apa yang dimaksud oleh Alkitab dengan NABI?

Bung Matius Kesar, jumpa lagi di forum yang sedang “hangat” ini.

Tanpa bermaksud memanaskan perdebatan anda dengan bung Daniel FS, saya mempunyai pandangan demkian :

Efesus 2:19-20 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru

Saya beranggapan ada beda kualitas dan otoritas antara nabi ( dan rasul ) di zaman Firman Tuhan ditulis dengan zaman sekarang ini. Saya memang tidak setuju dengan bung Daniel mengenai adanya nabi amatir. Palsu atau tidak, cuma itu pilihannya. Mustahil Tuhan menunjuk nabi Nya dengan kualitas berbeda, tugas yang berbeda ya, kualitas / otoritas tidak.

Kita juga mendasarkan iman kita pada Firman Tuhan yang ditulis oleh Rasul dan Nabi ketika Firman Tuhan dituliskan dan bukan “nabi” dan “rasul” zaman modern ini. Jika kita menganggap nabi dan rasul itu sama maka saya percaya Alkitab kita masih terbuka untuk ditambahi tergantung TUhan hendak mewahyukan apa melalui nabiNya.

Saya memang cenderung berpandangan Nabi sudah tidak ada namun tugas kenabian ( yang bisa diemban orang zaman sekarang ) masih ada sampai Yesus datang kedua kali. Tugas kenabian juga tidak hanya bernubuat atau hal hal yang supranatural saja, berkotbah / menyampaikan Firman Tuhan juga termasuk. Jadi kesimpulan saya, Pendeta pun menyandang tugas / fungsi sebagai nabi. Bagi saya pribadi, nabi zaman modern ini merupakan sesuatu istilah yang netral saja, namun seyogyanya dipakai secara cermat dan hati hati karena efeknya bisa sangat negatif.

Saya setuju memang, sekarang ini gelar Nabi telah banyak disalah gunakan. Semakin rumit ketika banyak ayat ayat Firman Tuhan dipakai sebagai bumper / backing gelar tersebut. Banyak orang tergila gila gelar ini, malahan kalau tidak salah ada sekolah khusus untuk mencetak nabi di Indonesia.

Mungkin ada baiknya kita cermati bersama, siapa yang mengaku atau diangkat menjadi nabi. Ketika “nabi” tersebut melakukan “kesalahan” dalam bernubuat atau menafsirkan ayat ayat Firman Tuhan, kita lempar batu saja, kan dia sudah menjadi nabi palsu ??

Semoga tensinya tidak meninggi ya bung Matius.

God Bless You

Saya setuju bahwa Alkitab sebagai standar kanon tidak dapat ditambahi lagi, karena semua pewahyuan fundamental telah lengkap, yang dinubuatkan oleh para nabi sesudah standar kanon harus harmonis dan selaras dengan Alkitab sebagai standar, tidak dapat menggubah atau menghapuskan ketetapan Alkitab.

Contoh adalah nubuat nabi Agabus di PB yang memang tidak fundamental dalam doktrin Kristen, namun demikian tetaplah itu dipandang sebagai nubuat seorang nabi.

Saya memang cenderung berpandangan Nabi sudah tidak ada namun tugas kenabian ( yang bisa diemban orang zaman sekarang ) masih ada sampai YESUS datang kedua kali. Tugas kenabian juga tidak hanya bernubuat atau hal hal yang supranatural saja, berkotbah / menyampaikan Firman Tuhan juga termasuk. Jadi kesimpulan saya, Pendeta pun menyandang tugas / fungsi sebagai nabi. Bagi saya pribadi, nabi zaman modern ini merupakan sesuatu istilah yang netral saja, namun seyogyanya dipakai secara cermat dan hati hati karena efeknya bisa sangat negatif.

Bisa jadi pendeta memiliki Imamat Nabi.

Saya setuju memang, sekarang ini gelar Nabi telah banyak disalah gunakan. Semakin rumit ketika banyak ayat ayat Firman Tuhan dipakai sebagai bumper / backing gelar tersebut. Banyak orang tergila gila gelar ini, malahan kalau tidak salah ada sekolah khusus untuk mencetak nabi di Indonesia.

Benar, nabi bukanlah orang yang lebih dibandingkan imamat yang lain; yaitu: rasul, penginjil, gembala, dan pengajar.
Saya tidak keberatan dengan Sekolah Kenabian, wajar bagi saya, asal tujuannya memuliakan Kristus Yesus.

Mungkin ada baiknya kita cermati bersama, siapa yang mengaku atau diangkat menjadi nabi. Ketika "nabi" tersebut melakukan "kesalahan" dalam bernubuat atau menafsirkan ayat ayat Firman Tuhan, kita lempar batu saja, kan dia sudah menjadi nabi palsu ??

God Bless You

Menafsirkan ayat Firman bukanlah bidang kenabian, namun tugas Pengajar.

Apakah kesalahan oleh nabi harus dilempari batu sesuai dengan PL? Jika demikian, mengapa berzinah juga tidak dilempari batu sesuai dengan PL? atau bolos ke Gereja 1x dalam 1 minggu bisa dianggap tidak menguduskan hari Sabat sehingga harus dilempari batu juga? Jika yang satu dilakukan yang lain jangan diabaikan, demikianlah aturan dalam PL; dan disinilah jerat bagi bangsa Israel saat itu.

Tolong jelaskan mengapa nabi dibawah ini tidak dilempari batu padahal beliau berbohong (silahkan dibaca sampai satu perikop/satu kitab bila perlu, tidak ditemui bahwa nabi ini dihukum, malahan nabi muda yang lain yang tertipu itulah yang terhukum), mengatakan yang tidak dikatakan oleh Tuhan, sesuai aturan PL bahwa yang sedemikian harus dilempari batu sampai mati,

1Raj. 13:18
18. Lalu jawabnya kepadanya: "Akupun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." Tetapi ia berbohong kepadanya.

Best Regard,
Daniel FS

Wah ya jangan sampai di lempari batu begitu, itu namanya sudah main hakim sendiri, sudah dosa tambah dobel dosanya. Bahkan ketika Bpk Mangapin Sibuea salah bernubuat, PGI waktu itu juga persekutuan Gereja lainnya tidak berani menghakimi ajaran beliau sebagai aliran sesat, tetapi melakukan pendekatan yang baik kepada pengikutnya supaya kembali pada ajaran yang benar-benar Alkitabiah.

Apakah kesalahan oleh nabi harus dilempari batu sesuai dengan PL? Jika demikian, mengapa berzinah juga tidak dilempari batu sesuai dengan PL? atau bolos ke Gereja 1x dalam 1 minggu bisa dianggap tidak menguduskan hari Sabat sehingga harus dilempari batu juga? Jika yang satu dilakukan yang lain jangan diabaikan, demikianlah aturan dalam PL; dan disinilah jerat bagi bangsa Israel saat itu.

Setuju tidak boleh dilempari batu, tetapi tetap harus mempertanggung jawabkan di depan hukum (kalau masih hidup di dunia) karena dengan salah bernubuat bisa dan pada kenyataannya selalu membawa kerugian bagi banyak orang. Berzinah, bolos ke gereja itu hanya merugikan dirinya sendiri dan segelintir orang, namun nubuat salah itu bisa berdampak luar biasa pada yang mempercayainya, bahkan bisa mati sia-sia, bukan hanya duniawi tapi juga di akhirat.

Sebagai contoh misal saya bernubuat “Jakarta akhir april 2009 akan ada banjir besar yang dasyat” kemudian nubuat saya di dukung nabi-nabi lain yang mengaku punya pengelihatan yang sama dengan saya, maka gemparlah penduduk Jakarta, barangkali sebelum April ada yang mengungsi, pindah dan rumahnya di jual murah banget, beli sekoci dlsb, pada saat sudah lewat akhir april 2009 tidak terjadi apa-apa, maka saya sebagai nabi, membuat nubuat baru…“oh, yang kemarin itu saya salah mendengar suara Tuhan/kurang lengkap kedengarannya, yang lengkap sebetulnya blablabla”. Mungkin bagi yang fanatik dan percaya penuh pada saya, ya iya-iya saja, namun bagi yang terbawa-bawa/ikut-ikutan resah, hal tersebut merupakan kerugian yang besar bagi mereka. Itu contoh kecil kerugian secara materi, kalau kita googling banyak sekali kita temukan nubuat-nubuat salah yang fatal akibatnya, bukan hanya meteri namun juga jiwanya ikut mati. GBU

Setuju tidak boleh dilempari batu, tetapi tetap harus mempertanggung jawabkan di depan hukum (kalau masih hidup di dunia) karena dengan salah bernubuat bisa dan pada kenyataannya selalu membawa kerugian bagi banyak orang. Berzinah, bolos ke gereja itu hanya merugikan dirinya sendiri dan segelintir orang, namun nubuat salah itu bisa berdampak luar biasa pada yang mempercayainya, bahkan bisa mati sia-sia, bukan hanya duniawi tapi juga di akhirat.

Sebagai contoh misal saya bernubuat “Jakarta akhir april 2009 akan ada banjir besar yang dasyat” kemudian nubuat saya di dukung nabi-nabi lain yang mengaku punya pengelihatan yang sama dengan saya, maka gemparlah penduduk Jakarta, barangkali sebelum April ada yang mengungsi, pindah dan rumahnya di jual murah banget, beli sekoci dlsb, pada saat sudah lewat akhir april 2009 tidak terjadi apa-apa, maka saya sebagai nabi, membuat nubuat baru…“oh, yang kemarin itu saya salah mendengar suara Tuhan/kurang lengkap kedengarannya, yang lengkap sebetulnya blablabla”. Mungkin bagi yang fanatik dan percaya penuh pada saya, ya iya-iya saja, namun bagi yang terbawa-bawa/ikut-ikutan resah, hal tersebut merupakan kerugian yang besar bagi mereka. Itu contoh kecil kerugian secara materi, kalau kita googling banyak sekali kita temukan nubuat-nubuat salah yang fatal akibatnya, bukan hanya meteri namun juga jiwanya ikut mati. GBU

Setuju, kenabian dan nubuat harus diuji. Harus, tidak bisa tidak, apalagi menyangkut harkat hidup orang banyak maka perlu pertanggungjawaban hukum, Anda bijak bro…

Best Regard,
Daniel FS

Menanggapi saudara Daniel FS, anda tidak perlu gentar, kuatir akan disebut bidah asalkan anda tetap berjalan didalam FIRMAN TUHAN dan berpegangan pada Alkitab. Memang pada zaman akhir ini akan banyak orang yang bernubuat dan melakukan mujizat dalam namaNya, yang terpenting adalah jangan sampai engkau sendiri tidak dikenal oleh Yesus. "Banyak orang akan berseru, TUHAN-TUHAN bukankah aku telah bernubut dan melakukan mujizat demi namaMu, tetapi Yesus menjawab enyahlah engkau… karena AKU TIDAK MENGENAL ENGKAU.
Saya membaca sharring anda sejak awal, anda tidak sendirian, banyak yang menerima karunia seperti itu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya pun juga menerima karunia seperti itu.
Namun banyak yang tidak percaya atas pernyataan Tuhan yang disampaikan Tuhan lewat saya.
Padahal beberapa waktu kemudian nubuatan, kejadian ataupun bencana itu menjadi kenyataan. Bahkan ada yang menganggap sebagai orang pintar bukan sebagai penyampai maksud TUHAN.
Sebagi nabi pun, tidak bisa lepas dari dosa, karena manusia kecenderungan untuk berbuat dosa, itu pun saya alami.
Dunia sekuler mengenal Mama Laurent, Ramalan dengan kartu Tarot .dsbnya.
Namun didalam keyakinan Kristen kita, Tuhan memakai nabi untuk menyampaikan maksud dan pikiran NYA. Jadi masihkah ada nabi di Jaman Modern, ku jawab YA karena aku sendiri juga mengalaminya. Perhatikan Morris Cerullo, dan juga yang lainnya di USA, bahkan dipakai oleh presiden AS menjadi penasihat spiritualnya.
Saya dukung anda pak Daniel, dan untuk Bapak Matius Kesar, saya akan mendoakan kiranya Bapa di Sorga memberikan karunia nubuatan dan nabi agar Pak Matius Kesar mengalaminya sendiri.

Lanjutan reply #57.

“(3) Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat - yakni perkataan TUHAN kita YESUS KRISTUS - dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, (4) ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, (5) percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.”
+Alkitab آلكيتاب , I Timotius 6, 3-5

Silahkan dibaca reply rujukan; dan ayat Firman diatas ini adalah sambungannya.

Amin… saya lengkapi,

Ef. 4:26
26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

Kol. 3:8
8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Yak. 1:19
19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Best Regard,
Daniel FS

siang :slight_smile:
ternyata seru juga ya diskusi tentang karunia kenabian.Saya tak akan memihak kepada salah satu pihak.Saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk sedikit melihat masa depan namun saya tak akan menjabarkan secara detail disini.Saya juga mempunyai teman seiman yg mendapat karunia serupa, dan kami saling share pengalaman.Salah satu temannya adalah Lia aminudin yang membuat heboh beberapa tahun yang lalu.Sebenarnya dia sama seperti kami namun krn kesombongannya dia mengklaim dirinya nabi.Setahu saya seorang nabi Tuhan tak akan menyombongkan dirinya dan memilih bekerja diam-diam.Akan lebih baik jika seseorang dibina secara personal bukan secara debat kusir tentu saja dengan persetujuan kedua belah pihak.Jika kita memang mengakui Yesus sebagai Tuhan alangkah baiknya semua didasari kasih.

Untuk reply #66 dan orang-orang yang GILA GELAR NABI disini, apakah Anda-Anda memiliki dasar Ortodoksi? ;D

TUHAN MENTAHIRKAN Anda-Anda.

Jika boleh saya ikut nimbrung. Kalo tidak salah mengerti, Setelah Tuhan Yesus terangkat ke sorga, tidak ada nabi yg akan datang di dunia. Tetapi Roh Kudus yg akan menggantikan Tugas Tuhan Yesus di dunia ini lewat masing2 pribadi manusia.

This, however, is not to say that the spirit of prophecy is dead in the Church; there are many instances of saints and other Orthodox receiving prophetic dreams or visions. The term “prophet” itself, though, is generally reserved for Old Testament figures.

Source: http://orthodoxwiki.org/Prophet

Saya ralat pernyataan saya sebelumnya, memang Nabi seperti Perjanjian Lama (yang Otoritasnya dapat dijadikan Kanon Alkitab) sudah tidak ada, namun “kenabian” itu sendiri masih berlangsung, bahkan dalam Gereja Orthodox.

Jadi, intinya saya menyadari bahwa kata “Nabi” dari Perjanjian Lama s/d Yohanes Pembaptis memiliki makna yang berbeda dengan “Nabi” dalam Perjanjian Baru (misalnya nabi Agabus), bahwa yang dimaksud “Nabi” dalam Perjanjian Baru adalah berupa “semangat kenabian” yang memang hakekatnya tidak sefundamental Nabi Perjanjian Lama.

Ngomong-ngomong saya sekarang satu “cawan” dengan Anda lho bro… :slight_smile:

Best Regard,
Daniel FS

Setuju, status nabi spt di PL tidak ada lagi tapi salah satu fungsi ‘nabi’ yakni bernubuat (prophecy) dan 'kenabian" (panggilan untuk bertobat, meluruskan, penegakkan keadilan dll) tetap hidup di gereja masa kini.

Shalom,

Yang mengatakan masih ada nabi perjanjian baru setelah zaman para rasul berikut ini, gereja arus utamakah (saya beri warna biru dan dibold)?

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Shalom,

Mau tanya Bro Yahya Agus, apakah pada zaman para nabi pada zaman perjanjian lama Roh Kudus tidak menuntun kepada kebenaran atau Roh Kudus diam saja tak beraktivitas?

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Shalom,

Salam kenal Bro Daniel FS. Jika berkenan, saya ingin mengajukan tiga pertanyaan. Saya tanyakan pertanyaan nomor satu dulu Bro. Begini. Bolehkah Bro memberikan uraian yang lengkap, terstruktur, jelas dan seringkas mungkin (kalau harus panjang ya tidak apa, asal teratur) bahwa masih ada nabi atau karunia kenabian setelah zaman para rasul?

Di samping tiga pertanyaan itu (dua lagi menyusul setelah Bro menjawab pertanyaan nomor satu), Dalam kitab Daniel 12:4,9 ada yang tidak dimengerti oleh Nabi Daniel mengenai akhir zaman (Dan 8 s/d 9). Siapakah yang akan mengajar umat Tuhan mengenai hal ini? Penglihatan/nubuatan ini kan diberikan Allah melalui Nabi Daniel yang ternyata waktu itu Nabi Daniel tidak mengerti dan Allah berkata bahwa itu akan dijelaskan pada akhir zaman. Apakah ini akan dijelaskan oleh Allah pada akhir zaman melalui nabi lagi atau melalui pengajar? Pertanyaan saya ini merujuk post Bro yang saya beri tandai dengan warna merah.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.