Apa yang harus saya Lakukan ? :(

Aku ga faham tentang apa yg terjadi pada keluargaku. Ibu nampaknya punya rasa sakit hati yang mendalah terhadap ayah karena mengkhianati janji pernikahan mereka. Tapi disisi lain ayah sudah mencoba untuk bertobat dan mencoba untuk lebih dekat kepada Tuhan. Ibu terus saja menghakimi ayah,bahkan itu akan selalu ibu lakukan saat melihat wajah ayah dan itu ibu lakukan di depan aku anaknya. Tekanan batin sangat mendalam yang amat sangat aku rasakan.

  1. Apakah yang harus saya lakukan saat melihat & mendengar keributan antara mereka ?
  2. Diam dan pura2 tidak tahu, apakah itu tindakan yg bijak?
    Terima Kasih sebelumnya, Tuhan memberkati .

mungkin hibur ibu ente bro, mungkin kalau sudah perasaannya tenang bisa lebih jernih kondisinya.
jangan lupa berdoa bro, situasi spt ini obat yg manjur susah2 gampang, semoga jg ente dapat pencerahan dr yg lain
:afro:

Makasih bro atas masukannya, Tolong doakan jg ya bro :slight_smile: Terimakasih…

Memaafkan orang yang telah berjanji setia kepada kita memang tidak mudah. Tetapi, kalau kita ingat betapa Allah mau mengampuni manusia yang juga telah tidak setia kepadaNya, bahkan dengan mengorbankan PuteraNya, maka sebagai manusia sepertinya kita punya contoh yang baik untuk kasus pengingkaran janji itu.

Memaafkan orang yang bersalah kepada kita, adalah keharusan, karena kita juga mohon dimaafkan atas kesalahan kita, seperti doa yang diajarkan sendiri oleh Kristus.

Mat 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Mat 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Mat 6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Mat 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Mat 6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Mat 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Mat 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Syalom

Saya pikir, masbro harus speak up ama bokap dan nyokap tentang “pertempuran” mereka. Ngobrol serius ama aja nyokap masbro, tapi tanpa harus membuat nyokap masbro merasa digurui… :slight_smile:

Inti nya ya, pakai kasih.

Syalom terimakasih atas masukannya, saya juga berharap ibu saya mau & masih ingin mengampuni ayah saya tapi seakan ada suatu kuasa yg membuat sifat kekerasan hati yg memang ada diturunkan dari kakek saya menjadi2 bahkan membuat keributan yang membuat saya & ayah saya semakin tertekan. Mohon doakan supaya menjadi lebih baik. terimakasih :slight_smile:

Saya jg sempat berpikir begitu bro,cuma nyokap kurang menghargai saya bro, entah kenapa saya selalu dianggap remeh, mungkin karena nyokap nganggap saya masih anak labil ._. jadi nampaknya apa yg akan saya bicarakan akan dianggap angin lalu aja, tapi why not ? Mudahan Tuhan kasih kekuatan buat saya mencoba :slight_smile: Syalom, Terimakasih :slight_smile:

hmmm… yang saya tahu menjudge, marah, benci,… dll… itu membutuhkan energy yang besar… artinya… beban yang dipikul setiap harinya akan semakin menumpuk dan semakin berat… lihat saja… nafasnya semakin lama semakin pendek/semakin cepat… yang akhirnya mendatangkan ketidakbahagiaan… dan itu sudah berlangsung bertahun2…

sekarang kita coba lihat dari sudut pandang lain… jika kita mendamaikan diri kita… dan mencari kebahagiaan… dengan cara melepaskan semua dendam dan ikatan dunia… kita akan selalu bahagia setiap harinya… jika demikian … sudah berapa banyak kebahagiaan yang dibuang sia2 hanya demi ego untuk membeci dan tidak mendatangkan apapun yang menyenangkan hati kita… dan itu berlangsung bertahun2…

lalu apakah yang sedang dicari atau ingin dicapai dengan memelihara kebencian tersebut…??? lepaskanlah… sebab tidak ada seorangpun yang tidak pernah berbuat salah…

Selama waktu masih ada… nikmatilah dengan mencapai kebahagiaan yang ada… rasa sesal kemudian tiada berguna… sebab waktu tidak bisa diputar kembali…

Jika tulisan ini berguna… anda bisa ubah dan manfaatkan sesuai cara anda menyampaikan…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

menurut ane, semua perlu waktu, ente bisa hibur mami ente (sediain waktu), jg deketin bokap ente biar bokap ente sabar, perlu waktu, ente cr2 apa yg bisa menyenangkan hati bokap dan nyokap ente.
GBU bro mudah2an bs bertambah ringan situasi di kel. ente.

Mengingat kondisi ibu yg saat ini IMHO perlu “anger management”, ane pikir lebih baik bro/sis perbanyak support ke ayah untuk tetap tabah & semangat dalam menjalani masa pertobatannya. Perbanyak share time untuk ngobrol, makan, olahraga, doa dan ibadah bersama-sama.

Saya sependapat,

Karena biar bagaimanapun yang bersalah adalah pihak ayah. Kita tidak boleh mengabaikan juga rasa sakit yang dialami oleh ibu. Minta ayah untuk lebih bersabar dan menerima ‘hukuman’ dari pihak ibu. Ingatkan secara halus, apa perasaan ayah kalau misalnya yang berselingkuh adalah ibu, apakah ayah akan langsung menerima dan memaafkan ibu?

Jadi mintalah ayah untuk tetap bersabar, tunjukan bahwa sekarang sudah bertobat dan tetap mohon pengampunan. Dan tentu saja, tetap bisikan permohonan ampun ayah kepada ibu, agar ibu bersedia memaafkan ayah.

Syalom

syalom mas bro…
masalah sakit hati ibu nya mas bro… wah itu hal yg harus di mengerti sama mas bro dan ayah mas bro
karna makin besar sakit hatinya ibu mas bro sebesar itu lah cinta dan kepercayaan nya ke ayah mas bro

jika ibu mas bro sakit hati besar banget,wajar jika itu sulit buat di terimanya
sekarang mas bro ambil sikap yg di depan ibu mas bro adalah org yang pro ke ibu,agar ibu merasa punya orang yg pro dan mengerti betapa kecewanya dia,agar semua kecewanya bisa di luapkan ke mas bro,mas bro pancing semua amarah dan kecewa agar keluar,setelah semua amarahnya tercurah,tenangkan ibu mas bro… dan tanya dengan kasih dan lemah lembut,“apa ibu masih sayang ayah?” jika ibu mas bro enggan menjawab, tanya lagi mas bro"apa ibu sayang mas bro?" jika ibu mas bro menjawab IYA,tanya apa ibu sudi berkorban demi mas bro dengan memaafkan ayah mas bro,yah bisa di selingi dengan canda sedikit lah
“dulu ibu mw melahirkan mau bertaruh nyawa demi mas bro,masa cuma memaafkan ibu ga mw katanya sayang??” contohnya gtu lah kira2 mas bro…

yah tp yg paling penting serahin aja mas bro ke tanganNYA…

senyum saat duka meringankan mas bro… keep smile