Apakah ada Semut yang Mati Sebelum Adam Jatuh ke Dalam Dosa?

Sy tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin Adam tidak pernah menginjak semut. Hm… pastilah ada kematian sebelum kejatuhan ke dalam dosa. Minimal makhluk yg dapat mati adalah seekor semut!!

Akan tetapi…

  1. Ada satu ayat Alkitab yang menurut saya mengindikasikan bahwa yg disebut dengan makhluk hidup adalah makhluk yg memiliki darah. Serangga tidak memiliki darah. Lihat Imamat 17:11. Jika benar demikian maka mungkin saja semut dapat mati diinjak sebelum dosa datang. Namun matinya semut itu tidak dianggap kematian makhluk hidup. Sama seperti tanaman juga di Alkitab telah dibuktikan bahwa tanaman mati baik sebelum maupun sesudah dosa datang namun matinya tanaman tidak dianggap kematian makhluk hidup.

  2. Sy kembali merenungkan makna bahwa Allah mengatakan ciptaanNya Sangat Baik.

“Then God saw everything that He had made, and indeed it was very good. So the evening and the morning were the sixth day. (Genesis/Kej 1:31).”

Waktu itu semuanya berjalan dengan sangat baik, tidak ada persaingan/permusuhan, saling melukai, dll.

  1. Manusia dan binatang diberi makanan berupa tanaman/tumbuhan. Kejadian 1:29-30.

  2. Sy mendapati bahwa binatang dan manusia ciptaanNya dikutuk setelah dosa tersebut.

“So the Lord God said to the serpent:
“Because you have done this,
You are cursed more than all cattle,
And more than every beast of the field;
On your belly you shall go,
And you shall eat dust
All the days of your life.” (Genesis/Kej 3:14)

Sy mengkhayalkan suatu keadaan di mana fisik makhluk hidup waktu itu sangat baik dan belum dikutuk. Mungkin belum ada racun di tubuh beberapa spesies. Segera pertanyaan timbul: bagaimana dengan landak? Mungkin waktu itu duri landak bukanlah duri seperti sekarang.

  1. Terakhir Allah juga mengutuk tanah/bumi ciptaanNya di Kejadian 3:17-18. Sy menilai sejak itu tanah tidak lagi sesubur sebelumnya. Tanaman menjadi mempunyai mekanisme pertahanan diri misalnya duri, getah, kayu yg sangat keras/kasar, bau menyengat, semak, dll. Contoh nyata tanaman dengan mekanisme pertahanan misalnya kaktus, mawar, kantong semar, jeruk nipis, dll.

Saya kembali mengkhayalkan keadaan pada zaman dahulu di mana tanah sebelum dosa itu mungkin sangat-sangat subur, lembut, indah, dll bahkan semut pun tidak bisa mati walau diinjak. Tanah yang sempurna, tanaman yg juga tidak melukai. Sungguh keadaan yang sangat sempurna.

Kesimpulan:
Bagaimanapun rupa dan keadaan ketika itu yang pasti adalah tidak ada kematian. Kita tidak mungkin dapat membayangkan keadaan seperti itu dengan pikiran kita karena kita tidak pernah mengalami atau melihat keadaan yg demikian. Allah berkata bahwa segala sesuatuNya sangat baik maka kita harus percaya bahwa tidak ada kematian makhluk hidup dalam bentuk dan cara bagaimanapun sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa. Alternatif lain (dugaan saya) adalah fisik makhluk hidup dapat mati misalnya tak sengaja “terinjak”, “termakan”, “terlempar”, dll namun Allah menjaga segala sesuatunya sesuai dengan rencana Allah sehingga tidak ada kematian yang tidak disengaja.

Mengenai pertanyaan [apakah sebelum AdamHawa makan buah pernah terjadi kematian ?], saya terus terang sulit untuk bisa menjawabnya.

IMO, secara kita tidak tau berapa lama rentang waktu antara AdamHawa mulai bernafas di bumi s/d makan buah berapa lama, mungkin yg pas utk diajukan pertanyaannya : apakah kematian secara default natural pasti memang akan terjadi thdp makhluk apapun (manusia dan segala jenis hewan dan tumbuhan) sekalipun AdamHawa tidak makan buah ?

Kesimpulan: Bagaimanapun rupa dan keadaan ketika itu yang pasti adalah [b]tidak ada kematian[/b].
How can we be so sure ?

tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

IMO, utk mengerti kalimat diatas - setidaknya si pendengar kalimat tsb perlu tau APA/BEGIMANA ITU

  1. baik / jahat
  2. aksi makan
  3. mati

Nah… kira2 pas-nya yang begimanakah yg ada di benak kita pabila kita memposisikan diri sbg Adam saat mendengar kalimat ayat diatas ?

IMO, [kita (sbg Adam) tau apa/kayak begimana itu aksi makan] tentunya YA.

Yang menjadi pertanyaan :

  1. apakah kita (sbg Adam) tau apa itu baik/jahat ? kayak begimana itu yg baik/jahat ?
  2. apakah kita (sbg Adam) tau apa itu mati ? kayak begimana itu mati ?

maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.

Berdasarkan ayat diatas, kesimpulan saya untuk sementara ini kira-kira sbb :
Default nature makhluk hidup (manusia dan segala jenis hewan dan tumbuhan) adalah disuatu ketika akan mati.

Bagi yg makan buah PK secara kontinyu, kematian ybs terus tertunda.
Tidak ada ayat yg kalimatnya bisa menuntun ke pendapat bhw AdamHawa disuruh Allah utk continually makan buah PK. Dengan demikian, bagi yang gak mau makan buah PK secara kontinyu, maka ybs disuatu ketika akan mati. Dan hal ini tidak mengapa di pov Allah.

Kembali ke kedua point pertanyaan diatas, menurut acid kira2 jawaban yg pas-nya begimana ?

:slight_smile:
salam.

Permisiii… maaf numpang lewat yh kk2 sekalian. Btw salah satu ciri mahluk hidup itu adalah bernafas dan bisa berkembang biak jadi semut dan tumbuhan itu mahluk hidup yh.
Mengapa ga ada semut yg keinjek, menurut saya mungkin krn dulu antara Adam, hewan dan tumbuhan masih saling pengertian jadi ga ada yg mau menyakiti yg lain, jdi kebanyakan mereka mati nya mungkin secara alami sesuai jumlah umur maksimal masing2 aja kali. hehe… (kidding) :smiley:

Sekedar intermezzo yh kk2 sekalian, silahkan dilanjut diskusinya… :wink: :afro:

Menurut saya, selama AdamHawa tidak melanggar Perintah TUHAN –dalam artian AdamHawa konsisten melakukan Perintah TUHAN–, maka istilah “MATI/KEMATIAN” atas segala makhluk tidak pernah dikenal oleh mereka. :tongue:

Ia sis, point pertama hanya indikasi spekulatif. Namun tidak menutup kemungkinan juga bahwa memang benar Alkitab “hanya memperhitungkan” makhluk hidup berdarah saja.

Sy juga memiliki kepercayaan spt itu.

Sy pribadi percaya tidak ada kematian sebagai kombinasi dari:

  1. Tanah yg subur/lembut, belum terkutuk
  2. Belum ada persaingan, permusuhan
  3. Allah menyatakan segala sesuatu yg Dia ciptakan “sangat baik”. Tidak mungkin sangat baik jika ada kematian.
  4. Dan Allah juga menjaga segala sesuatunya sesuai rencana Allah.

Jadi tidak ada ruang utk terjadinya kematian semut secara tidak disengaja karena point ke-3 di atas.

Allah diceritakan membuat “pakaian” utk menutupi tubuh manusia yg merasa malu akan ketelanjangannya. Pakaian dibuat dari kulit binatang. Maka sudah pasti binatang tersebut “dibunuh”. Berarti binatang dapat mati, termasuk juga serangga.

Sy percaya manusia diciptakan pada awalnya SECARA FISIK TETAP DAPAT MATI namun Allah menjaga segala sesuatunya sesuai rencana Allah. Jadi sy percaya kematian itu dimungkinkan namun tidak akan terjadi sepanjang Adam dan Hawa tidak melanggar perintah Allah. Tubuh manusia setelah berdosa menjadi berangsur-angsur melemah, Adam dan beberapa generasi awal lainnya mencapai umur sekitar 900 tahun, kemudian keturunan2 lainnya perlahan-lahan menurun daya tahannya sampai kepada zaman Abraham, hanya tahan sampai 100 tahun lebih saja.

Saya kurang bisa nangkep kalimat acid diatas.
Soalnya (berpatokan pada penciptaan literal 6x24 jam) di saat itu di hari ke-6 itu… menurut saya emang nggak/belum ada kematian.

Anyway (imo) Allah ada naroh pohon kehidupan, dan sepertinya AdamHawa boleh makan buah PK tsb. AdamHawa menjadi tidak_boleh makan buah PK tsb adalah setelah mereka makan buah PBJ. Malah bukan sekedar nggak boleh, melainkan PK-nya di jagain ama malaikat berpedang a’la Lightsaber-nya starwars.

IMO, kita bisa milih pada dua kemungkinan :
A. SEBELUM AdamHawa makan buah PBJ, makan buah PK ga ada arti apa apa sama sekali thdp AdamHawa. Makan buah PK idem dengan makan buah2 pohon lainnya (kecuali PBJ). Dengan kata lain, there’s nothing special adanya PK saat itu disitu, ga punya fungsi apa apa thdp AdamHawa kecuali ngenyangin perut.
SETELAH AdamHawa makan buah PBJ, secara tiba2 PK menjadi spesial … menjadi berfungsi —> yakni, pabila mereka makan buah PK tsb menyebabkan mereka nggak bisa mati mati.

B. Baik sebelum maupun sesudah AdamHawa makan PBJ, fungsi buah PBJ adalah menyebabkan mereka nggak bisa mati mati pabila dimakan oleh mereka.

Sy percaya manusia diciptakan pada awalnya SECARA FISIK TETAP DAPAT MATI namun Allah [b]menjaga segala sesuatunya[/b] sesuai rencana Allah.
Bold, nah kalo menurut saya ... "menjaga"nya itu adalah dengan naroh Pohon Kehidupan di Eden.

Saya memilih point-B diatas.
Sementara saya menebak, kayaknya acid memilih point-A diatas.

Jadi sy percaya kematian itu dimungkinkan namun tidak akan terjadi [b]sepanjang Adam dan Hawa tidak melanggar perintah Allah[/b].
Kalo menurut saya, sekalipun mereka sudah makan buah PBJ - AdamHawa bisa tetep nggak mati mati pabila makan buah PK.

Karena sekarang Allah nggak mao AdamHawa nggak bisa mati mati, oleh karena itu PK dijaga malaikat dgn "Lighsaber"nya agar AdamHawa ga bisa makan buah PK tsb.

So, AdamHawa ada didalam bbrp model pada kematiannya :

  1. bunuh diri
  2. mati disabet tebasan "Lightsaber"nya malaikat krn nekat pengen makan buah PK.
  3. mati tua
  4. mati dibunuh keturunan mereka sendiri

:slight_smile:
salam.

Coba direnungkan kejadian 3:21…apakah disana Tuhan membuat pakaian untuk manusia itu, dari kulit binatang yg sudah mati atau dari kulit binatang yg masih hidup?

Salam

Sampai manusia diusir dan dikutuk, kayaknya larangan cuma ada 1 deh…

Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

CMIIW…

Jadi tidak terlalu masalah kalau ada semut terinjak atau mati…
Atau yang lain lain…

Coba bro pahami pertanyaan: apakah ada semut yg mati sebelum Adam jatuh ke dalam dosa?

Kata kunci: SEBELUM.
Binatang tsb dikuliti setelah kejatuhan dalam dosa.

Benar bro … tetapi tetap saja peristiwa itu masih berada dalam “taman eden”., artinya … jika kita memahami bahwa kulit binatang yang dijadikan baju untuk adam dan hawa, adalah berasal dari binatang yang telah mati, maka di taman eden, telah terjadi “peristiwa kematian mahuk hidup”.

Nah, sebagaimana permasalahan dalam topik disini, maka yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah … apakah binatang yang mati itu, mengalami kematian sebagai akibat atau setelah kejatuhan manusia kedalam dosa ?

Saya pikir, jika bintang itu mengalami kematian sebagai akibat kejatuhan manusia kedalam dosa, maka sudah pasti … adam dan hawa juga harus mati secara fisik, seperti kematian binatang tersebut, tetapi … karena adam dan hawa tidak mengalami kematian secara fisik, maka saya berkesimpulan … bahwa kulit binatang yang dijadikan baju untuk adam dan hawa, diambil oleh Tuhan dari binatang yang telah mati, sebelum adam dan hawa jatuh kedalam dosa.

Artinya adalah … ayat yang sederhana dan sepenggal itu, telah memberikan bukti kepada manusia, bahwa Taman Eden sebagai tempat tinggal manusia yang pertama, bukanlah suatu tempat “Kekekalan”, tetapi suatu tempat yang berada dalam lingkup ruang dan waktu, sehingga siapapun yang akan tinggal disana, tetap akan mengalami kematian., baik sebelum ataupun sesudah manusia itu jatuh kedalam dosa.

Kemudian lahir pertanyaan selanjutnya, yaitu … apakah taman eden sebagai tempat tinggal manusia pertama itu adalah sama dengan Surga ?

Menurut pendapat saya, taman eden tersebut dalam pengertian manusia, dapat saja disetarakan artinya dengan Surga, tetapi tidak berarti bahwa taman eden tersebut adalah surga yang sesungguhnya, sebab surga adalah tempat kekekalan yang tidak terbungkus oleh ruang dan waktu., sehingga karena surga adalah tempat kekekalan, maka tidak mungkin ada kematian disana., sementara di taman eden tempat manusia pertama itu tinggal, kasus kulit binatang adalah bukti, bahwa telah terjadi peristiwa kematian disana.

Nah, karena taman eden itu bukanlah surga tempat Tuhan bertahtah, maka “wajar” saja iblis dapat masuk dengan bebas kedalam taman eden dan menggoda manusia, sehingga manusia itu jatuh kedalam dosa.

Salam …

Kejadian Pasal 2:8
Taman Eden itu di Bumi ini, tempatnya adalah di sebelah Timur.

Kejadian Pasal 3
dan kematian terjadi karena dosa.
kalau tidak ada dosa tidak akan ada kematian.

salam
TYM

Dan caranya agar manusia itu akhirnya wafat adalah dengan menjaga Pohon Kehidupan agar tidak bisa dimakan lagi buahnya oleh manusia.

Secara proses, kalimatnya jadi didalam pengertian :
jangan makan buah PBJ, kalo kamu makan buah PBJ saya gak akan memperbolehkan kamu makan buah PK lagi. Akibat selanjutnya, ujung2nya kamu wafat karena kamu tidak bisa lagi makan itu buah PK.

:char11:,
salam.

Tepat sekali bro, taman eden itu ada di “timur” bumi, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah… dimanakah letak timur bumi ini ?

Jika kita berada pada titik daerah Indonesia bagian Aceh, maka kita akan mengatakan bahwa bagian timur adalah daerah Papua Barat, karena papu barat masuk kedalam wilayah indonesia, tetapi pada saat kita berada di papua barat, maka daerah timur pada pulau papua itu adalah papua new guine, dan orang papua barat tidak akan disebutkan sebagai papua timur., dan seterusnya … dan seterusnya… sehingga pada akhirnya, dalam satu titik wilayah dari barat aceh, akan menyebutkan bahwa aceh itu adalah bagian timur kembali, mengapa ? sebab bumi ini adalah bulat, sehingga pada saat kita berbicara tentang mata angin, maka kita akan masuk kedalam lingkaran setan yang tidak ada titik akhirnya, kecuali bumi ini datar atau lempeng, maka kita dapat dengan pasti, memastikan dimanakah arah timur tersebut.

Jadi menurut pendapat saya, perkataan arah “timur” sebagai tempat taman eden, adalah suatu simbol terhadap “bumi”, artinya adalah … seluruh bumi inilah taman eden. Lalu timbul pertanyaan kepada kita, yaitu … apa maksut perkataan “disebelah timur bumi”?

Nah, sebelum saya menjelaskan permasalahan tersebut diatas, maka timbul pertanyaan kecil kepada kita, yaitu … mengapa taman eden itu dikatakan di tempatkan di “sebelah timur bumi”?, mengapa tidak ditempatkan di sebelah utara bumi, atau sebelah barat atau sebelah selatan, dan lain-lain. Apakah disebelah timur bumi ini adalah lebih baik dari pada sebelah lainnya ? Padahal Tuhan dengan tegas telah mengatakan, bahwa: “semua ciptaan-Nya itu aalah baik adanya”, artinya adalah … jika semua ciptaan tuhan itu adalah baik, maka tidak ada perbedaan antara timur bumi dengan barat bumi.

Nah, jika perbedaan itu tidak ada, lalu mengapa taman eden itu ditempatkan di "sebelah timur’ bumi ini ?

Menurut pendapat saya, perkataan “timur” pada ayat disana, adalah suatu “simbol” akan suatu “pengharapan”, sebab dimana pun kita tinggal pada bagian bumi ini, maka “mata hari itu” senantiasa terbit dari “arah timur”, dimana sejak bumi di jadikan dan sejak manusia itu ada di muka bumi ini, saya pikir … belum pernah terjadi, mata hari itu terbit dari sebelah “barat”.

Jadi, karena perkataan “timur” itu bermakna “pengharapan”, maka penempatan taman eden di sebelah timur pada ayat disana, lebih menitik beratkan pada pengertian … manusia yang telah di ciptakan oleh Tuhan itu, ditempatkan pada bumi yang penuh pengharapan., namun, kejatuhan manusia kedalam dosa, telah menodai rencana Tuhan yang besar, sehingga manusia itu “kehiangan pengharapannya”, dimana “kehilangan pengharapan” tersebut, di tandai dengan “di usirnya manusia dari taman eden”.

Tetapi oleh kematian Yesus, maka manusia yang telah kehilangan pengharapan tersebut, kembali memperoleh “pengharapan baru”.

Lalu anda menyatakan pada pernyataan anda diatas …bahwa kematian terjadi karena dosa, kalau tidak ada dosa tidak akan ada kematian… ==> Apakah pernyataan anda ini, memiliki pengertian … bahwa Tuhan merencanakan untuk menciptakan manusia itu di taman eden untuk hidup kekal ? Apakah karena dosa itu juga, telah mengakibatkan adanya kematian binatang di taman eden ? Jika adanya kematian binatang di taman eden sebagai akibat kejatuhan manusia kedalam dosa, maka artinya adalah … pada saat manusia jatuh kedalam dosa, maka seluruh binatang akan mengalami kematian, tetapi mengapa adam dan hawa, serta ular itu tidak mati ? ==> menurut pendapat saya, pemahaman anda itu tidak logis. Mengapa ? Adam dan Hawa yang jatuh kedalam dosa, kok adam dan hawa tidak mengalami kematian fisik, tapi justru binatang yang mengalami kematian. Bukankah cara pemikiran dan pemahaman anda ini aneh ?

Salam …

Penjelasan yang sangat bagus, dan mungkin saja demikian… :slight_smile:

Tetapi oleh kematian Yesus, maka manusia yang telah kehilangan pengharapan tersebut, kembali memperoleh [b]"pengharapan baru"[/b].

sangat betul demikian… :afro:

Lalu anda menyatakan pada pernyataan anda diatas [b]..bahwa kematian terjadi karena dosa, kalau tidak ada dosa tidak akan ada kematian..[/b] ==> Apakah pernyataan anda ini, memiliki pengertian .. bahwa Tuhan merencanakan untuk menciptakan manusia itu di taman eden untuk [b]hidup kekal[/b] ?

oh tentu… rencana Allah menciptakan manusia adalah supaya manusia itu hidup bukan supaya mati.

Apakah karena dosa itu juga, telah mengakibatkan adanya kematian binatang di taman eden ? Jika adanya kematian binatang di taman eden sebagai akibat kejatuhan manusia kedalam dosa, maka artinya adalah .. pada saat manusia jatuh kedalam dosa, maka seluruh binatang akan mengalami kematian, tetapi mengapa adam dan hawa, serta ular itu tidak mati ? ==> menurut pendapat saya, pemahaman anda itu tidak logis. [b]Mengapa ?[/b] Adam dan Hawa yang jatuh kedalam dosa, kok adam dan hawa tidak mengalami kematian fisik, tapi justru binatang yang mengalami kematian. Bukankah cara pemikiran dan pemahaman anda ini aneh ?

binatang yang mati di taman eden itu adalah lambang kematian Jesus. menurutku itu adalah korban pertama yang melambangkan Jesus.

dosa lah yang membuat manusia kehilangan hidup kekal. tapi puji TUhan dalam kemurahan-Nya, karena begitu besar kasih Allah akan dunia yang hilang ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Yoh 3:16.

salam
:slight_smile:
TYM

Binatang apa yang mati di taman eden itu?
Taman Eden dibuat bagi yang hidup (bahkan yang sudah mati sekalipun akan hidup kalau berada di Taman Eden).

Emangnya kalau diambil kulitnya, binatang itu akan mati?
Jangankan kulitnya, Tulang dan Dagingnya pun diambil dia tetap hidup.

:slight_smile:

Ayat nggak sebut [timur bumi], jes.

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

Jika kita berada pada titik daerah Indonesia bagian Aceh, maka kita akan mengatakan bahwa bagian timur adalah daerah Papua Barat
saya rasa itung2an-nya nggak kayak gitu. Dugaan saya, itung2an-nya kayaknya berpatokan pada matahari terbit. Dimanapun orangnya berada, maka Timur adalah sebutan arah mata angin dimana matahari terbit.

So… kalo penulis bilang bhw Eden itu letaknya ada di Timur, maka saya duga maksudnya adalah lokasi Eden itu ada dimana arahnya menuju ke matahari terbit dari pov orang tsb berlokasi.

mengapa taman eden itu dikatakan di tempatkan di [b]"sebelah timur bumi"?[/b],
Karena dari pov si penulis ayat ya secara ungu.
mengapa tidak ditempatkan di sebelah utara bumi, atau sebelah barat atau sebelah selatan, dan lain-lain.
Lah ya nggak donk. Kan matahari dari pov si observer terbitnya di Timur.
Nah, jika perbedaan itu tidak ada, lalu mengapa taman eden itu ditempatkan di [b]"sebelah timur'[/b] bumi ini ?
Bukan Allah yang bilang, namun si penulis kan jes :char11:
Menurut pendapat saya, perkataan [b]"timur"[/b] pada ayat disana, adalah suatu [b]"simbol"[/b] akan suatu [b]"pengharapan"[/b], sebab dimana pun kita tinggal pada bagian bumi ini, maka [b]"mata hari itu"[/b] senantiasa terbit dari [b]"arah timur"[/b], dimana sejak bumi di jadikan dan sejak manusia itu ada di muka bumi ini, saya pikir .. belum pernah terjadi, mata hari itu terbit dari sebelah [b]"barat".[/b]
Lah ya itu. Penulis yang bilang Eden itu ada di Timur ya karena secara pov lokasi dirinya berada, Eden itu mengarah ke Timur dimana matahari terbit.

Taroh kata Eden itu Jawa-Tengah,
si penulis ayat itu berada di Jawa Barat
—> akibatnya si penulis ayat bilang letak Jawa Tengah itu ke arah Timur dia.

Tapi kalo si penulis ayat itu berada di Jawa Timur,
—> akibatnya si penulis ayat akan bilang letak Jawa Tengah itu ke arah Barat dia.

Bahasa inggrisnya mungkin bisa lebih jelas dari salah satu versi yang ada :
New American Standard Bible
The LORD God planted a garden toward the east, in Eden;

selanjutnya
there He placed the man whom He had formed.

secara dari pov si penulis (observer) yg berada di jabar, AdamHawa itu ditaroh di jateng.
tapi kalo si penulis itu berada di jatim, ya ga mungkin penulis bilang bhw AdamHawa itu ditaroh di lokasi ke arah Timurnya si penulis, melainkan ke arah Baratnya dia. Kan AdamHawa itu ditarohnya di jateng.

Jadi, karena perkataan [b]"timur"[/b] itu bermakna [b]"pengharapan"[/b]
IMO, boleh boleh saja jesuit berpendapat demikian dan mungkin2 saja jesuit bener yakni bhw kosakata [Timur] di ayat terkait itu adalah simbolisasi :happy0062:.

:slight_smile:
salam.

Ini hanya komentar konyol karena Tuhan berkata bahwa kalau makan buah itu lagi maka dia akan hidup selamanya dalam keadaan berdosa.

Menurut logikaku, karena manusia dicipta seccitra dengan Allah, maka hanya manusialah yang penting dari semua ciptaan. Semut, ato gajah, ato kingkong, dan semua hewan tidaklah penting, maka kematiannya tidak dikisahkan.

Salam logika macam-macam.