gampang tersinggungan, kecuali kalau ditabrak
Motivasi boleh saja betul, tapi kalau caranya salah tetap saja gak nyampe tujuannya
spy gak salah maka harus meneladani apa yg telah dilakukan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul

Sebenere jika kita beraktifitas/berkegiatan di gereja atau bahkan sampai bekerja di gereja (mencari nafkah), apa juga masih di sebut pelayanan ?

Mirip ya, sama keadaan pelayanan di gerejaku. Emang miris sih, tapi aku gak berhak menghakimi mereka, malah aku semakin yakin kalau Tuhan punya rencana membawa aku kembali ke gereja (tobat maksudnya). Yah bisa dibilang motivasiku adalah memperkenalkan kebaikan Tuhan lebih dalam lagi sama semua orang.

  1. Matius 9:37 Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit.
    selama saya pelayanan, saya tidak pernah memikirkan kesakitan apa yang saya hadapi di karenakan pengerja2 yang laen bahkan sampe pendetanya. fokus saya hanya kepada Tuhan. saya ingin membahagiakan Tuhan. Saya ingin menjadi budakNya, babuNya. kita kadang melihat, babu suka di maki sama majikan, tetapi kita harus tetap setia sama majikan kita. Itulah yang saya pikirkan, anggap saja yang menyakiti hati kita itu majikan kita.
    2.filipi2:3b sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada diri sendiri.
    ada beberapa orang yang udah melayani menjadi sombong. merasa dirinya adalah VIP. padahal dia lupa"melayani" itu artinya kita layan orang.bukan jd VIP.
    3.Yohanes3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku arus makin kecil.
    ketika melayani, saya slalu berdoa agar saya tidak mengambil kemuliaan Tuhan, tetapi pakai saya sebagai alatnya. agar Tuhan yang di muliakan, bukan saya. Soalnya saya juga manusia yang bisa melakukan kesalahan.
  2. matius9:12 Yesus mendengarnya dan berkata:“bukan orang sehat yang memerlukan tabib”
    kepedihan yang kita alami dalam bekerja itu pasti ada. gereja itu bukan tempat dimana orang sehat datang, tetapi itu adalah rumahsakit. kita masuk kerumah sakit orang yang hancur jiwanya, maka itu kita masih bisa mendapat kepedihan dari orng.istilahnya ketularan sakitnya. maka itu saya setiap mau peayanan minta Tuhan obat/ vitamin lapang hati untuk menghadapi para penyakit.
  3. ada kalanya kita jadi Marta, ada kalanya kita jadi Maria. sesibuk2nya kita jangan pernah bosan ato ngantuk untuk mendenager firman Tuhan. Terlebih2 bagi Imam Lewi yang di atas panggung. saya sering banget liat, imam Lewi kalo udah turun dari panggung langsung loyowkt denger firman :mad0261:
  4. yang paling pentig adalah ketika melayani, kita haru memback up satu sama laen. UNITY! jangan buka cela untuk iblis merusak acara itu. :afro:
    dan jangan lupa untuk fokus ke Tuhan!! Lihat Tuhan bukan pelayanNYA!!! :angel: :angel: :angel:
    GBU GUYS… Slamat Melayani!!! :happy0025: :happy0025:

stuju banget sama yang ini… pelayanan bukan cuma harus di Gereja. misionaris yang pergi ke pedalaman gak melayani di gereja buktinya. Tuaian ada banyak! gereja itu cma keranjang penampungan doang… yang harus di tuai itu yang ada di ladang. :afro: :afro: